<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-35418826</id><updated>2012-02-04T21:01:49.798+07:00</updated><category term='Puisi'/><title type='text'>20 TAHUN PERJALANAN BATINKU</title><subtitle type='html'>Sisi diri yang lain mengajak ke sebuah pendekatan terhadap Sang Maha Mutlak, yang Maha Misterius. Apapun manusia memanggilnya kuikuti jalan ini, meski tidak mudah...aku yakin Ia akan menyambutku. Apa yang aku tuliskan adalah apa yang aku pikirkan, renungkan, rasakan, terkadang melampaui batasan etika. Maaf apabila tidak berkenan.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://wahjoe.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Budhi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Poe8x-uxWKM/SOrCjWKh0YI/AAAAAAAAABs/Z0NEBIqa3pk/S220/baZZo.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>113</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35418826.post-9041299974491908010</id><published>2012-02-03T10:45:00.001+07:00</published><updated>2012-02-04T21:01:49.808+07:00</updated><title type='text'>Hindari kebiasaan berikut</title><content type='html'>&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Mengurusi ibadah orang lain. Mengapa? Karena kecenderungannya kita mentransfer sifat iblis yang merasa lebih suci dari Adam As. Dan kita tidak dibebani dengan ibadah orang lain. Karena masing-masing orang menanggung dosa masing-masing. Tipuan yang paling sering adalah mewajibkan diri dakwah sehingga mendakwahi orang secara membabi buta tanpa melihat kealiman seseorang, berdakwah itu liat kondisi, situasi, dan obyek dakwahnya. Dan lebih bijiak adalah berdakwah kepada orang-orang yang mempercayai kita. Padahal para Nabi yang menerima wahyu tidak diwajibkan menyampaikan, kecuali para Rasul.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mempelajari hal-hal yang tidak digunakan untuk ibadah saat ini, namun meninggalkan hal-hal yang dihadapi dan wajib. Misalnya, mencari-cari kisah-kisah orang soleh, membicarakannya, mendiskusikannya namun tidak melaksanakan apa yang mereka perbuat. Mempelajari ilmu hal (ilmu yang digunakan sehari-hari adalah lebih utama daripada yang tidak.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Merasa mapan dengan kondisi ibadah. Orang yang merasa mapan dengan ibadahnya adalah orang yang tertipu. Karena tidak ada orang yang beribadah melainkan mereka merasa takut ibadahnya penuh riya dan tidak diterima oleh Allah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Merasa mapan dengan kenikmatan. Banyak yang merasa bahwa ridho Allah berkaitan dengan kenikmatan dunia, pendapat ini salah mutlak.Seorang muslim memiliki tujuan akhir bahagia di akhirat bukan di dunia. Kebahagiaan dunia bisa jadi adalah pengluluan Allah (istidroj), sebagaimana kita lihat diberikan oleh Allah kepada orang yang paling ingkar di muka bumi ini.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Merasa menjadi orang yang terbaik karena telah berbuat banyak untuk orang lain. Tidak semua orang diberi kelapangan untuk berbuat untuk orang lain. Untunglah perintah Allah, "Jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka" dan orang yang terbaik adalah orang yang takwa bukan orang yang utama di antara kamu yang memberi paling banyak. Jargon ini juga rawan riya dan pamrih, karena ibadah yang berkaitan dengan orang lain biasanya memang rawan riya.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://suluk.blogsome.com"&gt;&lt;img src='http://suluk.blogsome.com/images/suluk09_120x60.png' alt="Suluk::Hanya Sekeping Cermin" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35418826-9041299974491908010?l=wahjoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahjoe.blogspot.com/feeds/9041299974491908010/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2012/02/hindari-kebiasaan-berikut.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/9041299974491908010'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/9041299974491908010'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2012/02/hindari-kebiasaan-berikut.html' title='Hindari kebiasaan berikut'/><author><name>Budhi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Poe8x-uxWKM/SOrCjWKh0YI/AAAAAAAAABs/Z0NEBIqa3pk/S220/baZZo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35418826.post-4581275545727497274</id><published>2012-01-04T12:00:00.000+07:00</published><updated>2012-01-04T12:00:34.205+07:00</updated><title type='text'>Tulisan Ibnu Athaillah refleksi seorang Salik</title><content type='html'>Tulisan-tulisan Ibnu Athaillah adalah cermin bagi seorang salik. Bila seorang yang tidak berjalan di atas jalan salik yang terlihat adalah tulisan-tulisan yang kabur, samar, buram, kabur, keruh, ketidakmengertian, aneh, freak, gak jelas, bid'ah, kafir dan seterusnya ya ... memang demikianlah adanya. hanya seorang salik yang bisa mengerti isinya, akan meneteskan air mata, akan merasa diingatkan, merasa dinasehati, akan tambah ibadahnya, akan semakin khusyu ibadahnya dan tidak mengurusi ibadah orang lain, melainkan hanya menatap dosa-dosa dalam diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa itu salik? Seorang salik adalah orang yang tidak lagi disibukkan dengan 'ngurusin' ibadah orang lain, orang-orang yang mulai disibukkan dengan pengabdiannya kepada Allah dan ibadah diri sendiri, menghitung dosa-dosanya setiap hari dan sekaligus memohonkan ampun, terus mengevaluasi diri siang malam, tanpa mempedulikan celaan para penghamba dunia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://suluk.blogsome.com"&gt;&lt;img src='http://suluk.blogsome.com/images/suluk09_120x60.png' alt="Suluk::Hanya Sekeping Cermin" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35418826-4581275545727497274?l=wahjoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahjoe.blogspot.com/feeds/4581275545727497274/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2012/01/tulisan-ibnu-athaillah-refleksi-seorang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/4581275545727497274'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/4581275545727497274'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2012/01/tulisan-ibnu-athaillah-refleksi-seorang.html' title='Tulisan Ibnu Athaillah refleksi seorang Salik'/><author><name>Budhi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Poe8x-uxWKM/SOrCjWKh0YI/AAAAAAAAABs/Z0NEBIqa3pk/S220/baZZo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35418826.post-5996236457183620905</id><published>2011-12-27T21:10:00.003+07:00</published><updated>2011-12-28T16:44:51.027+07:00</updated><title type='text'>Buku-buku Ibnu Athaillah terbitan Serambi (6), The Master Piece, Al Hikam</title><content type='html'>Link Buku berikut diupload penerbit di google book, kita bisa mengintip isinya, silahkan klik di contents dan klik halaman yang dituju, atau scroll up-down pada cover ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;iframe frameborder="0" height="500" scrolling="no" src="http://books.google.co.id/books?id=lpp6qcAHMqEC&amp;amp;lpg=PP1&amp;amp;dq=al%20hikam&amp;amp;pg=PP1&amp;amp;output=embed" style="border: 0px;" width="500"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://suluk.blogsome.com"&gt;&lt;img src='http://suluk.blogsome.com/images/suluk09_120x60.png' alt="Suluk::Hanya Sekeping Cermin" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35418826-5996236457183620905?l=wahjoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahjoe.blogspot.com/feeds/5996236457183620905/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2011/12/buku-buku-ibnu-athaillah-terbitan_7274.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/5996236457183620905'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/5996236457183620905'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2011/12/buku-buku-ibnu-athaillah-terbitan_7274.html' title='Buku-buku Ibnu Athaillah terbitan Serambi (6), The Master Piece, Al Hikam'/><author><name>Budhi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Poe8x-uxWKM/SOrCjWKh0YI/AAAAAAAAABs/Z0NEBIqa3pk/S220/baZZo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35418826.post-8384581572413661961</id><published>2011-12-27T21:07:00.003+07:00</published><updated>2011-12-28T16:44:09.489+07:00</updated><title type='text'>Buku-buku Ibnu Athaillah terbitan Serambi (5), Rahasia Asma Allah</title><content type='html'>Link Buku berikut diupload penerbit di google book, kita bisa mengintip isinya, silahkan klik di contents dan klik halaman yang dituju, atau scroll up-down pada cover ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;iframe frameborder="0" height="500" scrolling="no" src="http://books.google.co.id/books?id=xt-xPQiNIQsC&amp;amp;lpg=PP1&amp;amp;pg=PP1&amp;amp;output=embed" style="border: 0px;" width="500"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://suluk.blogsome.com"&gt;&lt;img src='http://suluk.blogsome.com/images/suluk09_120x60.png' alt="Suluk::Hanya Sekeping Cermin" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35418826-8384581572413661961?l=wahjoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahjoe.blogspot.com/feeds/8384581572413661961/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2011/12/buku-buku-ibnu-athaillah-terbitan_5139.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/8384581572413661961'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/8384581572413661961'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2011/12/buku-buku-ibnu-athaillah-terbitan_5139.html' title='Buku-buku Ibnu Athaillah terbitan Serambi (5), Rahasia Asma Allah'/><author><name>Budhi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Poe8x-uxWKM/SOrCjWKh0YI/AAAAAAAAABs/Z0NEBIqa3pk/S220/baZZo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35418826.post-8265009235100803605</id><published>2011-12-27T21:05:00.001+07:00</published><updated>2011-12-28T16:43:39.941+07:00</updated><title type='text'>Buku-buku Ibnu Athaillah terbitan Serambi (4), Rahasia yang Maha Indah</title><content type='html'>Link Buku berikut diupload penerbit di google book, kita bisa mengintip isinya, silahkan klik di contents dan klik halaman yang dituju, atau scroll up-down pada cover ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;iframe frameborder="0" height="500" scrolling="no" src="http://books.google.co.id/books?id=XCE7o4FiQasC&amp;amp;lpg=PP1&amp;amp;pg=PP1&amp;amp;output=embed" style="border: 0px;" width="500"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://suluk.blogsome.com"&gt;&lt;img src='http://suluk.blogsome.com/images/suluk09_120x60.png' alt="Suluk::Hanya Sekeping Cermin" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35418826-8265009235100803605?l=wahjoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahjoe.blogspot.com/feeds/8265009235100803605/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2011/12/buku-buku-ibnu-athaillah-terbitan_7089.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/8265009235100803605'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/8265009235100803605'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2011/12/buku-buku-ibnu-athaillah-terbitan_7089.html' title='Buku-buku Ibnu Athaillah terbitan Serambi (4), Rahasia yang Maha Indah'/><author><name>Budhi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Poe8x-uxWKM/SOrCjWKh0YI/AAAAAAAAABs/Z0NEBIqa3pk/S220/baZZo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35418826.post-1738636582316170031</id><published>2011-12-27T21:01:00.001+07:00</published><updated>2011-12-28T16:42:47.728+07:00</updated><title type='text'>Buku-buku Ibnu Athaillah terbitan Serambi (3), Mengapa Harus Berserah</title><content type='html'>Link Buku berikut diupload penerbit di google book, kita bisa mengintip isinya, silahkan klik di contents dan klik halaman yang dituju, atau scroll up-down pada cover ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;iframe frameborder="0" height="500" scrolling="no" src="http://books.google.co.id/books?id=6NXZ9NH18IwC&amp;amp;lpg=PP1&amp;amp;pg=PP1&amp;amp;output=embed" style="border: 0px;" width="500"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://suluk.blogsome.com"&gt;&lt;img src='http://suluk.blogsome.com/images/suluk09_120x60.png' alt="Suluk::Hanya Sekeping Cermin" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35418826-1738636582316170031?l=wahjoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahjoe.blogspot.com/feeds/1738636582316170031/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2011/12/buku-buku-ibnu-athaillah-terbitan_6294.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/1738636582316170031'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/1738636582316170031'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2011/12/buku-buku-ibnu-athaillah-terbitan_6294.html' title='Buku-buku Ibnu Athaillah terbitan Serambi (3), Mengapa Harus Berserah'/><author><name>Budhi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Poe8x-uxWKM/SOrCjWKh0YI/AAAAAAAAABs/Z0NEBIqa3pk/S220/baZZo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35418826.post-3157468634076901649</id><published>2011-12-27T20:59:00.003+07:00</published><updated>2011-12-28T16:42:07.596+07:00</updated><title type='text'>Buku-buku Ibnu Athaillah terbitan Serambi (2), Zikir Penentram Hati</title><content type='html'>Link Buku berikut diupload penerbit di google book, kita bisa mengintip isinya, silahkan klik di contents dan klik halaman yang dituju, atau scroll up-down pada cover ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;iframe frameborder="0" height="500" scrolling="no" src="http://books.google.co.id/books?id=-y4nCYi_54YC&amp;amp;lpg=PP1&amp;amp;pg=PP1&amp;amp;output=embed" style="border: 0px;" width="500"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://suluk.blogsome.com"&gt;&lt;img src='http://suluk.blogsome.com/images/suluk09_120x60.png' alt="Suluk::Hanya Sekeping Cermin" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35418826-3157468634076901649?l=wahjoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahjoe.blogspot.com/feeds/3157468634076901649/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2011/12/buku-buku-ibnu-athaillah-terbitan_27.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/3157468634076901649'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/3157468634076901649'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2011/12/buku-buku-ibnu-athaillah-terbitan_27.html' title='Buku-buku Ibnu Athaillah terbitan Serambi (2), Zikir Penentram Hati'/><author><name>Budhi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Poe8x-uxWKM/SOrCjWKh0YI/AAAAAAAAABs/Z0NEBIqa3pk/S220/baZZo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35418826.post-8319594880509303039</id><published>2011-12-27T20:50:00.004+07:00</published><updated>2011-12-28T16:39:14.453+07:00</updated><title type='text'>Buku-buku Ibnu Athaillah terbitan Serambi (1), Tutur Penerang Hati</title><content type='html'>Link Buku berikut diupload penerbit di google book, kita bisa mengintip isinya, silahkan klik di contents dan klik halaman yang dituju, atau scroll up-down pada cover ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;iframe frameborder="0" height="500" scrolling="no" src="http://books.google.co.id/books?id=E1mKkHaWWlUC&amp;amp;lpg=PP1&amp;amp;pg=PP1&amp;amp;output=embed" style="border: 0px;" width="500"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://suluk.blogsome.com"&gt;&lt;img src='http://suluk.blogsome.com/images/suluk09_120x60.png' alt="Suluk::Hanya Sekeping Cermin" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35418826-8319594880509303039?l=wahjoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahjoe.blogspot.com/feeds/8319594880509303039/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2011/12/buku-buku-ibnu-athaillah-terbitan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/8319594880509303039'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/8319594880509303039'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2011/12/buku-buku-ibnu-athaillah-terbitan.html' title='Buku-buku Ibnu Athaillah terbitan Serambi (1), Tutur Penerang Hati'/><author><name>Budhi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Poe8x-uxWKM/SOrCjWKh0YI/AAAAAAAAABs/Z0NEBIqa3pk/S220/baZZo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35418826.post-2876985478966845219</id><published>2011-09-02T10:54:00.006+07:00</published><updated>2011-12-27T19:03:36.384+07:00</updated><title type='text'>Asy-Syeikh Muhammad Yasin Al-Fadany</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-8ZO_OHHLRdM/TmA1Ik7JuOI/AAAAAAAAAFo/-Asytpd8k8Y/s1600/Syeikh+Muhammad+Yasin.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-8ZO_OHHLRdM/TmA1Ik7JuOI/AAAAAAAAAFo/-Asytpd8k8Y/s320/Syeikh+Muhammad+Yasin.jpg" width="242" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;*sebuah catatan kecil: Ulama yang sangat dikenal oleh ulama-ulama dunia, namun sedikit dikenal oleh bangsa Indonesia sendiri, salah satu keutamaan beliau hampir tidak ditemukan kritik maupun celaan/fitnah, karena hadits-hadits bersanad yang dimiliki beliau dipakai oleh banyak mazhab dan kelompok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*musnid: seseorang yang memiliki/hafal/memiliki sanad/memiliki hak meneruskan hadits dengan periwayatnya jutaan hadits, mengetahui kuat lemahnya hadits. Seorang musnid secara otomatis adalah muhadits, karena secara otomatis mengetahui kelemahan dan kesahihan suatu hadits, karena jalur periwayatan dan kitab sudah terekam kuat dalam ingatan, namun tidak berlaku sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*salah satu murid beliau yang terkenal adalah Syaikh Ali Jum'ah, yang merupakan Grand Mufti Mesir.&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.aligomaa.net/"&gt;http://www.aligomaa.net/&lt;/a&gt;&amp;nbsp;yang disebut oleh beliau dalam Biografinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Syaikh Abdul Hamid al Betawy adalah orang yang ditunjuk sebagai ba'dal beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Tidak berlebihan apabila para ulama mengatakan bahwa tidaklah semua kitab-kitab hadits yang ditulis hari ini melainkan beliau memiliki sanadnya, Subhanallah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Dalam periwayatan sanad, seorang murid selalu memuji guru-gurunya dan tidak pernah merasa lebih, apalagi merasa melakukan perbaikan, karena hampir mustahil bahwa seseorang yang jauh dari sumber (Nabi SAW) memiliki informasi yang lebih akurat, sesuai dengan hadits:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #333333; font-family: 'lucida grande', tahoma, verdana, arial, sans-serif; line-height: 15px; text-align: left;"&gt;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam :“Sebaik-baik umat manusia adalah generasiku (sahabat), kemudian orang-orang yang mengikuti mereka (tabi’in) &amp;amp; kemudian orang-orang yg mengikuti mereka lagi (tabi’ut tabi’in).” (Muttafaq ‘alaih)&lt;/span&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah pemahaman yang dianut oleh kelompok mayoritas muslim Indonesia, bahwa seorang yang datang kemudian tidak mungkin lebih baik daripada generasi sebelumnya. Karena apabila demikian jelas bertentangan dengan hadits di atas dan menyebabkan pengkultusan individu melebihi kelompok tabi'in, sahabat, hingga Nabi Saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Asy-Syeikh Muhammad Yasin Al-Fadany&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;(salinan dari buku dengan judul Biografi Singkat Asy-Syeikh Muhammad Yasin Al-Fadany)&lt;br /&gt;oleh Muhammad Zakwan Abdul Hamid al-Betawy (putra Syaikh Hamid al Betawy yang juga sempat belajar dengan Syaikh Yasin)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmu sanad adalah sebagian dari pada ilmu mustholah hadits, yang diantara faedahnya adalah menjaga kebenaran dan kemurnian hadits Rasulullah Saw yang merupakan sumber syariat Islam setelah Al Quranul Karim hingga hari kiamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Sofyan Al-Tsauri berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Meriwayatkan hadits dengan sanadnya adalah senjata orang mukmin"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu para sahabat ra sangat memperhatikan sanad. Termasuk sahabat Abdullah bin Mas'ud ra, dimana beliau bersusah payah pergi dari Kufah ke Madinah dalam rangka belajar dan mendengar hadits langsung dari Sayidini Umar bin Khotob r.a.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, di abad 20, Allah menghadirkan seorang ulama asal Indonesia (Padang), kelahiran Mekah bernama Muhammad Yasin bin Muhammad Isa. Beliau sosok yang sangat berbakti kepada orangtua dan guru-gurunya. Hidupnya dihabiskan untuk mencari ilmu dan mengajarkannya. Jumlah gurunya tercatat sebanyak 700 orang lebih . Beliau rajin menulis dengan jumlah tulisan hingga seratus kitab. Hinggal beliau dijuluki ahli hadits, ushul, dan falaq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau menyelusuri ke pelosok dunia mencari riwayat hidup guru-gurunya, yang sebagian adalah ulama-ulama dari Indonesia seperti: As Syeikh Al-Kiyai Ihsan bin Abdullah, As Syeikh Al-Kiyai Ahmad Marzuqi bin Hamid As Surbawy, As Syeikh Al-Kiyai Bakry bin Sayid bin Arsyad Al Bantany, As Syeikh Al-Kiyai Ahmad Baidhowi bin Abdul Aziz Al Lasamy, As Syeikh Al-Kiyai Jam'an bin Samun At Tanggerany, As Syeikh Al-Kiyai Shiddiq bin Abdullah Al Lasamy, As Syeikh Al-Kiyai Abdullah bin Muhammad Azhary Al-Palembany, As Syeikh Abdul Wahab bin Hasbullah Al Jumbany, As Syeikh Al-Kiyai Marzuqi bin Mirshod al Betawy, As Syeikh Al-Kiyai Ma'shum bin Ahmad al Lasamy, As Syeikh Al-Kiyai Jami' bin Abdurrosyid Ar Rifai Al Bugisy, As Syeikh Al-Kiyai Muhsin bin Muhammad Banhasan As Surbawy, Kyai Ahmad Chotib Termas, Kyai Nawawi Banten, Kyai Muchtar Bogor, Kyai Arsyad Banjar dst..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau sangat rajin mengajar, kebanyakan ulama Indonesia, Malaysia, Thailand, Manila, Mesir, Saudi, Yaman, dst. Salah satu karomah beliau adalah beliua juga mengajar golongan jin. Syekh Muhammad Yasin pernah bercerita kepada saya, bahwa jin juga mempunyai mesjid, musholla, majelis ta'lim dan dzikir sebagaimana manusia. Jika sedang diadakan dzikir jinpun datang untuk bersama-sama berdzikir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau sebagaimana sahabat-sahabat ra dan ulama-ulama terdahulu yang mengorban jiwa dan hartanya menemui ulama-ulama di seluruh penjuru dunia untuk mengumpulkan sanak-sanad dari berbagai cabang ilmu agama, sehingga beliau disebut sebagai &lt;b&gt;Musnid Dunia&lt;/b&gt;. Beliau berusaha merangkaikan nama muridnya kepada ulama-ulama di dunia yang muttashil kepada Nabi Muhammad Saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu kita ummat Islam bangsa Indonesia bahkan umat Islam seluruh dunia, wajib bersyukur dan beterimakasih kepada Allah Swt yang mengutus ulama (seperti beliau) sebagai pewaris Nabi Besar Muhammad Saw, Sang Nabi Akhir Jaman yang bertugas menyampaikan, membaca, dan menjelaskan ayat-ayat Allah serta menyelamatkan manusia dari malapetaka dunia maupun akhirat. Kemudian kami berdoa semoga otobiografi ini bermanfaat. amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamualaikum, wr.wb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, 14 Shofar 1414 H/3 Agustus 1993&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdul Hamid bin Abdul Halim Addary&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;MUQODDIMAH&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala puji bagi Allah Swt yang telah menciptakan manusia dari segumpal darah dan mengajarkannya dengan perantaraan qalam apa-apa yang belum diketahuinya. Shalawat dan salam atas junjungan Nabi Muhammad Saw, pembela dan penyelamat ummat dari alam kesesatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh sangat menggembirakan dan menenangkan hati, kalau ada orang yang dapt mengikuti jejak para ulama salaf yang shaleh dari ulama hadits dalam memperoleh ilmu dan mengajarkannya di segala penjuru dunia Islam. Dan sudah menjadi Hikmatullah, setiap abadi tidak pernah absen dari orang yang akan menyelamatkan dan menjaga agama dar kehancuran. Pada abad ni ilmu sanad dan riwayat hadits hampir tenggelam. Padahal ilmu tersebut adalah salah satu ilmu agama terpentng serta merupaka bagian dari agama. Jika ada orang yang membangkitkan serta menghidupkan kembali ilmu tersebut, maka salah satunya adalah : ABUL FAIDH 'ALAMUDDIN FALAKUL HIJAZ MUSNID DUNYA ASY SYEIKH MUHAMMAD YASIN BIN MUHAMMAD ISA AL FADANY AL MAKKY, maka dengan inayah Allah Swt dan rendah hati, kami berusaha untuk menulis Biogrfi Singkat Musnid Dunia tersebut, dengan harapan bisa mengambil manfaat dan tauladan yang baik darinya. Dan apabila dalam penyajiannya kurang aik, maka senang hati dan tangan terbuka kami mohon bimbingannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, 31 Juli 1993&lt;br /&gt;Penyusun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;NAMA DAN GELAR&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau ernama Muhammad Yasin, Putra Syeikh Muhammad Isa berasal dari kota Padang, Sumatera Barat, Indonesia, dan masih termasuk keturunan Sayidina Hasan dan Husen cucu Rasulullah Saw, tetapi beliau belum pernah mencantumkan lafadz Al-Hasanain diantara deretan nama beliau. Hal ini dilakukan beliau agar terhindar dari fitnah dunia, yang penuh dengan rasa hasut dan dengki. Di sampin itu beliau bergelar, MUSNID DUNIA, sebuah gelar yang sangat langka, bahkan tidak ada yang memiliki gelar tersebut pada zamannya. Beliau memiliki semua sanad kitab-kita hadits shohih, mutawatir, hasan, doif, masyhur, maupun para penulisnya.Hal ini sesuai kesaksian para ulama dunia, yaitu: Fadhilatul Syekh Al-'Alim al-'Alamah Al Muhadits Al Ushuly Assayid Abdullah bin Muhammad Ash Shidiq al Ghumary (pada musim haji 1401 H): Sebelum kami menetapkan bahwa guru kami yang bernama Assayid Ahma Rofi' Athonthowy adalah "Musnid Al Ashry", tetapi sekarang Syeikh Muhammad Yasin Al Fadany adalah Musnid Ad Dunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun nama lengkap beliau: "&lt;b&gt;Alamuddin Abul Faidh Musnid Ad Dunia Asy Syeikh Muhammad Yasin bin Muhammad Isa Al Fadany Al Makky As Syyafi'ie Al Hasany&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;USAHA-USAHANYA DALAM MENUNTUT ILMU&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Bertolak dari firman Allah Swt, yang berbunyi&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="Arabic" id="fon9" style="color: black;"&gt;&lt;span id="mspan9"&gt;&lt;b&gt;أَمَّنۡ  هُوَ قَـٰنِتٌ ءَانَآءَ ٱلَّيۡلِ سَاجِدً۬ا وَقَآٮِٕمً۬ا يَحۡذَرُ  ٱلۡأَخِرَةَ وَيَرۡجُواْ رَحۡمَةَ رَبِّهِۦ‌ۗ قُلۡ هَلۡ يَسۡتَوِى  ٱلَّذِينَ يَعۡلَمُونَ وَٱلَّذِينَ لَا يَعۡلَمُونَ‌ۗ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ  أُوْلُواْ ٱلۡأَلۡبَـٰبِ&lt;/b&gt; ﻿&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Arabic" id="fon10" style="color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Arabic" id="fon10" style="color: black;"&gt;&lt;span id="mspan10"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katakanlah: Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui? Az Zumar:9&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Arabic" id="fon1" style="color: black;"&gt;&lt;span id="mspan1"&gt;ٱقۡرَأۡ بِٱسۡمِ رَبِّكَ ٱلَّذِى خَلَقَ (﻿١﻿) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Arabic" id="fon2" style="color: black;"&gt;&lt;span id="mspan2"&gt;خَلَقَ ٱلۡإِنسَـٰنَ مِنۡ عَلَقٍ (﻿٢﻿) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Arabic" id="fon3" style="color: black;"&gt;&lt;span id="mspan3"&gt;ٱقۡرَأۡ وَرَبُّكَ ٱلۡأَكۡرَمُ (﻿٣﻿) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Arabic" id="fon4" style="color: black;"&gt;&lt;span id="mspan4"&gt;ٱلَّذِى عَلَّمَ بِٱلۡقَلَمِ (﻿٤﻿) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Arabic" id="fon5" style="color: black;"&gt;&lt;span id="mspan5"&gt;عَلَّمَ ٱلۡإِنسَـٰنَ مَا لَمۡ يَعۡلَمۡ (﻿٥﻿&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Arabic" id="fon5" style="color: black;"&gt;&lt;span id="mspan5"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Arabic" id="fon5" style="color: black;"&gt;&lt;span id="mspan5"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah, Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Paling Pemurah, yang mengajarkan manusia dengan perantara kalam, Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. Al Alaq 1-5.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;إِذَا  مَاتَ ابْنُ آدَمَ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثٍ، صَدَقَةٍ  جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يَنْتَفِعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُوْ لَهُ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Nabi Saw bersabda: apabila anak Adam mati, maka terputuslah seluruh amalnya, kecuali tiga perkara: Shodaqoh yang berjalan terus menerus, atau ilmu yang bermanfaat atau anak sholeh yang senantiasa mendoakannya. (HR.Muslim)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;أُطْلُبُوا الْعِلْمَ مِنَ الْمَهْدِ اِلىَ   اللَّهْدِ&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Tuntutlah ilmu dari buaian sampai keliang lahat.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulailah beliau menuntut ilmu pada orangtuanya yang bernama Syeikh Muhammad Isa bin Udek dan pamannya bernama Sheik Mahmud dengan membaca Al Quran dan Fiqih, sertah menghapal beberapa matan&amp;nbsp; diantaranya: Tauhid, Fiqih, Faroidh, dan Mustholah. Kemudia beliau melanjutkan ke Madrasah Shalatiyah sekitar tahun 1346 H, dan melanjutka ke Madrasah Darul Ulum sampai 1353 H. Disamping itu beliau aktif mengikuti pelajaran di Masjidil Haram dengan sistem halaqoh yang diajarkan oleh Masyayikh Az Zaman. Karena dihantui rasa tidak cukup dan kurang puas, maka beliau menimba ilmu lainnya di kediaman Masyayikh lainnya, baik di kota Makkah, Thoif, maupun Madinah. Beliau memiliki kecerdasan luar biasa, sehingga dapat mengungguli rekan-rekannya bahkan Masyayikh Zaman merasa kagum terhadapnya. Maka tidak heran kalau rekan-rekannya banyak datang untuk menuntut ilmu darinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping itu beliau mempunya perhatian dini dalam meriwayatkan hadits dan mendengarnya, kemudian beliau mulazamah antara lain pada:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Al 'alim Al Kabir Al Alamah Muhadits Al Haromain As Syeikh Umar bin Hamdan Al Mahrosy.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Al 'Alamah Muhammad Ali bin Husen Al Maaliky.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Al 'Alamah Al Faqih As Syeikh Umar Baajunaid Mufty Syafi'i&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Al 'Alamah Al Kabiir wal Faqih&amp;nbsp; Asyahiir Assyeikh Sa'id Yamaany.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;As Syeikh Hasan Yamaany.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Dari ketiga gurunya ini, beliau dapat menguasai ilmu fiqih dan qowaidnya (wahum 'umdatuhu fil fiqhisy-syafi'i) dan banyak lagi yang lainnya. Karena semangatnya dalam menuntut ilmu&amp;nbsp; dan mendapatkan ijazah yang kuat dari Masyaikh Al Kibaar, maka beliau pun pergi keluar kota antara lain Madinah Al Munawaroh, Thaif, Riyadh, Yaman, Mesir, Siria, Kuwait, dst&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat itu Saudi termasuk negara terbelakang, fasilitas transport sangat minim, yaitu safinatushohro/syuqduf. Kendaraan ini biasa digunakan oleh anggota masyarakat untuk menempuh Mekkah-Madinah. Untuk menempuhnya diperlukan waktu berhari-hari. Salah satu karomah beliau adalah tunduknya ruang dan waktu, dengan pulang pergi sehari 2x guna menimba ilmu-ilmu pengetahuan dari para masyayikh. Fakta ini banyak disampaikan oleh para muridnya, bahkan tidak sedikit yang menjadi saksi keberadaan beliau di beberapa tempat dalam waktu yang hampir bersamaan. Hal ini juga terjadi tidak hanya di tanah Arab, namun juga di belahan dunia lainnya, fakta ini juga tidak terbantahkan karena tidak adanya pesawat saat itu, dan juga para ulama-ulama yang menjadi saksi hidup. Sehingga tidak mengherankan apabila beliau memiliki guru lebih dari 700 orang dari seluruh penjuru dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian demikian bukanlah suatu yang mustahil jika Allah Swt menghendakinya. Ini merupakan anugrah Ilahi yang diberikan kepada hamba yang dicintaiNya, serta dekat denganNya. Seperti halnya pengikut Nabi Sulaiman As yang dapat memindahkan Istana Ratu Balkis dengan sekejap mata, padahal jaraknya cukup jauh, serta peristiwa yang sama-sama telah yakini, yaitu Isro Mi'roj Nabi Muhammad Saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daerah atau kota, kadang-kadang dapat menopang atau membantu seseorang dalam menuntut ilmu. Seperti kota Makkah Al Mukaromah umpamanya apabila musim haji tba, beliau senantiasa memonitor&amp;nbsp; ulama-ulama yang datang dari seluruh penjuru dunia untuk memenuhi panggilan Nabi Ibrohim As yaitu melaksanakan ibadah haji. Maka dengan perantaraan Masyasyikh Al Hujaj, beliau mengunjungi ulama-ulama tersebut untuk bersilaturahmi sekaligus menuntut ilmu dan mendapatkan ijazah-ijazah, jika ada yang terlewat beliau lakukan sejak berusia muda, ini juga yang menjadikan beliau memiliki guru lebih dari 700 orang baik pria maupun wanita. Yang mampu menyaingi dalam jumlah guru hanyalah Fadhilat Assyeikh Abdul Hay Al Kattany, dengan 500 orang guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru-guru beliau antara lain (..smtr tidak ditulis kitabnya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Al Haromain (Makkah dan Madinah)&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Asyekh Ibrohim bin Daud Fathony&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Asyekh Ibrohin bin Musa Al-Khizamy&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Assayid Abu Bakar bin Saalim Al Baar&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Asyarief Ahmad bin Abu Bakar Al Faasy Al Maaky&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Assayid Ahmad bin Abdullah bin Shodaqoh Dahlan Al Makky&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Al Muqri Ahmad bin Abdullah al Mukholallaty Al Makky&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Al Qoodhi Ahmad bin Abdullah Naadhirin Al Makky&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Assayid Muhammad Amin bin Muhammad Kutby Al Makky&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Asyeikh Ahmad bin Muhammad Manshur Al-Makky&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Asyeikh Ahmad bin Mudlhir Al Adawy&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Assayid&amp;nbsp; Ahmad bin Yasin Al Khiyaary&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Asyeikh Ahmad bin Yusuf bin Muhammad Sa'id Gusti&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Asyeikh Muhammad Ahyad bin Muhammad Idris Al Bogory Al Makky&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Asyeikhoh Amatullah binti Abdul Ghoni Ad Dahlawiyyah Al Madaniyah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Asyeikh Muhammad Amin bin Aly Al Makky&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Asyeikh Muhammad Amin bin Muhammad Suwaid Ad Dimasyqy&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Asyeikh Hasan bin Sa'id Yamaany&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Asyeikh Hasan bin Muhammad Masysyath Al Makky&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Al Muhadits Husein Ahmad bin Habibullah Al Madany&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Asyeikh Husein bin Abdul Ghoni Al Palembany Al Makky&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Asyeikh Khalifah bin Hamad An Nabhaany Al Makky&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Asyeikh Raden Muhammad Sulaiman Ambon Al Makky&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Asyeikh Zubair Filfilan bin Ahmad Ismail&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Asyeikh Muhammad Zakaria bin Muhammad Yahya Al Madany&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Assayid Zaky bin Ahmad Al Barzanjy Al Madany&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Asyeikh Sa'id bin Muhammad Yamaany Al Makky&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Asyeikh Muhammad Sulthon Al Ma'shuumy&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Asyeikh Sholeh bin Muhammad Al Kalantany Al Makky&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Assayid Muhsin bin Aly Al Musawa Al Palembany Al Makky&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Asyeikh Muhammad bin Hamzah Al Misry Al Makky&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Assayid Muhammad Al Murzuqie bin Abdurrohman al Makky&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Asyeikh Mahmud bin Udek Al Fadany&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Asyeikh Muhyidin bin Shobir Al Bukhory&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Asyeikh Mukhtar bin Utsman&amp;nbsp; Makhdum Al Bukhory Al Makky&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Asyeikh Muhammad Abdul Baqi bin Aly Al Ayubie Al Laknawi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Asyeikh Abdurrohman bin Karim Baksy Al Hindy&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Asyeikh Abdullah bin Muhammad Ghoozy Al Hindy Al Makky&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Asyeikh Abdullah bin Muhammad Niyaz Al Bukhory Al Makky&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://suluk.blogsome.com"&gt;&lt;img src='http://suluk.blogsome.com/images/suluk09_120x60.png' alt="Suluk::Hanya Sekeping Cermin" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35418826-2876985478966845219?l=wahjoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahjoe.blogspot.com/feeds/2876985478966845219/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2011/09/asy-syeikh-muhammad-yasin-al-fadany.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/2876985478966845219'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/2876985478966845219'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2011/09/asy-syeikh-muhammad-yasin-al-fadany.html' title='Asy-Syeikh Muhammad Yasin Al-Fadany'/><author><name>Budhi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Poe8x-uxWKM/SOrCjWKh0YI/AAAAAAAAABs/Z0NEBIqa3pk/S220/baZZo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-8ZO_OHHLRdM/TmA1Ik7JuOI/AAAAAAAAAFo/-Asytpd8k8Y/s72-c/Syeikh+Muhammad+Yasin.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35418826.post-363792749176368895</id><published>2011-09-01T19:05:00.001+07:00</published><updated>2011-09-01T19:13:52.876+07:00</updated><title type='text'>Jadi Hamba yang Tahu Diri</title><content type='html'>Seorang ulama berkata, kalau kita menjadi hamba jadilah hamba/abdi/budak yang tahu diri. Saat keimanan dan keislaman sudah cukup menghunjam ke dalam kalbu, maka sudah saatnya menjadi hamba sejati. Bagaimana hamba sejati itu? Seumpama kita bekerja kepada seorang tuan, maka sangat tidak sopan apabila kita sibuk bertanya saya dapat apa dari ini? dapat apa dari ini? kapan dibayarnya? Bukankah itu adalah hamba yang kurang ajar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boleh seorang yang baru mempelajari Islam menanyakan pahala yang ia dapat saat melakukan ibadah, namun semakin bertambah usia keimanan kita hendaknya berhenti melakukannya. Datang dari ketiadaan kemudian diadakan, diberi pengetahuan dan keimanan kepada Rabb, masih juga berani berhitung untung rugi.Pengetahuan yang tidak segera diamalkan akan menghasilkan 'tulul amal' (berhayal tentang kebaikan) yaitu suatu bentuk kebanggaan kepada amal yang sedikit, dan merasa cukup/sombong dengan yang sedikit itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang ulama melanjutkan, maka kerjakanlah amalan (pekerjaan yang diperintahkan) oleh 'sang tuan' yang melimpah ruah di seluruh penjuru dunia ini, hidangan itu tidak enak menurut hawa nafsu, namun itu adalah hidangan terlezat dan terbaik yang diberikan oleh 'sang tuan' tak pernah habis hingga hari kiamat. Sholat, baca Quran, dzikir, doa, taubat, dst..dst...mudah, murah, tanpa modal, adalah termasuk 'pekerjaan' seorang budak yang sadar diri. Sebaliknya jangan mencoba-coba kurang ajar dengan melakukan hal-hal yang dilarang dan dimurkai 'sang tuan'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beranjaklah dari 'hitung-hitungan' dengan 'sang tuan'. Kerjakanlah dengan penuh takzim, ketaatan, tunduk, tanpa menanyakan 'upah', biarlah 'sang tuan' yang menilai kerja kita dan memberi upah sekehendakNya. Karena semestinya kita tahu diri, di'adakan' dari ketiadaan, diberi nikmat. Jangan coba-coba bertingkah kurang ajar dengan melakukan sesuatu karena semata-mata imbalan bahkan menagihnya, saat keimanan sudah terhunjam dan juklak keislaman sudah dipelajari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang da'i hendaknya juga tidak memfokuskan pada pahala, manfaat, suatu ibadah secara khusus, karena nilai ibadah itu semuanya sama, yaitu pengabdian, berkhidmat sesuai kelapangan masing-masing. Kekhawatiran pada pengkhususan amalan, bagai pisau bermata dua, bisa membuat orang membeda-bedakan ibadah. wallahualam &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://suluk.blogsome.com"&gt;&lt;img src='http://suluk.blogsome.com/images/suluk09_120x60.png' alt="Suluk::Hanya Sekeping Cermin" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35418826-363792749176368895?l=wahjoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahjoe.blogspot.com/feeds/363792749176368895/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2011/09/jadi-hamba-yang-tahu-diri.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/363792749176368895'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/363792749176368895'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2011/09/jadi-hamba-yang-tahu-diri.html' title='Jadi Hamba yang Tahu Diri'/><author><name>Budhi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Poe8x-uxWKM/SOrCjWKh0YI/AAAAAAAAABs/Z0NEBIqa3pk/S220/baZZo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35418826.post-6993809541844794668</id><published>2011-08-24T10:47:00.001+07:00</published><updated>2011-10-13T18:09:19.893+07:00</updated><title type='text'>Ulama-Ulama Tanah Air &amp; Ulama Karbitan</title><content type='html'>Ulama adalah orang-orang memiliki ilmu agama dan konsisten menjalankannya. Ulama berbeda dengan da'i, mubaligh, ustadz atau penceramah. Ulama-ulama adalah merangkum semua profesi tersebut ditambah dengan pelaksanaannya yang istiqamah. Para ulama mempelajari suatu ilmu kepada seorang guru hingga ia menuntaskannya. Misalnya dalam menghafal Al Quran maka ulama tersebut akan berguru hingga ia tuntas menghafalkan al Quran. Seorang guru bisa jadi memberikan beberapa pelajaran namun bisa juga hanya satu saja. Sistem pengajaran ini yang diwariskan turun-temurun dari Nabi Saw sehingga ilmu tersebut memiliki sanad yang shahih. Ulama sejati tidak belajar dari kitab lepas tak bertuan, seandainya mempelajari kitab, maka juga harus dari ulama yang memiliki riwayat mempelajari kitab tersebut. Ulama-ulama klasik ini sangat mengandalkan hafalan, dan saat hafalan ini dituangkan dalam tulisan maka isinya merupakan rangkaian dari tafsir, terjemah Quran/Hadits dari ulama terdahulu, bukan dari hasil pemikirannya. Mereka biasanya hanya merangkum pokok2 pikiran untuk tema tertentu berdasarkan pendapat ulama terdahulu. Ulama sejati selalu mudah ditelusuri sanad ilmunya, sebaliknya ulama karbitan berusaha menghilangkan sanad, karena merasa melakukan 'revisi' terhadap pendahulunya, bangga dengan 'revisi' tersebut dan merasa lebih baik dari gurunya. Ulama sejati selalu merasa lebih rendah dari gurunya, guru dari gurunya, guru dari guru-gurunya dan seterusnya hingga Rasulullah Saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beda dulu beda sekarang, saat ini banyak orang-orang yang mengaku dan diaku sebagai ulama, namun sesungguhnya jauh dari syarat-syarat di atas. Orang-orang tersebut biasanya lulus dari sekolah-sekolah agama dimana batas belajar ditentukan dari ujian semester. Tidak ada beban untuk menuntaskan pelajaran kepada seorang guru, melainkan dari apa yang telah ditentukan oleh kurikulum. Mereka bisa jadi memiliki wawasan yang luas, namun mereka jarang menghafalkan dan tidak mempedulikan sanad ilmu yang turun kepadanya. Karena merasa ah..masalah ini ada di kitab ini, ini, ini. Dari sinilah munculnya kelompok pemikir yang sudah berani memberikan penilaia-penilaian terhadap masalah-masalah agama, hanya karena merasa memiliki wawasan yang cukup untuk memberikan komentar dalam masalah2 kontemporer. Jadi apabila seorang mengaku atau diaku sebagai ulama, maka cukup mudah meneliti kebenarannya, pertama tanyakan kepada siapa beliau berguru, ilmu apa yang dipelajari kepada guru tersebut, dan siapa saja muridnya, kemudian 2 atau 3 tingkat di atas pasti ulama-ulama yang disebutkan mudah dikenali. Apa mungkin mereka berbohong, mungkin! 'ulama' tadi mudah ditelisik dari cara berbicara dan berperilaku: kasar, zalim, bohong, tidak sesuai antara perkataan dan perbuatannya, hati bukan menjadi tenang tapi keruh dan hobi melihat kesalahan orang lain.Apabila bertemu 'ulama' seperti ini maka tinggalkan, karena sama sekali tidak memenuhi kriteria ulama. Apabila kita sering membaca Sejarah Nabi Saw, maka ulama-ulama sholih akan membawa 'cahaya' baginda Nabi Saw, dan qalbu kita bisa merasakan pancaran kesolehan, ketawadhuan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini juga terjadi di Indonesia. Kyai-kyai sepuh nusantara memiliki riwayat belajar kepada guru-guru di Mekah-Medinah. Mereka kembali ke Indonesia dan mulai mendirikan pesantren dan menyebarkan Islam ke seluruh pelosok nusantara. Mereka-mereka inilah yang meletakkan fondasi perkembangan Islam di Nusantara, sehingga menghasilkan jumlah yang luarbiasa saat ini (200 juta) jauh melebihi negara-negara lain bahkan dari total semua negara-negara timur tengah. Ulama-ulama ini sangat menekankan aspek ibadah/kewajiban diri, pembersihan diri, penguasaan ilmu hingga tuntas dan tidak perlu pusing dengan bagaimana harus berdakwah/strategi berdakwah, karena mereka akan dengan sendirinya akan diminta oleh lingkungannya, diperintahkan oleh gurunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulama-ulama karbitan datang kemudian, ulama karbitan ini adalah produk orang-orang yang mempelajari Islam secara otodidak, banyak membaca terjemahan, tulisan, kitab-kitab tanpa guru, menganalisa, berpikir, kemudian memberikan komentar terhadap berbagai masalah tidak peduli sudah ada pendapat yang mapan dari ulama terdahulu. Ulama karbitan saat datang ke wilayah nusantara melihat ladang yang sudah tumbuh, mereka melihat sebagai sasaran empuk transfer pemikiran mereka. Mereka melihat bahwa ladang yang tumbuh tadi adalah ladang liar tak bertuan, yang melakukan bid'ah dan kesesatan, dan mentasbihkan diri sebagai 'Pembaharu-pembaharu' namun sesungguhnya ladang-ladang itu hasil persemaian para ulama terdahulu. Ulama karbitan ini hasil dari pergerakan2 Islam yang timbul semasa revolusi di masing-masing negara: Wahabi hasil pergolah di Jazirah Arab, Ikhwanul Muslim hasil pergolakan di Mesir, Hizbut Tahrir di Palestina, Jamaah Tabliq dari India dst..dst...Kelompok2 ini membawa pemikiran khas daerah mereka, karena memang kebutuhan di wilayah tersebut, namun kemudian sebagian mereka salah memaknai arti perjuangan sehingga timbul pemikiran bahwa kelompok merekalah yang paling benar, sehingga perlu menyebarluaskan ke seluruh penjuru dunia. Meskipun hal ini tidak berlaku untuk semuanya namun, demikianlah yang terjadi di masyarakat Indonesia. Peci dan sarung digantikan oleh baju gamis, koko, baju taqwa dan seterusnya. Mewajibkan memakai jenggot dan wewangian, mengangkat celana di atas mata kaki, dst. Ulama-ulama kelompok2 ini biasanya ulama-ulama sektarian, yang sangat fanatik dengan guru dari kelompok mereka sendiri dan menjauh ulama di luar kelompok. Mereka memberikan label-label kepada kelompok-kelompok Islam lain, saling mencela satu sama lain dan selalu bangga dengan kelompoknya. Karena kebutuhan pasar meningkat, maka kualitas penyebar ajaran tidak lagi menjadi prioritas. Yang penting fanatik, berani, semangat, terhadap garis-garis besar aturan kelompok maka sudah cukup untuk menjadi 'ulama-ulama' baru. Meskipun pada awalnya memiliki niat yang lurus, tapi karena dilakukan terlalu bersemangat, terburu-buru, akhirnya dikuasai hawa nafsu, maka hasilnya seperti kita lihat, perangai keras cenderung kasar, terburu-buru, mudah dijebak dengan godaan nafsu level rendah, mudah terimbas oleh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah yang kita saksikan hari ini, dimana penyeru-penyeru agama adalah orang-orang yang memiliki kualitas rendah dan hanya berfokus pada pemuliaan diri dan kelompok, mengutamakan kemasyhuran, aksesoris duniawi, banyak bicara dan tampil di muka umum, merasa ahli surga, dan tidak ada beban menambah ilmu. Jangan tanyakan hafalan Qurannya, karena mereka hanya mengambil sesuai yang dibutuhkan, demikian pula ilmu hadits, jangan tanyakan sanadnya, karena mereka mendapatkannya dari kitab-kitab kumpulan hadits. Mengikuti ulama-ulama karbitan ini hanya membuat hati keruh, karena yang dikejar adalah hasil, bukannya bagaimana menjadi seorang hamba yang taat. wallahualam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://suluk.blogsome.com"&gt;&lt;img src='http://suluk.blogsome.com/images/suluk09_120x60.png' alt="Suluk::Hanya Sekeping Cermin" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35418826-6993809541844794668?l=wahjoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahjoe.blogspot.com/feeds/6993809541844794668/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2011/08/ulama-ulama-tanah-air-ulama-karbitan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/6993809541844794668'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/6993809541844794668'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2011/08/ulama-ulama-tanah-air-ulama-karbitan.html' title='Ulama-Ulama Tanah Air &amp; Ulama Karbitan'/><author><name>Budhi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Poe8x-uxWKM/SOrCjWKh0YI/AAAAAAAAABs/Z0NEBIqa3pk/S220/baZZo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35418826.post-4985934888965053293</id><published>2011-08-02T08:20:00.000+07:00</published><updated>2011-09-01T20:02:43.567+07:00</updated><title type='text'>Ketaatan adalah Tujuan Tertinggi</title><content type='html'>Banyak dari kita beranggapan bahwa tujuan hidup adalah ketenangan, keamanan, kenyamanan, kebahagiaan selama hidup di dunia. Namun sesungguhnya bukan itu tujuan hidup orang beriman, melainkan menjadi hamba yang taat. Orang yang meletakkan keimanan pada ketenangan maka ia akan berhenti taat saat ketenangan dicabut, yang meletakkannya pada kekayaan maka akan berhenti taat saat kekayaannya diambil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan orang yang menjadikan ketaatan sebagai tujuan tertinggi selama hidup di dunia tidak akan terpengaruh denga kondisi jasadiyah. Sakit, senang, susah, tidak membuatnya berhenti untuk taat dan mengabdi kepada Allah.wallahualam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://suluk.blogsome.com"&gt;&lt;img src='http://suluk.blogsome.com/images/suluk09_120x60.png' alt="Suluk::Hanya Sekeping Cermin" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35418826-4985934888965053293?l=wahjoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahjoe.blogspot.com/feeds/4985934888965053293/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2011/08/ketaatan-adalah-tujuan-tertinggi.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/4985934888965053293'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/4985934888965053293'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2011/08/ketaatan-adalah-tujuan-tertinggi.html' title='Ketaatan adalah Tujuan Tertinggi'/><author><name>Budhi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Poe8x-uxWKM/SOrCjWKh0YI/AAAAAAAAABs/Z0NEBIqa3pk/S220/baZZo.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35418826.post-3926438382769221913</id><published>2011-08-02T08:09:00.002+07:00</published><updated>2011-09-03T20:01:01.068+07:00</updated><title type='text'>Kebahagiaan Semu atau Hakiki?</title><content type='html'>Seorang penyanyi yang tengah naik daun diberitakan tewas akibat over dosis. Berita ini bukan hal baru di dunia keartisan, mungkin sudah ratusan selebritis yang tewas akibat penggunaan obat terlarang atau bahkan bunuh diri. suatu hal yang aneh adalah: mereka mengalami depresi yang hebat. mengapa orang yang kaya, cantik/tampan, terkenal, dikabarkan hidupnya kesepian dan tidak bahagia? Sedangkan jutaan orang mengagumi bahkan berjuang untuk mendapatkan kehidupan seperti mereka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebahagian, sebagaimana harta merupakan karunia yang tidak bisa didapatkan terus-menerus. Kebahagiaan yang diasumsikan terus menerus biasanya bersifat semu dan dikontrol oleh hawa nafsu. Ciri-ciri kebahagian yang merupakan budak nafsu adalah:&lt;br /&gt;1. Tidak didasarkan kepada ibadah.&lt;br /&gt;2. Tidak didasarkan karena rasa ingat dan cinta karena Allah.&lt;br /&gt;3. Sifatnya fisik dan badaniyah: makan, minum, nyaman di tubuh, menyaksikan yang indah, menyentuh yang enak, mendengar yang merdu, terlihat gagah, terlihat berani, terlihat berbeda dengan yang lain, yang menyenangkan akal, dan kemaluan.&lt;br /&gt;4. Boros dan sia-sia. Karena tidak bernilai ibadah, sifatnya boros dan sia-sia.&lt;br /&gt;5. Merasa bangga dan senang karena pujian karena perbuatan tersebut.&lt;br /&gt;6. Makin jauh dari ibadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kebahagian sejati tidak bisa didapatkan secara instan, namun ia datang dan pergi mengikuti kehendak pemiliknya yaitu Allah ta'ala. Oleh karena itu, selama hidup di dunia, janganlah mengejar kebahagiaan dunia namun jadilah manusia-manusia yang taat untuk mendapatkan kebahagiaan sesungguhnya di sisi Allah ta'ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri-ciri kebahagiaan hakiki adalah kebahagiaan yang ada disisi Allah, dimana hingga saat ini semua orang baru pada taraf memperjuangkannya. Belum ada laporan dari manusia yang mendapatkannya kecuali dari apa yang kita dapat dari Al Quran dan Hadits Nabi Saw. Sedangkan kebahagiaan yang didapatkan di dunia adalah karunia dari Allah yang harus dimanfaatkan untuk ibadah. Sebagaimana kekayaan yang digunakan untuk dinafkahkan di jalan Allah. Maka kebahagiaan yang datang kepada kita darimanapun harus kita gunakan untuk bersyukur dengan menjalankan banyak ketaatan. Karena orang yang diberi kebahagiaan akan cenderung mudah untuk bersyukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi selama kita hidup di dunia ini janganlah mencari ketenangan, atau kebahagiaan hidup. Namun berjuanglah untuk menjadi hamba2 yang taat, untuk mencari ketenangan dan kebahagiaan akhirat.&lt;br /&gt;Sebagaimana hadits: Dunia adalah penjara untuk orang beriman dan surga bagi orang2 kafir. wallahualam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://suluk.blogsome.com"&gt;&lt;img src='http://suluk.blogsome.com/images/suluk09_120x60.png' alt="Suluk::Hanya Sekeping Cermin" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35418826-3926438382769221913?l=wahjoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahjoe.blogspot.com/feeds/3926438382769221913/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2011/08/kebahagiaan-semu-atau-hakiki_02.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/3926438382769221913'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/3926438382769221913'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2011/08/kebahagiaan-semu-atau-hakiki_02.html' title='Kebahagiaan Semu atau Hakiki?'/><author><name>Budhi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Poe8x-uxWKM/SOrCjWKh0YI/AAAAAAAAABs/Z0NEBIqa3pk/S220/baZZo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35418826.post-3170263093845235519</id><published>2011-08-02T08:08:00.000+07:00</published><updated>2011-09-01T20:54:33.050+07:00</updated><title type='text'>Kebahagiaan Semu atau Hakiki?</title><content type='html'>Seorang penyanyi yang tengah naik daun diberitakan tewas akibat over dosis. Berita ini bukan hal baru di dunia keartisan, mungkin sudah ratusan selebritis yang tewas akibat penggunaan obat terlarang atau bahkan bunuh diri. suatu hal yang aneh adalah: mereka mengalami depresi yang hebat. mengapa orang yang kaya, cantik/tampan, terkenal, dikabarkan hidupnya kesepian dan tidak bahagia? Sedangkan jutaan orang mengagumi bahkan berjuang untuk mendapatkan kehidupan seperti mereka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebahagian, sebagaimana harta merupakan karunia yang tidak bisa didapatkan terus-menerus. Kebahagiaan yang diasumsikan terus menerus biasanya bersifat semu dan dikontrol oleh hawa nafsu. Ciri-ciri kebahagian yang merupakan budak nafsu adalah:&lt;br /&gt;1. Tidak didasarkan kepada ibadah.&lt;br /&gt;2. Tidak didasarkan karena rasa ingat dan cinta karena Allah.&lt;br /&gt;3. Sifatnya fisik dan badaniyah: makan, minum, nyaman di tubuh, menyaksikan, menyentuh, mendengar yang enak&lt;br /&gt;4. Boros dan sia-sia. Karena tidak bernilai ibadah, sifatnya boros dan sia-sia.&lt;br /&gt;5. Merasa bangga dan senang karena pujian karena perbuatan tersebut.&lt;br /&gt;6. Mendahulukan pemujaan nafsu daripada ibadah. Ibadah bisa ditunda dengan alasan sedang mencari nafkah. Prinsip ulama terdahulu adalah, mencari nafkah harus dikalahkan oleh kewajiban kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kebahagian sejati tidak bisa didapatkan secara instan, namun ia datang dan pergi mengikuti kehendak pemiliknya yaitu Allah ta'ala. Oleh karena itu, selama hidup di dunia, janganlah mengejar kebahagiaan dunia namun jadilah manusia-manusia yang taat untuk mendapatkan kebahagiaan sesungguhnya di sisi Allah ta'ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri-ciri kebahagiaan hakiki adalah kebahagiaan yang ada disisi Allah, dimana hingga saat ini semua orang baru pada taraf memperjuangkannya. Belum ada laporan dari manusia yang mendapatkannya kecuali dari apa yang kita dapat dari Al Quran dan Hadits Nabi Saw. Sedangkan kebahagiaan yang didapatkan di dunia adalah karunia dari Allah yang harus dimanfaatkan untuk ibadah. Sebagaimana kekayaan yang digunakan untuk dinafkahkan di jalan Allah. Maka kebahagiaan yang datang kepada kita darimanapun harus kita gunakan untuk bersyukur dengan menjalankan banyak ketaatan. Karena orang yang diberi kebahagiaan akan cenderung mudah untuk bersyukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi selama kita hidup di dunia ini janganlah mencari ketenangan, atau kebahagiaan hidup. Namun berjuanglah untuk menjadi hamba2 yang taat, untuk mencari ketenangan dan kebahagiaan akhirat.&lt;br /&gt;Sebagaimana hadits: Dunia adalah penjara untuk orang beriman dan surga bagi orang2 kafir. wallahualam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://suluk.blogsome.com"&gt;&lt;img src='http://suluk.blogsome.com/images/suluk09_120x60.png' alt="Suluk::Hanya Sekeping Cermin" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35418826-3170263093845235519?l=wahjoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahjoe.blogspot.com/feeds/3170263093845235519/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2011/08/kebahagiaan-semu-atau-hakiki.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/3170263093845235519'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/3170263093845235519'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2011/08/kebahagiaan-semu-atau-hakiki.html' title='Kebahagiaan Semu atau Hakiki?'/><author><name>Budhi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Poe8x-uxWKM/SOrCjWKh0YI/AAAAAAAAABs/Z0NEBIqa3pk/S220/baZZo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35418826.post-9025856250612113907</id><published>2010-08-23T10:29:00.001+07:00</published><updated>2010-08-30T08:48:56.846+07:00</updated><title type='text'>Bersyukur itu Perintah</title><content type='html'>Bersyukur adalah perintah dari Allah sebagaimana diterangkan dalam banyak ayat dalam Al Quran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;(normal text)&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&lt;i&gt;12. dan Sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, Yaitu: "Bersyukurlah kepada Allah. dan Barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), Maka Sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan Barangsiapa yang tidak bersyukur, Maka Sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji". &lt;/i&gt;QS Luqman 31:12&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sangat sedikit yang paham tentang bagaimana bersyukur yang dikehendaki oleh Allah. Bersyukur itu harus dilakukan dengan lisan dan perbuatan. Mengucapkan alhamdulillah adalah bentuk lisan, dan bentuk perbuatan adalah menggunakan karunia yang diberikan untuk menjalankan perintah dan menjauhi larangan. Misalnya mata, bersyukur atas karunia mata dengan banyak mengucapkan terimakasih kepada Allah atas karunia tersebut, menjaganya secara fisik, menjaga dari memandang yang buruk, juga harus digunakan untuk kebaikan-kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Diriwayatkan bahwa ada seorang ahli ibadah yang berumur 500 tahun dan hidup di sebuah pulau. Diabdikan dirinya hanya untuk beribadah kepada Allah saja. Saat ia dihisab, Allah berkata kepada malaikat, Dengan rahmatku, masukkan orang ini ke dalam surga. Maka sang ahli ibadah itupun protes,"Aku ingin masuk surga karena amalku bukan karena rahmatMu. Baiklah, malaikat timbanglah seluruh amal kebajikannya dan timbang dengan nikmat pendengaran. Namun ternyata seluruh amal kebajikannya belum mampu mengimbangi nilai nikmat pendengaran. Maka Allah berkata,"Malaikat masukkan dia ke dalam neraka. Maka ahli ibadah itupun bersujud memohon ampun, ampunilah kesombongan hambaMu ini ya Allah, masukkanlah aku ke dalam surga dengan rahmatMu.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rahmat Allah bisa diterjemahkan sebagai rasa belas kasihan Allah atas usaha yang dilakukan oleh hambaNya. Jadi memang pahala manusia tercatat, namun semuanya masih kurang dibanding dosa dan nikmat yang telah dilimpahkan oleh Allah kepada manusia. Ini adalah suatu keniscayaan. Mentalitas berpikir demikian harus dijaga agar kita tidak menjadi makhluk-makhluk yang sombong. Marilah kita menjadi hamba-hamba yang paling banyak merenung tentang karunia yang telah diberikan kepada kita, daripada sibuk memikirkan karunia&amp;nbsp; yang diberikan kepada orang lain.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://suluk.blogsome.com"&gt;&lt;img src='http://suluk.blogsome.com/images/suluk09_120x60.png' alt="Suluk::Hanya Sekeping Cermin" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35418826-9025856250612113907?l=wahjoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahjoe.blogspot.com/feeds/9025856250612113907/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2010/08/bersyukur-itu-perintah.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/9025856250612113907'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/9025856250612113907'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2010/08/bersyukur-itu-perintah.html' title='Bersyukur itu Perintah'/><author><name>Budhi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Poe8x-uxWKM/SOrCjWKh0YI/AAAAAAAAABs/Z0NEBIqa3pk/S220/baZZo.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35418826.post-8812487777979227319</id><published>2010-08-13T16:36:00.002+07:00</published><updated>2012-01-01T06:04:37.133+07:00</updated><title type='text'>Mengapa ber thoriqoh/tarekat</title><content type='html'>Thoriqoh/tarekat adalah istilah yang dinisbatkan kepada sekelompok kaum muslimin yang mengambil jalan pendekatan kepada Allah dengan mendawamkan amalan-amalan yang dipandang ringan dilakukan namun berat dalam timbangan. Thoriqoh sendiri berarti jalan.Orang biasanya menyebut firqoh untuk aliran dan mazhab dalam Islam. Thoriqoh sendiri dinisbatkan pada aliran dalam tasawuf. Thoriqoh sendiri saling mendukung satu sama lain, diantara mereka saling memuji. Karena di dalam sanad thoriqoh, bertemu pada ulama atau wali Allah tertentu, bila tidak, maka sanad akan bertemu pada Nabi Muhammad Saw guru dari semua guru sufi. Thoriqoh yang bersanad hingga Nabi Muhammad Saw, Jibril As disebut thriqoh mu'tabarrah. Ada juga thoriqoh yang tidak bersanad dan mengaku mendapat wahyu langsung dari Allah, atau Jibril As, atau melalui Khidir As, yang terakhir ini tidak diketahui tentang kelurusannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thoriqoh adalah suatu jalan yang ditempuh oleh para ulama dengan  mempertimbangkan hadits-hadits Nabi Saw. Benar Al Quran dan sunnah sudah  cukup, tapi apakah semuanya dapat kita lakukan? Ini adalah pertanyaan  yang hampir tidak bisa dijawab, mengapa? Bila kita mengatakan dapat,  berarti kita telah menyamai Nabi Saw, dan apabila mengatakan tidak,  berarti menuduh Allah membebani pada kita melebihi kemampuan? Namun  hakekatnya tidak demikian, karena Allah menyuruh kita untuk melakukan  ketaatan semampunya !!! sesuai hadis-hadis berikut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari Abu Hurairah, ‘Abdurrahman bin Shakhr radhiallahu ‘anh, ia berkata&lt;i&gt; : Aku mendengar Rasulullah bersabda : “Apa saja yang aku larang kamu melaksanakannya, hendaklah kamu jauhi dan &lt;span style="color: blue;"&gt;apa saja yang aku perintahkan kepadamu, maka lakukanlah menurut kemampuan kamu&lt;/span&gt;. Sesungguhnya kehancuran umat-umat sebelum kamu adalah karena banyak bertanya dan menyalahi nabi-nabi mereka (tidak mau taat dan patuh)”&lt;/i&gt; (HR. Bukhari)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ibadah-ibadah yang sunnah merosot kualitas dan kuantitasnya karena ketidaksiplinan dalam menjalankannya karena tidak adanya ikatan dalam pelaksanaannya. Ah..sunnah ini, ditinggalkan juga gak apa-apa. Masalahnya adalah amalan sunnah tersebut menjadi utama dengan syarat harus dilakukan secara rutin. Dan tercela saat ditinggalkan. Maka jalan tarekat diambil untuk meneguhkannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash &lt;i&gt;radhiyallahu ‘anhuma&lt;/i&gt;, Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam &lt;/i&gt;berkata padaku,&lt;br /&gt;&lt;div align="center" dir="RTL" style="direction: rtl; text-align: center; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;يَا عَبْدَ اللَّهِ ، لاَ تَكُنْ مِثْلَ فُلاَنٍ ، كَانَ يَقُومُ اللَّيْلَ فَتَرَكَ قِيَامَ اللَّيْلِ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;“&lt;i&gt;Wahai ‘Abdullah, janganlah engkau seperti si fulan. Dulu dia biasa mengerjakan shalat malam, namun sekarang dia tidak mengerjakannya lagi.&lt;/i&gt; HR. Bukhari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila kita mencermati hadits di atas, maka jelas bahwa meninggalkan kebaikan dikatakan 'janganlah' oleh Nabi, yang tentu maksudnya adalah perbuatan meninggalkan sunnah adalah perkara tercela? wallahua'lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ’Aisyah, beliau mengatakan bahwa Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ’alaihi wa sallam &lt;/i&gt;ditanya mengenai amalan apakah yang paling dicintai oleh Allah. Rasul &lt;i&gt;shallallahu ’alaihi wa sallam&lt;/i&gt; menjawab,&lt;br /&gt;&lt;div align="center" style="text-align: center;"&gt;أَدْوَمُهُ وَإِنْ قَلَّ&lt;/div&gt;”&lt;i&gt;Amalan yang rutin (kontinu/istiqamah), walaupun sedikit.&lt;/i&gt;” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Apa yang diamalkan dalam Thoriqoh (contoh: tarekat Qadiriyah dilakukan setelah selesai sholat)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Membaca istighfar 3 x setelah sholat fardhu. Jumlah ayat dan hadits tentang tobat telah sangat jelas.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Membaca shalawat 3x setelah sholat fardhu. Keutamaan membaca shalawat sangat jelas.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Membaca syahadat 165 kali setelah sholat fardhu. Keutamaan syahadat sangat jelas. Seorang bertanya apakah ada  dalil tentang angka 165, maka seorang pengikut tarekat, syahadat adalah  hal yang diperintahkan, dan tidak ada yang melarang membaca dalam  jumlah tertentu. Hal ini malah didukung hadits dari 'Aisyah ra, di atas  tentang keistiqomahan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengirim alfatihah kepada para guru: terutama kepada Syekh Abdul Qodir Jaelani dan Syekh Abu al-Qosim Junaid al Bagdadi. Di dalam kitab “al Mughni” oleh Ibnu Qudamah disebutkan: Ahmad bin  Hanbal mengatakan,”Segala kebajikan akan sampai kepada si mayit  berdasarkan nash-nash yang ada tentang itu, karena kaum muslimin biasa  berkumpul di setiap negeri kemudian membaca Al Qur’an dan  menghadiahkannya bagi orang yang mati ditengah-tengah mereka dan tidak  ada yang menentangnya, hingga menjadi kesepekatan.” (Fiqhus Sunnah juz I  hal 569)&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Kita perhatikan betapa 'sedikitnya' amalan yang dilakukan selesai sholat oleh&amp;nbsp; seorang pengikut tarekat Qodiriyah. Kebanyakan ulama-ulama yang menggabungkan banyak tarekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kita melihat bahwa tidak ada hal yang baru dalam amalan tarekat. Semua ada landasan, dan perjanjiannyapun dilakukan karena adalah landasannya tentang keistiqamahan dalam beramal. Maka barangsiapa mencela tarekat, maka sesungguhnya mencela perkataan Nabi Saw tentang keistiqamahan, dan mencela amalan-amalan yang berdalil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;Berthoriqoh adalah:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Janji kedisiplian seorang muslim kepada Allah, syahadat adalah janji seorang muslim, tetapi thoriqoh adalah janji kedisplinan. Tidak ada sangsi dari para guru thoriqoh, dan tidak istilah murtad dari agama. Namun hanya sangsi telah berbohong kepada Allah, yang tentu juga merupakan dosa besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Setiap orang pada prinsipnya berthoriqoh. Namun lebih dikenal sebagai firqoh. Karena thoriqoh bercirikan bai’at dan kesetiaan. Pecinta dunia berbaiat kepada dunia untuk mengejarnya. Kelompok, organisasi, pengajian, jama’ah berbaiat/berjanji bagi organisasi dan kelompoknya. Mereka sebenarnya berthoriqoh, hanya enggan dikatakan berthoriqoh karena thoriqoh bersifat eksklusif untuk pengikuti jalan salik. Pada saat menandatangani suatu kontrak kerja, maka seorang berjanji dengan seluruh usaha dan tenaga untuk menjalankannya. Aneh bila seorang pencela tarekat menandatangani kontrak kerja. Mereka berani berbaiat kepada manusia dan segala aturannya, di sisi lain mencela orang berjanji dan meneken kontrak dengan penciptaNya dan mengatakannya mengada-ada. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Suatu bentuk kerendahatian akan kekurangan diri dalam melaksanakan semua perintah Allah. Kesadaran akan kedoifan diri yang lebih cinta pada dunia. Kerendahatian diwujudkan dengan mengikuti langkah orang sholeh. Mengapa harus mengikuti orang sholeh ? bukankah cukup Allah menurunkan Al Quran dan Nabi? Penganut thoriqoh sangat sadar bahwa dirinya berada jauh dari pengajaran Nabi dan Al Quran dan sempurna, ribuan perintah/anjuran dan ratusan larangan dalam al Quran dan sunnah hampir mustahil dilakukan dengan kedhoifan dan kondisi qalbu yang penuh dunia. Oleh karenanya mereka belajar dari orang-orang yang mereka percaya. Semua orang yang hari ini memiliki keimanan, tidak secara langsung dihunjamkan ke dalam dadanya &amp;nbsp;ilmu-ilmu agama, pasti mereka bertemu buku atau seseorang yang mengajari. Hanya mereka enggan menggunakan metode baiat sebagaimana pengikut thoriqoh. Apa akibatnya? Tidak ada kedisiplinan, keterikatan, sangsi diri, dan metode yang pasti. Jadi kecenderungannya bersifat bebas, lepas, dan lebih banyak kajian dengan akal dan diskusi daripada menyibukkan diri mengingat Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Bentuk penghormatan. Thoriqoh adalah suatu bentuk penghormatan kepada orang-orang yang menjadi musabab turunnya ilmu kepada seorang murid. Baiat bukanlah suatu penghambaan sebagaimana makhluk dengan Rabbnya. Namun salah satu bentuk rasa hormat takzim antara murid dan mursyid. Tidak ada sangsi dari mursyid bila murid mengingkari janji, namun sangsinya dari Allah, karena mengingkari janji. Orang  yang tidak berthoriqoh mengabaikan fakta bahwa ada yang menjadi musabab datangnya ilmu kepada kita, sebagaimana mengingkari orang tua kita&amp;nbsp; yang menjadi musabab lahirnya kita, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Bentuk kehati-hatian. Thoriqoh bersanad, artinya, sanad tersebut sangat sulit dikatakan mengada-ada. Mengapa demikian? Setiap orang yang dianggap guru tentu dipercaya oleh sang murid. Apakah guru bisa berbohong? Bisa saja bila sang guru tidak menunjukkan ilmu agama yang mapan, akhlak yang karim, maka bisa saja dia berbohong. Namun bila seorang sudah menemukan keyakinan bahwa orang yang dihadapannya telah memenuhi dasar-dasar sebagai seorang guru, maka tentu dia sangat percaya dengan apa-apa yang dikatakan oleh gurunya. Sangat kecil kemungkinan mereka berbohong. Jadi hubungan satu tingkat ke atas pun sudah dapat dijadikan landasan tentang lurus atau tidaknya kualitas sanad yang diberikan. Apalagi kalau kita sudah melakukan investigasi latar belakang mereka, maka akan menambah keyakinan bahwa orang yang dianggap guru/mursyid adalah orang yang amanah dan mustahil berbohong. Dari merekalah akan turun sanad. Dan sanad ini adalah dasar otentisitas yang diterapkan pada Al Quran dan Hadis. Bila anda sekarang belajar kepada seorang guru, maka tidak ada salahnya bila menanyakan sanad keilmuan, karena apabila sang guru faham maka mereka akan menyampaikannya. Bila mereka menolak, waspadalah. Mengapa waspada?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang yang mengaku-ngaku berilmu tapi tidak memiliki sanad. Mereka adalah orang-orang yang cerdas pelahap ilmu dan buku. Guru mereka adalah majelis-majelis taklim dan buku-buku. Apakah ini salah? Tidak. Tetapi berbahaya. Mengapa demikian?Berguru pada buku adalah sangat lemah, karena si pembaca tidak dapat bertanya tentang apa-apa yang tertulis, sehingga seringkali tersesat dalam penafsiran, apalagi apabila referensi yang dibaca benar-benar sesat. Anggaplah anda sekarang membaca Al-Quran, anda begitu yakin bahwa kitab di depan anda adalah Al Quran, tapi sesungguhnya beberapa ayat dan lembarannya diganti dengan ayat-ayat dari injil berbahasa arab. Apakah anda bisa membedakannya? Ini adalah ilustrasi tentang perlunya guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Bentuk ketaatan seorang hamba yang butuh. Thoriqoh adalah suatu bentuk janji dengan amalan sederhana kepada Allah. Karena berjanji kepada Allah maka statusnya menjadi wajib ditunaikan. Seorang yang telah berjanji/baiat untuk melaksanakan suatu tarekat akan terus dituntut untuk melakukannya, dan menjadi berdosa besar saat meninggalkan. Dan 'untunglah' tidak ada amalan tarekat yang membutuhkan modal apapun selain kesadaraan panca indra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bagaimana mendeteksi guru yang lurus dan tidak?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;1. Akhlak.&lt;br /&gt;2. Ibadah.&lt;br /&gt;3. Hafalan Quran.&lt;br /&gt;4. Hafalan Hadis.&lt;br /&gt;5. Jenis buku dan bacaan.&lt;br /&gt;6. Sikap dan sifat keseharian.&lt;br /&gt;7. Pendapatnya tentang agama berdasarkan Al Quran dan hadis.&lt;br /&gt;8. Guru-gurunya.&lt;br /&gt;9. Pendapat tentang guru-gurunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah pentingnya thoriqoh buat seorang salik, karena suatu pemikiran kerendah hatian bahwa ilmu diturunkan melalui perantara dan tidak dihunjamkan secara langsung. Apabila ada yang mengaku bahwa kita bisa langsung berkomunikasi dengan Allah, maka ujilah dengan cara yang sangat sederhana. Uji hafalan Qurannya, dan haditsnya, dan segala yang berkaitan dengannya. Karena seorang yang dekat dengan Allah tentu akan mendapatkan akses dengan mudah kepada kalamullah. Apabila hanya mampu menafsirkan namun tidak dapat menghafalkannya, maka tinggalkan orang tersebut, karena ia tidak lain hanyalah orang yang dikasih sedikit icip-icip oleh Allah namun mengaku bisa berkomunikasi dengan Allah. Dan juga tinggalkan ulama-ulama yang mencela guru mereka, dan mengaku melakukan pembaharuan dari apa yang diberikan oleh para gurunya. wallahua'lam&lt;br /&gt;&lt;span dir="RTL" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://suluk.blogsome.com"&gt;&lt;img src='http://suluk.blogsome.com/images/suluk09_120x60.png' alt="Suluk::Hanya Sekeping Cermin" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35418826-8812487777979227319?l=wahjoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahjoe.blogspot.com/feeds/8812487777979227319/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2010/08/mengapa-ber-thoriqohtarekat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/8812487777979227319'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/8812487777979227319'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2010/08/mengapa-ber-thoriqohtarekat.html' title='Mengapa ber thoriqoh/tarekat'/><author><name>Budhi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Poe8x-uxWKM/SOrCjWKh0YI/AAAAAAAAABs/Z0NEBIqa3pk/S220/baZZo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35418826.post-4335737774219824374</id><published>2010-08-13T16:17:00.000+07:00</published><updated>2010-08-13T16:17:18.167+07:00</updated><title type='text'>Ayo menghafal Quran</title><content type='html'>Menghafal Al Quran adalah fardhu kifayah, artinya diwajibkan untuk sebagian umat Islam. Namun dengan demikian janganlah berpikir bahwa itu sudah dilakukan atau untuk orang lain bukan untuk saya. Ini adalah pikiran yang salah. Semestinya setiap diri kaum muslimin berpikir, apakah sudah ada penghafal Al Quran di sekitar saya, jangan-jangan tidak ada. Maka mulai hari ini saya harus menghafal Al Quran. Menghafal Al Quran bukanlah suatu kemustahilan, menghafal Al Quran adalah suatu keniscayaan. Masalahnya adalah saat seseorang mengkaitkannya dengan kebutuhan dirinya akan Al Quran di dunia ini maka ia melihat bahwa menghafal Al Quran tidak menarik dan tidak menjual (malah ada larangan menjual suara/ayat). Yah demikianlah kenyataannya, seseorang selalu melakukan sesuatu (motif) berdasarkan untung rugi. Bila demikian Allahpun telah menerangkan keuntungan-keuntungan bagi penghafal Al Quran (berdasarkan tabiat manusia), yaitu antara lain:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Bacalah Al Quran, karena sesungguhnya pada hari kiamat nanti ia (Al Quran) akan menjadi penolong bagi pembacanya. (HR.Muslim).&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Barang siapa yang membaca satu huruf dari Al Quran maka ia memperoleh satu kebaikan, sedangkan satu kebaikan sama dngan sepuluh kebaikan. Aku tidak mengatakan (alif-lam-mim) itu satu huruf, tetapi alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf (H.R Tirmidzi)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perumpamaan orang yang membaca Al Quran, dan dia hafal, maka ia akan bersama para malaikat yang suci dan mulia. Sedang perumpamaan orang yang membaca Al Quran dan ia senantiasa melakukannya meskipun hal itu sulit baginya, maka ia akan mendapat dua pahala. (HR.Bukhari)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dikatakan kepada shohibul Quran: Bacalah Al-Qur'an, naiklah (Allah menaikkan derajat orang itu) dan bacalah dengan tartil sebagaimana kamu membaca dulu di dunia. Karena kedudukannya disurga terletak pada akhir ayat yang kamu baca. (HR. Muslim)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;.....&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Masih banyak lagi hadis yang menceritakan keutamaan orang yang menghafal Al quran.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://suluk.blogsome.com"&gt;&lt;img src='http://suluk.blogsome.com/images/suluk09_120x60.png' alt="Suluk::Hanya Sekeping Cermin" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35418826-4335737774219824374?l=wahjoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahjoe.blogspot.com/feeds/4335737774219824374/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2010/08/ayo-menghafal-quran.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/4335737774219824374'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/4335737774219824374'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2010/08/ayo-menghafal-quran.html' title='Ayo menghafal Quran'/><author><name>Budhi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Poe8x-uxWKM/SOrCjWKh0YI/AAAAAAAAABs/Z0NEBIqa3pk/S220/baZZo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35418826.post-2201553868457583513</id><published>2010-08-13T16:08:00.000+07:00</published><updated>2011-10-15T11:26:29.364+07:00</updated><title type='text'>Sufi menurut Syaikh Abdul Qadir Jailani</title><content type='html'>Ahli sufi yang hakki dapat dikenali dengan 2 cara:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, zahir mereka, yaitu mereka akan mengamalkan syariat secara ketat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, batin mereka, yaitu mewariskan keruhanian Nabi Muhammad Saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya contoh manusia yang&amp;nbsp; paling baik ialah Nabi Besar Muhammad Saw. Dialah sebenar-benarnya sufi yang hakiki. Syari'at dan hakikat hendaklah berjalan bersamaan untuk kesinambungan agama dalam kehidupan mukimn sejati. Seorang wali Allah yang mewarisi kerohanian Nabi Saw akan memberi berkah kepada seorang salik dengan kehadiaran fisiknya. Sesungguhnya Iblis tidak dapat menyerupai Nabi Saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati-hatilah wahai para salik, orang buta tidak boleh menunjukkan jalan pada si buta yang lain. Pandangan kita hendaklah tajam supaya dapat membedakan kebaikan dan kejahatan, walau sebesar dzarrah. Perjalanan sufi bukanlah medan permainan. Bila suka boleh ikut, bila malas boleh ditinggalkan. Ia adalah jalan menuju ke Hadirat Ketuhanan, yang kepadanya tidak semudah diucapkan lisan. Namun demikian tetap menjadi tujuan bagi yang ingin mencari ketenangan diri dan makrifat hakikat penciptaan Tuhan. Bukankah kita diperintahkan untuk menyembahnya? Bagaimana bisa kita menyembahnya bila kita belum mengenalNya? (Kitab: Sirr al Asrar)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://suluk.blogsome.com"&gt;&lt;img src='http://suluk.blogsome.com/images/suluk09_120x60.png' alt="Suluk::Hanya Sekeping Cermin" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35418826-2201553868457583513?l=wahjoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahjoe.blogspot.com/feeds/2201553868457583513/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2010/08/sufi-menurut-syaikh-abdul-qadir-jailani.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/2201553868457583513'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/2201553868457583513'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2010/08/sufi-menurut-syaikh-abdul-qadir-jailani.html' title='Sufi menurut Syaikh Abdul Qadir Jailani'/><author><name>Budhi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Poe8x-uxWKM/SOrCjWKh0YI/AAAAAAAAABs/Z0NEBIqa3pk/S220/baZZo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35418826.post-4710888576597631113</id><published>2010-08-05T15:24:00.004+07:00</published><updated>2010-08-06T09:27:11.371+07:00</updated><title type='text'>Kenali Perjalanan Spiritualmu Sobat !</title><content type='html'>Suka atau tidak suka, menolak atau menerima, seseorang akan mengalami suatu perjalanan spiritual yang akan berpengaruh dalam hidupnya. Spiritualitas sering dikaitkan dengan agama, karena memang agama paling dominan berbicara spiritualitas.Spiritualitas berasal dari kata spirit yang berarti jiwa, hal yang berkaitan dengan spiritualitas ini adalah hal-hal yang bersifat abstrak. Dan kelompok rasionalis demikian mengesampingkan masalah spiritualitas ini terutama yang berkaitan dengan realitas ketuhanan. Karena bagi mereka hidup adalah apa yang dapat dilihat, dicium, diraba, dikecap, didengar, diukur, selain itu tidak ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebetulnya tidak terlalu sulit menentukan kebenaranan spiritualitas, karena setiap berbicara spiritualitas akan ada orang yang menjadi nara sumbernya. Dimana para nara sumber ini memiliki keunikan dalam kehidupannya, nara sumber adalah orang-orang yang sesuai antara perkataan dan perbuatannya. Apabila ada perbedaan, sesungguhnya mereka adalah orang-orang pembual, atau orang-orang yang masih dalam kategori pelajar spiritual, bukan pelaku spiritual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang yang mengaku mengikuti aliran spiritual tertentu (agama/kepercayaan), haruslah yakin akan apa yang dianut dan diyakininya adalah benar, bukan hanya sekedar ikut-ikutan. Hal-hal apakah yang menjadi ukuran bahwa aliran spiritual yang diikutinya benar? Bagaimana cara mengetahui benar atau tidaknya jalan spiritual yang kita anut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengevaluasi perjalanan spiritual:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ketenangan, apakah hari ini kita bertambah tenang dalam menjalani kehidupan, atau masih takut menghadapi kematian, kemiskinan, musibah. Masihkan marah-marah, sensitif, mudah tersinggung, tidak dapat menahan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Hanya memikirkan Allah dan akhirat, dimanakah diri ini nantinya berada? Karena itulah tempat kembali. Masihkan tergiur dengan pernak-pernik dunia? Kalau masih kuat dan masih ada berarti bisa dikatakan perjalanan spiritual berada dalam jalur yang salah atau sama sekali tidak berjalan. Betul bahwa kita hidup di dunia dan kita harus bertahan hidup. Namun yang terjadi adalah kita menjadi budak, hamba, dan kacung dunia. Bukan mengambil sekedarnya. Hanya orang materialis/atheis yang rela menjadi kacung dunia. Maka sungguh bodoh apabila mengaku beriman namun selalu disibukkan urusan dunia. Perhatikanlah hal ini sobat ! Perhatikan ikatanmu pada dunia, sedihkan engkau karena tidak menjadi kaya? tidak populer? sedih memikirkan kebutuhan pokok keluarga yang selalu pas-pasan? Namun tidak pernah sedih dengan ibadah yang ditinggalkan, aturan yang dilanggar. Maka merugilah orang yang mengaku beriman itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Merasakan kehadiran Allah dalam kesehariannya. Perjalanan spiritual yang benar akan membuat pelakunya merasakan kehadiran Allah dalam hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Baik perkataannya, perbuatannya. Tidak ada bantahan tentang hal ini. Seorang yang lurus perjalanan spiritualnya akan makin lama makin bagus perkataannya, perbuatannya, menjadi penyabar, penyayang, lemah lembut, berani, menjauhkan dari yang dilarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Perjalanan spiritual membutuhkan guru. Siapakah dan bagaimana sosok guru yang sebenarnya? Pertama-tama kita lihat, keimanan apa yang kita anut? siapa yang membawanya? bagaimana sikap hidup dan perilakunya? Apakah mungkin orang yang mengaku mengikutinya kemudian bersikap kebalikannya? Maka apabila jalan spiritual anda adalah Islam, maka anda perlu mendapatkan guru yang mengetahui tentang Islam. Saat yang sama, maka guru anda pasti juga memiliki guru, dan guru dari guru anda juga berguru dan seterusnya. Maka ini yang perlu dicamkan bahwa berguru itu harus memiliki sanad atau garis ilmu. Apa fungsinya? Fungsinya adalah mengenal dengan baik apakah orang yang anda ikuti amanah atau tidak. Apabila seseorang dengan gegabah mengatakan bahwa cukuplah Al Quran dan Sunnah sebagai pegangan kami. Maka Al Quran mana yang akan dia gunakan? apakah dia tahu kalau ada salah cetak dari percetakan? Apakah dia tahu aspek-aspek bahasa, gramatika, dan seterusnya? Apabila mengatakan cukuplah bagi kami tafsir. Maka apakah anda tidak ingin berdialog dengan orang yang menuliskan tafsir, atau minimal muridnya, atau murid dari muridnya? Apalagi berbicara masalah Sunnah, dimana sunnah tidak dijamin oleh Allah kebenarannya, maka diperlukan orang yang berilmu dalam menguraikan aspek-aspek yang terkandung dalam hadis. Karena orang awam tidak mengenal mana hadis untuk suatu kasus, apabila ada 2 hadis bertentangan maka mana yang terlebih dahulu digunakan? Apabila seseorang mengatakan bahwa bisa ditanyakan kepada ustadz A, B, C dan seterusnya, maka hal tersebut juga akan rawan penyimpangan. Mengapa? Karena kita hanya mengenal si ustadz A,B,C sebagai ustadz tanpa tahu darimana dia belajar, siapa gurunya dan seterusnya, dari sinilah orang banyak disesatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Hidup harmonis dengan lingkungan. Seseorang harus menjadi rahmat bagi lingkungannya. Saat seorang yang benar dalam perjalanan spiritualnya akan ditunjukkan jalan untuk berinteraksi dengan lingkungan, karena ia akan selalu berusaha menemukan harmonisasi dengan alam sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Memahami arti dari setiap kejadian, seandainya tidak mengerti akan langsung berdoa dan minta diberi petunjuk tentang suatu kejadian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru spiritual Islam memiliki beberapa kriteria:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Menghormati Al Quran, dengan membaca, mengamalkan, dan menghafalkannya. Apabila bertemu seseorang yang nampak alim, terhormat, mengaku A, B, C dan seterusnya maka tanyakanlah apakah&amp;nbsp; beliau hafal Al Quran? Apabila seorang yang alim dan wara ditanya tidak akan berbohong tentang hal itu. Tetapi apabila marah, maka atau berusaha mencari pembelaan diri yang mengatakan tidak perlunya menghafalkan Al Quran maka tinggalkan jauh-jauh orang tersebut. Karena dia lebih berbahaya daripada orang awam. Namun hormatilah beliau disaat beliau juga dalam proses belajar dalam rangka menghafal Al Quran, dan minimal pasti tidak kurang dari 10 Juz, apabila dia dikenal dan sudah berumur. Banyak guru-guru spiritual palsu yang berjubah, berjenggot, bersorban, berbicara agama yang diambil dari internet, dari kitab-kitab terjemahan. karena seorang ulama dalam Islam akan selalu belajar dari sumbernya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Selalu menganjurkan untuk mendekat kepada Allah, berbuat karena Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Zuhud kepada dunia. Guru yang zuhud pada dunia, tidak akan menerima semua tawaran ceramah, kajian di televisi, dan semua yang berbau uang, dan popularitas, karena ia tahu salah satu diantara hal tersebut adalah perangkap syetan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Kehidupannya dekat dengan kehidupan sang teladan Rasulullah Saw. Semua yang dilakukan adalah cermin dari Al Quran dan sunnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Enak dipandang dan diajak berbicara. menenangkan, meneduhkan, menyemangati kita untuk taat dan beribadah kepada Allah. Kalau bertemu maka kita akan bersemangat untuk taat kepada Allah, bersegera mengamalkan apa yang diperintahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Banyak tobat, sholat dan zikirnya. Seorang guru spiritual tidak suka terlalu banyak bicara, melainkan banyak berbuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Tidak bergantung pada orang lain. Seorang guru spiritual rejekinya tidak digantungkan kepada orang. Tidak bersedia diatur jadwal hidupnya bagaimana harus mencari nafkah. Biasanya bekerja lepas, berdagang, bertani, mengajar lepas, atau pekerja freelance. Karena pekerja tetap bergantung pada janji untuk amanah pada kerjaan. SEdangkan Allah menuntut kecintaan yang lebih dari hambaNya....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://suluk.blogsome.com"&gt;&lt;img src='http://suluk.blogsome.com/images/suluk09_120x60.png' alt="Suluk::Hanya Sekeping Cermin" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35418826-4710888576597631113?l=wahjoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahjoe.blogspot.com/feeds/4710888576597631113/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2010/08/kenali-perjalanan-spiritualmu-sobat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/4710888576597631113'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/4710888576597631113'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2010/08/kenali-perjalanan-spiritualmu-sobat.html' title='Kenali Perjalanan Spiritualmu Sobat !'/><author><name>Budhi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Poe8x-uxWKM/SOrCjWKh0YI/AAAAAAAAABs/Z0NEBIqa3pk/S220/baZZo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35418826.post-5276671557610324861</id><published>2010-07-27T10:11:00.008+07:00</published><updated>2011-09-01T21:10:03.064+07:00</updated><title type='text'>10 Keburukan berdebat dalam agama</title><content type='html'>&lt;b&gt;10 Keburukan berdebat dalam agama:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Memperburuk agama Allah. Meskipun mengaku menggunakan Al Quran dan sunnah, namun keahlian menafsirkan, logika yang berbeda menyebabkan kebenaran bersifat relatif/nisbi. Saya pribadi pernah berargumen dengan seorang yang memfitnah ulama, kemudian saya menggunakan dalil larangan menjelekkan orang lain sesama muslim, maka jawabannya adalah: “Anda tidak berhak menafsirkan ayat karena tidak memiliki kapasitas.”&lt;br /&gt;Saya sih maklum saja, tapi masalahnya yang bicara adalah orang yang tidak jauh lebih baik dari saya dari bacaan Quran, tidak berbahasa arab, tidak hafal hadis, cuma berdasarkan kata gurunya, dan gurunya dari gurunya, dan dari gurunya dan seterusnya, entah guru yang mana yang memiliki kapasitas mencela ulama lain, wallahua’lam. Namun saya melihat disitulah letak kesombongannya, dimana dalil al Quran yang tidak perlu ditafsirkan/terjemah dibilang sebagai bentuk tafsiran. Apakah ayat ini masih butuh ditafsirkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Hai orang-orang yang beriman, jauhilah persangkaan (kecurigaan), karena sebagian dari persangkaan itu dosa. Dan jangan mencari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang. (Al Hujurat 11-12).&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kesombongan. Ini adalah hal yang paling berbahaya dari semua bahaya berdebat. Perdebatan yang mengarah kepada benarnya pendapat diri dan salahnya pendapat orang lain merupakan bentuk dosa dan maksiat yang paling besar. Kita tahu bahwa tugas dari kaum muslimin hanya menyampaikan kebenaran dan menjawab pertanyaan orang-orang yang mencari kebenaran. Maka kita wajib meninggalkan orang-orang yang berniat mencari keburukan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;3. Sia-sia. berdebat yang tidak diniatkan mencari kebenaran tapi mencari pembenaran akan sia-sia. Saat berdebat tentang apa yang dialami/disaksikan/dirasakan dalam hati maka tidaklah akan ditemukan titik temu kecuali orang-orang yang hatinya menyaksikan hal yang sama. Pencela akan berkumpul dengan pencela, penyaksi akan berkumpul dengan penyaksi. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;4. Berdebat mengeraskan hati. Hati yang keras akan sulit menerima kebenaran. Dalam perdebatan agama, orang yang berdebat memiliki cara pandang bahwa kebenaran ada dalam tangannya, orang lain yang salah dan harus salah, meskipun orang tersebut benar. Hal ini termasuk efek yang mengerikan dari berdebat. Jadi orang yang suka berdebat akan sangat susah menerima kebenaran. Seperti firaun yang belum juga tobat setelah melihat mukjijat Musa, bahkan sampa laut terbelah membentuk dinding tinggi, hawa nafsu menutupi pandangannya, hingga dinding air tersebut menghempas dan nyawa sudah sampai ke tenggorokan pengakuan itu baru muncul. naudzubillah.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;5. Berdebat mengeruhkan hati. Hati orang yang berdebat cenderung keruh, atau kotor, hati yang kotor akan terpancar keluar dari lisan dan tindak-tanduknya. Sifatnya keras, mukanya keras, kaku. Hati yang kotor cepat mudah marah, cepat tersinggung, penuh prasangka, paranoid, sok tahu dan sejenisnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;6. Berdebat membuat hati menjadi lalai mengingat Allah. Ini adalah hal  yang buruk dari yang buruk. Tujuan orang beriman adalah mengabdi kepada Allah. Orang yang mengabdi tentu akan selalu ingat kepada Tuannya. Karena hamba yang buruk adalah hamba yang sibuk dengan dirinya sendiri. Allah senang diingat oleh hambaNya&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;7. Membiasakan mencela. Orang yang suka berdebat pasti suka mencela. Berawal dari mencari cela untuk membenarkan argumen berubah menjadi mencela. Karena terlalu bersemangat  maka digunakan strategi menjatuhkan kredibilitas sesorang di mata orang lain, yang menyebabkan orang tersebut dipermalukan, atau terlihat hina di mata orang lain. Sehingga kebenaran apapun yang keluar dari mulutnya akan hina juga. Sedangkan nyata-nyata bahwa mencela itu perbuatan keji, namun mereka selalu bersembunyi dibalik dalih bahwa ia sedang menyampaikan kebenaran.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;8. Menjauhkan diri dari tobat. Bagaimana bertobat dalam kondisi merasa selalu/harus selalu benar. Ujung-ujungnya sombong lagi-sombong lagi.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;9. Menjauhkan diri dari ilmu dan kebenaran. Orang yang merasa dirinya benar akan menutup diri pendapat orang lain dan keinginan menambah ilmu. Dan cenderung akan menerima dari sumber yang memperkokoh pendapatnya dan jalur dari orang yang dia anggap sejalan pemikirannya. Sehingga dunianya akan sempit, sesempit cara berpikirnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;10. Dijauhi manusia. Orang suka berdebat tidak akan disukai oleh orang. bagaimana disukai, bila pekerjaannya hanya memaksakan pendapat dan tidak pernah mau mendengarkan pendapat?&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Larangan berbantah-bantahan (berdebat)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Dalam Al Quran, masalah perselisihan tentang kebenaran memang sering ditujukan kepada Yahudi dan Nasrani, namun hendaknya hal tersebut juga menjadi pelajaran buat kaum muslimin, agar tidak terjebak dalam hal yang sama. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i&gt;213. Manusia itu adalah umat yang satu, maka Allah mengutus para nabi, sebagai pemberi peringatan, dan Allah menurunkan bersama mereka Kitab yang benar, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. Tidaklah berselisih tentang Kitab itu melainkan orang yang telah didatangkan kepada mereka Kitab, yaitu setelah datang kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, karena dengki antara mereka sendiri. Maka Allah memberi petunjuk orang-orang yang beriman kepada kebenaran tentang hal yang mereka perselisihkann itu dengan kehendak-Nya. Dan Allah selalu memberi petunjuk orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus. (Al Baqarah:213)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i&gt;105. Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat, (Ali Imran:105)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i&gt;..haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. (Al Baqarah:197)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i&gt;46. Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. (Al Anfaal:46)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i&gt;13. Dan guruh itu bertasbih dengan memuji Allah, (demikian pula) para malaikat karena takut kepada-Nya, dan Allah melepaskan halilintar, lalu menimpakannya kepada siapa yang Dia kehendaki, dan mereka berbantah-bantahan tentang Allah, dan Dia-lah Tuhan Yang Maha keras siksa-Nya. (Ar Ra’d:13)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i&gt;69. Allah akan mengadili di antara kamu pada hari kiamat tentang apa yang kamu dahulu selalu berselisih padanya. (Al Hajj:69)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://suluk.blogsome.com"&gt;&lt;img src='http://suluk.blogsome.com/images/suluk09_120x60.png' alt="Suluk::Hanya Sekeping Cermin" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35418826-5276671557610324861?l=wahjoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahjoe.blogspot.com/feeds/5276671557610324861/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2010/07/10-keburukan-berdebat-dalam-agama.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/5276671557610324861'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/5276671557610324861'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2010/07/10-keburukan-berdebat-dalam-agama.html' title='10 Keburukan berdebat dalam agama'/><author><name>Budhi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Poe8x-uxWKM/SOrCjWKh0YI/AAAAAAAAABs/Z0NEBIqa3pk/S220/baZZo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35418826.post-2292788950968906170</id><published>2010-07-26T14:30:00.002+07:00</published><updated>2010-07-26T14:43:28.411+07:00</updated><title type='text'>Pejalan Spiritual tidak berdebat</title><content type='html'>Berdebat adalah hal yang pantang dilakukan oleh seorang pejalan spiritual. Seorang salik/sufi akan berbicara hanya ketika ditanya, dan berhenti saat orang yang bertanya tidak berniat mencari kebenaran, namun lebih kepada menguji atau mencari celah untuk mencela sang salik. Apakah seorang salik takut dan pengecut? Ya, benar, seorang salik sangat takut kepada lidahnya akan menggelincirkannya, seorang salik takut pembicaraannya mengotori hatinya, seorang salik takut hatinya berpaling kepada selain Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang salik yang berhenti dan menoleh kepada orang yang mencela karena tersinggung dengan perkataannya adalah salik yang belum memasuki maqam apapun. Dia masih sakit hati, memiliki kemarahan dalam jiwanya. Hatinya tidak sabar, gundah, kecewa dengan omongan yang ditujukan kepada dirinya. Seorang salik sejati hanya terfokus pada zikir-zikirnya, dan menjaga hubungan dengan Allah. Seorang salik hanya berbicara tentang Allah, mengajak orang mencintai Allah, dan memberikan nasehat kepada orang yang membutuhkan. Seorang salik sangat mengenali orang-orang yang di dalam dirinya ada penyakit, dan cenderung menjauhinya. Karena seorang salik tahu bahwa penyakit itu dapat menular kepadanya. Penyakit yang paling berbahaya adalah merasa yang paling benar. Hal ini seperti kisah iblis laknatullah bahwa ia mendebat Allah karena merasa ada yang salah dengan perintah Allah. Bisa jadi alasan iblis adalah benar, tetapi karena yang didebat adalah Allah maka tetap saja ia salah. Inilah analog yang sama, dimana seorang salik tidak boleh menengok/merespon orang yang mencelanya, karena sesungguhnya, orang yang mencela seorang hamba yang melakukan ketaatan kepada Allah tidak lain tidak bukan adalah syetan yang mengganggu perjalanan spiritual seorang hamba. Apapun pangkat, baju, posisi, kekuasaan, kemuliaan yang dimilikinya, selama seseorang menyerang orang lain yang melakukan ketaatan adalah kaki tangan syetan. Dan mereka tidak perlu dilayani. Cukup tinggalkan mereka dan lanjutkan perjalanan dalam menuju Zat yang Maha Indah.wallahua'lam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://suluk.blogsome.com"&gt;&lt;img src='http://suluk.blogsome.com/images/suluk09_120x60.png' alt="Suluk::Hanya Sekeping Cermin" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35418826-2292788950968906170?l=wahjoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahjoe.blogspot.com/feeds/2292788950968906170/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2010/07/pejalan-spiritual-tidak-berdebat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/2292788950968906170'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/2292788950968906170'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2010/07/pejalan-spiritual-tidak-berdebat.html' title='Pejalan Spiritual tidak berdebat'/><author><name>Budhi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Poe8x-uxWKM/SOrCjWKh0YI/AAAAAAAAABs/Z0NEBIqa3pk/S220/baZZo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35418826.post-46070991777616027</id><published>2010-07-26T14:09:00.005+07:00</published><updated>2010-07-26T15:01:04.118+07:00</updated><title type='text'>Murnikan ketaatan, jaga kesucian: Kunci Keselamatan itu..</title><content type='html'>Banyak orang yang mencari-cari jalan untuk menemukan kebahagiaan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Sesungguhnya jalan itu sudah terlihat, namun banyak yang enggan melewatinya. Dengan berbagai alasan, berat, terjal, berliku, tidak yakin, tidak indah, tidak asyik, dan tidak gaul dst..dst..&lt;br /&gt;Karena alasan-alasan tersebut banyak yang merasa enggan untuk menapaki jalan spiritual.&lt;br /&gt;Kunci keselamatan sesungguhnya sangat mudah, yaitu:&lt;br /&gt;Memurnikan ketaatan dan menjaga kesucian !!!&lt;br /&gt;1. Ketaatan yang dimaksud tentu adalah ketaatan kepada Allah dan Rasulnya. Tidak ada yang tersesat selama mengikuti jalan ini.&lt;br /&gt;2. Menjaga kesucian berarti menjauhkan diri dari kemaksiatan, makanan haram, perbuatan tercela, memandang yang bukan haknya, membersihkan dari penyakit hati, syak, prasangka, ghibah, mencela, mengkritik, merasa benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila seseorang sudah memegang 2 hal tersebut maka Insya Allah selamat. Pertanyaan berikutnya, ah sudah sering denger, klise, terlalu umum....Bila muncul perkataan tersebut menunjukkan bahwa orang tersebut tidak memiliki tujuan dan program yang jelas dalam menjalani kehidupan, orang-orang ini tidak memiliki pembimbing rohani yang lurus dan mapan. Atau bisa dikatakan sebagai pencari spiritual lepas, yang mencari ilmu dari taklim satu ke taklim lain, mengikuti berbagai macam kajian, membaca semua situs agama, membaca semua buku agama. Namun tidak memiliki metode, kedisiplinan dan sangsi bagi diri sendiri. Bagaimanapun menempuh perjalanan spiritual membutuhkan kendaraan dan pengemudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu diketahui bahwa jalan ketaatan itu mudah selama kita berguru kepada orang yang tepat. Mengapa demikian? Guru yang tepat selalu memberikan ilmu sesuai dengan kadar yang disesuaikan dengan kondisi kejiwaan si murid. Sehingga si murid akan terus tertarik untuk terus belajar, dapat merasakan karunia Allah, dapat merasakan ketenangan dan kebahagiaan dalam hidupnya. Jadi memang dibutuhkan seorang guru yang membimbing agar selamat dalam perjalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana ciri yang guru yang baik, dan cocok untuk menjadi guru kita? Jalan pertama adalah kembali kepada doktrin di atas: Murnikan ketaatan dan jaga kesucian. Lakukan dengan khusyu', hanya berharap ridho Allah, dan berdoa ditunjukkan guru yang lurus dan diridhoi. Jangan terlalu banyak berpikir dan berlogika, gunakan hati dalam menimbang kebenaran. Maka nanti kita akan didekatkan dengan orang yang ikhlas dalam mengajarkan ilmu, rendah hati, tinggi ilmunya. Pada saat ketemu dengan orang tersebut maka hati kita akan berkata, itu guru yang selama ini engkau cari ...datangilah dan berbaiatlah kepadanya sebagai murid. Setelah guru kita dapatkan maka yang pertama kita rasakan adalah ketenangan, semangat menggapai akhirat, semangat menghirup ilmu-ilmu untuk mengenal Allah. Sebaliknya guru yang buruk biasanya hanya pandai berbicara dan berorasi, namun dalam kesehariannya tidak menampakkan sesuatu hal yang bisa dijadikan teladan, atau ada kewajiban yang ditinggalkan atau melakukan kemaksiatan.&lt;br /&gt;Bila hal ini tidak dirasakan maka kembalilah lagi kepada: Murnikan ketaatan dan jaga kesucian, mungkin saja diri kita yang masih berprasangka, atau memang orang yg kita tuju bukan guru yang dimaksud, maka Allah akan memberikan petunjuknya. Insya Allah..Ingat kawan: Jalan keselamatan, Cinta Allah, Surga, Kebahagiaan ada pada Kemurnian dalam taat dan kesucian jiwa.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memurnikan ketaatan:&lt;br /&gt;1. Menjaga jumlah sholat dan kualitas sholat/ mendisiplinkan diri berjamaah dan sholat malam.&lt;br /&gt;2. Memperbanyak dan menjaga kualitas dzikir/mendisiplinkan jumlah bacaan dzikir.&lt;br /&gt;3. Memperbanyak membaca, menghatamkan dan membaca Al Quran.&lt;br /&gt;4. Menjaga quantitas dan kualitas puasa.&lt;br /&gt;5. Menyerahkan masalah kepada Allah.&lt;br /&gt;6. Menjaga yang wajib, menambah yang sunnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjaga kesucian:&lt;br /&gt;1. Menjaga makanan yang masuk ke dalam tubuh.&lt;br /&gt;2. Menjaga suara yang keluar dari mulut.&lt;br /&gt;3. Menjaga anggota tubuh dari berbuat maksiat.&lt;br /&gt;4. Berkumpul dengan orang sholeh.&lt;br /&gt;5. Menjauhkan diri dari orang yang berperangai buruk.&lt;br /&gt;6. Sering memalingkan diri dari kelezatan dan hiruk pikuk dunia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://suluk.blogsome.com"&gt;&lt;img src='http://suluk.blogsome.com/images/suluk09_120x60.png' alt="Suluk::Hanya Sekeping Cermin" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35418826-46070991777616027?l=wahjoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahjoe.blogspot.com/feeds/46070991777616027/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2010/07/murnikan-ketaatan-jaga-kesucian-kunci.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/46070991777616027'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/46070991777616027'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2010/07/murnikan-ketaatan-jaga-kesucian-kunci.html' title='Murnikan ketaatan, jaga kesucian: Kunci Keselamatan itu..'/><author><name>Budhi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Poe8x-uxWKM/SOrCjWKh0YI/AAAAAAAAABs/Z0NEBIqa3pk/S220/baZZo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35418826.post-3409201658707306466</id><published>2010-07-15T08:49:00.003+07:00</published><updated>2010-07-15T09:39:25.280+07:00</updated><title type='text'>Tanda-tanda lurus/sesatnya seorang sufi</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Lurusnya seorang sufi ditandai dari hal-hal berikut:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Baik akhlaknya.&lt;br /&gt;2. Menjaga yang wajib.&lt;br /&gt;3. Sedikit bicaranya.&lt;br /&gt;4. Ramah sikapnya.&lt;br /&gt;5. Rela berkorban.&lt;br /&gt;6. Murah senyum.&lt;br /&gt;7. Sedikit makannya karena banyak puasa.&lt;br /&gt;8. Meninggalkan yang mubah dan sia-sia.&lt;br /&gt;9. Menambah yang sunnah.&lt;br /&gt;10. Suka menolong.&lt;br /&gt;11. Pekerja keras karena tidak bergantung oleh orang lain.&lt;br /&gt;12. Jauh dari kemaksiatan dan dosa.&lt;br /&gt;13. Menjaga hak saudaranya.&lt;br /&gt;14. Menjaga aib saudaranya.&lt;br /&gt;15. Hafal/menghafal Al Quran dan Hadis.&lt;br /&gt;16. Menjauhi debat dan penghakiman.&lt;br /&gt;17. Menghindari konflik yang sia-sia.&lt;br /&gt;18. Orang senang melihat dan dekat dengannya.&lt;br /&gt;19. Menolong orang yang kesusahan.&lt;br /&gt;20. Mewaspadai penyakit-penyakit hati yang samar.&lt;br /&gt;21. Tidak takut miskin/kehabisan rejeki.&lt;br /&gt;22. Banyak doanya.&lt;br /&gt;23. Mulutnya, pikirannya, hatinya tidak pernah berhenti berzikir.&lt;br /&gt;24. Yakin dengan pengaturan Allah.&lt;br /&gt;25. Sedikit tidur karena banyak ibadah.&lt;br /&gt;26.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tanda-tanda sesatnya seorang sufi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Kaku dan tidak menyenangkan.&lt;br /&gt;2. Mudah menghakimi dan menuduh.&lt;br /&gt;3. Suka mendebat, mencela dan merasa paling benar.&lt;br /&gt;4. Perangainya bagus di depan khalayak dan buruk bila sendiri.&lt;br /&gt;5. Ibadahnya dangkal dan tidak mempedulikan kehadiran Allah dalam hati.&lt;br /&gt;6. Membeda-bedakan kaum muslimin.&lt;br /&gt;7. Mukanya muram, berkerut, dan enggan mengucapkan salam bahkan kepada sesama muslim.&lt;br /&gt;8. Egosentris dan tidak berempati dengan lingkungan.&lt;br /&gt;9. Hanya senang berbicara ibadah tetapi tidak melakukannya.&lt;br /&gt;10. Tidak suka menghafal dan membicarakan Al Quran.&lt;br /&gt;11. Kering pembicaraannya dan tidak menenangkan jiwa.&lt;br /&gt;12. Menggantungkan rejekinya kepada kemurahan orang lain.&lt;br /&gt;13. Masih mengkhawatirkan miskin.&lt;br /&gt;14. Masih bergantung pada akal dalam mensikapi takdir.&lt;br /&gt;15. Hatinya penuh syak dan prasangka terhadap orang dan kejadian.&lt;br /&gt;16. Banyak makannya.&lt;br /&gt;17. Besar syahwatnya terhadap wanita.&lt;br /&gt;18. Kikir bin bakhil.&lt;br /&gt;19. Dihinggapi penyakit-penyakit hati seperti: ujub, riya', sum'ah.&lt;br /&gt;20. Tidak tahan lapar, sakit.&lt;br /&gt;21. Banyak tidurnya.&lt;br /&gt;22. Mata duitan dan komersil bila merasa dibutuhkan (berharap imbalan saat menolong, membacakan doa, ceramah/mengajar).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://suluk.blogsome.com"&gt;&lt;img src='http://suluk.blogsome.com/images/suluk09_120x60.png' alt="Suluk::Hanya Sekeping Cermin" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35418826-3409201658707306466?l=wahjoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahjoe.blogspot.com/feeds/3409201658707306466/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2010/07/tanda-tanda-lurussesatnya-seorang-sufi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/3409201658707306466'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/3409201658707306466'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2010/07/tanda-tanda-lurussesatnya-seorang-sufi.html' title='Tanda-tanda lurus/sesatnya seorang sufi'/><author><name>Budhi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Poe8x-uxWKM/SOrCjWKh0YI/AAAAAAAAABs/Z0NEBIqa3pk/S220/baZZo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35418826.post-3789137571034302304</id><published>2010-06-30T15:09:00.005+07:00</published><updated>2011-10-15T11:29:58.697+07:00</updated><title type='text'>Makna ibadah bagi kaum sufi</title><content type='html'>Makna ibadah bagi kaum sufi adalah suatu alat, jalan, sarana, dalam proses 'Pensucian Jiwa' dalam usaha mencapai tujuan utama yaitu kembali kepada Allah SWT. Saat nyawa belum ditiupkan ke dalam jasad, manusia sudah membuat perjanjian dengan Allah untuk mengakui Allah sebagai Rabb, dan dengan percaya diri mengambil amanat terberat yang enggan diambil oleh makhluk lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum sufi membagi perjalanan manusia, menjadi bagian-bagian:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Tujuan perjalanan. Tujuan perjalanan kaum sufi adalah Allah. Tidak ada tujuan lain selain Allah. Tidak surga, tidak neraka, tidak pahala, tidak menghindar dosa. Tujuan utama hanya Allah, Allah, dan Allah ...dimana hal ini diucapkan dalam doa iftitah (&lt;i style="font-style: italic;"&gt;sesungguhnya sholatku&lt;/i&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;i style="font-style: italic;"&gt;ibadahku&lt;/i&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;, hidupku dan matiku  hanya untuk ALLAH, Rabb semesta alam&lt;/span&gt;). Sedang masalah surga, pahala dan sejenisnya adalah bonus sampingan dan bukan tujuan utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Jalur mana yang harus ditempuh. Jalur yang ditempuh adalah yang ditunjukkan oleh Allah melalui gerak batinnya. Dimana gerak batinnya tidak boleh menyimpang dari Al Quran dan hadits.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Dengan apa berjalannya. Kaum sufi berjalan dengan pensucian jiwa. Pensucian jiwa akan membuat seorang sufi 'diperjalankan' oleh Allah. Kebalikannya mengotori jiwa akan membuat langkah seorang sufi akan mundur. Langkah awal oleh semua kaum sufi adalah sama yaitu tobat, tidak ada perjalanan spiritual tanpa melalui pintu ini. Jalan-jalan pensucian jiwa ini adalah tobat, menjauhi larangan secara mutlak, dzikir, sholat, banyak lapar, membaca Quran, meninggalkan hal mubah yang sia-sia, mengawasi secara ketat gerak-gerik nafsu dan syahwatnya, menahan diri dari tipuan-tipuan dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Apa halangan-halangannya. Halangan terbesar bagi seorang sufi adalah lupa kepada Allah walau sekejap. Pelanggaran dosa adalah suatu bentuk penghinaan terhadap Allah, melakukan kesia-siaan adalah bentuk peremehan Allah. Hal-hal yang membuat lupa adalah dunia, dunia menggoda hawa nafsu, dan hawa nafsu juga dibisiki oleh syetan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Sia-sianya ibadah. Ibadah yang tidak bertujuan kepada Allah. Masih berharap selain Allah meskipun itu dibenarkan, seperti berharap surga, dijauhkan dari neraka, mendapat pahala, adalah bentuk-bentuk kemunduran seorang penempuh jalan spiritual. Bagi kaum sufi menjaga kesempurnaan ibadah bukan merupakan syarat ditolak/diterimanya suatu amalan, namun lebih kepada penyebab turunnya rahmat Allah. Rahmat Allah berupa 'rasa makrifatullah' lebih diharapkan oleh kaum sufi daripada sekedar pahala ataupun nikmat dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wallahua'lam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://suluk.blogsome.com"&gt;&lt;img src='http://suluk.blogsome.com/images/suluk09_120x60.png' alt="Suluk::Hanya Sekeping Cermin" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35418826-3789137571034302304?l=wahjoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahjoe.blogspot.com/feeds/3789137571034302304/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2010/06/makna-ibadah-bagi-kaum-sufi.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/3789137571034302304'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/3789137571034302304'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2010/06/makna-ibadah-bagi-kaum-sufi.html' title='Makna ibadah bagi kaum sufi'/><author><name>Budhi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Poe8x-uxWKM/SOrCjWKh0YI/AAAAAAAAABs/Z0NEBIqa3pk/S220/baZZo.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35418826.post-2692037779427254019</id><published>2010-06-30T09:17:00.003+07:00</published><updated>2011-09-03T12:27:36.159+07:00</updated><title type='text'>Praktek tasawuf dalam keseharian</title><content type='html'>Apa yang membedakan tasawuf dan bukan tasawuf? Seringkali orang bermain definisi sehingga semakin membingungkan. Oleh karena itu dalam tulisan ini saya ketengahkan bagaimana sikap mental seorang yang menempuh jalan salik, jalan spiritual, tasawuf, dan sufistik? Seorang penempuh jalan sufi, terkadang geli namun juga kesal dengan komentar orang-orang yang tidak mengikuti jalan tasawuf yang bicara seenaknya sendiri, seakan-akan mereka mengenal dengan baik terhadap tasawuf. Tasawuf memang ada yang sesat, sebagaimana umat Islam sendiri ada yang fasiq dan munafiq. Pengikut tasawuf sendiri memang ada yang tersesat, namun menyesatkan semua pengikut tasawuf adalah bentuk kesesatan juga..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hakekatnya orang-orang tasawuf tidak mengada-ngadakan sesuatu yang  baru. Mereka hanyalah menempuh jalan-jalan penyucian dengan dasar-dasar yang juga ada di dalam Al Quran dan hadits. Semoga contoh-contoh berikut akan menjelaskan apa sesungguhnya tasawuf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 100%; font-weight: bold;"&gt;Menyelesaikan konflik dengan orang tua.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Seorang akhwat berdebat keras dengan orangtuanya saat pertama kali memakai hijab. Si akhwat bingung karena orangtuanya melarangnya mengenakan hijab, padahal hal tersebut adalah perintah dari Allah. Guru ngajinya mengatakan, tidak ada ketaatan kepada orangtua untuk hal yang mungkar. Tetapi masih ada keraguan dari si akhwat, karena orangtuanya tidak menyuruh mempersekutukan Allah, dan betapa mulianya orangtua dimata Allah. Meskipun nantinya si akhwat memakai hijab, secara otomatis ortunya akan tidak meridhoinya, maka sudah pasti bahwa kehidupannya akan tidak berkah. Bagaimana mensikapinya? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian seperti ini sering ditemui dalam keseharian, dalil-dalil saling berbenturan sehingga menimbulkan konflik di dalam diri yang sangat luar biasa.&lt;br /&gt;Bagi penganut non-tasawuf maka seluruhnya akan dikembalikan kepada teks-teks, sehingga semuanya bergantung dari ilmu yang memberikan fatwa.&lt;br /&gt;Namun bagi seorang penganut tasawuf hal ini akan dilakukan dengan senyum:&lt;br /&gt;"Allah, sangat menyayangiku dan merindukan munajatku, dengan memberiku masalah seperti ini. Diambilnya air wudhu, didirikannya sholat dua rakaat dan kemudian dipanjatkannya doa.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Duhai Allah, aku berusaha patuh dan selalu berada dalam ketaataan dalam beribadah kepadaMu, masalah yang aku hadapi sudah berada di luar kemampuan aku berpikir dan bertindak. Dalil yang aku baca dan aku dengar tidak cukup membuatku hatiku tenang. Engkau pemilik hati, Engkaulah pemilik kemuliaan, hanya kepadaMu semua urusan dikembalikan. Pada hari ini aku menyerahkan urusan ini kepadaMu, maafkan bila kedhoifanku bertindak tidak sesuai dengan jalanMu, tidak ada niat untuk ingkar terhadap perintahMu, dan  Engkau sangat tahu itu. Aku mohon ampun apabila jalan yang aku ambil ini bernilai dosa, tetapi Engkau paling mengetahui niat dalam hatiku yang terdalam. Maafkan dan ampunilah aku ya Allah, cukuplah Engkau menjadi Penolong dan Pembimbingku"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah memanjatkan doa-doa, maka seorang pengikut jalan tasawuf hanya bertugas melihat 'pergerakan hati' nya. Inilah yang 'dibuang' dalam ajaran non-tasawuf. Pergerakan hati inilah yang dianggap sebagai 'jawaban dari Allah'. Bagaimana kualitas kebenaran dari 'pergerakan hati' ini? Jawabannya sungguh sederhana. Perbuatan yang dilakukan dengan 'fatwa hati' yang dilakukan setelah menempuh jalan di atas harus menimbulkan kemantapan berpikir, ketenangan bertindak, dan ketaatan yang bertambah. Seorang yang telah melakukan proses syar'i dalam mengambil keputusan, tidak khawatir 'salah' dan bergantung kepada logikanya lagi. Mengapa demikian? Dengan menyerahkan masalah kepada Allah dalam doa, maka seorang sufi telah bertawakkal dengan hasilnya. Lagipula hasil bagi seorang sufi bukan tujuan, karena tujuan utama seorang sufi adalah &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;bagaimana terus-menerus dalam pensucian dan terus-menerus dalam ketaatan kepada Allah. Karena mendekatkan diri kepada Allah dan merasakan kehadiran Allah lebih utama dari masalah itu sendiri.&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;Sehingga setelah melakukan ritual di atas, maka hidupnya dilanjutkan lagi dengan melakukan ketaatan dan pensucian jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah sikap mental seorang penganut tasawuf. Perhatikan ritual di atas, apakah ada perbuatan yang diada-adakan? Seorang penganut tasawuf sadar betul bahwa dirinya terbatas dalam memahami dalil-dalil dalam Al Quran karena semua penerjemah dan ahli tafsir bukanlah manusia-manusia maksum. Semua dari mereka hidup dalam kondisi masing-masing. Pendapat ahli tafsir tidaklah universal tetapi situasional dan kondisional. Inilah sebabnya di antara para ahli tafsir sendiri ada perbedaan pendapat. Para pengikut jalan sufi ini mengambil jalan paling sederhana dalam mencari pemecahan, yaitu sesuai dengan perintah Allah untuk mengembalikan urusan kepadaNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;153. Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai  penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang  sabar.&lt;/span&gt; (Al Baqarah)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;123. Dan kepunyaan Allah-lah apa yang ghaib di langit dan di bumi dan  kepada-Nya-lah dikembalikan urusan-urusan semuanya, maka sembahlah Dia, dan  bertawakkallah kepada-Nya. Dan sekali-kali Tuhanmu tidak lalai dari apa yang  kamu kerjakan.&lt;/span&gt; (Huud;123)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;186. Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah),  bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa  apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala  perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada  dalam kebenaran. (Al Baqarah)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah jalan yang ditempuh oleh penganut tasawuf/sufi. Dimana Al Quran dan sunnah dijadikan pagar pembatas dan pelindung agar seseorang tidak terjerumus. Sedangkan pemecahan suatu masalah sepenuhnya diserahkan kepada Allah bukan kepada akal/logika/hawa nafsu. Karena bagi seorang sufi, jalan yang lurus dan benar itu hanya satu yaitu yang datangnya dari Allah bukan dari nafsu. Sedangkan Al Quran dan sunnah itu kebenaran yang memiliki pintu yang banyak, apabila kita memasukinya dari pintu yang salah maka malah menyebabkan kita bingung dan bahkan bisa tersesat. Inilah mentalitas cara berpikir kaum sufi, tidak meninggalkan hukum dasar dan terus menerus menyucikan diri dengan ketaatan dalam usaha menajamkan 'komunikasi' batin dengan Sang Pencipta Alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi pengikut jalan tasawuf, suka duka hidup itu sendiri bukan fokus utama dalam menempuh kehidupan ini. Yang terpenting adalah bagaimana "MENGHADIRKAN ALLAH SETIAP SAAT DALAM HATI, PIKIRAN, PERASAAN DAN PERBUATAN". Mereka akan bersegera meminta dibukakan pintu hikmah dalam setiap kejadian, sehingga mereka dapat bersabar daripadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahua'lam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://suluk.blogsome.com"&gt;&lt;img src='http://suluk.blogsome.com/images/suluk09_120x60.png' alt="Suluk::Hanya Sekeping Cermin" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35418826-2692037779427254019?l=wahjoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahjoe.blogspot.com/feeds/2692037779427254019/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2010/06/praktek-tasawuf-dalam-keseharian.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/2692037779427254019'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/2692037779427254019'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2010/06/praktek-tasawuf-dalam-keseharian.html' title='Praktek tasawuf dalam keseharian'/><author><name>Budhi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Poe8x-uxWKM/SOrCjWKh0YI/AAAAAAAAABs/Z0NEBIqa3pk/S220/baZZo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35418826.post-7002814226794267949</id><published>2010-06-27T16:32:00.004+07:00</published><updated>2010-06-27T17:31:44.432+07:00</updated><title type='text'>Indikator kelurusan ulama</title><content type='html'>Saat ini umat dibingungkan oleh orang-orang yang mengaku sebagai alim, ulama, ustadz, dengan berbagai jubah kebesaran, jenggot panjang, sorban, jidat menghitam. Pakaian putih, bersih, rapih. Bacaan enak didengar, lucu, menghibur, memberi semangat atas suatu amalan dan seterusnya. Apakah mereka adalah orang-orang yang benar-benar menyeru di jalan Allah? Benar bahwa barangsiapa berpegang kepada Al Quran dan Sunnah maka dia tidak akan tersesat. Namun saat ini muncul sekelompok manusia yang menggunakan Al Quran dan Sunnah untuk kepentingan yang sempit. Mereka dikelabui setan dengan alasan dakwah, dakwah, dakwah, namun sesungguhnya mereka dijerumuskan ke dalam kebanggaan, pujian, pengagungan, nama besar, pujian atas kealiman, ketinggian ilmu, banyaknya amalan yang dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hadits riwayat Jabir bin Abdullah ra. ia berkata: Seseorang datang kepada Rasulullah saw. di Ji'ranah sepulang dari perang Hunain. Pada pakaian Bilal terdapat perak. Dan Rasulullah saw. mengambil dari untuk diberikan kepada orang-orang. Orang yang datang itu berkata: Hai Muhammad! Berbuatlah adil! Rasulullah saw. bersabda: Celaka kamu! Siapa lagi yang bertindak adil, bila aku tidak adil? Aku pasti akan rugi, jika aku tidak adil. Umar bin Khathab ra. berkata: Biarkan aku membunuh orang munafik ini, wahai Rasulullah. Rasulullah saw. bersabda: Aku berlindung kepada Allah dari pembicaraan orang bahwa aku membunuh shahabatku sendiri. Sesungguhnya orang ini dan teman-temannya memang membaca Al Qur'an, tetapi tidak melampaui tenggorokan mereka (tidak bisa mengambil manfaat dari apa yang mereka baca. Mereka hanya sekedar membaca). Mereka keluar dari Al Qur'an, sebagaimana anak panah keluar dari binatang buruan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana membedakan penyeru yang lurus dan penyeru yang melenceng niatnya? Pada prinsipnya penyeru-penyeru yang ada sekarang ini memang niat dasarnya adalah dakwah Islamiah, memperkenalkan Islam, namun ada satu hal yang mereka lupa, bahwa hal itu adalah lebih utama, yaitu membuat umat mengenal, mencintai, takut kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi ciri-ciri sederhana bahwa ada sesuatu yang 'salah' adalah setelah mendengar khutbah maka yang mendengar akan merasa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Melakukan ibadah dengan giat agar mulia hidupnya di dunia.&lt;br /&gt;2. Taat agar Allah membaguskan fisik lahiriahnya di mata manusia.&lt;br /&gt;3. Hati keruh dan membenci suatu kelompok.&lt;br /&gt;4. Hati marah, gusar, dan membenci sesama saudara karena berbeda pemahaman.&lt;br /&gt;5. Membenci saudara sendiri karena aibnya, bukan membenci perbuatannya.&lt;br /&gt;6. Banyak mencela, memaki dan menghujat.&lt;br /&gt;7. Merasa diri adalah kelompok yang berjalan di atas kebenaran, dan orang lain tersesat dan perlu dikasihani.&lt;br /&gt;8. Merasa diri bersih dari dosa dan suci.&lt;br /&gt;9. Terfokus untuk menyegerakan ibadah agar masalahnya cepat selesai.&lt;br /&gt;10. Mengumbar azab dan neraka, sehingga yang mendengar akan mengidentikan bahwa Allah adalah Maha Penyiksa. Hal ini benar, namun Allah lebih suka bila dikenal sebagai Yang Pengasih dan Penyayang.&lt;br /&gt;11. Membuat pendengar merasa menjadi orang-orang berilmu, dan selamat karena ilmunya.&lt;br /&gt;12. Banyak menghina, mengkafirkan ulama-ulama dari kelompok kaum muslimin yang lain.&lt;br /&gt;13. Sifatnya kaku, kasar, dan tidak menyenangkan dilihat.&lt;br /&gt;14. memaksa, menakut-nakuti dengan neraka untuk melakukan suatu amalan, apalagi berususan dengan harta.&lt;br /&gt;15. Membuat hati gelisah, sedih, takut bukan karena Allah, tapi karena permasalahan yang dihadapi dan efek bagi dirinya.&lt;br /&gt;16. Berfokus pada memperbagus amaliyah, lupa memperbaiki niat, dan pengawasan Allah (ihsan).&lt;br /&gt;17. Berpikir cukup dengan amal yang bagus dan sempurna maka amalan akan diterima oleh Allah.&lt;br /&gt;18. Membuat lupa bahwa amal ibadah adalah usaha berkhidmat kepada Allah. Sehingga amal ibadah lebih diutamakan dari rasa terawasi oleh Allah (ihsan)&lt;br /&gt;19. Memperkenalkan Allah sebatas kata-kata, dan tidak pernah merasuk ke dalam jiwa.&lt;br /&gt;20. Menangis hanya pada ayat siksa, namun hambar saat bertemu ayat pengagungan Allah.&lt;br /&gt;21. Terasa garing, kering, boring, membosankan dan tidak menyentuh qalbu yang paling dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ulama mana yang sebenarnya harus diikuti?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Yang membuat takut pada Allah.&lt;br /&gt;2. Yang membuat kita bersegera mengambil air wudhu dan segera bertobat atas dosa-dosa.&lt;br /&gt;3. Yang membuat kita merasa bersalah dan malu di hadapan Allah.&lt;br /&gt;4. Yang membuat kita hilang selera melihat dunia.&lt;br /&gt;5. Yang membuat kita hilang selera membicarakan aib orang lain karena begitu terbuka dan besarnya aib diri sendiri.&lt;br /&gt;6. yang memaksa kita mengkaji Quran dan berniat mempelajari dan menghafalkannya.&lt;br /&gt;7. yang membuat kita meninggalkan perbuatan keji dan sia-sia.&lt;br /&gt;8. yang mampu menggambarkan Allah sebagai yang Pengasih, Penyayang, Maha Lembut.&lt;br /&gt;9. Yang membuat orang bersyukur.&lt;br /&gt;10 Yang banyak membuat orang sadar akan dirinya yang dhaif, dan Allah yang Agung.&lt;br /&gt;11. Yang membuat orang rindu pada Nabi dan mengirimkan salawat kepada beliau.&lt;br /&gt;12. Yang membuat orang memandang remeh terhadap dunia dan perhiasannya.&lt;br /&gt;13. Yang membuat orang sadar bahwa semua yang ada pada dirinya adalah titipan yang harus digunakan untuk mendekat kepada Allah.&lt;br /&gt;14. Banyak menangis dan bergetar saat sholat, mendengar lantunan/membaca Al Quran.&lt;br /&gt;15. Mengasihani orang yang berbuat zalim dan kufur.&lt;br /&gt;16. Bicaranya tenang, lembut, yang perlu dan sesuai dengan yang dimaksud. Tidak bicara yang hanya mengundang tawa, contoh yang tidak relevan, dan ekspresi mengundang tawa untuk membuat orang senang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dakwah adalah sarana untuk mengenalkan Allah sehingga seorang manusia beriman kepadaNya, kemudian baru mengajak orang yang telah mengakui Allah untuk melaksanakan syariat sebagai wujud keimanan, kemudian mengajak orang yang telah mengerjakan syariaat untuk memurnikan ketaatan, menjauhkan diri dari yang sia-sia dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah. Dakwah yang bersih adalah menjauhkan diri dari mengurusi keimanan dan tingkatan beragama orang lain. Karena tugas utama dakwah adalah hanya menyeru, bukan memaksa, bukan mengemas supaya orang tertarik, menyeru, menyeru, sampaikan apa adanya sesuai pemahaman kita, dan harus berjiwa besar kalau orang yang kritisi ternyata wawasan keilmuannya jauh melebih kita, dalam posisi demikian kitalah yang harus mendengar. Kalau seandainya kita berniat meluruskan maka, ilmu kita haruslah sepadan. Karena menjadi aneh bila kita membenarkan seorang yang ilmu agamanya lebih tinggi dan mengatakan kita yang benar dan ulama-ulama itu yang disesatkan. Wallahua'lam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://suluk.blogsome.com"&gt;&lt;img src='http://suluk.blogsome.com/images/suluk09_120x60.png' alt="Suluk::Hanya Sekeping Cermin" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35418826-7002814226794267949?l=wahjoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahjoe.blogspot.com/feeds/7002814226794267949/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2010/06/indikator-kelurusan-ulama.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/7002814226794267949'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/7002814226794267949'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2010/06/indikator-kelurusan-ulama.html' title='Indikator kelurusan ulama'/><author><name>Budhi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Poe8x-uxWKM/SOrCjWKh0YI/AAAAAAAAABs/Z0NEBIqa3pk/S220/baZZo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35418826.post-1353644107476512616</id><published>2010-06-04T16:32:00.003+07:00</published><updated>2011-09-03T12:28:34.982+07:00</updated><title type='text'>1/2 bathil + 1/2 haq = bathil</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;        Mungkin kita pernah mendengar jargon STMJ = Sholat terus Maksiat jalan. &lt;/span&gt;Sesungguhnya yang haq dan yang batil itu tidak bisa bercampur, meskipun tidak mutlak, namun tetap saja orang yang menganut jargon ini belum berada pada jalan yang lurus. Lho, bukannya setiap orang pasti berdosa dan berbuat dosa. Betul! Namun hakikatnya berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang  pertama:&lt;br /&gt;Orang yang berdosa/berbuat dosa kemudian menganggap dosa adalah hal yang wajar karena masih diimbangi dengan kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kedua:&lt;br /&gt;Orang yang berdosa/berbuat dosa kemudian sadar bahwa itu adalah perbuatan dosa, dan segera memohonkan ampun dan meminta Allah agar melepaskan dirinya dari perbuatan dosa tersebut.&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;Hal kedualah yang harus ada dalam diri kaum muslimin.&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i&gt;18. Sebenarya Kami melontarkan yang hak kepada yang batil lalu yang hak itu menghancurkannya, maka dengan serta merta yang batil itu lenyap. Dan kecelakaanlah bagimu disebabkan kamu mensifati (Allah dengan sifat-sifat yang tidak layak bagi-Nya).&lt;/i&gt; (Al Anbiyaa’)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;          Hawa nafsu adalah tempat yang subur bagi syetan untuk menebarkan benih-benih kesesatan. Kemaksiatan dan kesesatan yang ditanamkan ini hanya bisa dikalahkan dengan mengurangi kebutuhannya, yaitu melampiaskan syahwat. Saat syahwat tidak diakomodasi maka hawa nafsu akan mengering dan lemah. Saat kondisi ini cahaya illahi dapat menembus kalbu. Syahwat yang dituruti menyebabkan berkembangnya segala jenis kemaksiatan, ibarat hutan rimba yang tidak dapat tertembus sinar matahari. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;         Syetan beraksi dengan penipuan model terbaru yang samar. Tidak lagi menggunakan cara-cara lama yang kasar. Syetan mencampuradukkan yang haq dan yang batil sehingga produknya tetap satu yaitu kebatilan.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i&gt;71. Hai Ahli Kitab, mengapa kamu mencampur adukkan yang haq dengan yang bathil, dan menyembunyikan kebenaran, padahal kamu mengetahuinya? &lt;/i&gt;(Ali Imran)&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;         Dalam hal ini jelas bahwa ahli kitab mengetahui yang haq namun menyampurkannya dengan yang bathil sehingga hasilnya adalah kebathilan. Jadi apabila kita mendengar slogan, sholat jalan, maksiat jalan, dengan harapan akan seimbang hitungan pahala dan dosanya, maka sesungguhnya jalan ini adalah jalan yang bathil, maksiat, dan sesat. Meskipun benar bahwa ada pahala dalam setiap kebaikan yang dijalankan. Namun pemahaman ini berhenti hanya pada tataran jual-beli (baca tulisan sebelum ini). &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: georgia; font-size: 12pt;"&gt;          &lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Di dalam Islam, pengabdian itu ditujukan kepada Allah, dengan cara Allah, dan dalam proses yang terus-menerus. Setiap kebaikan akan berimplikasi kepada kebaikan yang lebih luas, sebagaimana domino efek. Menjalankan ketaataan dengan berharap hanya dihitung ‘satu pahala’ adalah pikiran yang sangat naif. Dalam proses keimanan memang ada naik turun, namun demikian dibalik kebaikan dan ketaatan ada yang disebutkan sebagai Ridho Ilahi, dimana saat Allah ridho pada perbuatan hamba maka tidak hanya pahala yang didapat bahkan dilipatkan, namun yang lebih utama merasakan kedekatan dengan Allah yang menenggelamkan kita dalam laut makrifat (mengenal Allah)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://suluk.blogsome.com"&gt;&lt;img src='http://suluk.blogsome.com/images/suluk09_120x60.png' alt="Suluk::Hanya Sekeping Cermin" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35418826-1353644107476512616?l=wahjoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahjoe.blogspot.com/feeds/1353644107476512616/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2010/06/12-bathil-12-haq-bathil.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/1353644107476512616'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/1353644107476512616'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2010/06/12-bathil-12-haq-bathil.html' title='1/2 bathil + 1/2 haq = bathil'/><author><name>Budhi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Poe8x-uxWKM/SOrCjWKh0YI/AAAAAAAAABs/Z0NEBIqa3pk/S220/baZZo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35418826.post-7172025028737056907</id><published>2010-06-04T13:11:00.002+07:00</published><updated>2011-10-15T11:31:35.028+07:00</updated><title type='text'>Sifat dan akhlak Rasulullah</title><content type='html'>Beliau adalah orang yang lembut, murh hati, mampu menguasai diri, suka memaafkan saat memegang kekuasaan dan sabar saat ditekan. Aisyah berkata,"Jika Rasulullah Saw harus memilih di antara  dua perkara, tentu beliau memilih yang paling mudah di antara keduanya, selagi itu bukan suatu dosa. Jika suatu dosa, maka beliau adalah orang yagn paling menjauh darinya. Beliau tidak membalas untuk dirinya kecuali jika ada pelanggaran terhadap kehormatan Allah, lalu dia membalas karena Allah. Beliau adalah orang yang paling tidak mudah marah dan paling cepat ridha. Beliau murah hati dan dermawan, dan selalu memberikan apapun dan tidak takut menjadi miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Abbas berkata,"Nabi Saw adalah orang yang paling murah hati. Kemurahan hati beliau yang paling nampak yaitu pada bulan Ramadhan saat didatangi Jibril. Jibril menghampiri beliau setiap malam apada bulan Ramadhan, untuk mengajarkan Al Quran kepada beliau. Beliau benar-benar orang yang sangat murah hati dalam memberikan hal-hal yang baik atau beramal daripada angin yang berhembus."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Saw adalah orang yang pemalu dan suka menundukkan mata. Abu Sa'id Al-Khudry berkata," Beliau Saw adalah orang  yang lebih pemalu daripada gadis di tempat pengitannya. Jika tidak menyukai sessuatu, maka bisa diketahui dari raut mukanya." Belaiau tidak pernah lama memandang ke wajah seseorang, menundukkan pandangan, lebih banyak memandang ke arah tanah daripada memandnag ke arah langit, pandangannya jeli, tidak mempermalukan seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Saw adalah orang yang paling adil, paling mampu menahan diri, paling jujur perkataannya dan paling besar amanatnya. Beliau tidak menginginkan orang yang sedang duduk untuk berdiri menyambutnya, seperti yang dilakukan para raja, beliau terbiasa menjenguk orang sakit, duduk-duduk bersama orang-orang miskin, memenuhi undangan hamba sahaya, duduk di tengah para sahabat, sama seperti keadaan mereka. Aisyah ra berkata," Beliau biasa menambal sepatunya, menjahit bajunya, melakukan pekerjaan dengan tanan sendiri, seperti dilakukan salah seorang  di antara kalian di dalam rumahnya. Beliau sama dengan orang lain, mencuci pakaiannya, memerah air susu dombanya, dan membereskan urusannya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau adalah orang yang paling berusaha untuk memenuhi janji, menyambung tali persaudaraan, paling menyayangi dan bersikap lemah lembut terhadap orang lain, paling bagus pergaulannya, paling lurus akhlaknya, jauh dari keburukan, tidak pernah berbuat keji atau menganjurkan kekejian, tidak suka mengumpat, tidak membalas keburukan dengan tindakan serupa tetapi membiarkannya dengan ikhlas. (Shirah Nabawiyah)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://suluk.blogsome.com"&gt;&lt;img src='http://suluk.blogsome.com/images/suluk09_120x60.png' alt="Suluk::Hanya Sekeping Cermin" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35418826-7172025028737056907?l=wahjoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahjoe.blogspot.com/feeds/7172025028737056907/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2010/06/sifat-dan-akhlak-rasulullah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/7172025028737056907'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/7172025028737056907'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2010/06/sifat-dan-akhlak-rasulullah.html' title='Sifat dan akhlak Rasulullah'/><author><name>Budhi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Poe8x-uxWKM/SOrCjWKh0YI/AAAAAAAAABs/Z0NEBIqa3pk/S220/baZZo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35418826.post-192482953105041220</id><published>2010-06-03T14:26:00.004+07:00</published><updated>2010-06-03T17:04:23.649+07:00</updated><title type='text'>Semua Ketaataan Harus Menuju Allah</title><content type='html'>Masih banyak diantara kita yang kebingungan dalam ketaatannya. Bagaimana menempatkan ketaatan? bagaimana menempatkan ibadah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Ada yang ketaataannya berhenti sebatas jual-beli kepada Allah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan firman Allah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;111. Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta  mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah;  lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari  Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. Dan siapakah yang lebih menepati  janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah  kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.&lt;/span&gt; (At Taubah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada yang salah dengan jual beli dalam ketaatan yang didasarkan keimanan kepada Allah, namun harus diketahui oleh kaum muslimin ada usaha yang lebih tinggi daripada itu semua yaitu MENDEKAT KEPADA ALLAH. Pada saat ketaatan kita berhenti hanya pada melakukan kebaikan, ibadah dan ketaatan semata-mata hanya untuk selamat dari neraka dan masuk ke dalam surga, maka sangat merugilah posisi ini, meskipun telah berjalan di jalan yang lurus, maka ada posisi yang lebih tinggi dari itu yaitudekat/mendekati Allah....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;35. Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;carilah jalan  yang mendekatkan diri kepada-Nya&lt;/span&gt;, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu  mendapat keberuntungan. &lt;/span&gt;(Al Maidah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;99. Di antara orang-orang Arab Badwi itu ada orang yang beriman kepada Allah dan  hari kemudian, dan memandang apa yang dinafkahkannya (di jalan Allah) itu,  sebagai jalan untuk mendekatkannya kepada Allah dan sebagai jalan untuk  memperoleh doa Rasul. Ketahuilah, sesungguhnya nafkah itu adalah suatu jalan  bagi mereka untuk mendekatkan diri (kepada Allah). Kelak Allah akan memasukan  mereka kedalam rahmat (surga)Nya; Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha  Penyayang.&lt;/span&gt; (At Taubah)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;11. Mereka itulah yang didekatkan kepada Allah.&lt;/span&gt; (Al Waqi'ah)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;88. adapun jika dia (orang yang mati) termasuk orang-orang yang didekatkan  (kepada Allah),&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(Al Waqi'ah)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;28. (yaitu) mata air yang minum daripadanya orang-orang yang didekatkan kepada  Allah. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(Al Muthaffifin)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya banyak ayat lagi, yang menyuruh kita untuk mendekatkan diri kepada Allah. Karena ada nilai spiritual yang tidak terbayangkan saat seorang hamba mendekatkan diri kepada Allah. Tidakkah kita ingin mencapai derajat berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dalam sebuah hadits qudsi riwayat 'Aisyah dan Anas ibn Malik ra, Allah Swt berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Siapa saja yang menyakiti wali-waliKu, berarti dia telah menyatakan perang kepadaKu. Setiap kali hambaKu mendekatkan diri kepadaKu dengan hanya melaksanakan amalan wajib ditambah dengan amalan sunnah sehingga Aku mencintainya. Ketika Aku sudah mencintainya, maka Aku akan menjadi matanya yagn dia gunakan untuk melihat, telinganya yang dia gunakan untuk mendengar, tangannya yang dia gunakan untuk menggenggam, akakinya yang dia gunakan untuk berjalan, hatinya yang dia gunakan untuk berpikir, lidahnya yang dia gunakan untuk berbicara. Jika dia bedoa kepadaKu, Aku mengabulkannya. Jika dia meminta kepadaKu, Aku memberikannya, Aku tidak pernah bingung terhadap sesuatu, karena Aku sendiri yang menciptakan kebingungan itu melalui kematiannya. Oleh karen itu, diaakan dipaksa oleh kematian dan Aku tidak menyukai kematiannya yang buruk&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; (H.R Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang dekat/mendekati Allah adalah orang-orang yang menjadikan sarana ketaatan dan ibadah untuk mendekat. Sebaliknya lalai dan meninggalkan ibadah berarti menjauh. Konsep seperti ini menyebabkan orang-orang yang mendekatkan diri cenderung akan terus mendekatkan diri karena ada 'RASA' luar biasa yang tidak dia dapatkan selain dari ibadah. 'Rasa' inilah yang terus dikejar sehingga tampak luarnya membuat dia menjadi seorang yang taat. Orang-orang yang mengejar 'rasa' kedekatan kepada Allah ini sungguh tidak terlalu disibukkan dengan urusan surga neraka. Takaburkah? Bukan sama sekali, 'rasa' dekat dan nikmat ibadahlah yang membuat mereka lupa memikirkan surga neraka apalagi urusan dunia. Seakan dunia dan perhiasannya menjadi hilang, karena cahaya Allah melingkupi. Orang-orang ini bukan berarti tidak takut neraka atau tidak berharap surga, tidak sama sekali. Mereka masih termasuk orang yang takut kepada hal tersebut, namun karena terlalu nikmatnya mendekat kepada Allah membuat mereka menjadi orang yang lupa akan urusan2 dunia, bahkan surga dan neraka. Apakah orang-orang yang mengejar 'rasa' ini menganjurkan meninggalkan ibadah? Sebaliknya, 'rasa kedekatan' dengan Allah hanya bisa diraih melalui ibadah yang ketat. Karena tidak ada cara lain untuk mendekat selain menunaikan kewajiban, meninggalkan larangan, amar ma'ruf, nahi mungkar secara totalitas...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Ada yang ketaataannya diabdikan hanya pada Islam itu sendiri, tapi lupa memperbaiki diri. Penyakit ini banyak dialami oleh kaum muslimin yang terjun ke dunia politik dan dakwah. Politik dan dakwah dipandang sebagai suatu kewajiban yang merupakan rintangan yang harus dilewati oleh kaum muslimin. Mereka hanya sibuk dengan strategi dan analisis dakwah, namun mereka lupa memperbaiki diri. Karena sesungguhnya para ulama yang lurus lebih banyak usaha memperbaiki diri terlebih dahulu, hingga datang waktu dimana Allah 'memaksa' mereka untuk berdakwah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://suluk.blogsome.com"&gt;&lt;img src='http://suluk.blogsome.com/images/suluk09_120x60.png' alt="Suluk::Hanya Sekeping Cermin" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35418826-192482953105041220?l=wahjoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahjoe.blogspot.com/feeds/192482953105041220/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2010/06/semua-ketaataan-harus-menuju-allah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/192482953105041220'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/192482953105041220'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2010/06/semua-ketaataan-harus-menuju-allah.html' title='Semua Ketaataan Harus Menuju Allah'/><author><name>Budhi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Poe8x-uxWKM/SOrCjWKh0YI/AAAAAAAAABs/Z0NEBIqa3pk/S220/baZZo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35418826.post-4617128769003844688</id><published>2010-05-21T09:50:00.004+07:00</published><updated>2010-05-21T13:09:08.561+07:00</updated><title type='text'>Pengajaran-pengajaran Ibn Athaillah dalam Al Hikam (2)</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Pokok dari tiap-tiap maksiat adalah lupa kepada Allah, dan rela mengikuti syahwat yang berasal dari hawa nafsu. Pokok dari setiap ketaatan, kesadaran dan menjaga diri dari syahwat adalah tidak relanya dirimu mengikuti hawa nafsu."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang yang makrifat sepakat bahwa pokok timbulnya perbuatan maksiat adalah berpalingnya hati dan pikiran dari selain Allah. Karena selalu menuruti nafsu menyebabkan seseorang tidak lagi mampu melihat keburukan dari perbuatan tersebut. Orang yang terbiasa mabuk akan menganggap hal tersebut adalah 'kewajaran' belaka, tidak ada rasa penyesalan, kesedihan, malu, takut azab, karena memang hatinya sudah tertutup dengan kotoran maksiat. Orang yang hatinya sudah tertutup kotoran maksiat ini, menganggap benar apa yang dilakukannya dan menuduh orang lain yang salah. Pada kondisi ini tidak mungkin cahaya Allah masuk ke dalam dirinya. Sebagian pelaku maksiat ini kadang berpikir bahwa apa yang diperbuatnya tidak seberapa dibanding amal ibadah lain yang dilakukannya. Inilah bisikan syetan yang slalu bergema ditelinga pelaku maksiat. Secara perlahan namun pasti orang-orang ini disesatkan dan terus disesatkan oleh syetan hingga meninggalkan seluruh ibadah. Perbuatan ini tidak dapat disembuhkan dengan ibadah apapun sebelum dilakukan tobatan nasuha. Orang yang ingin kembali harus mutlak bertobat dan meninggalkan semua bentuk kemaksiatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kita melihat banyak pihak pada hari ini menghubungkan antara ketaatan dalam beribadah dengan kesuksesan dan kekayaan, maka bagi orang makrifat hal itu adalah tipuan terbesar dari syetan. Orang makrifat sangat mengenali tipuan lama yang dibungkus dengan bentuk baru ini. Orang yang menukar ketaatan dalam beribadah dengan mengharapkan imbalan kesuksesan dan kekayaan adalah orang-orang bodoh. Karena pandangan, tujuan, dan dasar semua ibadah hanya ditujukan kepada Allah semata. Meskipun konsep yang disebutkan di atas tidak salah 100%. Mengapa demikian? Allah telah memberikan ketetapannya bahwa orang yang taat akan balas dengan kenikmatan di dunia dan di akhirat. Namun sesungguhnya hal ini merupakan motivasi dasar, dimana ketaatan kepada Allah, akan mendapatkan langsung dari Allah. Semestinya itu bukan tujuan tapi bonus atau buah dari usaha untuk taat kepada Allah. Dan tujuan utamanya adalah menjumpai Allah Sang Terkasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena sesungguhnya sukses dalam arti kekuasaan, pangkat, jabatan dan popularitas adalah fitnah dunia yang harus ditinggalkan. Orang yang hatinya terikat pada dunia tidak akan pernah menapaki jalan spiritual. Karena secara otomatis ketaatannya selalu dikaitkan dengan keuntungan instant yang disaksikan dan didapatkan di dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Mengetahui seluk beluk nafsu itu wajib, sehingga kita akan terus waspada akan pergerakannya. Di antra sifat-sifat nafsu itu adalah nafsu ammarah, yaitu nafsu yang selalu condong kepada watak badaniyah. Yang selalu memperturutkan kelezatan dan syahwat: makan, tidur, menonton hiburan, pesta, yang dilakukan dan disalurkan secara tidak syah maupun berlebihan.&lt;br /&gt;7 Macam nafsu amarah.&lt;br /&gt;1. Syahwat.&lt;br /&gt;2. Marah.&lt;br /&gt;3. Sombong.&lt;br /&gt;4. Dengki.&lt;br /&gt;5. Merasa paling utama.&lt;br /&gt;6. Tamak.&lt;br /&gt;7. Riya'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sifat-sifat buruk ini bisa dilawan dengan ketaatan dalam beribadah dalam semua keadaan, kebijaksanaan dalam mengambil keputusan, kesabaran menghadapi ujian, sungguh-sungguh dalam melakukan segala hal.  Sombong dan tamak dilawan dengan Qana'ah, sifat ini tidak bisa dipelajari dengan teori tapi harus berasal dari perenungan tentang kejadian sehari. Orang yang qana'ah mampu melihat bahwa setiap kejadian dapat terjadi karena ijin dari Allah. Sekeras apapun usaha manusia mendapatkan sesuatu bila Allah tidak mengijinkan maka tidaklah akan tercapai. Sebaliknya tanpa mengusahakan sesuatu bila, Allah berkehendak, maka terjadilah sesuatu. Orang qana'ah sangat mengetahui aspek ini sehingga dia tidak melakukan atau menghindari sesuatu karena takut rejekinya kurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nafsu yang diberi rahmat oleh Allah adalah nafsu Muthmainnah, yaitu nafsu yang menyebabkan hati terang dalam melihat jalan ketaatan. Adapun sumber ketaatan adalah kemampuan untuk mengikuti ajakan nafsu dan syahwat. Keengganan ini menghasilkan semua ketaatan dan akhirnya ia akan menjadi orang yang makrifat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberhasilan di dalam mencapai ketaatan ada 3 sebab, yaitu:&lt;br /&gt;1. Takut kepada Allah, baik dalam keramaian maupun kesunyian.&lt;br /&gt;2. Rela akan ketetapan Allah.&lt;br /&gt;3. Dibebankan pada semua makhluk dalam semua keaadan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://suluk.blogsome.com"&gt;&lt;img src='http://suluk.blogsome.com/images/suluk09_120x60.png' alt="Suluk::Hanya Sekeping Cermin" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35418826-4617128769003844688?l=wahjoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahjoe.blogspot.com/feeds/4617128769003844688/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2010/05/pengajaran-pengajaran-ibn-athaillah_21.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/4617128769003844688'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/4617128769003844688'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2010/05/pengajaran-pengajaran-ibn-athaillah_21.html' title='Pengajaran-pengajaran Ibn Athaillah dalam Al Hikam (2)'/><author><name>Budhi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Poe8x-uxWKM/SOrCjWKh0YI/AAAAAAAAABs/Z0NEBIqa3pk/S220/baZZo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35418826.post-7140548874929068184</id><published>2010-05-17T16:37:00.004+07:00</published><updated>2010-05-17T17:20:29.193+07:00</updated><title type='text'>Pengajaran-pengajaran Ibn Athaillah dalam Al Hikam (1)</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Allah yang Haq itu tidak tehalangi (tertutup). Sesungguhnya yang terhalang adalah kamu dari melihat kepadaNya. Sebab seandainya ada sesuatu yang menghalangiNya, pastilah Allah tertutup. Setiap yang menutup harus lebih besar. Sedangkan Allah adalah Zat yang Menguasai semuanya."&lt;/span&gt; (Ibn Athaillah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya Allah tidak tertutup. Seandainya manusia tidak bisa melihat kepadaNya karena adat tutup yang menutupi manusia, bukan Allah. Jika seseorang ingin sampai kepada Allah, serta masuk kehadiratNya, pertama-tama dia harus mencari cela dirinya. Kemudian mengobati cela itu. Dengan banyak bertobat, menjalankan ketaatan, dan menyingkirkan keburukan dari dalam hati dan perbuatannya. Dengan mengobati cela maka tabir penghalang lambat laun akan terbuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiada yang mampu menghalangi Allah karena Dia Maha Besar. Kalau sesuatu menutupiNya mka sesuatu itu harus lebih besar, sedangkan tidak ada yang lebih besar dari Allah. Maha Suci Allah dari kekurangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila Allah menghendaki menghilangkan tabir yagn menutupi manusia kepada siapa saja yang dikehendakiNya, niscaya orang itu akan bisa melihat Zat yang tidak ada sesuatupun yang dapat menyamaiNya. Dialah Allah yang Maha Mendengar dan Maha Melihat. Setiap muslim harus beritikad kuat untuk melihatNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Keluarkanlah dari sifat-sifat kemanusiaanMu yang buruk dari setiap sifat yang dapat merusak sifat penghambaanMu agar kamu dapat menyambut panggilan Allah yang Haq, dan hadiratNya lebih dekat.&lt;/span&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak akan pernah sampai kepada Allah orang yang memiliki sifat tercela, seperti: ujub, riyaa', takabbur, dengki dan sejenisnya. Orang-orang yang merasa menempuh jalan spiritual tapi belum bisa meninggalkan sifat-sifat buruk akan tersaring menuju tingkatan berikutnya, dan kembali ke tingkatan awal, yaitu tobat. Jadi orang-orang yang memiliki maqam spiritual yang tinggi akan jauh dari sifat-sifat buruk dan tercela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara membuang sifat-sifat buruk tersebut adalah dengan riyadah (latihan yang keras dan sungguh-sungguh), istiqamah, dan menukarnya dengan segala macam bentuk ketaataan yang terhampar bak hidangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lawan dari sifat-sifat buruk sda adalah tawadhu' (rendah hati), khusyu', bersikap santun, dan ikhlas dalam semua ibadah. Maka ketika ada undangan secara samar dari Allah, niscaya dia dapat menerima, memahami dan menyambut undangan tersebut dengan baik.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://suluk.blogsome.com"&gt;&lt;img src='http://suluk.blogsome.com/images/suluk09_120x60.png' alt="Suluk::Hanya Sekeping Cermin" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35418826-7140548874929068184?l=wahjoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahjoe.blogspot.com/feeds/7140548874929068184/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2010/05/pengajaran-pengajaran-ibn-athaillah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/7140548874929068184'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/7140548874929068184'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2010/05/pengajaran-pengajaran-ibn-athaillah.html' title='Pengajaran-pengajaran Ibn Athaillah dalam Al Hikam (1)'/><author><name>Budhi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Poe8x-uxWKM/SOrCjWKh0YI/AAAAAAAAABs/Z0NEBIqa3pk/S220/baZZo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35418826.post-48093586512262936</id><published>2010-05-14T16:08:00.002+07:00</published><updated>2010-05-14T16:32:57.579+07:00</updated><title type='text'>Kedisiplinan Pejalan Spiritual Pemula</title><content type='html'>Pejalan spiritual memiliki tahapan-tahapan yang harus dilalui sesuai dengan kondisi yang diberikan kepada Allah saat ini. Setiap pejalan memiliki jalur yang berbeda dalam pendekatan. Dalam perjalanan spiritual, pelaku (salik) tidak usah memaksakan dirinya untuk melakukan hal-hal yang tidak diberi kepadanya kelapangan. Karena pada tingkatan awal ini, sangat buruk apabila melakukan pemaksaan. Pemaksaan terhadap suatu bentuk ketaatan bisa jadi tidak berbuah baik, malah akan menimbulkan jera. Oleh karena itu, setiap mursyid mengajarkan hal-hal yang sederhana. Ibnu Athaillah, menyukai jalan dzikir sebagai jalan yang terdekat, termurah, terhemat, termasukakal untuk dilakukan oleh semua salik. Hingga yang terberat adalah beruzlah meninggalkan semua kenikmatan, karena berharap kenikmatan tentang perjumpaan dengan Allah. Uzlah ini adalah titik balik seorang salik menuju perjalanan yang lebih tinggi lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal-hal yang bisa dilakukan oleh para salik di Indonesia tercinta ini adalah sederhana hingga terberat:&lt;br /&gt;1. Meninggalkan larangan secara mutlak.&lt;br /&gt;2. Mulai menjaga amalan wajib.&lt;br /&gt;3. Dzikir yang tiada pernah putus.&lt;br /&gt;4. Mengupayakan amalan sunnah: sholat, puasa,&lt;br /&gt;5. Menjaga lisan dari berkata sia2, bohong, basa basi&lt;br /&gt;6. Banyak meminta kepada Allah hingga urusan2 kecil.&lt;br /&gt;7. Melihat segala sesuatu dari sisi baiknya meskipun yang terlihat itu buruk.&lt;br /&gt;8. Menghindari merendahkan orang, bahkan penjahat/orang gila sekalipun.&lt;br /&gt;9. Memperbanyak mengucapkan salam dan bertegur sapa.&lt;br /&gt;10. Tidak mengawali pembicaraan kejelekan orang lain dengan alasan apapun.&lt;br /&gt;11. Mengusahakan makan-makanan yang baik saja, secukupnya, dan menahan dari makan berlebihan, ngemil atau jajan, merokok semampunya. Orang yang banyak makan selain mudah ngantuk, akan mendatangkan penyakit, dan mulut yang mengunyah biasanya susah berzikir.&lt;br /&gt;12. Menahan pandangan yang tidak berguna, yang mengotori hati, pikiran, dan telinga. Menonton hiburan, main game yang menyebabkan lalai mengingat Allah, melihat berita yang membuat kesal dan marah, mendengar pergunjingan dan seterusnya.&lt;br /&gt;13. Mengganti waktu tidur dengan memperbanyak ibadah, seperti membaca Al-Quran, berdzikir, menulis tentang hal-hal yang berkaitan dengan dzikrullah dan yang paling utama adalah bertobat.&lt;br /&gt;14. Cepat memaafkan dan tidak mendendam kepada apapun dan siapapun.&lt;br /&gt;15. Hormat, santun, dan baik terhadap orang lain.&lt;br /&gt;16. Menghargai kehidupan lain disekitarnya: flora dan fauna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila hal-hal di atas sudah bisa dilakukan maka seseorang sudah siap memasuki jalan spiritual. Apabila masih jauh, maka seseorang belum bisa dikatakan telah memasuki jalan spiritual. Atau apabila menemukan seorang yang merasa/mengaku/berpenampilan alim tetapi masih pelanggaran atau belum mengamalkan poin-poin sederhana di atas, maka masih jauh dari perjalanan spiritual.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://suluk.blogsome.com"&gt;&lt;img src='http://suluk.blogsome.com/images/suluk09_120x60.png' alt="Suluk::Hanya Sekeping Cermin" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35418826-48093586512262936?l=wahjoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahjoe.blogspot.com/feeds/48093586512262936/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2010/05/kedisiplinan-pejalan-spiritual-pemula.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/48093586512262936'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/48093586512262936'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2010/05/kedisiplinan-pejalan-spiritual-pemula.html' title='Kedisiplinan Pejalan Spiritual Pemula'/><author><name>Budhi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Poe8x-uxWKM/SOrCjWKh0YI/AAAAAAAAABs/Z0NEBIqa3pk/S220/baZZo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35418826.post-2924317030830694050</id><published>2010-05-14T10:52:00.005+07:00</published><updated>2010-05-14T11:27:18.307+07:00</updated><title type='text'>Apa maunya Allah terhadap kita?</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;25. Dan Kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum kamu melainkan Kami  wahyukan kepadanya: "Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka  sembahlah olehmu sekalian akan Aku." (Al Anbiyaa')&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;56. Hai hamba-hamba-Ku yang beriman, sesungguhnya bumi-Ku luas, maka sembahlah Aku saja. (Al Ankabuut)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;" class="gen"&gt;92. Sesungguhnya (agama Tauhid) ini adalah agama kamu semua; agama yang  satu dan Aku adalah Tuhanmu, maka sembahlah Aku.  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Al Anbiyaa')&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.  Hal pertama yang dimaui oleh Allah dari hambanya adalah PENGAKUAN.&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa. (Al Ikhlas:1)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sesungguhnya Aku ini adalah Allah,  tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku,  maka sembahlah Aku dan  dirikanlah shalat untuk mengingat Aku. (Thaahaa':14)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Hal kedua, adalah PENGABDIAN. Pengabdian ini meliputi mengikuti perintah dan menjauhi larangan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dan aku tidak menciptakan jin dan  manusia melainkan supaya mereka mengabdi  kepada-Ku. (Adz-Dzariyat:56)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Hal ketiga, adalah KETERGANTUNGAN.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada  Engkaulah kami meminta pertolongan. &lt;/span&gt;(Al Fatihah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Hal keempat, adalah PENDEKATAN.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan  yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu  mendapat keberuntungan.&lt;/span&gt; (Al Maidah:35)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengakuan pada hal yang tidak terlihat secara fisik adalah hal yang sangat rumit, dan inilah adalah ujian manusia  yang pertama. Setelah harus mengakui yang tidak terlihat harus mengakui pula hal-hal yang berkaitan dengannya, seperti mengakui para utusan, mengakui kitab, malaikat, dan qadha dan qadar. Hal ini menyebabkan banyak manusia tersaring perjalanan spiritualnya. Sesungguhnya hanya dibutuhkan sedikit usaha, dan kesabaran dalam melalui perjalanan spiritual ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam iman islam, pengakuan ini sudah sanggup menyelamatkan manusia dari hukuman. semakin meningkat maka tingkatan keimanan seorangpun makin menanjak. Dan sampai pada pendekatan maka batas-batas kedekatan ini tidak ada yang mampu mendefinisikan kecuali diri seorang hamba dan Allah. Seorang pejalan spiritual akan selalu haus dengan petunjuk, dan Allah akan menambah petunjuk demi petunjuk itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dan Allah akan menambah petunjuk  kepada mereka yang telah mendapat petunjuk.  Dan amal-amal saleh yang  kekal itu lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu dan  lebih baik  kesudahannya.&lt;/span&gt; (Maryam:76)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dan orang-orang yang mau menerima petunjuk, Allah menambah petunjuk  kepada  mereka dan memberikan balasan ketaqwaannya. &lt;/span&gt;(Muhammad:17)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wallahualam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://suluk.blogsome.com"&gt;&lt;img src='http://suluk.blogsome.com/images/suluk09_120x60.png' alt="Suluk::Hanya Sekeping Cermin" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35418826-2924317030830694050?l=wahjoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahjoe.blogspot.com/feeds/2924317030830694050/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2010/05/apa-maunya-allah-terhadap-kita.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/2924317030830694050'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/2924317030830694050'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2010/05/apa-maunya-allah-terhadap-kita.html' title='Apa maunya Allah terhadap kita?'/><author><name>Budhi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Poe8x-uxWKM/SOrCjWKh0YI/AAAAAAAAABs/Z0NEBIqa3pk/S220/baZZo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35418826.post-4637481414500514357</id><published>2010-05-11T08:06:00.002+07:00</published><updated>2010-05-11T08:37:16.703+07:00</updated><title type='text'>Penghamba Syetan Terjungkal Alkohol</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CADMINI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} span.gen 	{mso-style-name:gen;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CADMINI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} span.gen 	{mso-style-name:gen;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="gen"&gt;Ratusan nyawa umat Islam sudah terjungkal sia-sia dalam keharaman alkohol. Namun demikian kuat syetan menghunjamkan pengaruhnya kepada para pengikutnya ini. Hebatnya lagi dengan sadar mereka meramu minuman dengan bahan beracun, seperti kerbau dicocok hidung melakukan hal-hal bodoh tak masuk akal. Sehingga makin nampaklah bagaimana janji syetan untuk menyesatkan manusia&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="gen"&gt;..............&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i style=""&gt;119. dan aku benar-benar akan menyesatkan mereka, dan akan membangkitkan  angan-angan kosong pada mereka dan menyuruh mereka (memotong telinga-telinga  binatang ternak), lalu mereka benar-benar memotongnya,(AnNisaa)...&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i style=""&gt;219. Mereka bertanya kepadamu tentang khamr dan judi. Katakanlah: "Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya." Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: " Yang lebih dari keperluan." Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir, (Al Baqarah)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i style=""&gt;90. Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. (Al Maidah)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i style=""&gt;91. Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu). (Al Maidah)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i style=""&gt;118. yang dila'nati Allah dan syaitan itu mengatakan: "Saya benar-benar akan mengambil dari hamba-hamba Engkau bahagian yang sudah ditentukan (untuk saya), (An Nisaa)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i style=""&gt;119. dan aku benar-benar akan menyesatkan mereka, dan akan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan menyuruh mereka (memotong telinga-telinga binatang ternak), lalu mereka benar-benar memotongnya, dan akan aku suruh mereka (mengubah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka meubahnya." Barangsiapa yang menjadikan syaitan menjadi pelindung selain Allah, maka sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i style=""&gt;(An Nisaa)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i style=""&gt;120. Syaitan itu memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, padahal syaitan itu tidak menjanjikan kepada mereka selain dari tipuan belaka.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i style=""&gt;(An Nisaa)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i style=""&gt;121. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mereka itu tempatnya Jahannam dan mereka tidak memperoleh tempat lari dari padanya.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i style=""&gt;(An Nisaa)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://suluk.blogsome.com"&gt;&lt;img src='http://suluk.blogsome.com/images/suluk09_120x60.png' alt="Suluk::Hanya Sekeping Cermin" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35418826-4637481414500514357?l=wahjoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahjoe.blogspot.com/feeds/4637481414500514357/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2010/05/penghamba-syetan-terjungkal-alkohol.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/4637481414500514357'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/4637481414500514357'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2010/05/penghamba-syetan-terjungkal-alkohol.html' title='Penghamba Syetan Terjungkal Alkohol'/><author><name>Budhi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Poe8x-uxWKM/SOrCjWKh0YI/AAAAAAAAABs/Z0NEBIqa3pk/S220/baZZo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35418826.post-220399451785126523</id><published>2010-05-04T09:10:00.003+07:00</published><updated>2011-09-04T10:11:41.486+07:00</updated><title type='text'>Dakwah menurut para sufi</title><content type='html'>"Bila seorang mencoba mengatakan sesuatu tentang agama kepada orang lain dan orang tidak menjadi takut kepada Allah, menunjukkan bahwa sesungguhnya orang tersebut belum berhak untuk menyampaikan hikmah. Sesungguhnya maqam orang tersebut adalah pada maqam di bawah yaitu tobat dan memperbaiki dirinya. Allah memberikan kesempatan kepada orang tersebut untuk lebih banyak menghitung dosa, bertobat, memperbaiki diri, meluruskan niat dan amalan daripada berpikir untuk merubah orang lain. Barangsiapa tetap memaksa, maka setan telah menipunya dengan mengatakan bahwa dakwah adalah wajib. Karena bila Allah menghendaki maka seseorang yang harus menyampaikan hikmah, maka dikuatkan tekadnya, dilapangkan jalannya, dicukupkan ilmunya, dan oranglah mendatanginya untuk meminta nasehat bukan dirinya yang menawarkan diri untuk memberi nasehat. Dan itulah dakwah bagi seorang pejalan spiritual. Di dalam Al Quran, kata-kata menyeru kebanyakan ditujukan kepada para Nabi, Rasul dan Malaikat, bukan kepada manusia secara umum. Sedangkan ahli tafsir menggunakan dalil yang menunjukkan kewajiban berdakwah dengan surat Ali Imran 110, Al Ashr 3.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meniatkan diri untuk menjadi Da'i bukan ajaran para sufi. Ilmu yang berkaitan dengan materi dakwah adalah buah dari ketaatan, bukan modal untuk diniatkan berbicara kepada orang lain. Dasar perjalanan kaum sufi yang pertama adalah mengenal Allah, yang kedua adalah mendekatiNya, dan yang ketiga menatapNya, dan yang ke empat adalah bermesraan denganNya. Tatapan pejalan spiritual ini sama sekali tidak boleh berpaling sedikitpun oleh godaan dunia. Prinsip-prinsip ini yang sama sekali tidak boleh dilanggar oleh pejalan spiritual, karena apabila dilanggar, maka sesungguhnya dia telah tertipu oleh setan, dan maqamnya turun ke posisi semula yaitu, maqam tobat. Bagi kaum sufi, ibadah adalah bentuk kedisiplinan spiritual yang menyebabkan ke empat hal tadi dapat dicapai. Kesibukan diri ini cukup menyita waktu, dan tidak dianjurkan berdakwah apabila tidak dalam rangka mencegah kemungkaran, dimintai pendapat, atau diminta berbicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena apabila orang mengetahui ujian yang dihadapi oleh seorang da'i, maka mereka akan cenderung menghindarinya. Rasulullah tidak pernah meniatkan diri menjadi da'i, tapi Rasulullah diperintahkan dan dipaksa oleh Allah. Sedangkan kita bukan Rasul dan tidak menerima wahyu, Insya Allah tugas utama kita adalah memperbaiki diri. Sebagaimana Allah mengatakan bahwa seorang menanggung dosa masing-masing. Hal ini menunjukkan tidak ada beban buat seseorang untuk merubah orang lain, melainkan dalam batas-batas yang ditetapkan oleh Allah. Dari sinilah keikhlasan seorang da'i bisa dilihat dari bagaimana asal muasal dia berbicara kepada khalayak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat da'i berbicara tentang kebaikan dan dia belum melaksanakannya maka da'i ini bisa dikatakan sebagai pembohong, dan pembohong adalah salah satu ciri orang munafik. Demikian pula kelurusan niat, saat seorang da'i melihat enaknya dan mewahnya hidup sebagai da'i, maka da'i ini sudah melenceng dari rahmat ilahi, dan terjerumus kepada kesyirikan, berbuat sesuatu bukan karena Allah, tetap menjual ayat-ayat Allah. walahu a'lam bisawab. Naudzubillah min dzalik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Da'i yang terus memaksakan dirinya untuk berbicara, dan selalu berusaha memperbagus ilmunya semata-mata karena ingin mendapat pengikut yang banyak sudah terjerumus kepada riya'. Setan terus membisikkan kepadanya bahwa dakwah adalah jihad, maka dia harus berjuang untuk mencari pengikut sebanyak-banyaknya. Dari sinilah jelas bentuk kesesatan, bahwa tujuan dakwah bukanlah mencari pengikuti tetapi mengenalkan Allah dan kebesaranNya. Masalah hidayah adalah urusan Allah. Namun akhirnya sang da'i terjebak kepada hawa nafsu. Tidak sedikit yang terjebak kepada popularitas, mencari harta. Naudzubillah. Ciri-ciri da'i yang sesungguhnya kita saksikan Nabi Saw sendiri, yang meninggalkan seluruh kekayaannya demi menyampaikan ayat-ayat Allah. Tidak ada pamrih apapun untuk menyampaikan wahyu-wahyu dari Allah, selain tekad yang kuat untuk kemaslahatan dan keselamatan umat manusia? Lalu apakah tidak boleh menerima hadiah dari jama'ah? tentu boleh. Tapi kemudian jangan dijadikan rutinitas dan ditentukan tarifnya, dengan berbagai alasan transport, konsumsi, dll..dll...Karena disinilah sesungguhnya ujian seorang da'i. Seandainya dia diundang dalam suatu acara, maka semestinya dia membayangkan umat yang haus akan bimbingan dan pengetahuan agama, bukannya apa yang dia dapat dari dakwah di tempat tersebut.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://suluk.blogsome.com"&gt;&lt;img src='http://suluk.blogsome.com/images/suluk09_120x60.png' alt="Suluk::Hanya Sekeping Cermin" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35418826-220399451785126523?l=wahjoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahjoe.blogspot.com/feeds/220399451785126523/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2010/05/dakwah-menurut-para-sufi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/220399451785126523'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/220399451785126523'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2010/05/dakwah-menurut-para-sufi.html' title='Dakwah menurut para sufi'/><author><name>Budhi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Poe8x-uxWKM/SOrCjWKh0YI/AAAAAAAAABs/Z0NEBIqa3pk/S220/baZZo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35418826.post-826564446054645845</id><published>2010-04-08T09:21:00.005+07:00</published><updated>2010-04-08T10:14:30.348+07:00</updated><title type='text'>Tipuan Setan</title><content type='html'>Setan telah diberi tangguh hukumannya hingga hari kiamat kelak, ia dapat melihat kita, masuk ke dalam darah kita, membisikkan hati dan pikiran kita. Kita bahkan tidak memiliki kemampuan melihatnya. Ini adalah kekuasaan yang diberikan oleh Allah kepada setan. Selain itu mereka berumur panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Benar tipu daya setan adalah lemah, namun ada syarat melemahnya tipu daya setan, yaitu:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Dzikrullah.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;28. (yaitu) orang-orang yang beriman  dan hati mereka manjadi tenteram dengan  mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati  menjadi  tenteram. &lt;/span&gt;(Ar-Ra'd)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;41. Hai orang-orang yang beriman,  berzdikirlah (dengan menyebut nama) Allah,  zikir yang sebanyak-banyaknya.&lt;/span&gt; (Al Ahzab)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Keikhlasan dalam berdzikir.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Keikhlasan dalam menerima ketetapan dari Allah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;4. Berbaik sangka kepada Allah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;5. Yakin atas dekat, kuat dan cepatnya pertolongan Allah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Tipu daya setan menguat saat:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Lemahnya amal/ibadah/dzikrullah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Tidak memahami akan ketauhidan sesungguhnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;" class="gen"&gt;255. Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup  kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak  tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi  syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan  mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu  Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah  meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan  Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. &lt;/span&gt;(Al Baqarah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Melenceng dalam niat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;   4. &lt;/span&gt;&lt;span&gt;Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span&gt;   5. (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span&gt;   6. orang-orang yang berbuat riya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt; (Al Maa'uun)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4. Berkeluh kesah (manja).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;   20. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah, (Al-Ma'arij)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;5. Berputus asa dari rahmat Allah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;   87. Hai anak-anakku, pergilah kamu, maka carilah berita tentang Yusuf dan  saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada  berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir." &lt;/span&gt;(Yusuf)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;6. Sombong.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;   23. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap  apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu  gembira&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan  Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri, (Al Hadiid)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;7. Melakukan kemaksiatan.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;   74. (yang kamu sembah) selain Allah?" Mereka menjawab: "Mereka telah hilang  lenyap dari kami, bahkan kami dahulu tiada pernah menyembah sesuatu." Seperti  demikianlah Allah menyesatkan orang-orang kafir. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;    75. Yang demikian itu disebabkan karena kamu bersuka ria di muka bumi dengan  tidak benar dan karena kamu selalu bersuka ria (dalam kemaksiatan). &lt;/span&gt;(Al Mu'min)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah menjadi ketetapan Allah bahwa orang-orang yang melakukan hal-hal di atas secara tidak langsung menjatuhkan dirinya pada jebakan setan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kesimpulan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;1. Setan sangat kuat saat kita lalai dalam mengingat Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Setan melemah saat kita ignat kepada Allah dan banyak berzikir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Perasaan terbebas dari gangguan setan adalah tipuan setan itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. tipuan terbesar setan adalah merasa diri suci, paling benar, setan tidak mendekat, merasa cukup dengan amal bidah. Orang yang merasa suci adalah orang-orang yang secara spontan jatuh ke dalam kehinaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Waspadai perasah marah, dendam, rakus, dengki, sok benar, memandang rendah orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Selalu merasa berdosa sehingga akan banyak bertobat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Selalu merasa fakir sehingga akan selalu memohon pertolongan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Menghadirkan Allah dalam hati, lisan dan pikiran. Dzikir sebaiknya dizahirkan, sebagaimana syahadat yang harus disertai ketundukan pikiran, kerelaan hati dan persaksian lisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Tidak mengambil keputusan dengan kemarahan dan keangkuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Minta apapun kepada Allah, meskipun itu hal yang kecil dan remeh. Pernah diriwayatkan bhawa Nabi Musa As meminta garam kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita menjadi hamba yang selalu mengingat Allah, dan mewaspadai godaan setan yang terkutuk dan tidak pernah rela manusia selamat di akhirat. wallahualam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://suluk.blogsome.com"&gt;&lt;img src='http://suluk.blogsome.com/images/suluk09_120x60.png' alt="Suluk::Hanya Sekeping Cermin" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35418826-826564446054645845?l=wahjoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahjoe.blogspot.com/feeds/826564446054645845/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2010/04/tipuan-setan.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/826564446054645845'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/826564446054645845'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2010/04/tipuan-setan.html' title='Tipuan Setan'/><author><name>Budhi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Poe8x-uxWKM/SOrCjWKh0YI/AAAAAAAAABs/Z0NEBIqa3pk/S220/baZZo.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35418826.post-7545517964382130047</id><published>2010-04-07T13:58:00.004+07:00</published><updated>2010-04-07T15:23:01.739+07:00</updated><title type='text'>Hati-hati mencela Ulama</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;69. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menjadi seperti orang-orang  yang menyakiti Musa; maka Allah membersihkannya dari tuduhan-tuduhan yang mereka  katakan. Dan adalah dia seorang yang mempunyai kedudukan terhormat di sisi  Allah. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;70. Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah  perkataan yang benar, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;71. niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu  dosa-dosamu. Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia  telah mendapat kemenangan yang besar. &lt;/span&gt;(Al Ahzab)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai saudaraku kaum muslimin, yang tidak mengenal ulama-ulama yang dimaksud, yang memiliki ilmu yang tidak bisa kita tandingi, namun dengan entengnya menghujat dan mengkafirkannya. naudzubillah. Takutlah dengan apa yang sudah difirmankan oleh Allah. Banyak sekali hari ini orang-orang yang dengan enteng mengkafirkan ulama-ulama karena tidak segolongan, karena guru mereka mengkafirkan ulama-ulama tersebut. Padahal ilmu kita tidak ada seujung kuku dari ulama-ulama tersebut. Bersiaplah dengan pertanyaan-pertanyaan berikut ini di hari pengadilan kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Wahai fulan bin fulan engkau telah mengkafirkan saudaramu fulin bin fulin, apakah engkau mengenalnya dengan baik?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;Kami mengkafirkannya karena perkataan guruku yang mulia duhai Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Darimana gurumu mengenal saudaramu fulin bin fulin?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;35. Apakah dia mempunyai pengetahuan  tentang yang ghaib, sehingga dia mengetahui  (apa yang dikatakan)? &lt;/span&gt;(An Najm)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Dari gurunya lagi duhai Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jadi engkau tidak mengenal fulin bin fulin secara langsung bahkan engkau tidak mengenal guru dari gurumu itu benar demikian?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mengenalnya dari yang mulia guru saya, dan guru saya memuliakannya, dan fulin bin fulin termasuk yang dikafirkan, itu cukup menjadikan dalil buat saya dan teman-teman untuk mengkafirkan fulin bin fulin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bagaimana engkau bisa mengatakan bahwa bahwa fulin bin fulin adalah kafir, dan menganggap dirimu suci  (&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui  tentang orang yang bertakwa.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; An Najm:32)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;sedangkan engkau tidak pernah mendengar ucapannya dan membaca tulisannya bahkan sebagian orang mendapatkan hidayah dari ilmu-ilmu dan buku-buku yang dituliskan? Jawabanmu sudah pernah aku firmankah, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;" class="gen"&gt;38. Allah berfirman: "Masuklah kamu sekalian ke dalam neraka bersama umat-umat  jin dan manusia yang telah terdahulu sebelum kamu. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Setiap suatu umat masuk (ke  dalam neraka), dia mengutuk kawannya (menyesatkannya)&lt;/span&gt;; sehingga apabila mereka  masuk semuanya berkatalah orang-orang yang masuk kemudian  di antara mereka kepada orang-orang yang masuk terdahulu:  "&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ya Tuhan kami, mereka telah menyesatkan kami, sebab itu datangkanlah kepada  mereka siksaan yang berlipat ganda dari neraka.&lt;/span&gt;" Allah berfirman: "Masing-masing  mendapat (siksaan) yang berlipat ganda, akan tetapi kamu tidak mengetahui."  &lt;/span&gt;(Al A'raaf)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan saudaraku, takutlah kelak apabila ternyata Allah menggolongkan ulama-ulama tersebut ke dalam golongan orang-orang yang didekatkan, dan menjadikan ulama-ulama yang mengkafirkan termasuk yang sesat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;12. Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan persangkaan,  karena sebagian dari persangkaan itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan  orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu  yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa  jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima  Taubat lagi Maha Penyayang. &lt;/span&gt;(Al Hujurat)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seruan untuk para pencela Ibn Araby, Hasan Al Bana, Sayid Qutb, Abdul A'la Maududi, Aidh Al Qarni, Muhammad Ilyas al-Kandhlawi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://suluk.blogsome.com"&gt;&lt;img src='http://suluk.blogsome.com/images/suluk09_120x60.png' alt="Suluk::Hanya Sekeping Cermin" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35418826-7545517964382130047?l=wahjoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahjoe.blogspot.com/feeds/7545517964382130047/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2010/04/hati-hati-mencela-ulama.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/7545517964382130047'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/7545517964382130047'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2010/04/hati-hati-mencela-ulama.html' title='Hati-hati mencela Ulama'/><author><name>Budhi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Poe8x-uxWKM/SOrCjWKh0YI/AAAAAAAAABs/Z0NEBIqa3pk/S220/baZZo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35418826.post-5106225993623873621</id><published>2010-04-07T11:12:00.007+07:00</published><updated>2010-04-07T13:55:12.646+07:00</updated><title type='text'>Setan-setan Pendamping orang beriman</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;15. Allah berfirman: "Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh." &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;16. Iblis menjawab: "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya  benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus&lt;/span&gt;(Al A'raaf),&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setan terus berusaha keras menjerumuskan anak cucu Adam As ke lembah kenistaan. Tipuan-tipuan lama dan tipuan baru terus dimodifikasi sehingga para ahli ibadahpun bisa tertipu karenanya. Setan menurut para ulama sendiri lebih kepada sifat jahat yang dinisbahkan kepada kelompok jin. Namun sesungguhnya manusiapun dapat menjadi setan bagi manusia lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setan tidak akan pernah jauh dari diri manusia yang beriman. Orang yang beriman memiliki setan pendamping yang berjumlah sangat banyak. Jauh melebihi orang-orang kafir dan fasik. Hal ini wajar mengingat orang beriman sudah berada dalam track "keselamatan" dan iblis dan pasukannya tidak akan pernah rela orang-orang beriman ini selamat dengan mudah. Oleh karena itu tentu saja diperlukan jumlah penggoda yang tidak terhitung banyaknya, mengapa? Mereka akan terus mencari celah untuk masuk ke dalam kehidupan orang beriman sehingga mereka tertipu dan terjerumus ke dalam dosa dan kemaksiatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paling mengerikan adalah mereka hadir dalam topeng agama. Penyesatan dengan kedok agama semakin marak, karena minimnya pengetahuan dan pemahaman agama para pemeluknya. Dengan sekedar mengharamkan, membid'ahkan, dan mengkafirkan orang lain, dengan mudah mencari pengikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh tipuan setan tidak akan pernah berhenti, hingga seorang anak cucu Adam tersesat sesesat-sesatnya. Ada beberapa hal yang perlu diwaspadai kapan mereka hadir di tengah-tengah anak cucu Adam. Tipuan setan sesungguhnya lemah, dan kita selalu terbimbing, namun karena yang ditunggangi hawa nafsu yang bersembunyi di balik 'mood' dan 'maunya' kita maka kita akan dengan serta merta mudah dicocok hidungnya untuk mengikuti langkah-langkah setan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya ada benang merah antara zikir dan godaan setan, keduanya tidak akan pernah menyatu, saat zikir lisan, pikiran dan hati menyatu ke dalam diri seorang hamba maka sessungguhnya tipu daya dan godaan setan menjauh. Setan terus menunggui seorang hamba yang berzikir dan terus berusaha membelokkan konsentrasi dan pikiran dan memberikannya masalah-masalah, dengan menggerakkan orang-orang di sekitar hamba yagn berzikir. Entah anak yang merengek, istri yang ngomel-ngomel, bos yang menyuruh ini itu, tukang tagih yang menelpon-telpon, orangtua yang minta perhatian dst..dst...&lt;br /&gt;Masalah-masalah tersebut biasanya datang bersamaan disaat kita mulai berzikir maupun tidak. Intinya, dikerahkan segala macam cara untuk membuat konsentrasi dan perhatian orang yang ingin berzikir teralihkan. Pada saat teralihkan ini maka setan akan terus mengendalikan dengan asumsi-asumsi yang menyesatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda-tanda setan berada di dekat kita adalah:&lt;br /&gt;1. Nafsu makan tinggi.&lt;br /&gt;2. Fisik yang melemah.&lt;br /&gt;3. Kemalasan yang tinggi.&lt;br /&gt;4. Syahwat terhadap wanita yang tinggi.&lt;br /&gt;5. Semangat bergunjing.&lt;br /&gt;6. Semangat becanda dan bicara sia-sia.&lt;br /&gt;7. Mudah pusing, sakit mata, sariawan, demam, masuk angin, gangguan pendengaran, kedutan dan sejenisnya, pada tingkat yang lebih parah memberikan penyakit-penyakit berat yang mengakibatkan malah berzikir, susah sholat, dan enggan ke mesjid.&lt;br /&gt;8. Mencaci, mengkafirkan saudara seakidah.&lt;br /&gt;9. Hati gelisah, sensitif, mudah tersinggung, mudah marah.&lt;br /&gt;10. Mendendam, suka menyakiti, iri, hasad, dengki yang melampaui kewajaran, apalagi terhadap saudara sesama muslim.&lt;br /&gt;11. Merasa yang paling benar. Ini adalah perasaan yang bahkan Nabi pun sangat takut. Karena sungguh beliau hanya menyampaikan wahyu dan membenarkan, sedang kebenaran bukan datang dari beliau namun dari Allah. Sampai-sampai Nabi mendapat teguran saat mensholati jasad seorang munafik, karena takutnya  beliau dalam menghakimi keislaman seseorang, hingga turun wahyu yang melarangnya.&lt;br /&gt;12. Hilangnya nikmat zikir. Godaan paling berat buat seorang mukmin adalah bisikan-bisikan yang menyebabkan hilangnya konsentrasi dan nikmat berzikir. Ditelinga kita dibisiki, lihat engkau sudah banyak berzikir dan berdoa namun tidak menyebabkan beban hidupmu berkurang. Lihatlah masalahmu yang menggunung, bila Dia memang mengabulkan doamu maka tentu engkau tidak mendapat masalah sebesar hari ini. Bisikan-bisikan ini seakan-akan benar pada saat kita diuji, untuk melewati masa-masa sulit ini, kesabaran super tinggi mutlak diperlukan. Pada titik ini banyak orang yang terjatuh dalam prasangka buruk kepada Allah. Dan merekapun meninggalkan zikir dan doa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi gampang sekali melihat orang yang dikuasai setan. Meskipun dalam pengajian, dan dalam rangka tausyah, sama sekali tidak teraba ketenangan, yang ada hanya rasa marah, membenci sesama kaum muslimin, merasa kelompok yang paling benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya godaan setan datang atas ijin Allah. Tidak ada godaan yang datang tanpa ijin dari Allah. Hal ini sudah menjadi ketetapan dari Allah. Sejak iblis laknatullah meminta tangguh, maka sesungguhnya Allah mengijinkan mereka untuk menggoda manusia hingga akhir kiamat kelak. Sungguh mereka tidak dapat dibunuh, meskipun mereka bisa tersakiti oleh amalan baik seorang manusia. Oleh karena itu mereka selalu datang dalam bentuk segerombolan bala tentara yang datang kepada kaum beriman, karena mereka tidak boleh menyerah dalam menggoda manusia. Istilahnya gugur satu datang seribu. Inilah yang dianut oleh setan daribangsa jin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, pertolongan Allah sangatlah dekat. Seperti ditegaskan dalam Al-Quran, tipu daya mereka lemah, pertolongan Allah lebih dekat dan lebih kuat dan lebih cepat datangnya. Hanya kita manusia tidak sabar dalam menanti pertolongan Allah tersebut. Oleh karena itu zikir itu bertingkat-tingkat. Ada yang ditujukan untuk menghalau serangan setan, ada juga yang semata-mata ditujukan kepada Allah. Yang kedua inilah yang terbaik karena, tingkatnya lebih tinggi, dan sekaligus menyelesaikan masalah yang pertama. Pada dasarnya kita tidak pernah bisa menghilangkan gangguan setan, namun kita bisa membuat mereka lelah, sakit, dan bosan menghadapi sikap kita. Jadi sesungguhnya ibadah tersebut bermakna ganda, selain untuk mengharapkan cinta kasih dan belas kasihan dari Allah Swt, bermakna pula 'mengerjai' para musuh kita yang nampak maupun tidak tampak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para Nabi dan orang soleh sering kali mendapat gangguan ini dan mereka tetap istiqomah, bagi mereka cobaan terbesar adalah mengendalikan diri sendiri, bukan dari setan itu sendiri. Kebersihan hati dalam menghadap Allah adalah hal yang diutamakan, karena mereka tahu bahwa awal musibah berasal dari rasa lalai dalam mengingat Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;76. Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang  kafir berperang di jalan thaghut, sebab itu perangilah kawan-kawan syaitan itu,  k&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;arena sesungguhnya tipu daya syaitan itu adalah lemah. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;(An Nisaa )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi dari sini nampak hubungan antara perintah berzikir, ketenangan hati dan pembebasan dari gangguan setan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;41. Hai orang-orang yang beriman, berzdikirlah (dengan menyebut nama) Allah,  zikir yang sebanyak-banyaknya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;42. Dan bertasbihlah kepada-Nya diwaktu pagi dan petang.&lt;/span&gt;(Al Ahzab)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;28. (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan  mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi  tenteram.&lt;/span&gt; (Ar Ra'd)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;36. Dan jika syetan mengganggumu dengan suatu gangguan, maka mohonlah  perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha  Mengetahui. &lt;/span&gt;(Fushilat)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan:&lt;br /&gt;Setan akan selalu mendampingi kita hingga ajal menjemput, usaha terakhir setan untuk menyesatkan seorang hamba adalah membuatnya frustasi dan kufur di akhir hayatnya. Jangan pernah merasa terbebas dari godaan setan. Perasaan terbebas dari godaan setan adalah datang dari setan itu sendiri. Tidak usah sibuk dengan memperhatikan keberadaan mereka, berapa jumlahnya, apa strateginya. Melawan setan yang paling ideal adalah dengan banyak berzikir dan melakukan hal yang ma'ruf dan menjauhi kemaksiatan dan kesia-siaan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://suluk.blogsome.com"&gt;&lt;img src='http://suluk.blogsome.com/images/suluk09_120x60.png' alt="Suluk::Hanya Sekeping Cermin" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35418826-5106225993623873621?l=wahjoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahjoe.blogspot.com/feeds/5106225993623873621/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2010/04/setan-setan-pendamping-orang-beriman.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/5106225993623873621'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/5106225993623873621'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2010/04/setan-setan-pendamping-orang-beriman.html' title='Setan-setan Pendamping orang beriman'/><author><name>Budhi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Poe8x-uxWKM/SOrCjWKh0YI/AAAAAAAAABs/Z0NEBIqa3pk/S220/baZZo.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35418826.post-183907369277321073</id><published>2010-03-05T09:17:00.003+07:00</published><updated>2011-09-03T12:35:53.016+07:00</updated><title type='text'>Terapi Gangguan Jin untuk Pemula</title><content type='html'>Mungkin sudah banyak buku yang ditulis tentang seluk beluk jin dan terapi penyembuhannya. Berikut ini saya ketengahkan panduan terapi gangguan jin untuk orang-orang yang kurang kesolehannya : ). Karena pada dasarnya banyak di antara kita yang sedikit sholat sunnahnya, sedikit mengajinya, sedikit zikirnya, tapi sering berhadapan dengan gangguan jin. Tulisan ini adalah tulisan saya sebagai pribadi yang kurang sholeh tapi saya sangat yakin bahwa pertolongan Allah itu sangat dekat. Untuk itu bacaan ini mudah-mudahan dapat menjadi referensi bila teman-teman menemui gangguan jin, dan orang-orang sholeh sangat jauh rumahnya : p.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Mengapa Jin mengganggu?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Utamanya, menjatuhkan manusia beriman kepada kekafiran. Orang yang lemah imannya kepada Allah sangat mudah dijebak oleh gangguan jin. Orang yang takut dengan gangguan jin akan rela berbuat hal-hal yang musyrik dan mungkar. Hal ini sering kita lihat pada kaum muslimin yang memberikan sesaji di suatu tempat. Pada saat tidak diberi sesaji maka jin akan merasuki orang-orang tertentu dan berbuat keonaran, atau menampakkan wujudnya yang super jelek itu. Maka manusia-manusia lemah iman ini akan dengan serta merta rela melakukan apapun agar gangguan itu segera pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Sok eksis. pengen dikenal. jin seperti ini sering muncul di tempat2 tertentu dan suka di foto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Merasa terganggu dengan kegiatan. (alasannya sih, padahal dimensi ruangnya lain).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Menjerumuskan orang-orang soleh. Banyak orang soleh yang digoda dengan jin yang memasuki tubuh wanita cantik. Saat masuk ke seorang wanita cantik/menggoda, maka syahwat orang soleh akan bergejolak. Apalagi terapinya intens dan lama, sang wanita tergoda karena merasa ditolong, pria soleh tergoda secara hasratnya, kejadian ini dapat memutuskan hubungan suami-istri, dan modus operandi ini sangat disukai oleh jin. Yang lebih hebat lagi, jin tipe ini bertingkah alamiah (tidak kesurupun), namun gayanya intens dan agresif sehingga pria yang dimaksud tergoda hingga rela menceraikan istrinya, usaha ini belum juga selesai, sehingga sang orang soleh tadi rela melakukan hal-hal maksiat ini itu mengikuti kemauan wanita yang 'dicintainya' ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. diperintahkan oleh dukun/tukang sihir. Jin ini diperintahkan oleh orang yang berniat jahat. guna-guna, pelet, santet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Jenis-jenis jin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jin seperti manusia, terdiri dari banyak ras, suku, agama, tabiat dan bangsa-bangsa. Ingin tahu lebih lanjut baca buku-buku tentang jin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Interaksi dengan jin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sejak Nabi Sulaiman, bangsa jin sudah dijanjikan tidak membantu  manusia lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;35. Ia berkata: "Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan  yang tidak dimiliki oleh seorang juapun sesudahku, sesungguhnya Engkaulah Yang  Maha Pemberi." &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(QS. As Shaad 38:35)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Nabi-nabi as setelah sebelum dan setelah Sulaiman tidak ada yang pernah memperbantukan jin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;4. Hakekat gangguan jin..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. lemah&lt;br /&gt;.....karena sesungguhnya tipu daya syaitan itu adalah lemah. QS. An Nisaa 4:76&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. tidak dapat berlangsung tanpa ijin Allah&lt;br /&gt;....Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada  seorangpun, kecuali dengan izin Allah....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;5. Apa yang harus dilakukan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Jangan terlalu serius menanggapi orang yang kesurupan. Mereka senang kalo manusia-manusia disekitarnya takut dan serius menanggapi gangguan kesurupan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Ditanya maunya apa. Tapi pertanyaan ini juga hanya sekedar basa-basi supaya jinnya merasa dihargai. Dijawab syukur gak dijawab juga gak apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Ikat, supaya tidak menyerang. Kalau dipegangin sangat rawan pelecehan seksual dari yang memegangi. Biasanya korbannya wanita, dan ini memberi alasan buat pria untuk memegangi wanita yang bukan muhrimnya. Alibi ini sangat dinikmati oleh pria, dan ini salah satu tujuan si jin, merangsang syahwat orang terhadap wanita korban. sangat dianjurkan untuk mengobati sesuai dengan muhrimnya masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Jangan pernah terpikir membawa ke dukun atau orang pintar. Atau orang yang berlagak ustadz namun pengobatannya menganjurkan membeli ini itu, memotong ini itu, mengorbankan ini itu. Melakukan gerakan seperti berkelahi dan segala macam. Hal inilah yang disenangi oleh kelompok jin, dan tujuan utamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Lakukan tahapan-tahapan berikut.&lt;br /&gt;1. mengamankan. ikat dengan kain supaya tidak menyerang dan membahayakan orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. baca taawudz, alfatihah, ayat kursi, al baqarah 286 : amanar rasuulu..., al ikhlas, al falaq, an naas, berulang-ulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. saat membaca tekan titik refleksi pada titik jantung dengan benda tumpul yang agak keras, letaknya telapak kaki kiri, 5-7 cm di bawah jari manis. Karena jin berkeliaran di aliran darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. tidak usah berdialog, karena kita tidak berkompeten berdialog dengan jin. Jadi kita tidak pernah tahu mana yang benar mana yang bohong, biasanya lebih sering bohong, dan orang disekitarnya cenderung percaya. apalagi meminta makan ini, potong itu, ...tampar saja (tidak menyakiti orang yang kemasukan) dan katakan bohong, ..tempatmu bukan di sini dankeluar sekarang juga !!! hardik seperti ini terus saat dia meminta ini itu.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. lakukan prosedur 2-3 berulang-ulang. sambil katakan, saya gak mau dengar gak mau tau yang penting keluar sekarang juga......!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Kalau prosedur itu belum berhasil, jangan gusar, tinggalkan sejenak, syukur2 ada yang mau mengulang prosedur tersebut. Kemudian lakukan sholat hajat dan berdoa kepada Allah:&lt;br /&gt;"Duhai Allah, hambaMu yang lemah ini Engkau uji dengan sesuatu yang kami tidak memiliki ilmu tentangnya, kejadian ini mengguncang hati dan iman kami. Kami yang baru belajar beriman ini Engkau uji dengan ujian yang cukup berat. Kami mohon pertolonganMu saat ini juga duhai Allah, supaya makhluk itu tidak menyesatkan kami lebih jauh. Sungguh Engkau sangat dekat dan pertolonganMu sangat cepat". Baca doa ini berulang sampai timbul gairah lagi untuk mengulangi prosedur 2, 3.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;6. Kunci keberhasilan penyembuhan terapi jin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. tidak terlalu shock atau takut, santai dan selalu ingat Allah dalam kondisi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. tidak tergoda fisik dari orang yang akan ditolong. Penolong yang bersyahwat dengan wanita atau sebalknya yang kesurupan hampir pasti tidak akan berhasil. Kalau bersyahwa cari orang lain, bagi yang ingin menolong tapi melihat/merasakan kondisi ini dianjurkan tidak melakukan terapi, dan minta orang lain yang bisa menjaga hati/syahwatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. kesolehan. Orang yang banyak sholat, puasa, zikir lebih tajam terapinya daripada orang yang tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. kesabaran. semakin kita tidak soleh semakin lama dan sulit, terkadang malah ditertawakan. namun tidak berlaku sebaliknya bahwa semakin cepat menunjukkan kesolehan, sama sekali tidak demikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. jangan berpikir jalan pintas melakukan ritual syrik dan sesat, karena ini tujuan utama dari gangguan jin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. coba hubungi orang-orang sholeh yang melakukan ruqyah Islami, syukur2 yang bisa melakukan pembekaman, karena jin termasuk yang tidak suka dengan pembekaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g. jangan pernah menganggap setan dan jin hebat, karena sesungguhnya tipu daya mereka lemah, dan pertolongan/kuasa Allah jauhjauh melebihi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wallahualam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://suluk.blogsome.com"&gt;&lt;img src='http://suluk.blogsome.com/images/suluk09_120x60.png' alt="Suluk::Hanya Sekeping Cermin" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35418826-183907369277321073?l=wahjoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahjoe.blogspot.com/feeds/183907369277321073/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2010/03/terapi-gangguan-jin-untuk-pemula.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/183907369277321073'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/183907369277321073'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2010/03/terapi-gangguan-jin-untuk-pemula.html' title='Terapi Gangguan Jin untuk Pemula'/><author><name>Budhi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Poe8x-uxWKM/SOrCjWKh0YI/AAAAAAAAABs/Z0NEBIqa3pk/S220/baZZo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35418826.post-5084876747280598594</id><published>2010-03-01T17:09:00.005+07:00</published><updated>2011-09-03T12:37:11.446+07:00</updated><title type='text'>Argumen seorang hamba atas peringatan maulid di hari kiamat kelak</title><content type='html'>Saya pribadi adalah orang awam yang tidak terlalu mengetahui sejarah maulid Nabi. Tapi setiap maulid, hati saya merasa senang, haru, sedih, bercampur baur jadi satu. Senang karena saya termasuk kaum muslimin yang mengakui Allah sebagai Tuhan, dan Muhammad Saw sebagai rasulullah; haru karena mengingat perjuangan beliau yang luar biasa dan diakhir hayatnya  meratapi umatnya; sedih 1 karena saya belum berjumpa beliau dan apakah saya diberi kesempatan menjadi umat yang terpilih di belakang beliau kelak; sedih 2 karena umat ini beradu urat leher untuk mempertentangkan cara mencintai beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya termasuk orang yang mendukung pelaksanaan maulid, maulid yang mana? Maulid Nabi Muhammad Saw yang saya sebut namanya setiap sholat tentunya. Karena perasaan-perasaan yang saya sebutkan di atas. Sebagian orang menganggap peringatan maulid Nabi adalah sesat dan setiap kesesatan harus masuk neraka. Maka sayapun dengan mantap menuliskan argumen ini kepada Allah SWT yang Maha Adil:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"Hai fulan, mengapa engkau lakukan peringatan maulid sedangkan Nabi tidak mencontohkan"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Duhai Allah Yang perkasa, dan demi keperkasaanMu dan kedhaifanku aku hanya menerjemahkan perintahmu, Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya. (QS.Al-Ahzab 33:56)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"Hai fulan, bukankah sudah ada yang memperingatkanmu untuk tidak melaksanakan ibadah itu karena Nabi tidak mengajarkan"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Duhai Allah Pemilik Keagungan, Engkau lahirkan kami bukan pada masa Rasulullah, demi kemurahanMu dan PengetahuanMu tanpa batas, jika kecintaan kami, tetesan air mata rindu kepada Nabi kami yang tidak pernah kami menyentuhnya, melihatnya, berbicara kepadanya, semasa beliau hidup Engkau timpakan kepada kami hukuman karena itu, maka ini maka hal itu adalah hukuman yang kami ridho padanya. Dan bila kami melakukannya karena kesombongan dan kami niatkan menentangMu, maka Engkau lebih mengetahuinya dari apapun. Kami lakukan ini sebagai wujud kecintaan kami, setiap mendengarkan kelahiran sesuatu yang agung, secara fitrah kami ingin memperingatinya. Setiap tahun kami memperingatinya, kami melantunkan shalawat pelepas rindu, mendengar kisah-kisah beliau, bertambahlah kecintaan kami kepada beliau duhai Allah Zat yang Maha Melihat. Meski kami bershalawat sepanjang pagi dan petang, namun peringatan itu lebih memperdalam keimanan kami kepadaMu dan NabiMu duhai Allah. Meskipun kami ridho dihukum atas peringatan tersebut, tetapi kami lebih suka bila Engkau mengampuni kami dengan Keluasan Ilmu dan Ke Maha PengampunanMu, duhai Pemilik Ampunan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://suluk.blogsome.com"&gt;&lt;img src='http://suluk.blogsome.com/images/suluk09_120x60.png' alt="Suluk::Hanya Sekeping Cermin" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35418826-5084876747280598594?l=wahjoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahjoe.blogspot.com/feeds/5084876747280598594/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2010/03/argumen-seorang-hamba-atas-peringatan.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/5084876747280598594'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/5084876747280598594'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2010/03/argumen-seorang-hamba-atas-peringatan.html' title='Argumen seorang hamba atas peringatan maulid di hari kiamat kelak'/><author><name>Budhi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Poe8x-uxWKM/SOrCjWKh0YI/AAAAAAAAABs/Z0NEBIqa3pk/S220/baZZo.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35418826.post-5373983248764686191</id><published>2010-01-28T11:38:00.004+07:00</published><updated>2010-03-01T17:09:18.671+07:00</updated><title type='text'>Tawasul Amal</title><content type='html'>Kisah tiga orang yang terjebak di dalam gua dan meminta pertolongan kepada Allah untuk dibebaskan, sudah dikenal dalam kitab shahih Bukhari dan Muslim. Kisah ini menjadi landasan dibolehkannya menyebutkan amal kebaikan di masa lampau untuk meminta pertolongan saat ini. Istilahnya meminta pertolongan instan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah seorang ustadz mempopulerkan tawasul amal ini dengan hitungan matematis yang beliau peroleh dari Al-Quran. Pada dasarnya mengerjakan sesuatu kebaikan yg masih dilandasi permohonan kepada Allah masih diperbolehkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pribadi tidak menjadikannya terlalu masalah, karena setiap orang memiliki tingkatan pemahaman yang berbeda-beda tentang agama. Tapi ada sedikit kekhawatiran tentang tawasul amal ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Allah menuntut transaksi.Terkesan bahwa kita tidak yakin pertolongan Allah hanya dengan doa. sehingga ada kesan Allah akan menolong saat kita menyebut amal atau melakukan amal kebaikan; semacam transaksi. Kita perlu ingat, bahwa kita diberi hidup gratis, tumbuh gratis, napas gratis, semua kenikmatan yang kita rasakan karena panca indra dan tubuh yang sehat adalah karunia yang tidak akan terbayar oleh transaksi ibadah macam apapun. Musibah adalah ketetapan Allah di muka bumi yang menimpa semua makhluknya, maka kita tinggal mempersiapkannya saja. Para Nabi yang mulia juga mengalami masa-masa sulit. Mereka mencontohkan bahwa hanya cukup dengan berdoa yang sungguh-sungguh kita akan mendapatkan pertolongan, tanpa transaksi amal. Sehingga contoh dalam haditspun adalah 3 orang yang tidak dikenal, menunjukkan bahwa hal tersebut boleh namun bukan amalan para Nabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Muhammad SAW malahan menjadikan ibadahnya sebagai wujud dari syukur. Saat ditanya oleh Aisyah RA, mengapa beliau masih banyak beribadah sedangkan beliau SAW sudah diampuni, maka beliau mejawab: apakah aku tidak boleh menjadi hamba yang bersyukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pembelokkan akidah. orang yang sering mendapat cobaan akan segera beramal, tanpa ingat lagi proses, bahwa musibah datangnya dari Allah untuk melatih kesabaran, keikhlasan, dan keteguhan kita. Sehingga mereka berpikir untuk segera beramal untuk menghindari bala. pokoknya beramal untuk hidup sesuai jalan pikirannya. Akhirnya orang seperti ini dapat memahami Allah dari segi jual-beli. Dan yang paling ditakutkan menuhankan amalan tersebut. Bukan lagi Allah yang menolong, tapi amalan yang menolong dia. wallahualam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://suluk.blogsome.com"&gt;&lt;img src='http://suluk.blogsome.com/images/suluk09_120x60.png' alt="Suluk::Hanya Sekeping Cermin" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35418826-5373983248764686191?l=wahjoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahjoe.blogspot.com/feeds/5373983248764686191/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2010/01/tawasul-amal.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/5373983248764686191'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/5373983248764686191'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2010/01/tawasul-amal.html' title='Tawasul Amal'/><author><name>Budhi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Poe8x-uxWKM/SOrCjWKh0YI/AAAAAAAAABs/Z0NEBIqa3pk/S220/baZZo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35418826.post-2148866076719163492</id><published>2010-01-26T09:32:00.000+07:00</published><updated>2010-01-26T09:34:00.944+07:00</updated><title type='text'>Ibadah yang Dihempaskan</title><content type='html'>Ibnu Mubarak bercerita bahwa Khalid bin Ma’dan berkata kepada Mu’adz, “Mohon Tuan ceritakan hadits Rasulullah sallAllahu ‘alayhi wasallam yang Tuan hafal dan yang Tuan anggap paling berkesan. Hadits manakah menurut Tuan?&lt;br /&gt;Jawab Mu’adz, “Baiklah, akan kuceritakan.”&lt;br /&gt;Selanjutnya, sebelum bercerita, beliau pun menangis. Beliau berkata, “Hmm, Betapa rindunya diriku pada Rasulullah, ingin rasanya diriku segera bertemu dengan beliau.”&lt;br /&gt;Kata beliau selanjutnya, “Tatkala aku menghadap Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam, beliau menunggang unta dan menyuruhku agar naik di belakang beliau. Kemudian berangkatlah kami dengan berkendaraan unta itu. Selanjutnya beliau menengadah ke langit dan bersabda:&lt;br /&gt;Puji syukur ke hadirat Allah Yang Berkehendak atas makhluk-Nya, ya Mu’adz!&lt;br /&gt;Jawabku, “Ya Sayyidi l-Mursalin”&lt;br /&gt;Beliau kemudian berkata, ‘Sekarang aku akan mengisahkan satu cerita kepadamu. Apabila engkau menghafalnya, cerita itu akan sangat berguna bagimu. Tetapi jika kau menganggapnya remeh, maka kelak di hadapan Allah, engkau pun tidak akan mempunyai hujjah (argumen).&lt;br /&gt;Hai Mu’adz! Sebelum menciptakan langit dan bumi, Allah telah menciptakan tujuh malaikat. Pada setiap langit terdapat seorang malaikat penjaga pintunya. Setiap pintu langit dijaga oleh seorang malaikat, menurut derajat pintu itu dan keagungannya.&lt;br /&gt;Dengan demikian, malaikat pula-lah yang memelihara amal si hamba. Suatu saat sang Malaikat pencatat membawa amalan sang hamba ke langit dengan kemilau cahaya bak matahari.&lt;br /&gt;Sesampainya pada langit tingkat pertama, malaikat Hafadzah memuji amalan-amalan itu. Tetapi setibanya pada pintu langit pertama, malaikat penjaga berkata kepada malaikat Hafadzah:&lt;br /&gt;“Tamparkan amal ini ke muka pemiliknya. Aku adalah penjaga orang-orang yang suka mengumpat. Aku diperintahkan agar menolak amalan orang yang suka mengumpat. Aku tidak mengizinkan ia melewatiku untuk mencapai langit berikutnya!”&lt;br /&gt;Keesokan harinya, kembali malaikat Hafadzah naik ke langit membawa amal shaleh yang berkilau, yang menurut malaikat Hafadzah sangat banyak dan terpuji.&lt;br /&gt;Sesampainya di langit kedua (ia lolos dari langit pertama, sebab pemiliknya bukan pengumpat), penjaga langit kedua berkata, “Berhenti, dan tamparkan amalan itu ke muka pemiliknya. Sebab ia beramal dengan mengharap dunia. Allah memerintahkan aku agar amalan ini tidak sampai ke langit berikutnya.”&lt;br /&gt;Maka para malaikat pun melaknat orang itu.&lt;br /&gt;Di hari berikutnya, kembali malaikat Hafadzah naik ke langit membawa amalan seorang hamba yang sangat memuaskan, penuh sedekah, puasa, dan berbagai kebaikan, yang oleh malaikat Hafadzah dianggap sangat mulia dan terpuji. Sesampainya di langit ketiga, malaikat penjaga berkata:&lt;br /&gt;“Berhenti! Tamparkan amal itu ke wajah pemiliknya. Aku malaikat penjaga kibr (sombong). Allah memerintahkanku agar amalan semacam ini tidak pintuku dan tidak sampai pada langit berikutnya. Itu karena salahnya sendiri, ia takabbur di dalam majlis.”&lt;br /&gt;Singkat kata, malaikat Hafadzah pun naik ke langit membawa amal hamba lainnya. Amalan itu bersifat bak bintang kejora, mengeluarkan suara gemuruh, penuh dengan tasbih, puasa, shalat, ibadah haji, dan umrah. Sesampainya pada langit keempat, malaikat penjaga langit berkata:&lt;br /&gt;“Berhenti! Popokkan amal itu ke wajah pemiliknya. Aku adalah malaikat penjaga ‘ujub (rasa bangga terhadap kehebatan diri sendiri) . Allah memerintahkanku agar amal ini tidak melewatiku. Sebab amalnya selalu disertai ‘ujub.”&lt;br /&gt;Kembali malaikat Hafadzah naik ke langit membawa amal hamba yang lain. Amalan itu sangat baik dan mulia, jihad, ibadah haji, ibadah umrah, sehingga berkilauan bak matahari. Sesampainya pada langit kelima, malaikat penjaga mengatakan:&lt;br /&gt;“Aku malaikat penjaga sifat hasud(dengki). Meskipun amalannya bagus, tetapi ia suka hasud kepada orang lain yang mendapat kenikmatan Allah swt. Berarti ia membenci yang meridhai, yakni Allah. Aku diperintahkan Allah agar amalan semacam ini tidak melewati pintuku.”&lt;br /&gt;Lagi, malaikat Hafadzah naik ke langit membawa amal seorang hamba. Ia membawa amalan berupa wudhu’ yang sempurna, shalat yang banyak, puasa, haji, dan umrah. Sesampai di langit keenam, malaikat penjaga berkata:&lt;br /&gt;“Aku malaikat penjaga rahmat. Amal yang kelihatan bagus ini tamparkan ke mukanya. Selama hidup ia tidak pernah mengasihani orang lain, bahkan apabila ada orang ditimpa musibah ia merasa senang. Aku diperintahkan Allah agar amal ini tidak melewatiku, dan agar tidak sampai ke langit berikutnya.”&lt;br /&gt;Kembali malaikat Hafadzah naik ke langit. Dan kali ini adalah langit ke tujuh. Ia membawa amalan yang tak kalah baik dari yang lalu. Seperti sedekah, puasa, shalat, jihad, dan wara’. Suaranya pun menggeledek bagaikan petir menyambar-nyambar, cahayanya bak kilat. Tetapi sesampai pada langit ke tujuh, malaikat penjaga berkata:&lt;br /&gt;“Aku malaikat penjaga sum’at (sifat ingin terkenal). Sesungguhnya pemilik amal ini menginginkan ketenaran dalam setiap perkumpulan, menginginkan derajat tinggi di kala berkumpul dengan kawan sebaya, ingin mendapatkan pengaruh dari para pemimpin. Aku diperintahkan Allah agar amal ini tidak melewatiku dan sampai kepada yang lain. Sebab ibadah yang tidak karena Allah adalah riya. Allah tidak menerima ibadah orang-orang yang riya.”&lt;br /&gt;Kemudian malaikat Hafadzah naik lagi ke langit membawa amal dan ibadah seorang hamba berupa shalat, puasa, haji, umrah, ahlak mulia, pendiam, suka berdzikir kepada Allah. Dengan diiringi para malaikat, malaikat Hafadzah sampai ke langit ketujuh hingga menembus hijab-hijab (tabir) dan sampailah di hadapan Allah. Para malaikat itu berdiri di hadapan Allah. Semua malaikat menyaksikan amal ibadah itu shahih, dan diikhlaskan karena Allah.&lt;br /&gt;Kemudian Allah berfirman:&lt;br /&gt;“Hai Hafadzah, malaikat pencatat amal hamba-Ku, Aku-lah Yang Mengetahui isi hatinya. Ia beramal bukan untuk Aku, tatapi diperuntukkan bagi selain Aku, bukan diniatkan dan diikhlaskan untuk- Ku. Aku lebih mengetahui daripada kalian. Aku laknat mereka yang telah menipu orang lain dan juga menipu kalian (para malaikat Hafadzah). Tetapi Aku tidak tertipu olehnya. Aku-lah Yang Maha Mengetahui hal-hal gaib. Aku mengetahui segala isi hatinya, dan yang samar tidaklah samar bagi-Ku. Setiap yang tersembunyi tidaklah tersembunyi bagi-Ku. Pengetahuan-Ku atas segala sesuatu yang telah terjadi sama dengan pengetahuan-Ku atas segala sesuatu yang belum terjadi. Pengetahuan-Ku atas segala sesuatu yang telah lewat sama dengan yang akan datang. Pengetahuan-Ku atas segala yang telah lewat sama dengan yang akan datang.&lt;br /&gt;Pengetahuan-Ku atas orang-orang terdahulu sama dengan pengetahuan-Ku atas orang-orang kemudian.&lt;br /&gt;Aku lebih mengetahui atas sesuatu yang samar dan rahasia. Bagaimana hamba-Ku dapat menipu dengan amalnya. Mereka mungkin dapat menipu sesama makhluk, tetapi Aku Yang Mengetahui hal-hal yang gaib. Aku tetap melaknatnya…!”&lt;br /&gt;Tujuh malaikat di antara tiga ribu malaikat berkata, “Ya Tuhan, dengan demikian tetaplah laknat-Mu dan laknat kami atas mereka.”&lt;br /&gt;Kemudian semua yang berada di langit mengucapkan, “Tetaplah laknat Allah kepadanya, dan laknatnya orang-orang yang melaknat.”‘&lt;br /&gt;Sayyidina Mu’adz kemudian menangis tersedu-sedu. Selanjutnya berkata, “Ya Rasulallah, bagaimana aku bisa selamat dari semua yang baru engkau ceritakan itu?”&lt;br /&gt;Jawab Rasulullah, “Hai Mu’adz, ikutilah Nabimu dalam masalah keyakinan.”&lt;br /&gt;Tanyaku (Mu’adz), “Engkau adalah Rasulullah, sedang aku hanyalah Mu’adz bin Jabal. Bagaimana aku bisa selamat dan terlepas dari bahaya tersebut?”&lt;br /&gt;Berkatalah Rasulullah sallAllahu ‘alayhi wasallam, “Memang begitulah, bila ada kelengahan dalam amal ibadahmu. Karena itu, jagalah mulutmu jangan sampai menjelekkan orang lain, terutama kepada sesama ulama. Ingatlah diri sendiri tatkala hendak menjelekkan orang lain, sehingga sadar bahwa dirimu pun penuh aib. Jangan menutupi kekurangan dan kesalahanmu dengan menjelekkan orang lain. Janganlah mengorbitkan dirimu dengan menekan dan menjatuhkan orang lain. Jangan riya dalam beramal, dan jangan mementingkan dunia dengan mengabaikan akhirat. Jangan bersikap kasar di dalam majlis agar orang takut dengan keburukan akhlakmu. Jangan suka mengungkit-ungkit kebaikan, dan jangan menghancurkan pribadi orang lain, kelak engkau akan dirobek-robek dan dihancurkan anjing Jahannam”&lt;br /&gt;Tanyaku selanjutnya, “Ya Rasulallah, siapakah yang bakal menanggung penderitaan seberat itu?”&lt;br /&gt;Jawab Rasulullah sallAllahu ‘alayhi wasallam, “Mu’adz, yang aku ceritakan tadi akan mudah bagi mereka yang dimudahkan Allah. Engkau harus mencintai orang lain sebagaimana engkau menyayangi dirimu. Dan bencilah terhadap suatu hal sebagaimana kau benci bila itu menimpa dirimu. Jika demikian engkau akan selamat.”&lt;br /&gt;Sumber: Al Ghazali, Minhajul Abidin, dan Bidayatul Hidayah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://suluk.blogsome.com"&gt;&lt;img src='http://suluk.blogsome.com/images/suluk09_120x60.png' alt="Suluk::Hanya Sekeping Cermin" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35418826-2148866076719163492?l=wahjoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahjoe.blogspot.com/feeds/2148866076719163492/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2010/01/ibadah-yang-dihempaskan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/2148866076719163492'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/2148866076719163492'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2010/01/ibadah-yang-dihempaskan.html' title='Ibadah yang Dihempaskan'/><author><name>Budhi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Poe8x-uxWKM/SOrCjWKh0YI/AAAAAAAAABs/Z0NEBIqa3pk/S220/baZZo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35418826.post-6569281626221913487</id><published>2010-01-15T16:40:00.002+07:00</published><updated>2011-09-03T12:38:35.234+07:00</updated><title type='text'>Menyikapi hinaan akidah</title><content type='html'>Baru saja melintasi sebuah web yang mencaci maki keyakinan, lumayan ..membuat darah jadi naik...tapi tiba-tiba tersadar...buat apa...Rasulullah SAW sendiri tidak pernah melayani hinaan dan cacian, yang diperangi oleh Rasulullah adalah kezaliman fisik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat akidah dihina maka sesungguhnya masih ada fanatisme kepada ajaran itu sendiri. Mestinya kita pasrahkan saja kepada yang Sang Penguasa, sebagaimana sikap Rasulullah SAW yang dijuluki orang gila sambil dilempari batu dan membuat Jibril 'emosional' melihat pemandangan seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, agama ini bukan untuk dibela, AJARAN AGAMA INI YANG MEMBELA KITA... jadi buat apa membuat pembelaan terhadap keimanan yang ada dalam hati manusia. Manusia-manusia yang menghina akidah juga menerima penghinaan serupa dari orang-orang yang tidak mempercayai Sang Tunggal sama sekali. Kebalikannya keyakinan penuh kita terhadap janji Allah membuat kita merasa kasihan juga terhadap mereka dihari penghisaban kelak....inilah intinya semuanya hanya ada dalam hati, tidak bisa didebat, dan yakinlah kita akan hari pengadilan kelak siapa benar dan siapa yang salah, siapa yang tertunduk lesu, siapa yang bergembira....apabila anda diajak berdebat dengan seseorang yang langsung menyerang kepada apa yang kita perbuat, jawabannya sungguh sederhana, ....YANG SEMUA ANDA KATAKAN BENAR, TETAPI SAYA TIDAK MEYAKINI HAL YANG DEMIKIAN. KEYAKINAN SAYA KEBALIKAN DARI YANG ANDA KATAKAN. KALAU KEYAKINAN ITU SUDAH ADA DALAM HATI MAKA SIAPAPUN TIDAK DAPAT MERUBAHNYA APAPUN KATA ANDA DAN IBLIS MANAPUN TIDAK AKAN MERUBAH KEYAKINAN SAYA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyerangan terhadap akidah didasarkan pada fanatisme terhadap keyakinan hati. Padahal keyakinan itu adalah modal untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, bukan untuk dibangga2kan. Membalas makian dengan makian tidak sesuai dengan ajaran Rasulullah SAW. Penyerangan akidah juga terjadi antara sesama kaum muslimin sendiri, penafsiran akal sering dipaksakan kepada orang lain, padahal pegangan yang digunakan sama. Hal ini menunjukkan kelemahan akal, meskipun yang digunakan adalah dalil agama, namun kekotoran hati manusia yang selalu ingin 'dianggap paling benar' membuat manusia terjebak kepada sifat iblis yang selalu merasa lebih dari Adam AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akidah adalah rasa yang ditanamkan, dikembangkan, dan dibina oleh setiap orang yang beriman. Wilayah ini tidak bisa diintervensi dengan akal kita. Sebagaimana seorang pecinta dugem meyakinkan asyiknya dugem kepada seorang ahli ibadah, dan sebaliknya ahli ibadah menceritakan nikmatnya ibadah....sulit nyambung bila menggunakan parameter fisik. Kebahagiaan yang dirasakan oleh penggemar dugem tidak bisa dicapai oleh ahli ibadah dan sebaliknya. Dan lucunya kedua-duanya saling mengasihani. Dari sini kita melihat bahwa keyakinan adalah masalah hati letaknya sangat dalam dan lembut. Meyakini sesuatu yang tidak tampak dan sangat berkuasa adalah hal yang tersulit bagi manusia yang bergerak dengan panca indra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hindari berdebat masalah akidah dengan orang yang berniat mencari-cari kelemahan, karena buang waktu dan mengotori hati. Demikian pula hinaan pada Nabi tidak usah disikapi dengan emosional, cukup dengan proporsional dan beradab. Karena hinaan kepada Nabi SAW tidak akan mengurangi kemuliaan beliau. Sebagaimana pengingkaran kepada Allah SWT tidak membuat Allah menjadi kecil.  wallahualam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://suluk.blogsome.com"&gt;&lt;img src='http://suluk.blogsome.com/images/suluk09_120x60.png' alt="Suluk::Hanya Sekeping Cermin" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35418826-6569281626221913487?l=wahjoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahjoe.blogspot.com/feeds/6569281626221913487/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2010/01/menyikapi-hinaan-akidah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/6569281626221913487'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/6569281626221913487'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2010/01/menyikapi-hinaan-akidah.html' title='Menyikapi hinaan akidah'/><author><name>Budhi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Poe8x-uxWKM/SOrCjWKh0YI/AAAAAAAAABs/Z0NEBIqa3pk/S220/baZZo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35418826.post-7761655562245766248</id><published>2010-01-11T16:22:00.003+07:00</published><updated>2010-04-19T13:18:05.264+07:00</updated><title type='text'>Kelebihan Umat akhir jaman</title><content type='html'>Umat akhir jaman sering tercela apabila dibandingkan umat-umat yang hidup semasa dengan Nabi. Belum lagi sebagian ulama memberikan penegasan dengan mengangkat tema kelebihan sahabat yang hidup pada masa Nabi, dan dalil yang menunjuk kepada kekurangan umat akhir jaman. Apakah hal tersebut tidak mencederai sifat Allah yang Maha Adil ? Jelas...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadilan Allah meliputi setiap penciptaanNya. Tidak ada yang dilebih dari yang lain. Manusia-manusia yang unggul dari yang lain dari segi ketakwaanlah yang muncul sebagai Nabi atau Rasul. Seperti pernyataan saya sebelumnya, bahwa penciptaan manusia sudah melalui tahapan simulasi dan evaluasi, maka malaikatpun bisa menyatakan," mengapa Allah menyuruh kita yang memiliki kecenderungan saling berbunuhan. Para Nabi dan Rasul adalah manusia-manusia yang saat disimulasikan memiliki keunggulan komparatif dibanding manusia lainnya. Logika ini sangatlah sederhana. Bagaimana mungkin Allah memberikan amanat besar kepada orang yang lemah? Manusia sering terbutakan oleh ketinggian dan kelebihan yang dimiliki para Nabi dan Rasul, namun lupa akan cobaan dan tempaan yang dihadapi oleh beliau. Para Nabi dilebihkan karena mereka adalah orang-orang yang kuat secara fisik dan mental.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kisah-kisah diceritakan bagaimana para nabi sebelum Ibrahim diperintahkan kepada segenap umat untuk mengenal Allah. Namun demikian sangat sedikit dari mereka yang mengikuti. Mukjijat dan Nabi sangat dibutuhkan pada masa lalu, karena keimanan membutuhkan fakta-fakta membutuhkan argumentasi-argumentasi logis. Kehadiran para Nabi, risalah-risalah, dan mukjijat sangat dibutuhkan oleh masyarakat masa lampau untuk mengenal Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa tidak diperlukan Nabi lagi saat ini? Tidak ada argumentasi pasti, mengapa Muhammad menjadi Nabi penutup. Namu saya secara pribadi menganalisa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sudah dekat hari kiamat.&lt;br /&gt;2. Allah mengenalkan dirinya lewat ilmu pengetahuan dan teknologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal pertama saya tidak memiliki dalil apapun. Namun untuk yang kedua saya pribadi memiliki argumen. Dengan semakin dipaparkannya ilmu pengetahuan dan teknologi maka makin nampaklah hakikat penciptaan alam semesta ini. Harun Yahya secara ilmiah telah berhasil memaparkan benang merah dari penciptaan alam semesta. Dengan fakta-fakta sejarah masa lampau, dalil Quran dan Hadits, maka logika kita digiring kepada suatu titik menuju Allah. Jalan menuju Allahpun dipermudah dengan berbagai cara yang ditunjukkan oleh ulama-ulama terdahulu, tinggal memilih mana yang cocok dan tinggal lakukan. Inilah suatu cara Allah untuk menggantikan para Nabi. Bila dahulu wahyu turun melalui para Nabi dan wali maka saat ini wahyu turun melalui semua makhluk. Tugas setiap individu untuk menyimpulkannya sendiri dan mengambil yang bermanfaat untuk menemukan jalan menjumpai Tuhannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://suluk.blogsome.com"&gt;&lt;img src='http://suluk.blogsome.com/images/suluk09_120x60.png' alt="Suluk::Hanya Sekeping Cermin" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35418826-7761655562245766248?l=wahjoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahjoe.blogspot.com/feeds/7761655562245766248/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2010/01/kelebihan-umat-akhir-jaman.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/7761655562245766248'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/7761655562245766248'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2010/01/kelebihan-umat-akhir-jaman.html' title='Kelebihan Umat akhir jaman'/><author><name>Budhi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Poe8x-uxWKM/SOrCjWKh0YI/AAAAAAAAABs/Z0NEBIqa3pk/S220/baZZo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35418826.post-4665913704052215651</id><published>2010-01-08T13:15:00.003+07:00</published><updated>2011-09-03T12:38:18.267+07:00</updated><title type='text'>Berdialog dg Allah</title><content type='html'>Dialog adalah suatu komunikasi 2 arah. Namun saat konteks tersebut kita hadapkan pada manusia dan Tuhan menjadi suatu debat panjang. Dialog atau monolog ? Kata monolog kepada Tuhan tidak pernah kita dengar, karena hampir semua orang beriman mengakui bahwa Tuhan berbicara kepada kita tidak dengan suara atau bahasa verbal, namun dengan tanda-tanda di sekitar kita. Tuhan sangat senang diajak berdialog, karena dialog ini berarti:&lt;br /&gt;1. mengakui keberadaanNya.&lt;br /&gt;2. mengakui kekuasaanNya.&lt;br /&gt;3. mengakui ketinggianNya.&lt;br /&gt;4. mengakui sifat-sifat keTuhananNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sangat jarang dari kita manusia yang berdialog dengan Tuhan karena hal-hal berikut:&lt;br /&gt;1. merasa tidak dijawab.&lt;br /&gt;2. Tuhan diam saja.&lt;br /&gt;3. tidak memberikan dampak apa-apa.&lt;br /&gt;4. aturan rumit dari agama.&lt;br /&gt;5. hanya masalah2 berat dan posisi mau mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya pribadi, manusia yang cerdas adalah manusia yang banyak berdialog dengan Tuhan. Selain cerdas manusia jenis ini secara otomatis naik tingkatan keimanannya. Namun sangat jarang manusia yang mengikuti langkah para utusan dan nabi yang banyak berdialog dengan Tuhan karena 5 faktor di atas. Maka saking sayangnya manusia diberikan musibah agar manusia sering berdialog dengan penciptanya, mulai sakit, bencana alam, kecelakaan, kehilangan harta benda, orang yang disayang, sehingga faktor no.5 dipenuhi. Tapi keadan ini juga rawan, karena tidak jarang orang menjadi kafir karena ujian-ujian tersebut. Ujian yang bertubi-tubi yang dirasakannya dianggap bahwa Tuhan tidak sayang lagi, buat apa mengakui kalo saya tidak disayang lagi. Rasa sedih karena hilangnya kenikmatan dunia menunjukkan rendahnya keimanan seseorang akan surga yang dijanjikan kepada orang yang taat sekaligus bersabar. Jadi musibah dan ujian memang merupakan filter bagi orang beriman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana bentuk dialog itu?&lt;br /&gt;bentuk dialog itu sederhana, semua kebutuhan dan kehendak kita hendaknya disampaikan semuanya tanpa terkecuali kepada Sang Pencipta. Dalam suatu kisah diriwayatkan bahwa Nabi Musa berdoa kepada Tuhan sekedar meminta garam. Hikmah dari cerita ini adalah sampaikan apapun keperluan kita, bahkan yang paling simpel, sederhana, dan di depan mata kita, apalagi masalah yang diluar jangkauan kita.  Dialog ini janganlah dibatasi oleh peribadatan rutin, karena Dia Pencipta tidak menuntut formalitas, sebagaimana seorang raja kepada rakyat. Pencipta ..pencipta...sesuai dengan sifatnya apakah dia menuntut kesempurnaan dari yang diciptakan? tentu tidak..sebagaimana seorang pembuat mobil, dia ingin ciptaannya bagus dan hebat, tentunya hal itu dibebankan pada dirinya sendiri bukan kepada si mobil.&lt;br /&gt;Tuhan, hanya menuntut pengakuan dari kita, itulah sebabnya kita diciptakan, karena Dia butuh pengakuan kita dari makhluk untuk mengaktualisasikan sifat-sifatNya. Tanpa ciptaan maka sifat-sifatNya yang Kasih, Sayang, tidak ada tanpa adanya makhluk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dialog sebelum kerja:&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tuhan aku hari ini memulai kerja, secara nafsu aku menginginkan uang banyak, jabatan tinggi, kerja ringan, hasil maksimal. Tapi tentunya Engkau lebih tahu yang terbaik bagiku, andaikan Engkau memberikan yang terbaik dan tidak sesuai nafsuku berikan aku pengertian, kesabaran, dan segala yang terbaik yang Engkau harapkan dari diriku&lt;/span&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dialog-dialog semacam itu tidak kita jumpai dalam doa-doa formal sehingga hati kita tidak pernah bertaut kepada Tuhan. Sehingga Tuhan tetap jauh bagi kita. Lama-lama kitapun memisahkan waktu untuk Dia dan dalam waktu-waktu tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan harus kita libatkan setiap saat, setiap waktu, setiap detik, setiap hembusan nafas. Pada saat tubuh dan jiwa merasakan kenyamananan maka dialog yang keluar tidak lain adalah pujian:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Tuhan terimakasih atas kehidupan yang engkau berikan kepadaku, betapa besar karunia yang aku terima dibanding makhlukmu yang lain, tidak ada perbuatan yang sanggup membalas kebaikanMu selama ini. Aku berterima kasih atas semuanya, Engkau sungguh luar biasa baik..baik..baik sekali, terimakasih juga yang tak terhingga atas perasaan mengingat dan mengakuiMu sebagai Tuhanku, karena tidak semua orang memiliki perasaan ini, jagalah terus perasaan ini dan matikanlah aku dalam keadaan mengingatMu"&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://suluk.blogsome.com"&gt;&lt;img src='http://suluk.blogsome.com/images/suluk09_120x60.png' alt="Suluk::Hanya Sekeping Cermin" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35418826-4665913704052215651?l=wahjoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahjoe.blogspot.com/feeds/4665913704052215651/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2010/01/berdialog-dg-allah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/4665913704052215651'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/4665913704052215651'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2010/01/berdialog-dg-allah.html' title='Berdialog dg Allah'/><author><name>Budhi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Poe8x-uxWKM/SOrCjWKh0YI/AAAAAAAAABs/Z0NEBIqa3pk/S220/baZZo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35418826.post-364689056183131618</id><published>2009-12-31T09:52:00.000+07:00</published><updated>2009-12-31T09:53:39.643+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Berserah saja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia sibuk berpikir padahal dia hadir kedunia tanpa berpikir&lt;br /&gt;Manusia sibuk bekerja padahal dia hadir kedunia tanpa usaha sedikitpun&lt;br /&gt;Manusia sibuk mengatur padahal turun ke dunia bukan keputusannya&lt;br /&gt;Manusia sibuk berencana padahal turun ke dunia bukan rencananya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah dia tidak sadar bahwa kehadirannya ke dunia hanya untuk suatu pengakuan&lt;br /&gt;Apakah dia tidak ingat akan perjanjiannya sebelum dia akan dilahirkan&lt;br /&gt;Apakah dia tidak ingat Bapak Adam ke dunia hanya untuk tobat&lt;br /&gt;Apakah dia tidak ingat para utusan diutus untuk mengatakan tidak ada yang lain,selain Dia&lt;br /&gt;Apakah dia tidak belajar bahwa jalan keluar adalah penyerahan&lt;br /&gt;Apakah dia tidak belajar dari Bapak Nuh yang berserah atas kaumnya&lt;br /&gt;Bapak Yunus berserah atas pelariannya&lt;br /&gt;Bapak &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1262227906_0"&gt;Sulaiman&lt;/span&gt; berserah atas kekayaannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5 indera adalah cobaan besar&lt;br /&gt;akal adalah cobaan besar&lt;br /&gt;hawa nafsu adalah cobaan besar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ujian itu hanyalah pengakuan akan Zat yang berpikir&lt;br /&gt;ujian itu hanyalah pengakuan akan Zat yang bekerja&lt;br /&gt;ujian itu hanyalah pengakuan akan zat yang mengatur&lt;br /&gt;ujian itu hanyalah pengakuan akan zat yang merencanakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apakah perlu mengatur kalau Zat itu Maha Pengatur&lt;br /&gt;apakah perlu berpikir kalau Zat itu Maha Mengawasi&lt;br /&gt;apakah perlu bekerja kalau Zat itu Maha Menggerakkan&lt;br /&gt;apakah perlu merencanakan kalau Zat itu Maha Merencanakan&lt;br /&gt;Begitu manis bibirmu mengatakan bahwa Dia adalah Maha Segalanya&lt;br /&gt;namun kau libatkan Dia hanya untuk memenuhi 5 inderamu, akalmu, dan nafsumu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;istirahatkan inderamu, istirahatkan akalmu, istirahatkan nafsumu&lt;br /&gt;istirahatkan, istirahatkan, istirahatkan&lt;br /&gt;serahkan, serahkan, serahkan&lt;br /&gt;&lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1262227906_1"&gt;seperti yang&lt;/span&gt; kau katakan Maha berarti Hanya Dia...&lt;br /&gt;Hanya Dia ...hanya Dia ...hanya Dia...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film kehidupan telah selesai dibuat&lt;br /&gt;Sang Sutradara dan makhluk terdahulu menyaksikannya&lt;br /&gt;Saat Makhluk terdahulu bertanya:&lt;br /&gt;"Apakah Engkau Yakin akan menghidupkan lakon ini, dimana pemainnya&lt;br /&gt;akan saling berbunuhan"&lt;br /&gt;"Sang Sutradara mengatakan, Aku lebih mengetahui daripada kamu"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada yang berubah tentang kejadian2&lt;br /&gt;Tidak ada yang berubah tentang benda-benda&lt;br /&gt;Tidak ada yang berubah tentang wujud2&lt;br /&gt;Tidak ada yang berubah tentang nasib2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dapat dirubah adalah:&lt;br /&gt;hati yang ingat, hati yang berserah, hati yang bertobat&lt;br /&gt;hati yang merendah,hati merasa kecil&lt;br /&gt;hati yang sadar bahwa dia disusun dari ketiadaan&lt;br /&gt;hati yang sadar bahwa yang dia dapatkan hari ini karena belas kasihan&lt;br /&gt;hati yang sadar bahwa dia akan dikembalikan kepada Penciptanya&lt;br /&gt;...mengapa terlalu rumit berpikir, bertindak, merencanakan sesuatu yang&lt;br /&gt;telah dibuat.&lt;br /&gt;Berpikir, bertindak, dan rencanakanlah karena berserah, bukan karena&lt;br /&gt;napsumu, ambisimu, uang, popularitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berserah berarti engkau ber-akad...&lt;br /&gt;Engkau bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hatimu adalah sebuah tempat yang tidak dapat dibatasi oleh ruang&lt;br /&gt;hatimu adalah sebuah tempat yang tidak dapat dibatasi oleh kekuasaan&lt;br /&gt;hatimu adalah sebuah tempat yang tidak dapat dibatasi oleh waktu&lt;br /&gt;hatimu adalah sebuah tempat yang tidak dapat dibatasi oleh jarak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hatimu satu-satunya tempat yang bergerak melebihi cahaya&lt;br /&gt;hatimu satu-satunya tempat dimana hukum relativitas dapat dibuktikan&lt;br /&gt;hatimu satu-satunya tempat dimana engkau bercakap dengan penciptamu&lt;br /&gt;hatimu satu-satunya tempat dimana ruhNya bersemayam saat ditiupkan&lt;br /&gt;hatimu satu-satunya tempat dimana engkau dapat menggapai penciptamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat..dengar. ..raba..cium dengan hatimu...... .&lt;br /&gt;Lihat...dengar. .raba..cium dengan hatimu melalui sholat, zikir dan doamu&lt;br /&gt;lihat...dengar ..raba...cium dengan sholat, zikir dan doamu....... .&lt;br /&gt;lihat..dengar. ..raba... cium...Zat yang Mempersaksikan semua ini...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://suluk.blogsome.com"&gt;&lt;img src='http://suluk.blogsome.com/images/suluk09_120x60.png' alt="Suluk::Hanya Sekeping Cermin" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35418826-364689056183131618?l=wahjoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahjoe.blogspot.com/feeds/364689056183131618/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2009/12/berserah-saja-manusia-sibuk-berpikir.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/364689056183131618'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/364689056183131618'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2009/12/berserah-saja-manusia-sibuk-berpikir.html' title=''/><author><name>Budhi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Poe8x-uxWKM/SOrCjWKh0YI/AAAAAAAAABs/Z0NEBIqa3pk/S220/baZZo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35418826.post-5936022867708954409</id><published>2009-12-24T13:24:00.003+07:00</published><updated>2011-09-04T10:10:11.226+07:00</updated><title type='text'>1 Tuhan, Dogma tertinggi Islam</title><content type='html'>Dalam ajaran Islam, pondasi paling fundamental dan tak tergantikan adalah mengakui 1 Tuhan. Tuhan di atas segala tuhan-tuhan. Inilah dogma tertinggi dalam Islam yang terkadang tidak dipahami oleh orang Islam sendiri. Karena sejak lahir dalam keadaan Islam seorang muslim terlebih dahulu diperkenalkan peribadatan dan moral Islam. Baru secara perlahan dibangun keyakinannya terhadap Tuhan yang satu yg dalam Islam disebut Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dogma pengakuan 1 Tuhan ini sering disamarkan karena rasa sungkan kepada agama lain yang mengakui Tuhan lebih dari 1. Atau Tuhan yang memiliki manifestasi dalam wujud lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam dogma 1 Tuhan ini diriwayatkan dalam sebuah hadits (perkataan Nabi), bahwa Tuhan memanggil orang terakhir yang akan dimasukkan ke dalam surga. Dimana Tuhan memerintahkan malaikat untuk mengambil orang yang dalam hatinya hanya mengakui 1 Tuhan. Dan ternyata orang ini sedang dibakar di neraka karena tidak melakukan pekerjaan yang diperintahkan oleh agama. Namun akhirnya orang ini masuk surga karena mengakui hanya 1 Tuhan, meskipun sepanjang kehidupannya meninggal semua peribadatan dan perintah agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Islam tentang dogma 1 Tuhan. Sesempurnanya perbuatan, akhlak, perilaku, kebaikan, sifat mulia seorang manusia menjadi sia-sia disaat orang tersebut tidak mengakui adanya 1 Tuhan. Semua orang yang tidak mengakui Tuhan, semua orang yang mengakui Tuhan dalam segala manifestasi fisik akan dimasukkan ke dalam neraka yang kekal, semua orang yang mengatakan Tuhan memiliki anak, memiliki istri, memiliki teman, dan apapun yang tingkatannya minimal menyamai tidak akan selamat sampai surga, selama-lamanya tidak ada korting sama sekali. Maaf, inilah ajaran mutlak yang diimani oleh umat Islam. Ajaran ini mutlak dipatuhi buat pengikut Islam, kalau tidak, maka secara otomatis dia akan keluar dari Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengakuan dan tidak mengakui dogma tersebut tidak menjadikan seorang Islam memusuhi orang lain. Sama sekali tidak ada hubungannya. Dogma ini berkaitan dengan kehidupan kelak di hari dimana dunia sudah berakhir. Dogma ini adalah ajaran keimanan, yang diyakini oleh hati dan seandainya ditantang untuk ditunjukkan maka orang tersebut tidak akan mampu menunjukkannya saat ini. Iman dan tidak beriman memiliki makna yang jelas, sesuatu yang tidak dapat dibuktikan secara fisik, namun sangat diyakini oleh seseorang. Seyakin orang atheis tidak percaya Tuhan. Jadi harap dimaklumi apabila menemukan orang Islam yang berperilaku menyimpang di dunia ini, atau berlaku anti thesis, karena memang kehidupan dunia ini dianggap tidak terlalu serius. Jangan kaget dengan perilaku teroris yang tidak masuk akal, karena memang tidak pakai akal untuk mencerna hal-hal yang berbau keimanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan dogma 1 Tuhan ini bukan berarti seorang Islam dapat berbuat seenaknya. Karena ada sederetan hal-hal yang bersatu dalam keimanan, seperti beriman kepada Nabi, Kitab, Malaikat, Hari Kiamat, dan Takdir. Sikap dan perilaku mulia artinya mengikuti ajaran para Nabi yang tertulis dalam kitab suci. Sehingga orang yang mengikuti dogma 1 Tuhan belum dianggap sempurna keimanannya bila tidak mengikuti aturan yang ditulis dalam kitab suci dan dicontohkan oleh para utusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Dogma 1 Tuhan dan Selamat Natal&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Sebagian ulama menyatakan bahwa selamat natal terlarang, dimana kaum nasrani menganggap bahwa Jesus adalah manifestasi Tuhan. Sehingga selamat Natal adalah selamat lahir Tuhan, secara tidak langsung hal ini bertentangan dengan dogma 1 tersebut. Tuhan bagi umat Islam tidak pernah dilahirkan, tidak pernah mati, dia abadi kekal, tidak berawal tidak berakhir. Seandainyapun ada yang mengucapkan hanya terlebih kepada formalitas belaka, karena dalam hatinya tidak pernah menganggap Jesus sebagai Tuhan, namun hal ini berbahaya dan lebih baik dihindari..wallahualam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://suluk.blogsome.com"&gt;&lt;img src='http://suluk.blogsome.com/images/suluk09_120x60.png' alt="Suluk::Hanya Sekeping Cermin" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35418826-5936022867708954409?l=wahjoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahjoe.blogspot.com/feeds/5936022867708954409/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2009/12/1-tuhan-dogma-tertinggi-islam.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/5936022867708954409'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/5936022867708954409'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2009/12/1-tuhan-dogma-tertinggi-islam.html' title='1 Tuhan, Dogma tertinggi Islam'/><author><name>Budhi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Poe8x-uxWKM/SOrCjWKh0YI/AAAAAAAAABs/Z0NEBIqa3pk/S220/baZZo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35418826.post-6819720336952788069</id><published>2009-10-06T11:49:00.006+07:00</published><updated>2009-10-06T14:57:41.383+07:00</updated><title type='text'>Bencana: Allah memaksa kita Berserah.</title><content type='html'>&lt;div id="yiv2133099364"&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Bencana alam selalu dikaitkan dengan azab. Apakah kita seingkar sebagaimana kaum Aad,  kaum Tsamud, kaum Luth, kaum Nuh. Masih banyak orang yang masih menyebut nama Allah dan meninggikanNya. Mengapa azab itu masih turun. Tulisan ini adalah sebuah alternatif pemikiran terhadap tesis tentang turunnya azab akibat kemaksiatan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;Jikalau Allah menghukum manusia karena kezalimannya, niscaya tidak akan  ditinggalkan-Nya di muka bumi sesuatupun dari makhluk yang melata, tetapi Allah  menangguhkan mereka sampai kepada waktu yang ditentukan. Maka apabila telah tiba  waktunya (yang ditentukan) bagi mereka, tidaklah mereka dapat mengundurkannya  barang sesaatpun dan tidak (pula) mendahulukannya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(An-Nahl:61)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt; font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Kemungkinan-kemungkinan turunnya musibah ini adalah:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1.  Ujian keimanan&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;.&lt;/span&gt; Sangat jelas &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:times new roman;" &gt;   &lt;br /&gt;       Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami  telah beriman",&lt;br /&gt;        sedang mereka tidak diuji lagi?&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt; (Al-Ankabuut:2)&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:times new roman;font-size:85%;"  &gt;       Maha Suci Allah Yang di tangan-Nyalah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas  segala&lt;br /&gt;        sesuatu,Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu  yang lebih&lt;br /&gt;         baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;(Al-Mulk:1-2)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-size:85%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;       "Sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan  akan mati terbunuh&lt;br /&gt;        itu keluar (juga) ke tempat mereka terbunuh." Dan Allah  (berbuat demikian) untuk menguji apa yang&lt;br /&gt;           ada dalam dadamu dan untuk  membersihkan apa yang ada dalam hatimu. Allah Maha Mengetahui isi&lt;br /&gt;          hati". &lt;/span&gt;&lt;span&gt;(Ali Imran 154)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;2. Allah mematikan orang-orang beriman agar tidak terjerumus ke dalam kemaksiatan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Dalam dunia yang telah dipenuhi     oleh banyak kegiatan kesia-siaan, kemaksiatan dan kemungkaran potensi terjerumusnya orang-orang beriman     sangatlah besar. Oleh karena itu kematian bagi orang beriman lebih baik. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Hikmah ini ada dalam kisah Nabi      Musa dan Nabi Khidr, dimana Nabi Khidr membunuh seorang anak kecil. Membunuh bagaimanapun     terlarang, namun saat kondisi dimana Nabi Musa 'belajar' atas perintah Allah maka pembunuhan tadi     'dibenarkan'. Ada juga hadits yang berbunyi berikut. "Hendaknya kalian jangan berdoa meminta kematian    namun berdoalah: Ya Allah seandainya kehidupan ini baik untukku maka hidupkanlah aku dan seandainya    kematian lebih baik, matikanlah aku."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;       &lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dan kami menghendaki, supaya Tuhan mereka mengganti bagi mereka dengan anak  lain yang lebih&lt;br /&gt;         baik kesuciannya dari anaknya itu dan lebih dalam kasih  sayangnya (kepada ibu bapaknya).&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;         (Al-Kahfi:81)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:times new roman;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3.  Allah menurunkan tensi kerakusan dan ketamakan akan dunia. Selain itu kita juga melihat bagaimana&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;     &lt;/span&gt;kecintaan kaum muslimin terhadap dunia sudah pada tahap yang menggelisahkan. Kaum muslimin memang&lt;br /&gt;  patuh terhadap aturan yang ditetapkan oleh Allah, namun kehidupan mereka terfokus pada dunia, Islam hanya&lt;br /&gt;  dilaksanakan sebatas ibadah ritual.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:times new roman;font-size:100%;"  &gt;Bagi umat Islam, kematian hendaklah tidak dipandang sebagai akhir&lt;br /&gt;  kebahagiaan, karena Allah telah menjanjikan kampung akhirat yang lebih kekal. Dan semestinya inilah tujuan&lt;br /&gt;  orang-orang yang beriman kepada Allah dan negeri akhirat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;                    Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau  belaka&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;. Dan sungguh&lt;br /&gt;                 kampung akhirat itu lebih baik bagi  orang-orang yang bertaqwa. Maka tidakkah kamu&lt;br /&gt;                  memahaminya?&lt;/span&gt;  (Al-An'am:32)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;             &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; (Al-A'laa:17)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;        Kamu menghendaki harta benda duniawiyah sedangkan Allah menghendaki (pahala)  akhirat&lt;br /&gt;        (untukmu). Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; (Al-Anfal:67)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;         Katakanlah: "jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum  keluargamu, harta    &lt;br /&gt;        kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri  kerugiannya, dan tempat tinggal&lt;br /&gt;        yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari  Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya,   &lt;br /&gt;        maka tunggulah sampai Allah  mendatangkan keputusan-Nya." Dan Allah tidak memberi petunjuk   &lt;br /&gt;        kepada orang-orang  yang fasik. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;(At-Taubah:24)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;4.  Allah memaksa orang beriman untuk berserah sesuai dengan nama agama ini, Islam.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dan kamu tidak menyalahkan kami, melainkan karena kami telah beriman kepada  ayat-ayat Tuhan&lt;br /&gt;              kami ketika ayat-ayat itu datang kepada kami." (Mereka berdoa):  "Ya Tuhan kami, limpahkanlah&lt;br /&gt;       kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami dalam  keadaan berserah diri (kepada-Mu).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;"&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;        (Al-A'raaf:126)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;5. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Allah mengingatkan kembali akan lemahnya akal dan ikhtiar yang dilakukan manusia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Saat ini banyak orang     Islam yang mengandalkan akal dan ikhtiar sebagai pemberian utama dari Allah dan harus dimaksimalkan.     Benar! Namun mereka lupa bahwa Allah berbuat sesuai kehendakNya dengan cermat dan sesuai dengan takaran yang telah ditentukanNya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;                  dan bahwasanya Dia yang memberikan kekayaan dan memberikan kecukupan&lt;/span&gt; (An Najm:48)&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;&lt;span class="gen"&gt;                 dan Yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang  beriman). Walaupun kamu&lt;br /&gt;                membelanjakan semua (kekayaan)  yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan&lt;br /&gt;          hati mereka, akan  tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Gagah lagi &lt;br /&gt;          Maha Bijaksana. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(Al Anfaal:63)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;6.  &lt;span style="font-size:100%;"&gt;Allah ingin memisahkan orang-orang yang benar2 beriman dan yang kufur. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt 18pt;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Dengan musibah yang datang beruntun di wilayah-wilayah kaum muslimin maka orang kafir akan semakin kuat kekafirannya, dan orang yang ragu akan cenderung pada kekufurannya atau yang memilih beriman adalah orang-orang yang kualitasnya memang tinggi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt 18pt;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt 18pt;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Maka kamu akan melihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya  (orang-orang munafik) bersegera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani), seraya  berkata: "Kami takut akan mendapat bencana." Mudah-mudahan Allah akan  mendatangkan kemenangan (kepada Rasul-Nya), atau sesuatu keputusan dari  sisi-Nya. Maka karena itu, mereka menjadi menyesal terhadap apa yang mereka  rahasiakan dalam diri mereka.&lt;/span&gt; (Al Maidah:52)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0cm 0cm 0pt 18pt;" class="MsoNormal"&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Katakanlah: "Siapakah yang dapat melindungi kamu dari (takdir) Allah jika  Dia menghendaki bencana atasmu atau menghendaki rahmat untuk dirimu?" Dan  orang-orang munafik itu tidak memperoleh bagi mereka pelindung dan penolong  selain Allah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;(Al Ahzab:17)&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://suluk.blogsome.com"&gt;&lt;img src='http://suluk.blogsome.com/images/suluk09_120x60.png' alt="Suluk::Hanya Sekeping Cermin" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35418826-6819720336952788069?l=wahjoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahjoe.blogspot.com/feeds/6819720336952788069/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2009/10/bencana-allah-memaksa-kita-berserah.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/6819720336952788069'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/6819720336952788069'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2009/10/bencana-allah-memaksa-kita-berserah.html' title='Bencana: Allah memaksa kita Berserah.'/><author><name>Budhi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Poe8x-uxWKM/SOrCjWKh0YI/AAAAAAAAABs/Z0NEBIqa3pk/S220/baZZo.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35418826.post-2098629316651208594</id><published>2009-08-20T15:38:00.004+07:00</published><updated>2009-08-20T15:56:33.206+07:00</updated><title type='text'>Islam tak perlu dibela</title><content type='html'>Sering kita mendengar kata, kita harus membela Islam...&lt;br /&gt;Benarkah Islam harus dibela? Coba kita renungkan kembali apakah kata ini tidak menunjukkan suatu bentuk kesombongan.&lt;br /&gt;ISLAMLAH YANG SESUNGGUHNYA MEMBELA SETIAP ORANG YANG MENGIKUTINYA !!!!&lt;br /&gt;ISLAMLAH YANG SESUNGGUHNYA MEMBELA MANUSIA DARI PANASNYA API NERAKA !!!&lt;br /&gt;ISLAMLAH YANG SESUNGGUHNYA MEMBELA MANUSIA DARI MURKA ALLAH!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerancuan ini bersumber dari kata membela tanah air, mempertahankan kedaulatan dan seterusnya. Islam adalah ajaran/karya/jalan keselamatan yang diturunkan oleh Allah melalui Rasul-rasulnya kepada umat manusia seluruhnya. Siapa yang mengambil maka ia selamat, yang meninggalkannya maka ia sesat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerasnya Rasulullah memperjuangkan ajaran Islam karena beliau melihat kerasnya murka Allah terhadap manusia yang tidak mengikutinya. Sehingga beliau memperjuangkan sekuat-kuatnya agar Islam ini diterima oleh seluruh manusia tanpa terkecuali. Bukan untuk Islam itu sendiri, tetapi untuk keselamatan hidup mereka di akhirat kelak.&lt;br /&gt;Demikian kecintaan beliau kepada seluruh umat manusia sehingga beliau sangat sabar dalam berdakwah, tidak serta merta bertangan besi dan membalaskan dendam, karena memang bukan kemenangan fisik tujuannya.&lt;br /&gt;Dan perang yang dijalankan Rasulullah adalah perang untuk melindungi umat Islam yang teraniaya bukan perang melindungi Islam. Islam akan tetap ada meski manusia tidak ada yang memeluknya, Islam akan tetap ada karena ia adalah cahaya dari Sang Pencipta, Islam tidak perlu dibela karena adalah cahaya Sang Penguasa Alam. Siapakah yang mampu mematikannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap cacian, hinaan, terhadap Islam, Allah, dan RasulNya tidak perlu dibalas dengan hal yang sama, karena itu bukan teladan Nabi kita. Kita lihat bagaimana kerasnya permusuhan bani israil, namun beliau berbuat proporsional. Banyak hal yang masih bisa kita lakukan daripada sibuk ikut mencaci dan emosi dengan perbuatan orang kafir kepada kita. Lihatlah masa-masa awal dakwah Rasulullah wahai saudaraku. Cacian, siksaan, pembunuhan terhadap kaum muslimin tidak membuat beliau melakukan tindakan-tindakan keji. Mari bacalah masa-masa awal dakwah Islam, jangan sombong dengan mengatakan sudah baca, ayo kita baca lagi sama-sama, kalimat demi kalimat, pemahaman demi pemahaman, bagaimana sebenarnya tujuan dakwah dan apa yang ingin dicapai dalam dakwah tersebut.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://suluk.blogsome.com"&gt;&lt;img src='http://suluk.blogsome.com/images/suluk09_120x60.png' alt="Suluk::Hanya Sekeping Cermin" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35418826-2098629316651208594?l=wahjoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahjoe.blogspot.com/feeds/2098629316651208594/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2009/08/islam-tak-perlu-dibela.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/2098629316651208594'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/2098629316651208594'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2009/08/islam-tak-perlu-dibela.html' title='Islam tak perlu dibela'/><author><name>Budhi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Poe8x-uxWKM/SOrCjWKh0YI/AAAAAAAAABs/Z0NEBIqa3pk/S220/baZZo.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35418826.post-4187590099488308791</id><published>2009-08-20T15:16:00.002+07:00</published><updated>2009-08-20T15:27:33.716+07:00</updated><title type='text'>Bom Menghancurkan Dakwah Islam</title><content type='html'>Bom..bom..bom......itu yang terngiang-ngiang ditelinga kaum muslimin di seluruh penjuru negeri yang memiliki jumlah muslim mayoritas ini. Logika tidak habis berpikir bagaimana mungkin seorang Islam yang mengaku memegang teguh Al-Quran dan Sunnah melakukan pembunuhan dan kekejian di negeri mayoritas muslim ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;benar amerika membom dan menghabisi nyawa ribuan mungkin jutaan kaum muslimin di belahan dunia lain, namun apakah kita yang ada di Indonesia berhak untuk membunuh kaum kafir yang tidak memerangi kita? Dibutuhkan kesabaran dan pikiran jernih untuk melihat masalah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak ulama sepakat bahwa saat ini perjuangan kaum muslimin bersifat lokal, karena kita tidak memiliki pemerintah Islam atau khilafah. Benar kita harus memiliki jiwa ukhuwah terhadap saudara sesama muslim tapi apakah kira-kira kita dibenarkan untuk melakukan pembunuhan dalam kondisi damai? Beberapa kali pejuang palestina mengatakan belum membutuhkan bantuan mujahidin-mujahidin asing untuk bertempur di palestina, mereka masih sanggup berjuang untuk mengatasi sendiri agresi penjajahan israel. Yang mereka butuhkan adalah bantuan materiil dan solidaritas untuk menekan israel secara diplomasi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa ini telah diramal oleh Baginda Rasulullah dimana jumlah kaum muslimin banyak tapi tidak memiliki izzah. Semua tunduk kepada aturan orang kafir. Kondisi ini memang membingungkan, dimana pemerintah membebaskan setiap warganegara untuk memilih keyakinan masing-masing, kaum muslimin juga dibebaskan beribadah sepuas-puasnya yang mereka inginkan. Apakah dalam kondisi ini layak kita perangi? Layak kita tunjukkan eksistensi kaum muslimin? .....belum...peperangan dan bom tidak diperlukan sama sekali untuk menunjukkan eksistensi kita. Dakwah! adalah jawabannya. Perangai santun dan mulia yang akan membawa manusia kepada cahaya Islam !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan bom maka usaha para Da'i menjadi berantakan..para muallaf tambah berada dalam tekananan keluarga yang dasyat, fitnah terhadap Islam semakin tinggi, pemerintah malah membatasi kegiatan agama, orang taat dicurigai....INIKAH YANG DIINGINKAN OLEH ALLAH DAN RASULNYA???????&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://suluk.blogsome.com"&gt;&lt;img src='http://suluk.blogsome.com/images/suluk09_120x60.png' alt="Suluk::Hanya Sekeping Cermin" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35418826-4187590099488308791?l=wahjoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahjoe.blogspot.com/feeds/4187590099488308791/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2009/08/bom-menghancurkan-dakwah-islam.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/4187590099488308791'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/4187590099488308791'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2009/08/bom-menghancurkan-dakwah-islam.html' title='Bom Menghancurkan Dakwah Islam'/><author><name>Budhi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Poe8x-uxWKM/SOrCjWKh0YI/AAAAAAAAABs/Z0NEBIqa3pk/S220/baZZo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35418826.post-6319648602516132379</id><published>2009-06-24T16:12:00.002+07:00</published><updated>2009-06-24T16:27:42.290+07:00</updated><title type='text'>Orang-orang yang Di Dekatkan</title><content type='html'>Beruntunglah orang-orang yang didekatkan kepada Tuhannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;(yaitu) mata air yang minum daripadanya orang-orang yang didekatkan kepada Allah.&lt;/span&gt; (Al-Muthaffifin,83:28)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah modalnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;108. Katakanlah: "Sesungguhnya yang diwahyukan kepadaku adalah: "Bahwasanya Tuhanmu adalah Tuhan Yang Esa. maka hendaklah kamu berserah diri (kepada-Nya)." &lt;/span&gt;(Al-Anbiyaa',21:108)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-size:130%;" &gt;Kepasrahan yang disertai keyakinan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kepasrahan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;               Suatu bentuk kesadaran yang tertinggi, yang menempatkan Allah sebagai penyebab, pengatur, penentu. Sekali lagi kepasrahan ini harus dilandasi keyakinan terhadap Allah dan pengaturanNya. Kepasrahan akan mendatangkan petunjuk, karena hawa nafsu tidak bermain. Kepasrahan itu tidak mengatur masa depan. Apa yang dilakukan adalah apa yang diinspirasikan ke dalam pikiran. Kepasrahan bukan secara menyengaja tidak berbuat atau meninggalkan dunia. Kepasrahan berarti menyerahkan sepenuhnya pengaturah hidupnya kepada Allah. Misalnya, Sulaiman menjadi Raja bukan karena usahanya, namun karena kepasrahannya, dan oleh Allah diamanahkan kerajaan yang tidak pernah dimiliki oleh orang sebelum dan sesudahnya. Kepasrahan itu berarti mengistirahatkan hawa nafsu dalam melihat masa depan. Hawa nafsu digunakan hanya pada saat amanah itu sudah diturunkan. Misalnya seorang yang diamanahkan untuk makan, tentu akan dapat menikmati makanan tersebut dengan adanya nafsu akan makanan, demikian pula orang yang diberi amanah menikah, pernikahannya akan bermakna saat dia bisa menyalurkan syahwatnya. Nabi Muhammad menjadi Nabi bukan karena banyak membaca atau berdiskusi tentang agama sebelumnya, namun beliau banyak memasrahkan diri dengan berkhalwat di gua Hira. Dan selama menjadi Nabi beliau memasrahkan dirinya dalam kehidupan sehari-harinya dan dalam sholatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;8. maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;(Asy-Syams,91:8)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Keyakinan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Keyakinan bahwa Allah Esa, Allah mengatur, Allah menentukan, Allah sudah menetapkan dan menuliskan, yang tercermin dari perilaku dan sikap hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;20. Sesungguhnya aku yakin, bahwa sesungguhnya aku akan menemui hisab terhadap diriku. &lt;/span&gt;(Al-Haqqah,69:20)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);font-size:85%;" &gt;59. Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)"&lt;/span&gt; (Al-An'am,6:59)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;27. Allah meneguhkan (meyakinkan) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;.(Ibrahim,14:27)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan beranggapan kepasrahan dan keyakinan saja tanpa amal. Bukan!&lt;br /&gt;Kepasrahan dan keyakinan yang jujur akan menyebabkan seorang manusia akan banyak beramal dan bersujud. Kepasrahaan dan keyakinan yang tidak diikuti amal ibadah yang banyak adalah suatu bentuk kesesatan. Dan sebaliknya amal-ibadah yang tidak didasari oleh kepasrahan dan keyakinan rawan dengan penyelewengan niat (riya'), kebanggaan akan amal, dan merendahkan orang lain,meskipun tidak selalu. Wallahualam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ilmu filsafat hal ini sekilas mirip dengan teori fatalism. Namun yang membedakan adalah peran Tuhan. Allah sebagai Pencipta tidak terikat ruang dan waktu, hanya makhluknya yang terikat oleh ruang dan waktu. Apakah Allah tahu masa depan dunia? tentu, karena Dia tidak terikat dimensi waktu. Dia dapat melihat awal dan akhir dari ciptaaNya. Kita sebagai makhluk sedang menjalaninya. Apakah kita akan masuk neraka? atau surga? tentu kita tidak tahu, dan mestinya kita orang beriman menjadi khawatir, dan rasa khawatir ini semestinya dilarikan dalam bentuk kepasrahan, dan kepasrahan akan melahirkan kecerahan dalam melangkah, berpikir, dan bertindak, yang tentunya akan menghasilkan amanah yang berbeda. Karena demikianlah Allah menciptakan kita, dengan misi yang berbeda. Sekali lagi kepasrahan akan menghasilkan pencerahan kepada apa yang mesti dan akan dilakukan. Dalam bentuk ide, mood, gagasan, keinginan, atau kebalikannya ketidakmoodan, blankness. Saat ide, mood, gagasan itu muncul itu adalah saatnya kita bergerak dan menjalankannya. Saat tidak mood, blank, buntu, bosen, itu adalah saat berpasrah yang lebih baik diarahkan menjadi bentuk sholat dan zikir. Wallahualam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://suluk.blogsome.com"&gt;&lt;img src='http://suluk.blogsome.com/images/suluk09_120x60.png' alt="Suluk::Hanya Sekeping Cermin" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35418826-6319648602516132379?l=wahjoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahjoe.blogspot.com/feeds/6319648602516132379/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2009/06/orang-orang-yang-di-dekatkan_5288.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/6319648602516132379'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/6319648602516132379'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2009/06/orang-orang-yang-di-dekatkan_5288.html' title='Orang-orang yang Di Dekatkan'/><author><name>Budhi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Poe8x-uxWKM/SOrCjWKh0YI/AAAAAAAAABs/Z0NEBIqa3pk/S220/baZZo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35418826.post-7118712333885499581</id><published>2009-06-23T09:26:00.004+07:00</published><updated>2011-09-03T12:55:13.131+07:00</updated><title type='text'>Tersesat Dalam Ketinggian Ilmu</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;Keistimewaan pencari ilmu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;11. Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu:  "Berlapang-lapanglah dalam majlis", maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi  kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", maka berdirilah,  niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan  orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha  Mengetahui apa yang kamu kerjakan.&lt;/span&gt; (Al Mujaadillah:11)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pencari Ilmu yang tersesat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;3&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;9.dan (juga) Karun, Fir'aun dan Haman. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka  Musa dengan (membawa bukti-bukti) keterangan-keterangan yang nyata. Akan tetapi  mereka berlaku sombong di (muka) bumi, dan tiadalah mereka orang-orang yang  luput (dari kehancuran itu). &lt;/span&gt;(Al-Ankabuut:39)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haman seorang insinyur, tangan kanan Firaun, yang diberi ilmu yang tinggi namun tersesat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #000099; font-size: 85%;"&gt;&lt;span class="gen" style="font-style: italic;"&gt;80. Dan sesungguhnya penduduk-penduduk kota Al Hijr telah  mendustakan rasul-rasul, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;81. dan Kami telah mendatangkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami,  tetapi mereka selalu berpaling daripadanya, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;82. dan mereka memahat rumah-rumah dari gunung-gunung batu (yang didiami) dengan  aman. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;83. Maka mereka dibinasakan oleh suara keras yang mengguntur di waktu pagi &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;(Al-Hijr:80-83)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah kaum Tsamud ini menunjukkan kehebatan mereka dalam membuat bangunan, dengan memahat gunung, namun kaum ini ingkar terhadap Allah, dan kaum ini dibinasakan oleh Allah dengan suara keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ciri-ciri orang yang tersesat dalam ilmu&lt;/span&gt;:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Merasa selamat dengan ketinggian ilmunya, banyak umat terdahulu yang merasa selamat dengan kitab yang berada di tangan mereka, namun sesungguhnya tersesat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #000099; font-size: 85%; font-style: italic;"&gt;23. Tidakkah kamu memperhatikan orang-orang yang telah diberi bahagian yaitu Al  Kitab (Taurat), mereka diseru kepada kitab Allah supaya kitab itu menetapkan  hukum diantara mereka; kemudian sebahagian dari mereka berpaling, dan mereka  selalu membelakangi (kebenaran). &lt;/span&gt;&lt;span style="color: #000099; font-size: 85%;"&gt;(Ali Imran:23)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Sibuk mencari mencela kesalahan orang lain dengan ilmunya, bukan untuk mencari keridhoan Allah, tetapi karena merasa diri paling benar dan paling mulia, dan menganggap orang lain yang tersesat. Semestinya apabila melihat kesalahan atau kesesatan, tugas kita hanya memberitahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Hanya membenarkan perkataan orang tertentu yang dianggap maksum dan berilmu. Dan menolak pendapat orang-orang diluarnya; meskipun menggunakan dalil Quran dan sunnah. aneh apabila seseorang menganggap mengkultuskan orang adalah syirik, namun dalam merujuk pendapat hanya membenarkan orang-orang tertentu saja. Perlu diingat, bahwa kita sudah terlalu jauh dipisahkan oleh waktu dengan Nabi kita SAW. Tidak ada yang berhak mengklaim yang paling benar dari penafsiran, apalagi melemahkan pendapat ulama terdahulu yang lebih dekat jaraknya dari Nabi SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sikap yang benar sebagai pencari ilmu&lt;/span&gt;:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Tawadhu, rendah hati, tunduk, tunduk, tunduk, semakin tinggi pengetahuannya maka semakin nampak kebesaran Tuhannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Tidak banyak bicara dan tidak merasa benar. Rasulullah yang diberi Risallah oleh Allah sebagai contohnya. Menyeru dengan hikmah, dan tidak mencela dengan mengumbar kata kafir kepada kaum kafir, tetap memanggil dengan nama mereka.  Bahkan kepada kaum munafik yang jelas-jelas beliau tahupun, tidak bersikap kasar dan keras, baik dengan kata-kata apalagi menghukum mereka. Ketinggian ilmu Rasulullah dalam banyak hal membuat beliau banyak menangis, sedikit tertawa, sedikit makan, banyak memohon ampun.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;..maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui  tentang orang yang bertakwa. &lt;/span&gt;(An Najm:32)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Menyampaikan sesuatu dengan hikmah, proposional dan terfokus kepada inti permasalahan. Dan hasil diserahkan kembali kepada Allah semata, karena yang mengetahui kafir, sesat, takwanya seseorang hanyalah Allah. Kafir, bid'ah, sesat, yang berhak menilainya adalah Allah. Jadi hati-hati menyampaikan kebenaran, meski itu kepada orang kafir, atau kaum yang nyata sesat, apalagi yang kita seru adalah saudara sesama Islam dan memiliki dalil yang shahih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;40. Dan jika Kami perlihatkan kepadamu sebahagian (siksa) yang Kami ancamkan  kepada mereka atau Kami wafatkan kamu karena  sesungguhnya &lt;span style="color: red;"&gt;tugasmu hanya menyampaikan saja&lt;/span&gt;, sedang Kami-lah yang menghisab  amalan mereka. &lt;/span&gt;(ArRa'd:40)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah wahai saudara, bahwa Rasulullah masih menyolati Abdullah bin Ubay, hingga turun larangan untuk menyolatinya. Hari ini kita tidak bisa semena-mena dalam menilai hati orang, tidak bisa mengklaim paling benar apalagi terhadap saudara lain kelompok yang memiliki perbedaan penafsiran tentang suatu masalah. Apalagi saudara kita tadi juga memiliki dalil Quran dan Sunnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Mencari ilmu yang membuat ia semakin tunduk dan dekat kepada Allah saja. Ilmu-ilmu yang membuatnya lalai, ingin dipuji, mencari nafkah saja, tentu tidak menjadi prioritas untuk dikejar. Sebaliknya ilmu agama yang digunakan hanya untuk mencari posisi atau menambah penghasilan bukannya sarana mendekatkan diri kepada Allah malah membuat ilmu tersebut menghancurkan dirinya kepada riya'. naudzubillah.Wallahualam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://suluk.blogsome.com"&gt;&lt;img src='http://suluk.blogsome.com/images/suluk09_120x60.png' alt="Suluk::Hanya Sekeping Cermin" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35418826-7118712333885499581?l=wahjoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahjoe.blogspot.com/feeds/7118712333885499581/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2009/06/tersesat-dalam-ketinggian-ilmu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/7118712333885499581'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/7118712333885499581'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2009/06/tersesat-dalam-ketinggian-ilmu.html' title='Tersesat Dalam Ketinggian Ilmu'/><author><name>Budhi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Poe8x-uxWKM/SOrCjWKh0YI/AAAAAAAAABs/Z0NEBIqa3pk/S220/baZZo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35418826.post-2130654603422650554</id><published>2009-05-06T10:58:00.003+07:00</published><updated>2011-09-03T12:52:53.504+07:00</updated><title type='text'>Tersesat dalam Ibadah</title><content type='html'>Yang saya maksudkan disini adalah banyak orang yang beribadah namun malah tidak mendapatkan yang dia tuju, namun sebaliknya mendapatkan kesesatan. Siapakah dia? Yaitu orang-orang yang menjadikan ibadahnya bukan untuk menuju kepada Tuhannya namun terfokus kepada :&lt;br /&gt;1. Aspek teknis ibadah itu sendiri.&lt;br /&gt;2. Kebanggaan atas ibadah yang dilakukan&lt;br /&gt;3. Kesempurnaan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis adalah makhluk pertama yang bangga akan ritual yang ia lakukan selama puluhan ribu tahun sebelum Adam diciptakan. Peribadatannya selama itu hapus saat ia ingkar mengikuti perintah Tuhan untuk bersujud sebagai bentuk penghormatan kepada Adam. Keunggulan ras atas Adam menyebabkan ia terkutuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita lain adalah tentang seorang rahib bernama Barsisha, ia tergoda untuk berzina, membunuh 2 kali dan mencari keselamatan atas nama iblis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak sedikit ahli agama yang dikenal masyarakat terjebak dalam hal ini, tiba-tiba mereka ditemukan melakukan perbuatan maksiat dan hal-hal keji yang tidak bisa dimengerti oleh banyak orang. Seperti diketahui bahwa agama buat sebagian masyarakat Indonesia adalah doktrin, namun semestinya ia harus berubah menjadi suatu bentuk kesadaran spiritual bagi manusia. Tidak sedikit orang belajar agama untuk mencari uang, padahal hakikat agama adalah perjalanan mengenal dan mendekatkan diri kepada Tuhan. Tidak sedikit pula yang stress akibat agama. Ini dikarenakan agama sebagai alat menuju Tuhan berubah menjadi tujuan. Artinya apa? Agama yang memuat ajaran, aturan peribadatan telah menjadi tujuan bagi pelakunya, dan bukan lagi Tuhan sebagai tujuannya. Sebuah cerita menarik dari seorang mahasiswa Indonesia di Mesir, saat itu ada mahasiswa dari negara lain yang mencoba bunuh diri, dan yang menhebohkan adalah mahasiswa tersebut adalah seorang penghafal Al Quran, seorang mufti mencoba mencari tahu apa yang menyebabkan mahasiswa tersebut ingin bunuh diri padahal Al Quran sudah ada dalam dirinya. Si Mufti bertanya,"Untuk apa kamu menghafal Quran?"&lt;br /&gt;"Untuk lulus ujian."&lt;br /&gt;"Itu masalahnya." Menghafal Quran, bukan lagi bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah adalah semata-mata demi lulus ujian. Betapa sayangnya, karunia luar biasa berupa hafalan Quran menjadi sia-sia karena tujuan yang menyimpang. Mahasiswa Indonesia tadi bertutur, pada akhirnya si penghafal itu gila. Naudzubillahmindzalik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hikmah dari cerita di atas adalah ibadah yang seakan-akan dilakukan dengan penuh ketaatan menjadi semacam bumerang yang menghantam saat ia dilakukan bukan didasarkan rasa rendah, bertunduk, dan ditujukan semata-mata karena pengakuan sebagai hamba yang hina dina dimata Tuhan. Lebih karena sekedar transaksi jual beli untuk ditukar dengan pahala, yang selanjutnya membuat ia disesatkan karena akhirnya ibadah itu hanya untuk dibanggakan di depan orang lain, atau alasan-alasan duniawi lain dan yang lebih parah adalah beranggapan dengan itulah mereka selamat. Padahal ibadah merupakan refleksi, cerminan, hasil dari rasa keimanan yang terpupuk di dalam hati. Saat kecil mungkin benar bahwa ibadah ditukar dengan surga atau untuk menghindar dari neraka. Namun saat dewasa dan kita telah berpikir, bahwa ibadah sebenarnya sarana..ingat..sarana untuk menuju kepada Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu cerita yang merupakan antithesis dari hal di atas adalah salah satu cerita dalam hadits tentang pembunuh yang ingin bertobat. Diriwayatkan seorang pembunuh ingin bertobat, saat ia ditunjuki untuk menemui seorang alim ia meninggal di perjalanan. Malaikat penjaga neraka dan surga berebut dan akhirnya minta keputusan Allah untuk itu, dan akhirnya malaikat surgalah yang berhak mendapatkannya. Apakah orang itu telah bertobat? apakah orang itu telah beribadah? Belum, namun kita perhatikan bahwa ia berjalan dengan kehinaan, kerendahdirian, dan baru akan menuju ampunan dalam hati, namun itu sudah membuat Allah rido.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi pesan dari tulisan ini adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Janganlah bangga akan amal atau ibadah yang pernah kita lakukan,  ibadah bukan untuk dibanggakan, ia adalah wujud dari rasa keimanan kita, wujud dari rasa ketundukan kita, wujud dari rasa rindu kita, wujud dari rasa cinta kita kepada Allah, dan wujud dari kesadaran sebagai hamba/budak yang harus terus taat kepada Allah. Ciri dari bangga akan amal ibadah adalah: sibuk mencela cara beribadah seseorang, sibuk membanggakan kelompok sebagai yang paling benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Janganlah terlalu stress dengan ibadah yang terlewat (bukan berarti kita boleh seenaknya meninggalkan) karena dari sekian banyak bentuk peribadatan niscaya banyak yang meleset dari kita, ..istighfarlah jawabannya, permohonan ampun adalah bentuk ibadah yang disukai oleh Allah, sampai-sampai Nabi yang telah diampuni oleh Allah melakukannya minimal 100 kali dalam sehari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Buat orang yang bergeliman dalam dosa, mestinya malah memiliki modal untuk bertobat dan memohon ampunan kepada Allah sebagai kisah pembunuh di atas. Wallahualam, semoga Allah menerangi jalan orang yang merendahkan diri dan memohon ampun kepada Allah. Amin&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://suluk.blogsome.com"&gt;&lt;img src='http://suluk.blogsome.com/images/suluk09_120x60.png' alt="Suluk::Hanya Sekeping Cermin" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35418826-2130654603422650554?l=wahjoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahjoe.blogspot.com/feeds/2130654603422650554/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2009/05/tersesat-dalam-ibadah.html#comment-form' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/2130654603422650554'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/2130654603422650554'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2009/05/tersesat-dalam-ibadah.html' title='Tersesat dalam Ibadah'/><author><name>Budhi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Poe8x-uxWKM/SOrCjWKh0YI/AAAAAAAAABs/Z0NEBIqa3pk/S220/baZZo.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35418826.post-3812473844931132536</id><published>2009-02-06T16:16:00.004+07:00</published><updated>2010-07-02T10:40:05.698+07:00</updated><title type='text'>Tokok Sufi (2):  Ibn Athaillah al-Sakandari</title><content type='html'>Ibn ‘Athâillâh al-Sakandarî&lt;br /&gt;May 1st, 2007 by classic dikutip dari http://islam-klasik.serambi.co.id/?p=14&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama lengkapnya adalah Syekh Abû al-Fadhl Tâj al-Dîn Ahmad ibn Muhammad ibn ‘Abd al-Karîm ibn ‘Abd al-Rahmân ibn ‘Abd Allâh ibn Ahmad ibn ‘خsâ ibn al-Husain ‘Athâ’ Allâh al-Jizâmî—moga Allah meridainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia lahir di Iskandariah (Mesir) sehingga dijuluki al-Iskandarî—tapi juga populer dengan al-Sakandarî. Dalam fikih, ia menganut dan menguasai mazhab Mâlikî kendati beberapa pakar tarikh mengklaimnya sebagai penganut mazhab Syâfi‘î. Sedangkan dalam tasawuf, ia terkenal sebagai pengikut sekaligus tokoh tarekat al-Syâdzilî.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulama kelahiran tahun 648 H/1250 M ini hidup semasa dengan Ibn Taimîyah dan termasuk seorang alim yang berbeda pandangan dengan Ibn Taimîyah ketika melontarkan kritik-kritiknya terhadap banyak pemikiran dan praktik tasawuf—termasuk pandangan tasawuf Ibn al-‘Arabî.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semenjak kecil dan secara bertahap, ia menuntut ilmu dari para syekhnya. Syekh yang paling banyak ia timba ilmunya adalah Abû al-‘Abbâs Ahmad ibn ‘Alî al-Anshârî al-Mursî (w. 686 H), murid dari Abû al-Hasan al-Syâdzilî—pendiri tarekat al-Syâdzilî. Kepuasannya pada tarekat ini dan syekhnya tersebut mendorongnya untuk mengarang Lathâ’if al-Minan fî Manâqib al-Syaikh Abû al-‘Abbâs wa Syaikhihi Abû al-Hasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia terbilang ulama yang produktif. Menurut catatan, tak kurang dari 20 karya ia karang—di bidang tasawuf, hadis, akidah, tafsir, nahwu dan usul fikih. Selain Lathâ’if al-Minan dan dua kitab yang diterjemahkan menjadi buku ini (Bahjat al-Nufûs—berjudul asli Tâj al-‘Arûs—dan Miftâh al-Falâh), ia juga menulis al-Hikam—yang disebut-sebut sebagai magnum opus-nya dan beberapa kali di-syarh), Al-Tanwîr fî Isqâth al-Tadbîr, ‘Unwân al-Taufîq fî آdâb al-Tharîq dan Al-Qaul al-Mujarrad fî al-Ism al-Mufrad—yang memberi tanggapan terhadap Ibn Taimîyah seputar persoalan kalimat tauhid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibn ‘Athâ’ Allâh dikenal selaku sosok yang dikagumi dan bersih. Ia tampil menjadi panutan bagi mereka yang telah berkenan meniti jalan menuju Tuhan. Ia menjadi teladan bagi orang-orang yang ikhlas, imam bagi para juru nasihat, dan tokoh istimewa pada zamannya. Bakat kearifannya telah membuat Abû al-‘Abbâs berkata, “Demi Allah, anak muda ini takkan mati sampai ia menjadi seorang dai yang menyeru ke jalan Allah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibn ‘Athâ’ Allâh wafat pada 16 Jumâdâ al-آkhirah 709 H atau bertepatan dengan 21 November 1309 M saat masih mengabdi pada Madrasah al-Manshûrîyah. Jenazahnya disemayamkan di Qarâfah, Iskandariah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://suluk.blogsome.com"&gt;&lt;img src='http://suluk.blogsome.com/images/suluk09_120x60.png' alt="Suluk::Hanya Sekeping Cermin" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35418826-3812473844931132536?l=wahjoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/3812473844931132536'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/3812473844931132536'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2009/02/tokok-sufi-2-ibn-athaillah-al-sakandari.html' title='Tokok Sufi (2):  Ibn Athaillah al-Sakandari'/><author><name>Budhi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Poe8x-uxWKM/SOrCjWKh0YI/AAAAAAAAABs/Z0NEBIqa3pk/S220/baZZo.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35418826.post-8040142177605298792</id><published>2009-01-22T14:12:00.002+07:00</published><updated>2009-01-22T14:29:18.069+07:00</updated><title type='text'>Tokoh Sufi (1) Syekh Muzaffer Ozak al Jerrahi</title><content type='html'>&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="country-region"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin:0cm;  margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} p.Style, li.Style, div.Style  {mso-style-name:Style;  mso-style-parent:"";  margin:0cm;  margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:none;  mso-layout-grid-align:none;  text-autospace:none;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1  {size:612.1pt 792.1pt;  margin:56.75pt 59.25pt 18.0pt 70.9pt;  mso-header-margin:36.0pt;  mso-footer-margin:36.0pt;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;  mso-para-margin:0cm;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:#0400;  mso-fareast-language:#0400;  mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="Style" style="margin-right: 1pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;(Dikutip dari : Dekap Aku dalam Kasih SayangMu: Jalan Cinta Pendamba Rida Allah, penerbit: Serambi)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="Style" style="margin-right: 1pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="Style" style="margin-right: 1pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;AKU &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;LAHIR &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;dari rahim ibuku, Hajja Aysya Ozak, ke dunia ini pada 1916 M/1332 H. Ibu melahirkanku di rumah kami dekat &lt;i&gt;tekke &lt;/i&gt;(tempat para sufi berkum­pul) Darwis Jerrahi di Karagumruk, Istambul, Turki. Ayahku, Hajji Mehmed Efendi dari &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Konya&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;, ada­lah seorang ulama dan ustaz di istana Sultan Abdul &lt;u&gt;H&lt;/u&gt;amid. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;"  lang="IT"&gt;Ayahku menjadi ulama pertama dalam ke­luarganya, yakni sebuah keluarga tentara. Dua orang pamanku merupakan para pembawa panji-panji pasukan Ghazi Osman Pasya, seorang pahlawan dari Plevna. Salah seorang pamanku itu berhasil meraih pangkat jenderal berkat keberaniannya mempertahan­kan panji yang digenggamnya dari renggutan pasukan musuh. Sayangnya, dia kelak terluka dalam sebuah pertempuran dan kemudian ditawan oleh tentara Rusia. Akan tetapi, setelah dibebaskan, dia kembali aktif sebagai jenderal di angkatan darat Kekhalifahan Usmaniyah sampai wafatnya. Pamanku yang satunya, Bekir, gugur dalam sebuah pertempuran di Plevna dan dikebumikan di taman makam pahlawan. Keluarga ayahku mempunyai silsilah yang pan­jang, dan bercabang dua: ]ebejioghullari dan Basya­ghaoghullari. Menyempal dari tradisi militer keluar­ganya, ayahku sekolah di &lt;i&gt;medrese &lt;/i&gt;(sekolah Islam) Kursyunlu di Suleymaniye, Istambul. Lalu, beliau me­lanjutkan sekolah di Plevna, yang waktu itu masih merupakan bagian dari Kekhalifahan Usmaniyah. Di sanalah beliau kemudian menikah dengan ibuku, Aysya Hanum. Ibuku merupakan cucu Seyyid Hussein Efendi, Syekh Halveti di Kota Yanbolu. Ayahnya bernama Ibrahim Agha, seorang tentara berpangkat kapten dari distrik Eregli di tepi Laut Hitam, yang pernah kuliah di sebuah akademi kelautan semasa kekuasaan Sultan Mahmud Sang Adil. Akibat jatuh sakit selama berkelana ke Bulgaria, kakekku Ibrahim Agha ber­obat ke &lt;i&gt;tekke &lt;/i&gt;Yanbolu. Di sinilah kakekku bertemu dengan Syekh Hussein Efendi, dan selanjutnya ber­gabung dengan &lt;i&gt;tekke &lt;/i&gt;ini setelah menikahi putrinya. Seyyid Hussein Efendi masih memiliki hubungan ke­kerabatan dengan gubernur Yanbolu. Manakala provinsi-provinsi Balkan lepas dari ke­kuasaan Usmaniyah pada 1878 M/1293 H, anggota­anggota keluargaku yang masih selamat bermigrasi ke Istanbul, tempat ayahku bekerja di istana kesultanan. Para leluhur ayahku termasuk Klan Kizil­kecheli dari Suku Kayi Turk, sedangkan keluarga ibu­ku, adalah para seyyid yang merupakan keturunan 'Ali, saudara sepupu dan menantu Nabi Muhammad saw. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Style" style="margin-right: 0.5pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Ayahku, Mehmed Efendi, meninggal secara tragis ketika aku baru berumur enam bulan. Kakakku, Murad Reis, lolos dari maut selama berlangsungnya perang pada 1914-1918, yang merenggut nyawa banyak saudaraku. Namun, Murad Reis kemudian dibunuh oleh tentara pendudukan pada hari Jumat di Istanbul sehingga aku tak mempunyai sanak-sau­dara selain ibuku, kakak perempuanku, dan dua sau­dara sepupu, yaitu dua gadis cilik yatim piatu akibat kedua orangtua mereka meninggal sebagai korban perang. Kami hidup melarat dan merana. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Style" style="margin-right: 0.5pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Pada saat itu, sewaktu berumur enam atau tujuh tahun, aku diasuh oleh ternan sekolah ayahku, Seyyid Syekh Abdurrahman Samiyyi Saruhani yang bergiat di Tarekat-tarekat Kadiriyyah, Naqsyabandiyyah, Usyakiyyah, dan Halveti sampai aku berusia dua belas tahun. Selama masa itu, aku berhasil menamatkan sekolah dasar hingga duduk di kelas dua sekolah menengah pertama ketika Allah memanggil Syekh yang kucintai dan menyayangiku ini sebagaimana ayahku sendiri ke haribaan-Nya. Kala itu, aku se­dang belajar Alquran dan telah menghafal banyak surah. Aku rampung belajar menghafal Alquran di bawah bimbingan imam Masjid Fatih, Mehmed Rasim Efendi. Selama delapan tahun berikutnya, aku belajar hadis dan hukum Islam kepada Arnavut Husrev Efendi. Kemiskinan memaksaku untuk bekerja pada siang hari, tetapi pada malam hari aku belajar di bawah arahan Gumuljineli Mustafa Efendi, yang di­juluki "Perpustakaan Berjalan". &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Style" style="margin-right: 0.95pt; margin-left: 0.2pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;"  lang="IT"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Selama itu pula, aku menjadi muazin mula-mula di Masjid Ali Yaziji dan kemudian di Masjid Soghan Agha. Dari sana, aku pindah ke Masjid Kefeli di Karagumruk, tempat aku diajari hal-ihwal penjualan buku oleh imamnya, Syakir Efendi. Lalu, aku di­tunjuk sebagai muazin di Masjid Agung Beyazit, yang di sampingnya terdapat sebuah pasar buku. Semasa mengabdi di Masjid Agung Beyazit inilah aku berjumpa dengan imam Kota Bakirkoy, yaitu Hafiz Ismail Hakki Efendi, yang mengagumi suara dan lagu azanku. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Beliau adalah murid Eyuplu Hafiz Ahmed dan putra seorang pemusik ternama Zekai Efendi dari Tarekat Mevlevi. Lantas, beliau mengajariku lagu­lagu pujian clan ode-ode keagamaan yang disebut &lt;i&gt;ilahi, kaside, durak, mevlud, &lt;/i&gt;dan &lt;i&gt;mersiye. &lt;/i&gt;Guruku ini sangat menyukaiku sehingga beliau menjodohkanku dengan saudara perempuan dekatnya, Gulsum Hanum, se­orang kepala sekolah. Maka, jadilah aku bagian dari keluarga beliau. Selanjutnya, aku tinggal di rumah istriku, de kat Masjid Suleymaniye yang dibangun oleh seorang arsitek terkenal, Sinan. Kemudian, aku di­angkat sebagai imam Masjid Veznejiler, dan selama dua puluh tiga tahun diminta menjadi imam tamu di Masjid Agung Suleymaniye pada bulan Ramadhan. Saat masjidku ini ambruk, aku diangkat jadi imam masjid di sebuah pasar. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Style" style="margin-right: 0.05pt; margin-left: 0.2pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Lantaran masjid ini tak memiliki mimbar dan, makanya, tak digunakan untuk salat Jumat, masya­rakat sekitar bergotong-royong merenovasi sebuah masjid lain yang hampir runtuh dan, atas desakan mereka, aku mulai mengimami salat Jumat saban minggu di &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;sana&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;"  lang="IT"&gt;Masjid yang telah direnovasi ini dikenal sebagai Masjid Jamili Han. Meskipun se­karang telah lengser dari jabatan imam tetap, aku masih memimpin salat Jumat di sana dan memberi­kan ceramah-ceramah dalam kapasitasku sebagai imam tamu. Kini, aku mempunyai sebuah toko buku besar, yang dikunjungi orang-orang dari seluruh penjuru dunia. Aku dapat mempelajari manuskrip-manuskrip kuno untuk mendulang pengetahuan, sebab sebelum mengikuti dinas militer aku telah belajar kaligrafi dan seni dekorasi dari para kaligraf besar di Akademi Seni Murni, seperti Hajji Kamil, Hajji Nureddin, dan Turakesy Ismail Hakki Bey, dan aku telah beroleh pengalaman berjualan buku selama empat puluh dua tahun. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Style" style="margin-right: 0.25pt; margin-left: 0.2pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Perkawinan pertamaku bertahan selama dua puluh tahun, tetapi kami tak dikaruniai keturunan. Aku menikah lagi sesudah istri pertamaku Gulsum Hanum meninggal, dan sekarang aku mempunyai seorang putri dan seorang putra. Aku telah menunaikan ibadah haji ke Makkah dan Madinah sebanyak sebelas kali. Aku pernah enam kali pergi ke Irak, delapan kali ke Suriah dan Pales­tina, tiga kali ke Mesir. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;"  lang="IT"&gt;Di negara-negara tersebut, aku mengenal ban yak sufi dan syekh. Aku juga per­nah berjumpa dengan para syekh dan ulama di Istanbul dan kota-kota lainnya di Turki, bersahabat dengan mereka, dan mempelajari pandangan-pandangan dan ajaran-ajaran mereka. Akan tetapi, dari seluruh pribadi mulia yang per­nah kujumpai itu, aku mendapatkan paling banyak pelajaran adiluhung dari orang yang menjadi peno­long dan syekh pertamaku selama masa-masa yang pedih-perih. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Dialah Syekh Samiyyi Saruhani Usysya­kiyul-Halveti. Sosok suci ini menulis lebih dari dua puluh kitab tentang hukum Islam dan tasawuf, dalam bahasa Turki dan Arab. Seluruh karyanya telah diter­bitkan. Aku juga mengetahui banyak karya beliau tentang ilmu kimia, alkemi!, pengobatan herbal, dan bidang-bidang lainnya, yang hancur akibat sebuah kebakaran yang juga memusnahkan banyak tempat di &lt;st1:city st="on"&gt;Kota&lt;/st1:city&gt; &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Istanbul&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. Senyatanya, beliau sendiri juga me­musnahkan sebagian bukunya tentang ilmu kimia dan alkemi karena merasa ragu apakah buku-buku terse but kelak akan dimanfaatkan untuk tujuan-tujuan yang baik atau malah sebaliknya. Pribadi yang meng­agumkan ini, yang bersamanya aku menghabiskan banyak masa mudaku, disukai dan dihormati semua orang lantaran wataknya yang luhur, lelucon-Ielucon­nya yang apik, kemurahan, keteguhan, keramahan, dan kerendahan hatinya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Style" style="margin-right: 0.75pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Sosok mulia berikutnya yang membimbingku se­masa aku masih belia adalah syekh Halveti lainnya dari cabang Syabaniya, yaitu Seyyid Syekh Ahmed Tahir ul-Marasyi. Spesialisasinya adalah Syekh Ibn al-'Arabi. Darinya, aku belajar &lt;i&gt;al-Futuhat &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;al ­Makkiyyah &lt;/i&gt;dan &lt;i&gt;Fushush al&lt;u&gt;-H&lt;/u&gt;ikam. &lt;/i&gt;Aku belajar tafsir Alquran dengan bimbingan Nevsyehirli Hajji Hayrul­lah dan Atif Hoja. Aku mengikuti ajaran-ajaran Hajji Abdul Hakim Arvasi dan Syekh Syefik Efendi. Dengan bekal kearifan yang kuterima dari tokoh-tokoh yang berilmu tinggi ini, aku kemudian berdakwah dan meng­ajar umat selama tiga puluh tahun di empat puluh dua masjid di Istanbul, termasuk banyak sekali je­maah di masjid-masjid besar Sultan Ahmed (Masjid Biru), Yeni Jami, Nuruosmaniye, Beyazit, Laleli, Valide Sultan, Fatih, Eyub, Kojamustafa Pasya, dan Suley­mamye. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Style" style="margin-right: 1pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Selagi muda ketika belajar tafsir Alquran di Masjid Aya Sofya di Istanbul, aku mimpi bertemu dengan Nabi Muhammad saw. Beliau sedang menunggang unta, yang dituntun oleh 'AI. ra., sambil di tangan se­belahnya menggenggam pedang bermata dua kesayang­annya yang terkenal, Dzu al-Fiqar. Menghampiriku, &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Nabi bertanya apakah aku beriman dan apakah aku muslim. Ketika aku mengiyakannya, beliau bertanya kembali apakah aku akan memberikan kepalaku untuk Islam. Aku mengiyakannya lagi. Lantas, Nabi meminta Imam 'All untuk memenggal kepalaku atas nama Islam. Imam 'Ali menyuruhku mengulurkan leher, kemudian memenggalnya dengan sekuat tenaga hingga kepalaku terputus dari tubuhku. Lantas, aku terbangun ketakutan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Style" style="margin-right: 0.45pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Saat bertemu dengan guru tafsirku, aku menutur­kan mimpiku ini dan aku juga menceritakan siapa ayahku. Aku tahu beliau adalah ternan karib almar­hum ayahku, tetapi sebelumnya aku tak pernah menga­takannya. Beliau menggeleng-gelengkan kepalanya dan berkata, "Ah, ternyata kamu putra sahabat karibku selama pembuangan." Ayah dan guruku ini termasuk di antara tujuh ratus syekh dan teolog yang dibuang ke Pantai Sinop di Laut Hitam oleh kaum revolusio­ner Gerakan Persatuan dan Kemajuan karena mereka berdua mendukung sultan. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;"  lang="IT"&gt;Pembuangan terhadap para pemuka agama ini terus berlanjut sampai Perang Dunia I meletus pada 1914. Guruku kemudian menakwil mimpiku itu dan mengatakan bahwa aku akan mengikuti jalan sufi 'Ali dan menjadi syekh di sebuah tarekat. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Style" style="margin-right: 1pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Bertahun-tahun setelah mimpi tersebut, ketika aku membuka sebuah toko buku-buku langka dekat Masjid Beyazit dan menjadi imam dan dai yang di­kenaI banyak orang, aku bermimpi lagi. Aku merasa berada di tengah-tengah Bosphorus antara Istana Topkapi dan Uskudar, dalam sebuah perahu kecil yang layarnya robek dan tiangnya patah. Badai meng­amuk dengan dahsyat. Sese orang memberiku selem­bar kertas dan memintaku memoacanya agar aku selamat dari malapetaka ini. Manakala bangun pad a keesokan paginya dan pergi ke toko bukuku, aku benar-benar melihat orang yang memberiku kertas dalam mimpiku serna lam sedang melintas di depan tokoku. Namun, aku tak berani menyapanya. Bebe­rapa hari berikutnya, aku bermimpi bertemu dengan­nya lagi. Dia berjalan di seberang jalan dan memberi isyarat dengan tongkatnya kepadaku. Esok harinya, sungguh ajaib, aku melihatnya lagi melintas di depan tokoku. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;"  lang="IT"&gt;Aku merasa mimpi-mimpiku ini mempunyai makna spiritual, tetapi aku belum mengerti. Tak lama kemudian, aku melihat orang yang sarna dalam mimpi­ku lagi; dia memelukku sedemikian kuat sehingga tulang-tulangku terasa rem uk. Lalu, dia melepaskan­ku, mengenakan mahkota kebesaran Tarekat Halveti, dan menyematkan serban di kepalaku. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Serb an ini terasa be rat sekali, solah-olah tujuh langit ambruk menimpa kepalaku. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Style" style="margin-right: 1pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Segera setelah tiba di tokoku pada pagi harinya, aku melihat orang itu berjalan dengan tongkatnya. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;"  lang="IT"&gt;Aku berkata pada diri sendiri: "Ini pasti mengan­dung suatu misteri dan pes an spiritual. Aku tidak akan memanggil orang itu. Biarlah dia mendatangiku dengan sendirinya." Dia berjalan mendekat, dan pandangan mataku mengikutinya. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Lalu, dia berhenti di depan tokoku, kepalanya melongok lewat pintu, dan dia berkata, "Kamu ini keras kepala. Tiga kali kamu melihatku. Kapan kamu akan mulai beriman?" "Saat ini juga," kataku seraya menyalami dan mencium tangannya. Orang kudus ini adalah Seyyid Syekh Ahmed Tahir ul-Marasyi, syekh Tarekat Halveti­Syabani. Alkisah, aku menjadi darwisnya, dan beliau datang ke tokoku setiap hari. Kadang beliau ber­bicara, tetapi kadang diam membisu, begitulah cara beliau mengajarku. Aktivitas ini berlangsung selama tujuh tahun. Selama itu, aku bertemu dengan seorang ternan guruku, Evranoszade Sami Bey, yang berasal dari tare­kat yang sarna. Beliaulah yang mewisudaku dengan memakaikan jubah darwis di pundakku. Pada upa­cara itu, aku merasa baru memiliki sedikit penge­tahuan sehingga aku keberatan untuk memakai jubah. "Ya Guru, alangkah lancangnya diriku sehingga orang seperti Anda memakaikan jubah untukku?" Aku di­beri tahu bahwa meskipun jiwaku belum mampu menangkap makna-makna yang halus, mereka tetap menyuruhku mengenakan jubah darwis. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Style" style="margin-right: 1pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Sami Bey wafat pada suatu Laylah al-Qadr. Tiga tahun kemudian, Guruku Tahir Efendi jatuh dan ping­gulnya retak ketika dia keluar dari tokoku. Saat aku coba memapahnya, beliau berkata, "Mereka telah berusaha membinasakanku, dan sekarang mereka ber­hasil." Beliau wafat tiga bulan berikutnya. Ketika aku membesuknya sebelum beliau meninggal, beliau memperlihatkan kepadaku mahkota orang kudus Ibrahim Kusyadali dan kemudian berujar, "Jika aku dipanggil Allah, kuminta Mustafa Efendi merawat mahkota ini." Mustafa Efendi adalah salah satu kha­lifahnya. Lalu, suatu hari guruku memanggilku dan menyampaikan keinginanan terakhirnya. Beliau wafat sehari berikutnya, yaitu hari Sabtu, ·dan kami menge­bumikannya di makam Masjid Fatih di samping ma­kam Syekh Turbedar Efendi, yang dulu merupakan syekh beliau. Pada malam itu, sesudah memasrahkan diri ke­pada Allah apakah aku harus menjadi darwis Mustafa Efendi, aku bermimpi bahwa dia menertawakanku terkekeh-kekeh. Aku tak tahu makna mimpi ini se­hingga aku kembali memasrahkan semuanya kepada­Nya. Pada malam berikutnya, aku bermimpi bahwa beliau meneriakiku dengan nada marah dan menye­butku sebagai "orang yang lembek". Orang lembek sepertiku tak dapat menjadi darwisnya. Maka, kala itu aku hidup sendiri tanpa seorang syekh, seraya menunggu ilham dari Allah. Pada masa-masa itu, aku mendatangi &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;tekke &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Qadiriyyah di Beyoglu dan juga &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;tekke &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Rifaiyyah di Kasim Pasya. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;Tekke &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Halveti sudah ludes terbakar. Hanya dua &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;tekke &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;itulah yang kini tersisa sebagai pusat majelis zikir. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Style" style="margin-right: 1pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Waktu itu, Gavsi Efendi, syekh Tarekat Qadiriyyah, coba membujukku untuk menjadi khalifahnya me­lalui para utusannya semisal Ismail Efendi, syekh Tarekat Bedevi; Jevat Efendi, syekh Tarekat Sadi; dan Kolonel Salahettin Efendi, syekh Tarekat Sunbuli. Aku mengatakan kepada mereka bahwa walaupun syekhku telah meninggal, aku masih menjadi anggota Halveti. Oleh sebab itu, aku tak bisa mengambil keputusan sendiri, tetapi harus menyerahkan keputusan ini ke­pad a Allah dan menunggu ilham-Nya. Jika Allah meng­izinkanku, aku tak perlu menjadi khalifah Syekh Gavsi Efendi, tetapi akan dengan segenap ungkapan terima kasih menjadi darwisnya yang sederhana. Akan tetapi, Syekh Gavsi Efendi terus mendesak­ku, dan akhirnya memaksaku agar datang ke &lt;i&gt;dergah­&lt;/i&gt;nya (tempat para sufi berkumpul), tanpa aku sempat bercukur, pada Jumat besok, yang merupakan hari suci Ragha'ib, yakni Jumat pertama bulan Rajab. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Style" style="margin-right: 1.7pt; margin-left: 0.2pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Malam itu, aku berdoa dan memasrahkan ma­salahku ini kepada Allah, serta bermimpi bahwa aku sedang berzikir di &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;tekke &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Halveti-Jerrahi di Karagumruk, tanpa serban, tanpa alas kaki, dan setengah te1an­jang, sementara Syekh Seyyid Fahri Efendi duduk di dekat jende1a dengan pakaian biasa dan berkopiah putih. Beliau melantunkan puji-pujian gubahan Syekh Galip: "Wejanganmu dibacakan di mimbar keabadi­an; putusan untukmu diberikan di pengadilan hari kiamat; syair pujian kepadamu mengalun di bumi dan di surga. Engkaulah Ahmad, Mahmud, Muhammad­ku terkasih." Aku terbangun, dan kini semuanya telah jelas: aku akan menjadi darwis Halveti-Jerrahi. Namun, &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;"  lang="IT"&gt;bagaimana cara menemui Syekh Fahri Efendi? Sejauh pengetahuanku, &lt;i&gt;tekke-nya &lt;/i&gt;telah tutup. Aku hanya mengenalnya sebentar ketika dulu belajar hadis dari Mustafa Efendi, Sang "Perpustakaan Berjalan". Dia­lah yang membawaku kepada Syekh Fahri Efendi dan mengeluh kepadanya bahwa aku sekarang men­jadi kelewat rijid dan dogmatik, kemudian menyuruh­ku mencium tangannya serta memohon kepadanya supaya mendoakanku. Akan tetapi, itu terjadi sekian tahun silam. Mungkin aku pernah bertemu dengan­nya beberapa kali pada bulan Ramadhan ketika kami diundang untuk berbuka puasa di rumahnya. Aku masih kecil waktu itu. Lalu, aku menjadi dai yang lumayan dikenal, dan mempunyai banyak pengikut. Tatkala &lt;i&gt;tekke-tekke &lt;/i&gt;ditutup secara resmi, para sufi­nya mengadakan pertemuan-pertemuan secara ter­sembunyi. Aku kala itu bahkan tak tahu apakah Syekh Fahri Efendi masih mengajar dan memiliki pengikut. Tetapi, aku berketetapan untuk datang ke rumahnya pada larut malam satu hari setelah aku berdoa dan bermimpi. Aku meyakinkan diri bahwa para syekh adalah orang-orang yang sangat ramah dan beliau takkan menolak membukakan pintu rumahnya untukku. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Style" style="margin-right: 1pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Pintu rumahnya dibuka oleh seorang darwis muda, lalu aku memperkenalkan diri dan meminta izin untuk bertemu Syekh Fahri Efendi. Aku dipersilakan masuk ke sebuah ruang kecil yang di dalamnya aku melihat beliau sedang bersama tiga orang lainnya. Beliau berdiri menyambutku sebagai wujud sikap penghargaannya kepada tamu, dan menyilakanku duduk. Aku sudah siap untuk menanggalkan kebiasaanku merokok, te­tapi beliau malah menawariku sebatang rokok dan berkata sembari tersenyum, "Jangan malu. Ayolah merokok dan juga minum kopi. Kopi tanpa rokok ibarat tidur tanpa selimut pada musim dingin." &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;"  lang="IT"&gt;Beliau menambahkan, "Di sini, lebih baik kita saling meng­asihi daripada menghormati." Beliau menanyakan maksud kedatanganku, kemudian aku mengungkap­kan apa yang sedang terjadi antara diriku dan Syekh Kadiri Gavsi Efendi, dan menceritakan jawaban yang kuperoleh setelah berdoa dan bermimpi. Aku pun men­ceritakan siapa diriku, tempat kelahiranku, dan siapa ayahku. Beliau tertawa, kemudian berucap, "Siapa yang tak kenaI dai kondang khusus Muslimah?" Andai dapat menemukan sejumlah lelaki, aku juga akan menyampaikan dakwah kepada mereka," aku menimpalinya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Style" style="margin-right: 1pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Dalam Islam, tentu saja tak ada perbedaan pen­ting antara lelaki dan perempuan. Aku senyatanya berdakwah kepada kaum Muslim dan Muslimah, te­tapi aku mengerti maksud perkataan beliau: Lelaki tak pernah berhalangan untuk mengingat dan menyeru asma Allah setiap saat. Lantas, beliau berkata, "Mim­pimu memang menunjuk pada kami, tetapi perkenan­kan aku berdoa dulu kepada Allah dan menunggu jawaban-Nya." &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;"  lang="IT"&gt;Beliau memintaku datang lagi pada hari Senin. Aku pun pulang.&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;"  lang="IT"&gt;Pada hari Senin, Sefer Efendi, seorang darwis muda dan kini menjadi khalifahku, membawa se­pucuk surat dari Syekh Fahri Efendi untukku yang mengabarkan bahwa aku tak jadi diminta datang hari Senin, tetapi hari Jumat. Pada hari Jumat, se­telah menerima jawaban positif dari Allah Yang Maha­gaib, Syekh Fahri Efendi menerimaku sebagai darwis­nya. Maka, aku dapat mengambil keputusan dengan mantap untuk menjadi darwis Halveti-Jerrahi, bukan khalifah di Tarekat Kadiriyyah. Aku melakoni ke­wajiban-kewajibanku sebagai darwis seteliti mungkin, dan menemui syekhku dua atau tiga kali seminggu. Beliau adalah seorang yang periang, sangat humoris, berani, cerdas, dan bijaksana; seorang ahli tafsir mimpi, inilah keistimewaan kelompok Halveti. Bercakap-cakap dengan beliau sungguh menyenangkan, dan karomah­karomahnya terkenal. Sebagai tokoh yang dicintai dan dihormati oleh semua orang, beliau membuat kita merasakan cinta Rasulullah dan misteri orang-orang kudus. Beliau merupakan sosok penyayang dan baik hati, melindungi orang-orang rudin dan menggerak­kan setiap orang untuk mendekat kepadanya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Style" style="margin-right: 1pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Adakalanya, beliau bergurau denganku-untuk mengetahui reaksiku-sampai sedemikian jauh sehingga aku hampir marah. Lalu, beliau akan menyatakan se­cara terbuka bahwa aku diminta bertemu dengan almarhum Syekh kami Nureddin Jerrahi dan tak se­orang pun boleh menyentuhku. Aku mendapat infor­maSl bahwa Syekh Fahri Efendi sering menyebut &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;namaku enam bulan silam sebelum kedatanganku ke &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;tekke &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;ini. Enam bulan setelah menjadi darwis ]errahi, aku bermimpi didatangi oleh tiga orang yang akan mengujiku. Dari tanya-jawab dengan mereka, aku tahu bahwa dua orang di antaranya akan melulus­kanku, tetapi orang yang ketiga menginginkan sebalik­nya. Ujian ini dimaksudkan untuk memilih seorang imam. Aku berhasil meyakinkan orang ketiga itu bahwa aku adalah imam, dan kemudian mereka ber­sepakat bulat menerimaku sebagai imam. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Style" style="margin-right: 0.45pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Meskipun tahu bahwa mimpi ini harus segera kusampaikan kepada Syekh, aku tidak sempat menyampaikannya sampai keesokan harinya karena aku sangat sibuk. Malamnya, aku tidur setelah salat selama empat atau tiga jam, dan mendapat mimpi yang sangat buruk dan memalukan. Saat bangun, aku kaget sekali dan kemudian berkata pada diriku sendiri, "Inilah buah dari salat tiga atau empat jam itu." Agaknya, aku tak bisa menemui Syekhku pada siang itu, tetapi bila aku bertemu dengannya, bagai­mana aku harus menceritakan mimpi yang memalu­kan ini? Pada malam ketiga, aku bermimpi datang ke &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;tekke &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;dan melihat para darwis sedang salat dengan cara yang sangat ganjil, salah melafalkan bacaan-baca­annya dan salah mengerjakan gerakan-gerakannya. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;"  lang="IT"&gt;Aku melewati mereka dengan perasaan heran, dan bertemu dengan Syekh di taman. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;Beliau menjewer sebelah telingaku ke atas sehingga aku terangkat naik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Style" style="margin-left: 0.2pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;dari atas tanah. Tangan beliau lainnya mengibas-ibas tubuhku sebelah kiri seakan-akan beliau sedang mem­bersihkan karpet. Lantas, beliau menarikku masuk ke dalam sebuah ruang yang penuh dengan sampah. Be1iau memberi perintah: "Bersihkan ruangan ini, dan kamu akan tinggal di sini." Aku melihat ruang milik ketua khalifah tersebut. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Style" style="margin-right: 0.45pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Sewaktu bangun, aku sadar bahwa inilah hu­kuman yang kuterima karena tak menceritakan mimpi­ku kepada Syekh. Aku bergegas ke rumahnya dan menceritakan semua mimpiku kecuali mimpi yang memalukan itu. Be1iau tersenyum dan berkata, "Kamu tak mungkin mendapat dua mimpi itu tanpa sebuah mimpi yang memalukan di antaranya." Aku meminta darwis-darwis lain meninggalkan kami berdua, dan aku akan menceritakan mimpi yang memalukan ini kepada Syekh. Seusai aku bercerita, beliau meng­angkatku sebagai khalifahnya. Selama sembilan tahun, kami hid up bersama da­lam hubungan yang sangat karib. Setahun sebe1um wafat, beliau jatuh sa kit ketika sedang berzikir, dan kemudian memberiku amanah untuk memimpin ma­jelis zikir di &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;sana&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. Aku memimpin maje1is zikir selama be1iau sa kit, se1ama satu tahun. Akhirnya, pada 5 Sya'ban, yakni hari mati syahidnya Imam &lt;u&gt;H&lt;/u&gt;asan, Rabu malam pukul 20.50, Syekh Fahri Efendi pergi ke alam baka, ke taman surga nan tinggi, dan mem­peroleh tempat yang dekat dengan Rasulullah Muhammad. Pada hari berikutnya, sesuai dengan &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;wasiat terakhirnya, aku mewudukan beliau dibantu oleh Sefer Baba dan Kemal Baba yang menuangkan airnya. Hari Jumat, aku memimpin salat jenazah di Masjid Fatih. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Style" style="margin-right: 0.75pt; margin-left: 0.45pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Selanjutnya, dengan diiringi ribuan pengikutnya, kami menggotong jenazah beliau masuk ke dalam ruangannya di &lt;i&gt;tekke, &lt;/i&gt;yang beliau bangun tujuh tahun sebelum meninggalnya, dan kemudian memakamkan­nya di samping makam Syekh kami Nureddin Jerrahi. Doa pemakamannya dipimpin oleh Syemseddin Yesyil Efendi yang terkenal itu. Memenuhi mimpiku-dan walaupun aktivitas-aktivitas para sufi dilarang serta &lt;i&gt;tekke-tekke &lt;/i&gt;ditutup oleh pemerintah-tepat sehari sesudah kepergian Syekh Fahri Efendi, aku membuka pintu-pintu &lt;i&gt;tekke &lt;/i&gt;untuk masyarakat luas, para saha­bat, dan lawan-Iawan kami. Setelah duduk di singgasana Syekh Nureddin Jerrahi yang dilapisi kulit domba selama &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;lima&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; belas tahun sebagai pemimpin tarekat ini, aku dengan sa bar terus mengajar darwis-darwisku yang berkebangsaan Turki dan juga banyak pecinta kebenaran dari se­luruh penjuru dunia. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Style" style="margin-right: 1pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Aku menjadi Syekh ke-19 dan khalifah kedela­pan semenjak berdirinya cabang Halveti-Jerrahi kami. Dengan segenap kekuatan yang Allah limpahkan, ha­rapan Nabi-Nya, kedamaian Syekhku, spiritualitas seluruh Syekh sebelumku, berkah dan iman guru dan penolongku, aku terus memberikan bimbingan spiri­tual kepada para pecinta kebenaran itu sampai akhir hayatku. Aku hanya memiliki dua orang anak kan­dung, tetapi Allah mahamengetahui berapa jumlah anak-anak spiritualku. Aku telah beroleh karunia me­lihat Nabi Muhammad saw. tujuh belas kali dalam mimpi-mimpiku. Aku juga pernah sekali melihat Nabi Musa, Isa, Yahya, dan Khidir. Aku pernah melihat dua sahabat mulia, Abil Bakar dan 'Vmar, dan da­lam sebuah mimpi aku mencium tangan mereka. Aku pernah melihat Fathimah dan Imam 'Ali dua kali, Imam &lt;u&gt;H&lt;/u&gt;asan dan &lt;u&gt;H&lt;/u&gt;usain sekali. Aku pernah melihat Syekh Nureddin Jerrahi dua kali, dan menerima salamnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Style" style="margin-right: 0.95pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Aku pernah enam kali pergi ke Jerman, dua kali ke Inggris, dua kali ke Belanda dan Belgia, serta empat kali ke &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Paris&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. Aku pernah bertemu dengan banyak orang yang baik dan menarik dalam per­jalanan-perjalanan ke luar negeri. Aku pun pernah mengunjungi &lt;st1:country-region st="on"&gt;Rumania&lt;/st1:country-region&gt;, &lt;st1:country-region st="on"&gt;Bulgaria&lt;/st1:country-region&gt;, &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Yugoslavia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;, dan Yunani. Aku pernah bertandang empat kali ke Amerika, yang di &lt;st1:city st="on"&gt;sana&lt;/st1:city&gt; aku dan para darwisku ber­zikir dan berdiskusi di ban yak &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. Hanya Allah yang mengetahui apa yang akan terjadi. Aku berdoa agar cinta para kekasih Allah semakin lama semakin tumbuh besar. Seluruh ke­berhasilan datang dari Allah semata.&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:8;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://suluk.blogsome.com"&gt;&lt;img src='http://suluk.blogsome.com/images/suluk09_120x60.png' alt="Suluk::Hanya Sekeping Cermin" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35418826-8040142177605298792?l=wahjoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/8040142177605298792'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/8040142177605298792'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2009/01/tokoh-sufi-1-syekh-muzaffer-ozak-al.html' title='Tokoh Sufi (1) Syekh Muzaffer Ozak al Jerrahi'/><author><name>Budhi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Poe8x-uxWKM/SOrCjWKh0YI/AAAAAAAAABs/Z0NEBIqa3pk/S220/baZZo.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35418826.post-973757385284766356</id><published>2009-01-09T13:19:00.002+07:00</published><updated>2009-01-09T13:32:48.342+07:00</updated><title type='text'>Senyuman Menjemput Syahid</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Poe8x-uxWKM/SWbuWLCmoEI/AAAAAAAAAEQ/dX5RbAfP_wo/s1600-h/smilingface.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 313px; height: 204px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Poe8x-uxWKM/SWbuWLCmoEI/AAAAAAAAAEQ/dX5RbAfP_wo/s400/smilingface.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5289176877081468994" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Poe8x-uxWKM/SWbuV9WRuXI/AAAAAAAAAEI/5r14XKI6l-8/s1600-h/laa+ilahai+llallah.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 308px; height: 203px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Poe8x-uxWKM/SWbuV9WRuXI/AAAAAAAAAEI/5r14XKI6l-8/s400/laa+ilahai+llallah.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5289176873405888882" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/xp/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot.jpg" alt="" /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Gambar dari : http://portail.islamboutique.fr/gaza2008/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;“Janganlah kamu mengira bahawa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati, bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezeki.” &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;p style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; “Mereka dalam keadaan gembira disebabkan kurnia Allah yang diberikan-Nya kepada mereka, dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka, bahawa tidak ada kekhuatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (Ali Imran: 169-170).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Nabi s.a.w. bersabda: “Tidak ada seorang pun yang ingin kembali ke dunia setelah dimasukkan ke dalam syurga, walaupun dia mempunyai kekayaan yang paling banyak di dunia kecuali orang yang mati syahid. Dia ingin kembali lagi ke dunia supaya terbunuh lagi dalam perang fi sabilillah sebanyak sepuluh kali kerana dia telah melihat kehormatan dan kemuliaan yang diberikan kepada orang-orang yang mati syahid.” (Riwayat Imam Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikutip dari : http://rampaiseri.wordpress.com/2008/03/31/kenikmatan-orang-yang-mati-syahid/&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://suluk.blogsome.com"&gt;&lt;img src='http://suluk.blogsome.com/images/suluk09_120x60.png' alt="Suluk::Hanya Sekeping Cermin" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35418826-973757385284766356?l=wahjoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/973757385284766356'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/973757385284766356'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2009/01/senyuman-menjemput-syahid.html' title='Senyuman Menjemput Syahid'/><author><name>Budhi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Poe8x-uxWKM/SOrCjWKh0YI/AAAAAAAAABs/Z0NEBIqa3pk/S220/baZZo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Poe8x-uxWKM/SWbuWLCmoEI/AAAAAAAAAEQ/dX5RbAfP_wo/s72-c/smilingface.JPG' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35418826.post-5353976376603456607</id><published>2008-12-30T14:41:00.004+07:00</published><updated>2011-09-03T20:20:43.817+07:00</updated><title type='text'>Ketetapan dan Kehendak Allah</title><content type='html'>Banyak yang mencampuradukkan pengertian antara ketetapan Allah yang biasa disebut dengan sunatullah dan kehendak Allah yang biasa disebut hidayah, rahmat, karunia, mukjizat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketetapan Allah adalah semua hukum-hukum Allah yang sudah menjadi aturan logis sejak diciptakannya alam semesta. Air membeku pada suhu 0 derajat, air sangat padat pada suhu 4 derajat, bumi mengitari matahari dst..dst...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehendak Allah adalah hasil dari suatu kejadian yang telah dilalui seorang manusia yang sesungguhnya hasil dari ketetapan-ketetapanNya yang telah terjadi. Ketetapan Allah, misalnya: api sifatnya membakar, orang dibakar/terbakar akan hangus, kehendak Allah bisa berkata lain, ada orang yang hangus adapula yang tidak (Ibrahim), ketetapan Allah adalah laut tidak mampu dibelah dengan tongkat, namun Allah menghendaki bahwa tongkat Musa mampu membelah laut. Dalam keseharian kita. Sunatullahnya orang bekerja akan mendapat hasil yang sebanding dengan kerja kerasnya, namun banyak orang bekerja sangat keras mendapat hasil sedikit, dan orang malas dan kufur mendapat hasil banyak, ini juga merupakan kehendak Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah selalu mengawasi ciptaanNya, apabila sesuatu itu terjadi berarti atas seijinNya dan sesuatu itu tidak terjadi atas seijinNya pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="ayetler" style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;"Dan pada sisi Allahlah kunci-kunci semua yang gaib; tak          ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang          di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan          Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan          bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis          dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)." (al-An'aam: 59)&lt;/div&gt;&lt;div class="ayetler" style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="hyg" style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;"Allah Yang Mahaagung dan Mahamulia telah menetapkan bagi          setiap hamba di antara ciptaan-Nya empat hal: kematiannya, tindakannya,          tempat tinggal dan tempat ia berpindah, serta makanannya." (HR Tirmidzi)&lt;/div&gt;&lt;div class="hyg" style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="ayetler" style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;"Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak          pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfudz)          sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya, yang demikian itu adalah mudah          bagi Allah." (al-Hadiid: 22).&lt;/div&gt;&lt;div class="ayetler" style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Ketauhidan ini tidak mampu dijangkau oleh agama lain, di dalam Islam sangat ditekankan bahwa Allah menciptakan semua yang nampak maupun tidak nampak dengan ketelitian  yang sempurna dan diawasi dari awal hingga akhirnya. Tidak ada peristiwa yang berjalan dengan sendirinya meski itu reaksi berantai,  semuanya terawasi dan terkontrol. Cicak makan nyamuk, semut bertelur, wabah menular, semua diawasi dan dikontrol. Pengawasan dan kontrol yang menyebabkan dunia tetap eksis. Hitler, firaun, julius caesar berniat menguasai dunia, tapi karena kontrol bukan dari mereka, tidak akan pernah bisa mereka menguasai tanpa ijin Allah, nafsu dan kekuasaan mereka dibatasi oleh Allah. Logikanya virus flu burung, demam berdarah, malaria, dan berjuta jenis penyakit dapat menghabiskan masyarakat Indonesia dalam hitungan hari namun penyebaran nampak sangat terkontrol, pemerintah mengontrol?? (yang bener aja).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca ketetapan Allah berarti kita sedang melihat kebesaran ciptaan Allah. Akallah (semestinya) alat untuk memahami ketetapan Allah di alam semesta ini sekaligus menetapkan pada diri seorang hamba bahwa ada keterlibatan yang Maha Sempurna di alam semesta ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehendak Allah agak lebih sulit dipahami dengan akal, kehendak Allah hanya dapat dipahami dengan hati yang telah tunduk (Islam). Hambatan akal sering menjadi penghalang seorang Islam untuk memahami kehendak Allah. Padahal semakin kita mendekatkan diri kepada Allah maka kita tidak melihat musibah sebagai suatu &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;ujian  yang memberatkan&lt;/span&gt; tetapi suatu &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;pertolongan yang menyelamatkan&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena cinta kasih Allah kepada kaum beriman, maka kehendak Allah terhadap para kekasihnya ini berupa hal-hal yang menyakitkan dan terkadang tidak mengenakkan. Di titik ini pula orang sering menemukan apa yang disebut stress. Mengganggap Allah musibah melulu sebagai suatu hukuman dan mengintrospeksi kesalahan bla..bla..bla..yah..yah boleh saja, ...tapi pahamilah bahwa musibah adalah sebagai bentuk kalibrasi ulang sensor kenikmatan dari Allah. Kita diberi sakit supaya paham rasanya sehat, kita diberi kekurangan harta benda supaya bisa merasakan nikmatnya mendapat rejeki dsb..dsb..&lt;br /&gt;Stress disebabkan akal yang sudah mencapai ujung kemampuan namun masih terus dipaksa untuk berpikir. Padahal kalau kita sadar dengan ketetapan dan kehendak Allah, kita tidak perlu berpikir saat pikiran sudah buntu, cukup duduk, sebut namaNya, agungkan, salawat kepada Nabi dan serahkan masalah tersebut kepada Allah....semudah itu...semudah itu teman...Habis itu lupakan dan biarkan kita berjalan dan berbuat seperti yang diilhamkan setelah melakukan ritual tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sering mendengar ..keajaiban...mukjijat...namun sayangnya hanya kita temukan saat kondisi dipaksa pasrah, seperti menghadapi kematian akibat penyakit, atau lainnya. Padahal setiap hari kita penuh keajaiban dan penyelematan, saking biasanya sampai2 kita tidak pernah menganggap itu keajaiban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah          sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia          amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal          ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui."          (al-Baqarah: 216)&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;              &lt;br /&gt;&lt;div class="ayetler" style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;"Jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu, maka          tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki          kebaikan bagi kamu, maka tak ada yang dapat menolak karunia-Nya. Dia memberikan          kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya          dan Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Yunus: 107)&lt;/div&gt;&lt;div class="ayetler" style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://suluk.blogsome.com"&gt;&lt;img src='http://suluk.blogsome.com/images/suluk09_120x60.png' alt="Suluk::Hanya Sekeping Cermin" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35418826-5353976376603456607?l=wahjoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/5353976376603456607'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/5353976376603456607'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2008/12/ketetapan-dan-kehendak-allah.html' title='Ketetapan dan Kehendak Allah'/><author><name>Budhi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Poe8x-uxWKM/SOrCjWKh0YI/AAAAAAAAABs/Z0NEBIqa3pk/S220/baZZo.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35418826.post-6679896083998225494</id><published>2008-12-30T12:39:00.004+07:00</published><updated>2010-04-27T11:03:51.710+07:00</updated><title type='text'>Allah pasti Mengabulkan doa hambaNya?</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;“&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;186. Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah),  bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa  apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala  perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada  dalam kebenaran. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;.”  (Surah al-Baqarah : ayat 186)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai orang yang beriman kepada Al-Quran maka pernyataan Allah tersebut adalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Dari sudut pandang tasawuf, doa selalu dikabulkan saat telah dibacakan hanya Permasalahnya adalah jawaban doa itu dalam bentuk yang tidak kongruen dengan permintaan kita dan kadang berserakan dalam keseharian kita. Ibarat kita minta makan kepada seseorang namun orang itu memberi kita cangkul. Bagi orang yang cerdas secara spiritual pertanda itu akan mudah dia baca. Inilah ranah wilayah orang yang bertasawuf, selalu waspada terhadap doa yang ia baca, dan bentuk balasan yang ia terima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Bagi kelompok umat Islam yang merasa bahwa doanya tidak/belum di ijabah karena mereka berpikir bahwa Allah harus memberikan dalam bentuk yang sama dengan yang diminta, maka sesungguhnya mereka belum faham ayat-ayat Allah tentang penciptaan dan keterkaitannya satu sama lain. Seandainya minta makan harus memberi makan, minta uang harus memberi uang, minta kematian si X harus mati, minta keadilan bagi si C harus dihukum saat itu, maka Insya Allah dunia ini hancur dalam sekejap/atau surga karena apa yang diminta langsung dikabulkan. Tidak ada orang bekerja, berusaha, aktifitas, semua tinggal bersenang-senang.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;http://wahjoe.blogspot.com/2008/09/doa-diujung-asa.html&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Banyak yang menyebutkan bahwa tidak diijabahnya doa, karena kemaksiatan, atau amal kebaikan yang kita lakukan. Padahal tidak ada dalil yang menunjukkan bahwa Allah menahan atau tidak mengijabah doa. Sekali lagi cara berpikir ini tidak Islami dan cenderung materialistik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita lihat contoh kondisi kita sekarang yang mungkin dalam kondisi miskin papa tidak berharta. Kita mohonkan kepada Allah harta yang banyak dan sampai hari ini kita tidak diberi harta yang banyak itu. Kasih Sayang Allah melampaui pendeknya akal manusia, Allah tidak ingin menjadikan kita Qorun dan Tsa'labah jilid 2,3,4,5 dst, diberikannya kita bentuk yang lain berupa, keislaman, keimanan, rasa syukur, anak yang lucu, keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah, kesehatan yang tidak dimiliki orang lain, dst...dst yang tak terhingga kalau dihitung. Orang yang berpikir materialistik akan cenderung kufur dan terus akan menggunakan akalnya untuk mencari tahu mengapa doanya tidak pernah/belum dikabulkan. Disinilah para penempuh jalan spiritual/sufi waspada, mereka akan menghitung apa yang Allah berikan pada hari ini, dan kemudian terus dan terus mereka tiada putus bersyukur sebanyak denyut jantung yang bahkan ia tidak dapat mengaturnya, sebanyak nafas yang ia hembuskan, sebanyak sehatnya bagian dari tubuhnya, sebanyak sel-sel yang bekerja sesuai fungsinya dst..dst.&lt;br /&gt;Sufi dengan maqam tertentu bahkan hanya memuji kepada Allah dan permintaannya hanya,&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Engkau lebih mengetahui apa yang terbaik bagi kami daripada diri kami sendiri dan kepadaMulah semua urusan dikembalikan". &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdoa adalah suatu bentuk zikir dan penghambaan. Berdoa menunjukkan lemahnya diri kita dan perkasanya Allah SWT. Allah sangat menyukai kesadaran seperti ini. Dan tidak suka kebalikannya. Jadi jangan pernah putus asa dalam berdoa, namun hati-hatilah dalam berdoa, karena doa yang kita ucapkan akan selalu dikabulkan dalam berbagai macam bentuk dan manifestasinya dalam kehidupan. Mintalah doa-doa yang tidak akan menjadi bumerang bagi diri sendiri. Contoh doa Nabi favorit saya adalah :&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;http://wahjoe.blogspot.com/2008_02_01_archive.html&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa-doa yang memang diharapkan umumnya kaum muslimin, dan terserah Allah yang secara detail memberikan skenarionya. Wallahualam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://suluk.blogsome.com"&gt;&lt;img src='http://suluk.blogsome.com/images/suluk09_120x60.png' alt="Suluk::Hanya Sekeping Cermin" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35418826-6679896083998225494?l=wahjoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/6679896083998225494'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/6679896083998225494'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2008/12/allah-pasti-mengabulkan-doa-hambanya.html' title='Allah pasti Mengabulkan doa hambaNya?'/><author><name>Budhi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Poe8x-uxWKM/SOrCjWKh0YI/AAAAAAAAABs/Z0NEBIqa3pk/S220/baZZo.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35418826.post-94066596071740757</id><published>2008-12-27T09:04:00.007+07:00</published><updated>2011-09-03T20:08:29.914+07:00</updated><title type='text'>Mengenal Dunia Tasawuf dan Sufistik (versi pribadi).....(1)</title><content type='html'>Banyak orang boleh memberi label, penamaan, mengapresiasi tentang tasawuf dan sufistik. Demikian pula saya. Sebagai orang yang minimal merasa menempuh jalan sufi/tasawuf berhak memberikan apresiasi, penilaian, komentar dan opini tentang tasawuf dan sufistik. Hal ini saya lakukan karena di dunia maya ini banyak sekali orang Islam yang mencaci dan sudah mengarah pada pengkafiran saudara sesama muslim dan pensucian diri sendiri selanjutnya saya sebut KAST (kaum alergi sufi/tasawuf). Demi alasan yang tidak jelas, mereka mengabaikan larangan Allah dan Rasulullah seperti dalam ayat-ayat dan hadits berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;div align="left" style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;11. &lt;span style="color: red; font-weight: bold;"&gt;Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olokkan kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olokkan)&lt;/span&gt; dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olokkan) wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olokkan) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan &lt;span style="color: red; font-weight: bold;"&gt;janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: red;"&gt; &lt;/span&gt;(QS. 49:11)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;12. &lt;span style="color: red; font-weight: bold;"&gt;Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa&lt;/span&gt; dan &lt;span style="color: black;"&gt;janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-weight: bold;"&gt;.&lt;/span&gt; Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati. Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. (QS. 49:12)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left" style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;32. ......Sesungguhnya Rabbmu Maha Luas ampunanNya. Dan Dia lebih mengetahui (tentang keadaan)mu ketika Dia menjadikan kamu dari tanah dan ketika kamu masih janin dalam perut ibumu; &lt;span style="color: red; font-weight: bold;"&gt;maka janganlah kamu mengatakan dirimu &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #336600; font-size: 85%; font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;&lt;u&gt;SUCI&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 85%; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;. Dialah Yang paling mengetahui tentang orang yang bertaqwa. &lt;/span&gt;(QS. 53:32)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Janganlah kalian saling dengki mendengki, dan janganlah kalian saling bersaing &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;dalam penawaran, dan &lt;span style="color: red; font-weight: bold;"&gt;janganlah kalian membenci,&lt;/span&gt; dan janganlah kalian saling &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;belakang-membelakangi, dan janganlah sebagian kalian menjual atas penjualan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;sebagian yang lain. Dan jadilah kalian hamba Allah yang saling bersaudara. &lt;/span&gt; &lt;span style="color: red; font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Seorang muslim itu adalah saudara bagi  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="color: red; font-weight: bold;"&gt;muslim yang lain, tidak boleh mendzaliminya,&lt;/span&gt; tidak boleh menelantarkannya &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(tidak memberi pertolongan kepadanya) dan tidak boleh merendahkannya, takwa itu &lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;disini (sambil menunjuk ke dadanya, beliau ucapkan kata-kata itu tiga kali). &lt;/span&gt;&lt;span style="color: red; font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Cukuplah sebagai kejahatan seseorang, kalau ia menghina saudaranya sesama &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="color: red; font-weight: bold;"&gt;muslim.&lt;/span&gt; Setiap orang muslim haram darahnya, hartanya dan kehormatannya atas &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;orang muslim yang lain.” (shahih Muslim 16/120)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;span style="color: black; font-style: italic;"&gt;58. &lt;span style="color: red; font-weight: bold;"&gt;Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang mumin dan muminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata&lt;/span&gt;. (QS. 33:58)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru-guru tasawuf dan sufistik tidak pernah menamakan dirinya sebagai sufi, orang lain yang memberi label demikian. Penempuh jalan spiritual ini juga sering salik dan jalan yang ditempuh adalah suluk. Guru-guru tasawuf seperti Ibn Araby, Ibn Athaillah selalu menegaskan pelaksanaan syariat secara ketat. Semuanya menyatakan tidak ada perjalanan spiritual tanpa pelaksanaan syariat secara disiplin dan ketat. Semua guru-guru tasawuf adalah penghafal-penghafal Quran dan hadits, dan melaksanakan amalan sunnah dengan intensitas tinggi, meski musuh-musuhnya sering menghilangkan fakta ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman spiritual letaknya bukan di akal tapi dalam hati. Paling sederhana adalah bagaimana perasaan tetap senang meski tidak punya uang. Bagaimana tetap merasa senang meski jasad sedang dalam keadaan sakit. Sholat jadi lebih berkualitas (min utk pribadi), zikir terasa lebih bermakna, menyesal apabila beberapa detik lalai dalam mengingat Allah. Menemui Allah dalam zikir dalam segala suasana, tempat, kondisi. Sesimpel ini sesungguhnya dunia sufistik dan tasawuf. Sufistik dan tasawuf tidak harus dimulai dengan amalan tertentu, tarekat tertentu, guru tertentu. Tasawuf dan sufistik bisa ditemukan sendiri, karena memang dimulai dari dalam diri. Amalan, tarekat, guru, hanyalah membantu seseorang untuk mengenal ke dalam diri sendiri, yang tentunya akan berujung kepada hidayah dari Allah sendiri. Dan pasti mereka akan menemukan guru dan jalannya bila mereka bisa mempertahankan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibn Athaillah, Imam Al-Ghazali adalah guru-guru sufi yang mengambil jalan "aman" dengan tidak menyebutkan pengalaman-pengalaman spiritual mereka yang "tidak dapat dicerna nalar" (tasawuf sunni/amali)Menganjurkan kedisiplinan dalam ibadah dan pembersihan jiwa dan kalbu. Sedang Ibn Araby, Mansur al Hallaj, Abu Yazid Bustami adalah guru sufi yang terkenal liar dan berani mengungkapkan pengalaman spiritual yang fantastis (tasawuf falsafi) sehingga orang non Islampun terkagum-kagum pada pengungkapan "fantasi spiritual" beliau. Di dunia barat Ibn Araby memiliki pengagum yang banyak dan membentuk suatu komunitas sendiri  &lt;cite&gt;www.&lt;b&gt;ibn&lt;/b&gt;arabi&lt;b&gt;society&lt;/b&gt;.org&lt;/cite&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang tidak faham maka Ibn Araby dicap telah keluar dari agama. Bagi yang faham pemahaman Ibn Araby sebagai tolok ukur pencapaian spiritual seorang penempuh jalan sufi. Meskipun dengan catatan keberaniannya menceritakan pengalaman spiritual akan berbanding lurus dengan cercaan dari sebagian kaum muslimin yang tidak faham akan kata-katanya. Namun Ibn Araby nampaknya tidak terlalu peduli dan lebih peduli kepada para pencari jalan spiritual dan mengenyangkan mereka dengan pengalaman spiritual beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah sendiri sangat sedikit menceritakan pengalaman spiritual semacam Isra' Mi'raj kecuali diperintahkan oleh Allah sendiri. Karena memang hal tersebut hanya dapat dicerna oleh keimanan dan kalbu yang bersih. Dan wilayah ini memang rawan untuk didebat dan pelecehan. Terutama bagi orang-orang penggemar materi dan duniawi, yang tolok ukurnya panca indra. Sebuah hadits menyebutkan kata-kata,&lt;span style="font-style: italic;"&gt;" Seandainya kalian tahu apa yang aku tahu maka niscaya engkau akan sedikit tertawa dan banyak menangis."&lt;/span&gt; Hal ini menunjukkan banyak hal yang Rasulullah sendiri yang tahu dan tidak semuanya diungkapkan kepada kita. Pengalaman spiritual dan batin Rasulullah ini pulalah yang tidak pernah tercatat dan tertulis kecuali yang diungkapkan sediri oleh beliau. Rasulullah hanya menunjukkan jalan untuk menempuh jalan spiritual dengan: sedikit makan, sedikit tertawa, sedikit tidur, menghidupkan malam, banyak berzikir, sholat malam, sholat dhuha, dll. Bagi penempuh jalan sufi amalan yang disebutkan Nabi SAW adalah disiplin yang harus dilalui oleh seorang penempuh jalan sufi menuju kepada Rabbnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengamalan ajaran tasawuf didasarkan pada pen-sari-an dari Al Quran dan Hadits. Mengapa Al Quran dan al Hadits perlu disarikan, bukanlah ia sudah sempurna? Benar, namun perlu dipahami bahwa sebagai manusia tanpa pembimbing seorang Nabi yang hidup ditengah2nya, maka tidak semua pengamalan ajaran itu sampai kepadanya secara utuh, hanya sebagian, meskipun Al Qurannya satu namun bagaimana kita saksikan sesama saudara saling caci dan saling bunuh. Bila diibaratkan maka Al Quran dan Sunnah adalah sebuah istana raksasa yang memiliki banyak pintu dan jendela. Ada pintu yang bisa dilewati apabila melewati pintu utama, bila tidak melewati pintu utama akan tertolak. Pintu utama itu sudah sering dilihat namun kebanyakan baru tahap berhayal telah melewatinya. Pintu utama itu adalah syahadat: suatu persaksian bahwa"Tuhan itu Hanya Allah (selain Allah bukan Tuhan)" dan pengakuan bahwa kita sampai digerbang ini karena bimbingan dari sang penghulu Nabi Muhammad Saw. Maka kita diijinkan masuk ke dalam istana tersebut.&lt;br /&gt;Ternyata di dalamnya kita melihat suatu istana yang luar biasa megah dan memiliki banyak pintu, apa yang kita cari dibalik pintu-pintu ini, dan menuju kemana semuanya, maka Sang penghulu menunjukkan bahwa semua pintu tersebut menuju kepada Allah, dan kita dipersilahkan melewati pintu mana saja untuk menuju kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada perjalanannya, manusia-manusia yang lahir dan dipertemukan semasa beliau Saw masih terbimbing memasuki pintu-pintu ini, namun saat sang penghulu Saw meninggalkan dunia ini, banyak manusia bingung menggunakan peta petunjuk yang beliau tinggalkan. Maka lahirlah penghulu-penghulu baru. Penghulu-penghulu inipun ternyata tidak semuanya berkualifikasi baik, sebagian dari mereka belum mampu menunjukkan jalan yang dimaksud pada peta. Diambilnya jalan yang sama persis yang dilakukan oleh dirinya dan orang-orang sebelumnya, sehingga banyak yang merasa kepayahan melalui pintu yang ia lalui. Apabila penghulu baru ini faham kondisi seseorang maka tidaklah ia akan menyuruh si murid memasuki pintu tersebut. Karena Rasulullah sering memerintahkan seseorang untuk beramal berdasarkan potensi diri masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hadits riwayat Abu Hurairah ra. ia berkata: Nabi saw. pernah bersabda: Apabila salah seorang dari kalian menjadi imam, hendaknya mempercepat shalatnya, karena di belakangnya ada anak kecil, orang tua, orang lemah dan orang sakit. Bila shalat sendirian, ia boleh shalat sekehendak hatinya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka beberapa penghulupun mengambil suatu langkah yang paling sederhana yaitu: memulai langkah dari tobat, meninggalkan dosa, dan memperbaiki akhlak. Ternyata langkah tersebut membuat langkah mereka dimudahkan. Merekapun tidak takut tersesat karena semua bersesuaian seperti apa yang tercantum dalam peta petunjuk. Inilah ilustrasi tasawuf. Tidak ada hal baru yang diadakan dan ditiadakan, semua original, sesuai dengan petunjuk. Yang dituduhkan membuat baru adalah istilah yang diciptakan oleh orang lain. Dari istilah ini muncul tuduhan sebagai membuat hal baru. Naudzubillah mindzalik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap, sifat dan akhlak yang ditiru oleh mereka dari Nabi Muhammad Saw terdiri dari 3 tahapan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Tazkiyatun nafs, atau yang dikenal dengan pensucian jiwa. Meninggalkan dosa dan bertobat. Tanpa melewati gerbang pertama ini seorang akan kacau dalam perjalanan hidupnya. Karena di dalam ajaran Islam, meninggalkan larangan, dosa, dan maksiat yang kecil maupun yang besar, mengenali dan menjauhi penyakit-penyakit hati seperti riya', sum'ah, ujub, hasad, dan sejenisnya, karena meninggalkan larangan adalah lebih utama daripada menjalankan ibadah. Berdasarkan hadits,"&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Apa-apa yang aku larang, maka  jauhilah. Dan apa-apa yang aku perintahkan, maka kerjakanlah semampu  kalian. Sesungguhnya yang telah membinasakan orang-orang sebelum kalian,  adalah banyak bertanya dan penyelisihan mereka terhadap nabi-nabi  mereka.” &lt;/span&gt;(HR. Bukhari dan  Muslim).&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Tazkiyatun nafs, dibangun dari 4 sendi:&lt;br /&gt;a. Ibadah.&lt;br /&gt;b. Mujahadah.&lt;br /&gt;c. Riyadlat (riyadoh)&lt;br /&gt;d. lillahita'ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Taqarrub ilallah (mendekatkan diri kepada Allah). Pendekatan ini adalah tingkatan pengembangan dari tazkiyatun nafs. Dimana intensitas ibadah ditambah. Proses penambahan ini baru bisa dilaksanakan bila tazkiyatun nafs sudah bisa dilaksanakan secara istiqamah, bila belum mampu maka tidak dianjurkan menambahkan ibadah. namun lebih dianjurkan untuk bertobat. Orang yang sudah memasuki fase ini akan banyak zikirnya, banyak sholatnya, banyak doanya, dan tidak peduli dengan kesenangan jasmani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Hudhur al qalb ma'a Allah. Memfokuskan diri kepada usaha untu merasakan kehadiran Allah. Pada saat Allah hadir dalam qalbu seorang hamba, maka hatinya akan diliputi oleh cahaya Allah, saat hati diliputi cahaya Allah, mereka merasa terpukau dan tidak mempedulikan keadaan sekelilingnya. Orang yang sudah melewati pintu terakhir ini adalah orang-orang yang perilakunya dikehendaki oleh Allah, dimudahkan dalam melaksanakan kewajiban, dimudahkan rezekinya sehingga hatinya tidak lagi berpaling, amalan, akhlaknya akan mendekati akhlak sang penghulu Nabi Muhammad Saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suru-guru sufi dan penganut jalan spiritual tidak terlalu terpengaruh dan sebagian tidak merespon atau membalas dengan hujatan atau dengan emosional, karena hidup mereka tidak untuk mencari kemuliaan di mata manusia, hidup mereka hanya mereka serahkan dan tertuju kepada Allah semata. Kalau ada pengikuti tasawuf atau sufi yang senang berdebat berarti adalah seseorang yang mengaku-ngaku sufi. Karena orang tersebut belum melewati pintu pertama dan masih merasa dirinya benar. Dalam berdebat dikhawatirkan ada perasaan merasa benar, berharap kewibawaan di mata manusia yang jelas-jelas merupakan riya', dan riya' termasuk syirik kecil dan syrik apapun bentuknya adalah dosa besar tak berampun. Wallahualam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://suluk.blogsome.com"&gt;&lt;img src='http://suluk.blogsome.com/images/suluk09_120x60.png' alt="Suluk::Hanya Sekeping Cermin" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35418826-94066596071740757?l=wahjoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/94066596071740757'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/94066596071740757'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2008/12/mengenal-dunia-tasawuf-dan-sufistik.html' title='Mengenal Dunia Tasawuf dan Sufistik (versi pribadi).....(1)'/><author><name>Budhi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Poe8x-uxWKM/SOrCjWKh0YI/AAAAAAAAABs/Z0NEBIqa3pk/S220/baZZo.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35418826.post-7155202607647653361</id><published>2008-12-24T16:33:00.004+07:00</published><updated>2008-12-24T16:53:27.868+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Rasa Di Makam Nabi</title><content type='html'>Duhai Nabi yang namanya aku sebut sepanjang pagi dan petang&lt;br /&gt;Yang aku kagumi, ikuti, dan aku doakan tiada putus setiap hari&lt;br /&gt;Kini aku berdiri di depan makammu&lt;br /&gt;Aku tidak tahu harus bersikap apa&lt;br /&gt;Aku tidak tahu harus mengatakan apa&lt;br /&gt;Aku tidak tahu harus berdoa apa&lt;br /&gt;Otak terasa beku&lt;br /&gt;Mulut terasa kaku&lt;br /&gt;Rasa yang tidak terdefinisi&lt;br /&gt;Hanya air mata mengalir deras......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duhai Nabi banyak orang mengingkari hingga menghujatmu&lt;br /&gt;Namun itu tidak mengurangi kemuliaanmu&lt;br /&gt;Bahkan berjuta-juta manusia mengikuti jalanmu&lt;br /&gt;Setiap hari terus bertambah dan bertambah&lt;br /&gt;Penghujatmu bahkan tidak mampu menarik satupun pengikut&lt;br /&gt;Penghujatmu hanya menggetarkan para pengikutmu&lt;br /&gt;Penghujatmu hanyalah laskar iblis yang membuat sedih pencintamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini aku saksikan betapa mulianya dirimu&lt;br /&gt;Semua ras manusia, hitam, putih, kuning, merah berkumpul&lt;br /&gt;Semua manusia dari seluruh kalangan merindukanmu&lt;br /&gt;Bersolawat kepadamu tiada putus&lt;br /&gt;Menenggelamkan semua makian, cercaan dan hinaan kepadamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebenaran itu tidak bisa disembunyikan&lt;br /&gt;Kebenaran itu di depan mata ini&lt;br /&gt;Kebenaran itu dibenarkan oleh hati dan jasad ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad engkau kekasih kami sepanjang sejarah penciptaan manusia hingga di akhirat kelak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duhai Allah ijinkan kami berkumpul dengan Nabi kami&lt;br /&gt;Jangan pisahkan kami barang sejengkal juga&lt;br /&gt;Ijinkan kami merasakan memeluknya duhai Allah Yang Memiliki Keadilan Yang Sempurna&lt;br /&gt;Kami telah berpayah mengikuti NabiMu duhai Allah&lt;br /&gt;tentunya Engkau akan ijinkan kami menemuinya, memeluknya, mengecup kedua pipinya sebagaimana para sahabat yang Engkau ijinkan hidup pada masanya duhai Allah pemiliki segala kekuasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah ijinkan kami mati dalam kerinduan untuk berjumpa denganMu dan NabiMu....amin&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://suluk.blogsome.com"&gt;&lt;img src='http://suluk.blogsome.com/images/suluk09_120x60.png' alt="Suluk::Hanya Sekeping Cermin" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35418826-7155202607647653361?l=wahjoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/7155202607647653361'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/7155202607647653361'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2008/12/rasa-di-makam-nabi.html' title='Rasa Di Makam Nabi'/><author><name>Budhi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Poe8x-uxWKM/SOrCjWKh0YI/AAAAAAAAABs/Z0NEBIqa3pk/S220/baZZo.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35418826.post-7147743822178849547</id><published>2008-12-24T11:27:00.004+07:00</published><updated>2011-09-04T10:17:30.609+07:00</updated><title type='text'>Tasawuf kami....(4)wihdatul wujud</title><content type='html'>Wihdatul wujud adalah suatu pemikiran tentang Allah sebagai Sang Awal dan Sang Akhir. Sebelum Allah memulai menciptakan makhluk hanya Dia yang Awal. Tidak ada yang lain selain Dia. Ini adalah tauhid tertinggi. Apabila Allah menciptakan sesuatu tentunya semua materi bahan dan penamaan tentunya dari Allah sendiri. Atau ada yang berani mengklaim api, cahaya, tanah, atau ada partikel sudah ada bersamaan dengan Allah???? Tauhid tertinggi adalah hanya ada Dia, Sang Awal, Sang Akhir Allah, tidak ada partikel, debu, ion, atom, materi lain selain Allah..Allah...Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi saat seorang mengatakan aku menemukan Allah dalam diriku, binatang, kotoran dan semua materi hanya menjelaskan ...innalilahi wainnailahi rajiun, itu berasal, diciptakan, dikreasikan, oleh, dari dan akan kembali kepada Allah!!!!! Semudah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu nalar orang yang berpikir materialistik akan aneh melihat bahwa Allah menciptakan zat menjiikkan bernama tahi, tapi itulah Dia..Allah..yang satu-satunya Pencipta yang mulia maupun yang hina. karena Dia satu-satunya!!!!!! Yang tidak mengakui konsep ini berarti malah harus berhati-hati. Konsep Allah berbeda dengan makhluknya sangatlah jelas dan gamblang tidak bisa/boleh diperdebatkan. Namun dengan menyatakan bahwa Allah terpisah dengan ciptaanNya adalah konsep materialistik, karena menggunakan logika/bayangan/asumsi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wihdatul wujud Ibn Arabi berbeda dengan pengakuan firaun sebagai Tuhan. Wihdatul Ibn Arabi didasarkan pengetahuan tentang Allah, sedangkan firaun didasarkan penolakan tentang Allah itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inipulalah yang melandasi kami bahwa Allah meliputi kami dan apa yang Ia ciptakan. Kita berada dalam Kekuasaan Allah, dan tidak berlaku sebaliknya. Dan kami tidak sedikitpun merasa terpisah, karena memang Dia Sang Awal dan Sang Akhir tidak ada yang terpisah dari Dia. Saat semua yang Allah ciptakan dimusnahkan kembali sebagaimana dulu ketidaannya, maka hanya Dia..Allah yang Maha Hidup, Yang Tunggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;3. Dialah Yang &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Awal dan Yang Akhir&lt;/span&gt; Yang Zhahir dan Yang Bathin; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS. 57:3)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://suluk.blogsome.com"&gt;&lt;img src='http://suluk.blogsome.com/images/suluk09_120x60.png' alt="Suluk::Hanya Sekeping Cermin" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35418826-7147743822178849547?l=wahjoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/7147743822178849547'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/7147743822178849547'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2008/12/tasawuf-kami4.html' title='Tasawuf kami....(4)wihdatul wujud'/><author><name>Budhi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Poe8x-uxWKM/SOrCjWKh0YI/AAAAAAAAABs/Z0NEBIqa3pk/S220/baZZo.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35418826.post-459239086541284014</id><published>2008-12-24T10:31:00.004+07:00</published><updated>2008-12-24T12:34:17.616+07:00</updated><title type='text'>Tasawuf kami ....(3)cara zikir</title><content type='html'>Zikir kami memang terkadang aneh, tapi apa dalil yang menghalangi kami melakukan itu. Zikir bukanlah hanya aktivitas lisan namun lebih kepada aktivitas seluruh tubuh. Allah tidak melarang bagaiaman cara kita berzikir, zikir bukanlah aktivitas ibadah yang geraknya memiliki rukun tertentu sebagaimana sholat atau tawaf. Ada orang zikir sambil menyetir mobil, ada orang berzikir sambil mengetik, ada yang berzikir sambil naik gunung, ada yang berzikir sambil makan pizza, ayam goreng, Maha Suci Allah yang menciptakan makanan enak dan indra perasa dan perangkatnya yang menyebabkan kita bisa merasakan kenikmatan ini....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;190. Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (QS. 3:190)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;191. (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): Ya Rabb kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. (QS. 3:191)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi mengapa ada yang merasa aneh saat kami berzikir dengan memutar tubuh, atau bergerak kanan kiri seperti orang kerasukan, apa mungkin setan bisa masuk saat kita meninggikan asma Allah? Tuduhan serupa sering dilemparkan kaum orientalis saat Nabi menerima wahyu dalam kondisi kejang karena demikian beratnya wahyu itu saat diterima. Ada yang menuduh Nabi menerima wahyu saat ayan, atau kerasukan setan, ada yang mengatakan Nabi orang gila. Jadi tuduhan terhadap pelaku zikir seperti orang kerasukan adalah tuduhan tak beralasan penuh kebencian, sebagaimana tuduhan kafirin terhadap Nabi SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami memang tidak diberi ilham, wahyu, apalagi berdialog dengan Allah. Kami hanya diberi ide dan gagasan. Kami yakin ide dan gagasan bukan berasal dari diri kami, karena otak kami hanya sekumpulan sel yang bentuk isi dan volumenya mungkin sama dengan atau kurang dari seorang yang gila. Yang jelas gagasan dan ide ini berasal dari jiwa yang mengistirahatkan dirinya dari keinginan hawa nafsu dunia. Ide saat itulah yang kami tangkap dan kami wujudkan dalam kehidupan dan kami anggap sebagai petunjuk untuk melangkah. Dan kami yakin ide itu berasal dari Allah, karena kendaraan syetan dalam tubuh yaitu nafsu sudah kita tutup. Dan filternya jelas Quran, hadits.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://suluk.blogsome.com"&gt;&lt;img src='http://suluk.blogsome.com/images/suluk09_120x60.png' alt="Suluk::Hanya Sekeping Cermin" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35418826-459239086541284014?l=wahjoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/459239086541284014'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/459239086541284014'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2008/12/tasawuf-kami-3.html' title='Tasawuf kami ....(3)cara zikir'/><author><name>Budhi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Poe8x-uxWKM/SOrCjWKh0YI/AAAAAAAAABs/Z0NEBIqa3pk/S220/baZZo.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35418826.post-2764919928600048374</id><published>2008-12-24T09:43:00.003+07:00</published><updated>2008-12-24T16:29:35.740+07:00</updated><title type='text'>Tasawuf kami....(2)</title><content type='html'>Tasawuf kami adalah pengistirahatan akal setelah menemukan Islam. Biarkan Allah yang mengaliri akal kita dengan cahayaNya. Aliran yang Insya Allah terbebas dari hawa nafsu dan syahwat dunia. Karena kami sadar bahwa akal kami memiliki jangkauan terbatas yang bahkan imajinasi kamipun tidak dapat melampau bintang terjauh yang dapat disaksikan teleskop, maupun benda terkecil yang dapat dilihat oleh mikroskop. Sebagai manusia kami sadar bahwa akal kita dibatasi oleh lingkungan tempat kami tinggal dan tumbuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Quran dan hadits bagi kami adalah jalan/koridor/jembatan penuntun kepada Allah, bukan tembok penjara melingkar yang menghalangi kita menuju kepadaNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat-ayat Quran bagi kami bukan kumpulan pembatas langkah namun sebagai kapal penuntun dalam mengarungi kehidupan di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami berusaha meneguhkan apa yang dilakukan oleh Nabi, tapi kami juga mencoba menyelami saat Nabi SAW berada dalam sholatnya yang berjam2. Karena tidak ada satupun dalil menjelaskan apa yang dibaca oleh Nabi dan bagaimana kondisi kalbu Nabi dalam rentang waktu yang cukup lama tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibadah kami bukan sekedar gerak tubuh, gerak lisan, gerak akal, namun juga gerak hati dan gerak kalbu. Kelalaian kalbu berarti penghianatan sejati kepada Allah sebagaimana Allah tegaskan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;4. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (QS. 107:4)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;5. (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya. (QS. 107:5)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan bukankah ibadah dinilai dari niat? dan niat letaknya di dalam hati? Inilah titik yang kita selami niat, hati, qalbu, batin, suara hati, nurani, apapun dia namanya pada tempat inilah kita mencoba menyelami dan mengenal Rabb kami, dan terus membersihkannya agar cahayaNya tidak redup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat dihadapkan pada uswah kita Muhammad SAW,  kita dihadapkan kedhaifan dalam segala hal, kami sudah pasti tidak akan pernah dan bisa menyempurnakan ibadah kami mendekati Nabi kami, meskipun kami selalu berusaha, satu ibadah kita tegakkan dan sempurnakan ribuan ibadah lain terabaikan terus menerus berulang. Yang paling mengerikan adalah setan selalu mengatakan ..engkau sungguh mulia dibanding si A, si B, si C, lihat pakaianmu, lihat amalanmu, lihat tahajudmu, lihat bahasa arabmu, lihat hafalanmu, lihat semuanya menyebabkan engkau mulia disisi Allah dibanding yang lain. Perasaan berikutnya menyebabkan ibadah kami selalu mengedepankan kepada menjaga wibawa dan citra dimata manusia yang jelas-jelas merupakan syirik kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya hal itu membuat suatu kesadaran, kenapa tidak kita serahkan saja kepada Allah, beristighfarlah engkau kepada Allah, karena insya Allah ibadahmu akan selalu jauh dari sempurna, semakin keras engkau berusaha menyempurnakan ibadahmu semakin besar pula rasa ujubmu. Biarkan kepasrahan itu menghasilkan ibadah, biarkan sujud itu timbul dari kepasrahanmu sebagai hamba yang berlumur dosa, lalai dan bergelimang maksiat. Meski engkau merasa tidak pernah melihat kemaksiatan itu dari sisimu, niscaya engkau bukan makhluk yang sempurna. Biarkan zikir itu adalah pujian yang jujur dari apa yang engkau rasakan lebih dari sekedar syariat yang diajarkan. Biarkan sedekahmu keluar dari perasaan itu sekedar titipan dan lebih baik diberikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tasawuf kami adalah serahkan, pasrahkan, dan biarkan Allah yang membimbing. Saat kami lalai dalam kebaikan, maka ibadah kami adalah tobat dan istighfar, saat kami gembira maka ibadah kami adalah sujud syukur, takbir dan hamdallah, saat kami didekati oleh Allah maka semua zikir kami tumpahkan bersama air mata, dan penyerahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tasawuf kami adalah meletakkan akal, nafsu, syahwat, keinginan, ketakutan, kegelisahan, kekhawatiran dibelakang penyerahan total kepada ilahi Rabbi. Wallahualam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://suluk.blogsome.com"&gt;&lt;img src='http://suluk.blogsome.com/images/suluk09_120x60.png' alt="Suluk::Hanya Sekeping Cermin" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35418826-2764919928600048374?l=wahjoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/2764919928600048374'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/2764919928600048374'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2008/12/tasawuf-kami2.html' title='Tasawuf kami....(2)'/><author><name>Budhi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Poe8x-uxWKM/SOrCjWKh0YI/AAAAAAAAABs/Z0NEBIqa3pk/S220/baZZo.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35418826.post-5689476629898304397</id><published>2008-12-22T09:42:00.004+07:00</published><updated>2008-12-24T15:45:15.862+07:00</updated><title type='text'>Tasawuf Kami.....</title><content type='html'>Tasawuf bagi kami adalah jalan menuju Allah dengan kepasrahan, pemfakiran diri, kelemahan amal, pendeknya akal. Kami tidak lagi menghitung jumlah kebaikan dan kesempurnaan amal dalam menuju Allah. Namun amal, kebaikan, dan ibadah kami adalah refleksi kedekatan kami dengan Allah. Pengkhidmatan kami, ibadah kami kepada Allah semata-mata mencari belas kasihan (ridho/rahmat) dari Allah. Karena bila dihitung amal ibadah kami tidak pernah bisa melampaui amal buruk. Hanya belas kasihan Allah yang menyebabkan kami tertolong dari kemurkaanNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami mengambil jalan ini karena terlalu banyak ajaran dan klaim yang mengaku paling benar. Membawa berderet nama manusia, gelar, institusi, dan keturunan. Padahal manusia adalah makhluk yang lemah, bagaimana mereka mengaku paling benar? Sehingga kami mengambil jalan "kepasrahaan dan biarkan Allah yang menunjukkan"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;32. (Yaitu) orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji yang selain dari kesalahan-kesalahan kecil. Sesungguhnya Rabbmu Maha Luas ampunanNya. Dan Dia lebih mengetahui (tentang keadaan)mu ketika Dia menjadikan kamu dari tanah dan ketika kamu masih janin dalam perut ibumu; &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;maka janganlah kamu mengatakan dirimu &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 0);font-size:85%;" &gt;&lt;u&gt;SUCI&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;. Dialah Yang paling mengetahui tentang orang yang bertaqwa. &lt;/span&gt;(QS. 53:32)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Muhammad SAW adalah guru sufi kami yang utama di antara seluruh manusia. Semakin kami berada dalam jalan yang lurus, maka semakin dekat perilaku kami dengan beliau SAW. Semakin kami jauh dari Allah semakin jauh perilaku kami dari Nabi SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tasawuf dan sufi tidak dikenal dan diajarkan oleh Nabi, seperti pula tidak ada mazhab pada jaman Nabi. Sufi adalah usaha aktif seorang hamba untuk meniadakan eksistensi dirinya yang merupakan entitas hasil karya Sang Maha Kuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami tidak menyembah dan meminta kepada kuburan, kubur adalah pengingat bagi kami bahwa kami akan menjadi calon penghuninya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami hanya taqlid buta kepada Muhammad SAW, tidak taqlid kepada satu guru dari kalangan manusia selain beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru kami hanyalah manusia yang menjadi corong Allah untuk berbicara kepada kami, dan meluruskan jalan kami. Karena kami bukan kalangan Nabi yang dapat berinteraksi langsung dengan Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru dan murid tidak menunjukkan perbedaan ketakwaan, karena guru hanyalah orang yang lebih dahulu tahu dibanding murid, tahu belum tentu mengamalkan. Tingkat ketakwaan dan keimanan kami pasrahkan kepada Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tasawuf bukan berarti meninggalkan dunia, karena kita hidup di dalamnya. Kami mengambil dunia sesuai dengan fitrah kami dan tidak menjadikannya tujuan kami. Seandainya kami dilimpahi isi dunia, maka kami terima dan gunakan sebagaimana Nabi dan sahabat menggunakanan. Seandainya kami tidak diberi kami juga menerima dan berbuat seperti Nabi dan sahabat menerima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tasawuf bagi kami hanyalah sekedar nama jalan yang diberikan oleh manusia karena demikian banyak jalan menuju kepadaNya, sedangkan Allah tetap menjadi tujuan kami, dan ajaran Nabi Muhammad SAW adalah koridor kami untuk kembali kepada Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak semua tasawuf dan sufi bersih dari penyimpangan, namun juga tidak semua menyimpang. Jangan memukul rata semua tasawuf dan sufi sebagai sesuatu yang menyimpang. Sebagaimana penyimpangan pada umat Nabiyullah Muhammad bukan berarti Nabi Muhammad SAW mengajarkan penyimpangan. Kita tidak bisa menjadi hakim yang adil, mari kita serahkan kepada Allah dan melihat kebenaran itu nanti di Padang Masyar........ &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;maka janganlah kamu mengatakan dirimu &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 0);font-size:85%;" &gt;&lt;u&gt;SUCI&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;. Dialah Yang paling mengetahui tentang orang yang bertaqwa. &lt;/span&gt;(QS. 53:32)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;. Wallahualam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://suluk.blogsome.com"&gt;&lt;img src='http://suluk.blogsome.com/images/suluk09_120x60.png' alt="Suluk::Hanya Sekeping Cermin" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35418826-5689476629898304397?l=wahjoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/5689476629898304397'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/5689476629898304397'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2008/12/tasawuf-kami.html' title='Tasawuf Kami.....'/><author><name>Budhi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Poe8x-uxWKM/SOrCjWKh0YI/AAAAAAAAABs/Z0NEBIqa3pk/S220/baZZo.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35418826.post-1300271922546545424</id><published>2008-12-20T08:48:00.004+07:00</published><updated>2008-12-23T09:04:08.482+07:00</updated><title type='text'>Haji Ibadah Penuh Misteri</title><content type='html'>Haji rukun Islam yang ke 5. Ibadah yang penuh tantangan dan petualangan fisik, mental, spiritual. Dia memanggil orang-orang yang dikehendaki. Yang jelas Allah mengundang semua lapisan manusia, yang baik, yang bejat, yang kaya, yang miskin. Yang baik biar semakin kuat keimanannya, yang bejat supaya insyaf, yang kaya semakin banyak berbagi, yang miskin supaya semakin tawakal. Namun yang mengherankan adalah saya banyak menemui dari golongan miskin dan pendidikan rendah. Artinya bagi saya pribadi, menunjukkan kecintaan Allah kepada golongan ini. Petani, nelayan, pengusaha kecil, pegawai biasa banyak sekali dari golongan ini dibanding direktur dan pengusaha yang lebih kuat secara finansial (ke haji plus mungkin yah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haji ibadah yang membalikkan logika. Harus disertai kepasrahan dan positif thinking selalu.&lt;br /&gt;Haji harus dipahami sebagai undangan dan jamuan dari Allah, supaya kita merasa istimewa dan datang dengan penuh kehinaan dan penghambaan.&lt;br /&gt;Haji bukanlah sekedar pengguguran kewajiban, tetapi dia adalah suatu monumen spiritual bagi kaum muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam haji ujian juga tidak sedikit, terutama hati yang kotor biasanya selalu mengeluh dan mencela.&lt;br /&gt;Saat engkau diuji dengan sesuatu yang tidak mengenakkan banyaklah istighfar.&lt;br /&gt;Saat engkau diuji dengan sesuatu yang menyenangkan banyaklah bertakbir dan membaca hamdallah.&lt;br /&gt;Janganlah kebiasaan buruk engkau bawa ke tanah suci, tahan pikiran, ucapan, dan imajinasi burukmu, meski engkau tidak berpuasa.&lt;br /&gt;Apabila melihat keburukan mintakanlah ampun kepada kaum muslimin dan muslimat, apabila melihat kebaikan sesungguhnya Allah tengah menunjukkan kebesaranNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10 Tantangan yang menghalangi Orang untuk Menunaikan Ibadah Haji&lt;br /&gt;1. Merasa kurang harta.&lt;br /&gt;2. Merasa lemah fisik.&lt;br /&gt;3. Merasa belum dipanggil.&lt;br /&gt;4. Pekerjaan tidak dapat ditinggalkan.&lt;br /&gt;5. Tidak dapat ijin kantor.&lt;br /&gt;6. Anak tidak ada yang menjaga.&lt;br /&gt;7. Masih terlalu muda.&lt;br /&gt;8. Mencari momen yang pas.&lt;br /&gt;9. Merasa belum siap.&lt;br /&gt;10. Merasa masih banyak dosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaitan mampu bermain di kata," orang yang sanggup......atau orang yang mampu" dengan ganjalan seperti di atas. Padahal sahabat dan ulama sepakat akan kerasnya sangsi tidak menunaikan haji tanpa halangan yang berarti.&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Allah SWT berfirman, &lt;i&gt;"Mengerjakan &lt;span class="jossearchword"&gt;haji&lt;/span&gt; adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah..."&lt;/i&gt; (Ali 'lmran: 97).&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Kandungan Bab:&lt;/b&gt; &lt;/p&gt; &lt;ol type="1"&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Barangsiapa mengingkari kewajiban &lt;span class="jossearchword"&gt;haji&lt;/span&gt;, atau melaksanakan &lt;span class="jossearchword"&gt;haji&lt;/span&gt; tidak mengharap pahala dan tidak takut tertimpa adzab, &lt;span class="jossearchword"&gt;maka&lt;/span&gt; ia kafir. Ibnu Katsir berkata dalam &lt;i&gt;Tafsiir al-Qur'aan al-'Azhiim&lt;/i&gt; (I/394), "Ibnu 'Abbas, Mujahid dan ulama lainnya mengatakan: 'Barangsiapa mengingkari kewajiban &lt;span class="jossearchword"&gt;haji&lt;/span&gt;, &lt;span class="jossearchword"&gt;maka&lt;/span&gt; ia telah kafir dan Allah tidak butuh kepadanya'." &lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Barangsiapa sanggup mengerjakan &lt;span class="jossearchword"&gt;haji&lt;/span&gt;, &lt;span class="jossearchword"&gt;maka&lt;/span&gt; ia tidak boleh menundanya. Dari 'Umar bin al-Khaththab ra, ia berkata, "Barangsiapa &lt;span class="jossearchword"&gt;mampu&lt;/span&gt; &lt;span class="jossearchword"&gt;menunaikan&lt;/span&gt; &lt;span class="jossearchword"&gt;haji&lt;/span&gt;, namun ia tidak &lt;span class="jossearchword"&gt;menunaikan&lt;/span&gt;nya, &lt;span class="jossearchword"&gt;maka&lt;/span&gt; sama saja baginya &lt;span class="jossearchword"&gt;mati&lt;/span&gt; sebagai &lt;span class="jossearchword"&gt;Yahudi&lt;/span&gt; ataupun Nashrani," (Shahih, HR Ibnu Katsir dalam &lt;i&gt;Tafsiir al-Qur'aan al-'Azhiim&lt;/i&gt; [I/394])&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; http://alislamu.com/index.php?option=com_content&amp;amp;task=view&amp;amp;id=1697&amp;amp;Itemid=67&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat teman-teman yang sering ke luar negeri, yang memiliki rumah, mobil dan aset yang nilainya jauh di atas ONH agar waspada dan hati-hati terhadap godaan-godaan yang menghalangi kita untuk berhaji.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://suluk.blogsome.com"&gt;&lt;img src='http://suluk.blogsome.com/images/suluk09_120x60.png' alt="Suluk::Hanya Sekeping Cermin" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35418826-1300271922546545424?l=wahjoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/1300271922546545424'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/1300271922546545424'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2008/12/haji-ibadah-penuh-misteri.html' title='Haji Ibadah Penuh Misteri'/><author><name>Budhi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Poe8x-uxWKM/SOrCjWKh0YI/AAAAAAAAABs/Z0NEBIqa3pk/S220/baZZo.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35418826.post-985044025425748788</id><published>2008-10-20T11:31:00.001+07:00</published><updated>2008-10-23T13:51:47.490+07:00</updated><title type='text'>Kedasyatan Al Quran (2)</title><content type='html'>Seorang teman sebutlah Pak Tono, adalah orang yang lugas dan tidak suka basa-basi. Ia kerja di salah satu perusahaan multinasional. Logatnya yang beraksen jawa kental selalu nampak dalam setiap percakapannya. Pak Tono sudah lama berkeinginan menjadi seorang penghapal Quran. Dimulai dengan berguru dengan guru-guru yang memang memiliki keahlian tersebut. Sebelumnya Pak Tono adalah jama'ah biasa di Masjid. Namun dengan kemampuannya menghafal beliau menjadi substitute Imam. Yang paling mengejutkan adalah kemampuan orasinya yang meningkat drastis. Pada saat beliau mengisi acara dialog, saya tidak menyangka beliau menyampaikan materi dengan sangat runut dan sistematis, enak didengar, berbeda dengan cara dialognya sehari2 yang to the point, tegas, lugas, tidak menarik. Akhirnya beliau sering didaulat untuk mengisi acara ceramah, namun beliau beliau belum percaya diri untuk menjadi imam sholat jumat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sini saya kembali dapat mengambil pelajaran, bagaimana Al-Quran dapat merubah tampilan dan cara bertutur seseorang, tanpa harus ada usaha sedikitpun dari yang bersangkutan untuk belajar orasi, teori pidato dll. Allahlah yang membimbing dan menunjuki. Wallahualam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://suluk.blogsome.com"&gt;&lt;img src='http://suluk.blogsome.com/images/suluk09_120x60.png' alt="Suluk::Hanya Sekeping Cermin" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35418826-985044025425748788?l=wahjoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahjoe.blogspot.com/feeds/985044025425748788/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2008/10/kedasyatan-al-quran-2.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/985044025425748788'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/985044025425748788'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2008/10/kedasyatan-al-quran-2.html' title='Kedasyatan Al Quran (2)'/><author><name>Budhi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Poe8x-uxWKM/SOrCjWKh0YI/AAAAAAAAABs/Z0NEBIqa3pk/S220/baZZo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35418826.post-3787457819939229525</id><published>2008-10-20T10:32:00.000+07:00</published><updated>2008-10-23T10:45:36.669+07:00</updated><title type='text'>Allah Tidak Butuh Dilayani</title><content type='html'>Dalam konsep agama-agama tertentu, konsep melayani Tuhan adalah suatu kemuliaan dan kehormatan. Namun dalam konsep Islam, Allah dengan tegas menyatakan bahwa Dia lah yang menciptakan dan melayani manusia. Perintahnya adalah jelas, bukan untuk menambah kemuliaan atau ketaatan, namun menguji ciptaanNya apakah patuh atau tidak dengan skenario yang super rumit bernama kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Allah, tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup Kekal lagi terus menerus mengurus (makhluq-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang ada di langit dan di bumi.” (QS. Al-Baqarah: 255)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Demikian dengan tegas Allah menyatakan bahwa Ia tidak pernah mengantuk dan tidur, dan terus menerus melayani makhluknya. Kecintaan Allah kepada seorang hamba adalah sederhana, seberapa patuh seseorang kepadaNya dialah yang akan mendapat tempat yang paling tinggi disisinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah dengan tegas juga menyatakan bahwa ketaatan dan kekufuran tidak menambah atau mengurangi kekuasaanNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Dzarr al-Ghifari r.a. dari Nabi Saw. bahwa Allah Azza wajalla berfirman, &lt;em&gt;“Wahai hambaKu, andai seluruh orang pertama dan terakhir kalian, manusia dan jin kalian menjadi seperti paling bertakwa hatinya seorang lelaki di antara kalian maka hal itu tidak menambah sedikitpun kekuasaanKu. Wahai para hambaKu, andai seluruh orang pertama dan terakhir kalian, manusia dan jin kalian menjadi seperti paling jeleknya hati seorang lelaki di antara kalian maka hal itu tidak mengurangi sedikitpun kekuasaanKu…”&lt;/em&gt; H.R. Muslim. Lihat Hadits Arbain nomor 24.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://al-haromain.org/index.php?itemid=38"&gt;http://al-haromain.org/index.php?itemid=38&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jadi apa inti dari kepatuhan dan ketaatan?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Allah berfirman, “Ini adalah termasuk anugerah Tuhanku agar dia menguji apakah aku bersyukur ataukah kufur. Dan barangsiapa yang bersyukur maka itu untuk dirinya sendiri dan barang siapa kufur maka sesungguhnya Allah Maha Kaya Maha Mulia.” (Q.S. an-Nahl: 40)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Kepatuhan dan ketaatan kepada Allah membuat Allah senang, senang ini sering kita sebut dengan ridlo, Allah ridlo berarti Allah menyenangi perbuatan kita. Bukan karena ada sesuatu yang bertambah dalam kerajaan Allah, tapi karena makhlukNya berjalan sesuai yang dikehendaki meski telah diuji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata ketaatan, pengkhidmatan, ibadah kita adalah untuk kita sendiri, kenikmatan dunia paling puncak bukanlah apa-apa dibanding dengan kenikmatan yang akan kita peroleh kelak karena taat dan patuh kepada Allah.&lt;br /&gt;Kita diciptakan dari ketiadaan, diberi indra untuk menikmati hidup di dunia, tetapi itu semua belum seberapa dibanding balasan di akhirat kelak. Wallahualam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://suluk.blogsome.com"&gt;&lt;img src='http://suluk.blogsome.com/images/suluk09_120x60.png' alt="Suluk::Hanya Sekeping Cermin" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35418826-3787457819939229525?l=wahjoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahjoe.blogspot.com/feeds/3787457819939229525/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2008/10/allah-tidak-butuh-dilayani.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/3787457819939229525'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/3787457819939229525'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2008/10/allah-tidak-butuh-dilayani.html' title='Allah Tidak Butuh Dilayani'/><author><name>Budhi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Poe8x-uxWKM/SOrCjWKh0YI/AAAAAAAAABs/Z0NEBIqa3pk/S220/baZZo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35418826.post-8078130811315325454</id><published>2008-10-12T14:56:00.000+07:00</published><updated>2008-10-12T15:22:57.728+07:00</updated><title type='text'>Kedasyatan Al Quran (1)</title><content type='html'>Kata-kata tidaklah berarti tanpa pengalaman nyata. Ini adalah sekelumit cerita tentang bagaimana Al-Quran yang diamalkan membawa kekuatan bagi pengamalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari anak tetangga dengan wajah ketakutan datang ke rumah. Si anak mengatakan kalo ibunya sedang kerasukan. Di tempat itu sudah berkumpul banyak tetangga yang lain, Al-Quran dan banyak doa sudah dibacakan, namun ternyata tidak ada yang berarti. Si ibu yang kerasukan ini malah menertawakan, gak mempan gak mempan, 5 orang memegangi si ibu yang terus meronta2 dan ketawa2. Akhirnya kita semua dibuat frustasi. Orang pintar dan dukunpun didatangkan, sebetulnya saya pribadi tidak sepakat, namun karena kewalahannya keluarga dan tetangga akhirnya jalan tersebut di tempuh. Namun hingga pagi hari hasilnya nol&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya seorang kawan yang kebetulan mengenal seorang imam mesjid penghafal Quran, menyarankan memanggil beliau. Saya menjemput sang imam dengan prasangka, surat apalagi yang mau dibaca, wong kita sudah hampir bacakan semua surat tidak mempan. Saat sang imam datang beliau mengisaratkan sang ibu ditutup mukanya dengan mukena. beliau menggunakan sejadah menahan kaki si ibu dan kemudian menusukkan kayu ke titik refleksi jantung, sambil membaca taawudz. Yang luar biasa adalah baru sang imam membaca taawudz si ibu berteriak tertahan. Badanya tidak meronta-ronta seperti kita kemarin. Si ibu tidak dipegang oleh siapa2 namun seakan2 tubuhnya terkunci. Itu baru baca taawudz, baru akhir surat alfatihah si ibu udah memohon ampun, dan terjadilah dialog. yang intinya si jin adalah yahudi, yang kemudian diminta masuk Islam, dan dia mau membaca syahadat, wallahualam. Intinya si jin keluar dalam waktu hanya sekitar 20 menit, dan tidak kembali lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sini bisa kita lihat, al Quran yang dibaca oleh orang yang bukan pengamal 'bacaan quran" menjadi sebuah senjata tumpul. Namun saat dibaca oleh pengamal maka dia ibarat senjata dasyat yang siap menghantam apa saja.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://suluk.blogsome.com"&gt;&lt;img src='http://suluk.blogsome.com/images/suluk09_120x60.png' alt="Suluk::Hanya Sekeping Cermin" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35418826-8078130811315325454?l=wahjoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahjoe.blogspot.com/feeds/8078130811315325454/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2008/10/kedasyatan-al-quran-1.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/8078130811315325454'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/8078130811315325454'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2008/10/kedasyatan-al-quran-1.html' title='Kedasyatan Al Quran (1)'/><author><name>Budhi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Poe8x-uxWKM/SOrCjWKh0YI/AAAAAAAAABs/Z0NEBIqa3pk/S220/baZZo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35418826.post-646805119082089810</id><published>2008-09-18T16:04:00.000+07:00</published><updated>2008-09-18T16:08:14.586+07:00</updated><title type='text'>Allah memperkenalkan diriNya dalam Matematika</title><content type='html'>Dalam istilah matematika dikenal term infinity dengan lambang ~&lt;br /&gt;Ada yang menyebut Allah sebagai Zat Yang Tak Terdefinisi&lt;br /&gt;Ada yang menyebut Allah sebagai Zat Yang Tak Terbatas&lt;br /&gt;Kalau tidak ada yang menyebutnya demikian maka saya yang menyebutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi Allah mengenalkan dirinya dalam matematika dengan lambang ~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam matematika bilangan berapapun itu saya anggap sebagai entitas-entitas ciptaan Allah. Anggaplah manusia pertama Nabi Adam dikasih label 1 maka saya sebutlah nomer 1294902341231231.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibandingkan dengan semua bilangan maka ~ adalah di atas semua bilangan, tidak ada definisi yang melampaui ~ jadi misalnya saya mengalikan 2 dengan ~ maka ia tetap ~, saya mengalikan ~ dengan ~ maka tetap ~. Jadi ini saya anggap sifat mutlak dari ~ bahwa Dia tidak ada yang menyaingi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah bilangan dibagi dengan 0 adalah ~&lt;br /&gt;Saya terjemahkan menjadi bentuk perkalian, ~ x 0 adalah sebuah bilangan, artinya entitas entitas ini ada karena ada peran ~.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua entitas dibandingkan dengan ~ adalah nol&lt;br /&gt;Semua makhluk itu seberapapun besarnya dia jika dibandingkan dengan ~ maka yang adalah bukan apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. 0 dibagi 0 adalah tidak ada definisinya alias undefine. Artinya tidak ada ruang untuk ketiadaan sama sekali. Menunjukkan bahwa ia ada, ketiadaan sama sekali itu tidak mungkin dan disebut sebagai tidak terdefinisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Allah meliputi semuanya,&lt;br /&gt;1,991~ = 2&lt;br /&gt;1,981~ = 1,9 dst&lt;br /&gt;Bahwa bilangan itu ada karena ada karena disusun dari ~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahualam. Maha Suci Allah Maha Infinity dari persangkaan hambaNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Math resource: http://www.math.utah.edu/~pa/math/0by0.html&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://suluk.blogsome.com"&gt;&lt;img src='http://suluk.blogsome.com/images/suluk09_120x60.png' alt="Suluk::Hanya Sekeping Cermin" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35418826-646805119082089810?l=wahjoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahjoe.blogspot.com/feeds/646805119082089810/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2008/09/allah-memperkenalkan-dirinya-dalam.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/646805119082089810'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/646805119082089810'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2008/09/allah-memperkenalkan-dirinya-dalam.html' title='Allah memperkenalkan diriNya dalam Matematika'/><author><name>Budhi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Poe8x-uxWKM/SOrCjWKh0YI/AAAAAAAAABs/Z0NEBIqa3pk/S220/baZZo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35418826.post-4312935559624386360</id><published>2008-09-18T13:10:00.000+07:00</published><updated>2008-09-18T13:26:46.032+07:00</updated><title type='text'>Hikmah Sholat Berjamaah</title><content type='html'>Sholat berjamaah sangat dianjurkan dan mendekati wajib bagi sebagian ulama, apa sesungguhnya hikmah dibalik itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda, `Sungguh aku punya keinginan untuk memerintahkan shalat dan didirikan, lalu aku memerintahkan satu orang untuk jadi imam. Kemudian pergi bersamaku dengan beberapa orang membawa seikat kayu bakar menuju ke suatu kaum yang tidak ikut menghadiri shalat dan aku bakar rumah-rumah mereka dengan api." (HR Bukhari 644, 657, 2420, 7224. Muslim 651 dan lafaz hadits ini darinya).&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah sekelumit pengalaman pribadi:&lt;br /&gt;Suatu saat hati lagi suntuk dan gak karuan saya pergi ke mesjid. Biasa berlogika dengan ayat jadikanlah sabar dan sholatmu sebagai penolongmu. Pas sholat biasa saja, boro-boro penyerahan, atau metode yang diajarkan oleh Ustadz Abu, sholat sambil nglantur ke masalah. Tapi sehabis sholat saya merasakan suatu hal yang belum pernah saya alami, saya dititipi perasaan gembira, senang tidak terkira sampai saya merinding dan menangis saking senangnya, dibalik perasaan senang ada lagi perasaan haru dan terimakasih kepada Allah karena suasana hati saya dibalik sedemikian rupa tanpa bisa dijelaskan secara logika. Saya bolak balik sujud sukur dan menangis karena pemberian itu. Ternyata saya dapat hikmah dari sholat berjamaah saat itu, yang ini berdasar asumsi saja, ada orang soleh diantara jamaah yang khusyu dan pancarannya menerpa diri saya, jadi kerapatan shaf juga mempengaruhi transfer ini. Wallahualam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://suluk.blogsome.com"&gt;&lt;img src='http://suluk.blogsome.com/images/suluk09_120x60.png' alt="Suluk::Hanya Sekeping Cermin" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35418826-4312935559624386360?l=wahjoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahjoe.blogspot.com/feeds/4312935559624386360/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2008/09/hikmah-sholat-berjamaah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/4312935559624386360'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/4312935559624386360'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2008/09/hikmah-sholat-berjamaah.html' title='Hikmah Sholat Berjamaah'/><author><name>Budhi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Poe8x-uxWKM/SOrCjWKh0YI/AAAAAAAAABs/Z0NEBIqa3pk/S220/baZZo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35418826.post-5339207421344237593</id><published>2008-09-18T13:05:00.000+07:00</published><updated>2008-09-18T13:06:45.849+07:00</updated><title type='text'>Malaikat Ternyata Tidak Bisa Membaca Hati</title><content type='html'>...............&lt;br /&gt;Kemudian malaikat Hafazah itu naik lagi dengan membawa amal hambayakni shalat, puasa, zakat, haji, umrah, akhlak yang baik dan muliaserta zikir pada Allah. Amalan itu diiringi malaikat ke langitketujuh hingga melintasi hijab-hijab dan sampailah ke hadirat AllahSWT.Semua malaikat berdiri di hadapan Allah dan semua menyaksikanamalan itu sebagai amalan soleh yang betul-betul ikhlas untuk Allah.Tetapi firman Tuhan,”Hafazah sekalian, pencatat amal hamba-Ku, Akuadalah pemilik hatinya dan Aku lebih mengetahui apa yangdimaksudkan oleh hamba-Ku ini dengan amalannya. Dia tidak ikhlaspada-Ku dengan amalannya. Dia menipu orang lain, menipu kamu(malaikat Hafazah) tetapi tidak bisa menipu Aku. Aku adalah MahaMengetahui.”...........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah kutipan hadits tentang antara Allah dan Malaikat Hafazah saya potong dari sumbernya di&lt;br /&gt;&lt;a href="http://abuhaydar.wordpress.com/2008/01/18/dialaog-tentang-amal/"&gt;http://abuhaydar.wordpress.com/2008/01/18/dialaog-tentang-amal/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malaikat ternyata tidak mengetahui amalan hati seorang hamba. Masya Allah. Dengan tugas sebagai pencatat amal baik dan buruk ternyata malaikat hanya diberi kemampuan mencatat apa yang terlihat bukan yang tersembunyi dalam hati. Betapa besarnya pengaruh kesertaan hati dalam setiap ibadah yang kita lakukan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://suluk.blogsome.com"&gt;&lt;img src='http://suluk.blogsome.com/images/suluk09_120x60.png' alt="Suluk::Hanya Sekeping Cermin" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35418826-5339207421344237593?l=wahjoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahjoe.blogspot.com/feeds/5339207421344237593/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2008/09/malaikat-ternyata-tidak-bisa-membaca.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/5339207421344237593'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/5339207421344237593'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2008/09/malaikat-ternyata-tidak-bisa-membaca.html' title='Malaikat Ternyata Tidak Bisa Membaca Hati'/><author><name>Budhi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Poe8x-uxWKM/SOrCjWKh0YI/AAAAAAAAABs/Z0NEBIqa3pk/S220/baZZo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35418826.post-2625431329362077963</id><published>2008-09-18T12:44:00.000+07:00</published><updated>2008-09-18T12:47:44.247+07:00</updated><title type='text'>Jenjang Keimanan</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Menolak keberadaan Allah&lt;/p&gt;&lt;p&gt;2. Meyakini dan mengakui adanya Allah.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;3. Meyakini dan mengakui kebenaran Islam.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;4. Meyakini dan mengakui semua yang wajib diimani dalam Islam: Nabi, Kitab, Malaikat, Surga/Neraka, Ketetapan, dll.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;5. Menjalani hidup yang dilandasi keimanan.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;6. Menyerahkan/pasrah total kepada Allah dengan rambu kepahaman akan ajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karakter keimanan tahap 1:&lt;br /&gt;Orang-orang yang menolak bisikan hati nurani. Sebagaimana Firaun. Hari ini mereka menyebut dirinya sebagai atheis.&lt;br /&gt;Menentang habis-habisan keberadaan Allah.&lt;br /&gt;Menistakan Allah dan orang-orang yang mengakuiNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karakter keimanan tahap 2:&lt;br /&gt;Membenarkan akan adanya Allah dalam pikiran dan hati, namun belum tunduk kepada aturan pengabdian kepadaNya.&lt;br /&gt;Masih suka bergerak bebas tanpa aturan yang membelenggu. Bisa disebut orang kafir atau musrikin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karakter keimanan tahap 3:&lt;br /&gt;Anak-anak yang lahir dalam lingkungan Islam.&lt;br /&gt;Melaksanakan sesuatu karena takut. Takut dimarahin orangtua, guru, gak dapet nilai.&lt;br /&gt;Landasan melakukan sesuatu hanya karena reward dan punishment.&lt;br /&gt;Ibadah masih dilandasi pencapaian dunia, ketenaran, harta, pangkat, jabatan dll (riya).&lt;br /&gt;Bisa lebih buruk dari tipe 1 apabila terus menerus terfokus kepada selain Allah, karena menjatuhkan diri kepada kemusryikan ataupun kemunafikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karakter keimanan tahap 4:&lt;br /&gt;Yakin dan mengimani keberadaan Allah, Nabi, Kitab dan ajarannya sebagai suatu kesatuan yang utuh.&lt;br /&gt;Berpikir dan bertindak sistematis sebagaimana tertulis dalam Quran.&lt;br /&gt;Menggunakan akal dan logika untuk menggapai Allah.&lt;br /&gt;Masih sering stress menghadapi masalah hidup karena masih bersandar pada pikiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karakter keimanan tahap 5:&lt;br /&gt;Orang yang selalu yakin dengan pertolongan dan campur tangan Allah dalam kehidupan.&lt;br /&gt;Pikirannya hanya terfokus kepada peribadatan kepada Allah.&lt;br /&gt;Orang yang sudah mampu menyeimbangkan zikir, pikir, laku dalam keseharian.&lt;br /&gt;Orang yang santai dalam menghadapi hidup dengan ketekunan beribadah kepada Allah.&lt;br /&gt;Orang yang sudah melibatkan hati dalam mengenal Allah, meski masih diuji oleh Allah dengan beban hidup, kebimbangan, sampai waktu tertentu seandainya dia sabar maka orang ini akan masuk ke karakter keimanan tahap 5.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karakter keimanan tahap 6:&lt;br /&gt;Para Nabi dan orang terpilih yang didekatkan oleh Allah.&lt;br /&gt;Orang-orang pilihan ini tidak serta merta dipilih, tapi karena dalam tahap tertentu mereka telah mampu memasuki tahapan ke 4 dengan cepat dan kesabaran menghadapi ujian dari Allah.&lt;br /&gt;Orang-orang yang masuk katagori ini sudah tidak berpikir tentang dunia, keberadaannya di dunia ibarat jantung bagi tubuh, Allah yang menggerakkan, mengatur ritme dan mematikan. Orang dalam kelompok ini hampir2 tidak kita temukan dalam kehidupan saat ini.&lt;br /&gt;Orang yang didekatkan atau dalam istilah AlQuran Muqarrabun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karakter keimanan memang fluktuatif, bisa jadi seorang dengan keimanan tahap 4 turun ke tahap 1 saat diuji oleh Allah, namun biasanya kalau sudah tahap 4 dia akan cepat kembali. Dalam iman tahap 5 pun ada yang turun ke tahap yang dibawahnya namun sangat cepat ditarik kembali oleh Allah. Mis: kisah Nabi Yunus. &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://suluk.blogsome.com"&gt;&lt;img src='http://suluk.blogsome.com/images/suluk09_120x60.png' alt="Suluk::Hanya Sekeping Cermin" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35418826-2625431329362077963?l=wahjoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahjoe.blogspot.com/feeds/2625431329362077963/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2008/09/jenjang-keimanan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/2625431329362077963'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/2625431329362077963'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2008/09/jenjang-keimanan.html' title='Jenjang Keimanan'/><author><name>Budhi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Poe8x-uxWKM/SOrCjWKh0YI/AAAAAAAAABs/Z0NEBIqa3pk/S220/baZZo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35418826.post-1249392894853774367</id><published>2008-09-09T15:44:00.000+07:00</published><updated>2008-10-23T13:11:24.854+07:00</updated><title type='text'>God Spot, Titik Ikhlas, Titik Pasrah, Titik Khusyu, Ruang Dialog dengan Tuhan</title><content type='html'>Menemukan Tuhan adalah kegiatan termudah sekaligus tersulit dari seorang hamba. Seorang anak manusia yang lahir ke dunia seakan terkena amnesia. Inilah letaknya ujian. Pada diri seorang manusia sesungguhnya telah dibekali dengan benih keimanan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;172. Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan &lt;strong&gt;Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuban kami), kami menjadi saksi."&lt;/strong&gt; (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)" (Al-A'raaf , 7:172)&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; namun ada yang memelihara benih ini, ada yang berusaha keras mempertahankannya, ada yang sengaja membunuhnya. Pada saat seorang manusia berada dalam titik Tuhan maka ia akan melihat kebenaran dan jalan yang terang benderang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;179. Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, &lt;strong&gt;mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah).&lt;/strong&gt; Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(Al-A'raaf, 7:179)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi pencari-pencari Tuhan usaha yang tak kenal lelah terus dilakukan untuk dapat menjangkau Tuhan. Saya menggunakan istilah Tuhan yang lebih Indonesia karena dalam kaidah berbahasa istilah ini masih mengkerucut kepada Sang Pencipta. Tuhan bersifat universal bagi semua agama, oleh karenanya semua yang merasa diciptakan berhak untuk menemuinya. Menemukan Tuhan ibarat menyusun kepingan puzzle yang berserak di pelosok jagad. Yang tentu hampir tidak mungkin dilakukan oleh seorang anak manusia melainkan dengan pertolongan Tuhan sendiri. Namun pada tahapan ini banyak orang yang merasa bahwa ia menemukan Tuhan karena usahanya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menemui Sang Pencipta sesungguhnya sangat mudah, ia kita temukan dalam semua kondisi dan situasi, hanya terkadang definisi yang telah tertanam sejak kecil, ilmu-ilmu yang tercampur baur mengaburkan dan menjauhkan seorang hamba dari Tuhannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Simulasi menemukan Tuhan yang paling gampang adalah, asumsikan diri anda adalah sebuah penumpang sebuah pesawat yang meluncur akan menghunjam bumi. Maka dititik ini semua hal yang kita kejar di dunia akan sirna dan yang kita sebut adalah nama Tuhan. Utang, orang-orang yang dicintai, aset, rumah, mobil, jabatan, nafsu makan, syahwat, rasa sakit, rasa senang semua sirna pada titik ini, nama Tuhanlah yang dipanggil dan disebut. Pada kondisi ini sebenarnya manusia dipaksa pada titik God Spot, titik ikhlas, khusyu, dan posisi antara hamba dengan Tuhan sangat jelas. Bagi yang mencintai dunia maka yang ada adalah rasa takut, takut akan kematian, takut akan siksa, takut meninggalkan kesenangan2 hidupnya. Sebagian yang lain merasa pasrah, dia sadar dia tidak mampu mengendalikan semuanya. Ia akan berdoa kepada Tuhannya untuk diselamatkan kalau diijinkan, atau seandainya nyawanya dicabut dia dalam keadaan mengingat Tuhannya.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;65. Maka apabila mereka naik kapal mereka mendoa kepada Allah dengan ikhlas kepada-Nya; maka tatkala Allah menyelamatkan mereka sampai ke darat, tiba-tiba mereka (kembali) mempersekutukan (Allah)&lt;/em&gt; (Al-'Ankabuut 29:65)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, titik Tuhan, titik ikhlas, titik pasrah ini pernah kita alami, hanya tergantung kepada individu tentang mensikapi kondisi tersebut. Apabila seorang manusia mampu masuk ke dalam kondisi ini maka sesungguhnya dia dalam kondisi siap berdialog dengan Tuhannya. Dan respon dari Tuhannyapun mampu ia pahami dan terapkan. Ruang dialog ini terbebas dari hawa nafsu, keinginan, pamrih, pengharapan, kesedihan, dan sejenisnya. Disini hanyalah ruang tempat penyerahan diri sebagai hamba tak berdaya, dan pengakuan bahwa Dia Sang Penggenggam nyawa. Pada titik inilah Islam yang membedakan dengan agama-agama lainnya. Pada titik ini seorang muslim disuruh memurnikan dan meniadakan bentuk-bentuk dan gambaran fisik tentang Tuhan. Sedangkan agama lain telah tereliminir dengan Tuhan-tuhan mereka yang dinampakkan secara fisik. Seorang muslim yang mencapai titik ini maka yang ada hanya satu kondisi yaitu rendah yang serendahnya hingga ia merasa bukan apa-apa bahkan menghilang. Kondisi ini harus dilakukan dengan sadar. Ruang ini adalah tempat dimana seorang manusia akan ditunjukkan jalan yang harus ditempuh, bukan hanya melalui kesadaran dalam berpikir, tapi skenario-skenario yang terjadi disekelilingnya sangat mudah terbaca dan mendukung langkahnya. Dalam titik ini pula iblis telah membuat statement tidak akan menggoda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;82. Iblis menjawab: "Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya, 83. kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis di antara mereka.&lt;/em&gt; (urat Shaad.38)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HALANGAN-HALANGAN MENUJU KHUSYU&lt;br /&gt;1. Dominasi akal yang meliputi:&lt;br /&gt;keinginan selalu mendebat, berlogika, sensor indra, asumsi, teori, hayalan, memori panjang-pendek. Saat orang ingin menuju khusyu maka tahapan pertama adalah menghilangkan semua rangsangan, teori, respon, pengharapan, trauma, kesenangan, kegelisahan dari dan untuk dirinya. Artinya dia ingin menuju suatu titik dimana respon luar tidak diperlukan.&lt;br /&gt;2. Pengharapan paling dalam: ingin dimuliakan, sederajat Nabi, ingin diampuni, ingin dibalas surga, juga harus dilewati. Meskipun itu nampak wajar, tingkatan ini sudah mendekati titik ke Tuhanan, namun ibaratnya masih seperti menggunakan alat telekomunikasi, masih pakai alat.&lt;br /&gt;3. Membayangkan sensasi-sensasi. Sensasi memang bisa didapat oleh seorang yang khusyu, tapi membayangkan sensasi malah bisa jadi mengarahkan kepada halusinasi ataupun gangguan setan, mis: menunggu getaran, menunggu cahaya berkilatan, menunggu terbang dll. Semua bisa jadi dirasakan tetapi tidak untuk ditunggu. Masing-masing orang memiliki difinisi khusyu masing-masing. Jadi tidak bisa dipukul rata. Yang paling sering adalah bulu kuduk dan kulit meremang, dan tiba-tiba menangis.&lt;br /&gt;4. Kegundahan hati: marah, kesal, dengki, syahwat, sakit hati, kecewa, takut, malu. Adalah halangan yang paling sulit disingkirkan karena merupakan penyakit hati yang telah menempel. Sehingga sering ritual ibadah dicemari dengan kondisi hati ini.&lt;br /&gt;5. Ketinggian hati/kesombongan: orang-orang yang dititipi Allah dengan ilmu dan harta maupun usia akan sangat berat saat dia melihat orang di sekitarnya tidak seperti dirinya. Posisi ini sama saat Adam diciptakan, iblis merasa pongah karena kelebihannya. Misalnya saya diberi amanah oleh Allah dengan bacaan Quran yang banyak. Pada saat amanah ini jadi kebanggaan dan meremehkan orang lain yang lebih sedikit bacaannya maka akan menjadi bumerang, bukan menjadi kemaslahatan bagi diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;APA DAN BAGAIMANA SETELAH KHUSYU?&lt;br /&gt;Kondisi ini memang sangat tergantung dari masing2 pelaku, yang paling mudah adalah hilangnya sifat dan wujud diri yang sering disebut sang aku, si aku , wahyu. Ruang dialog ini juga bersifat timbul tenggelam/besar kecil tergantung dari latihan, kepasrahan, dan kewaspadaan dari pelaku. Saat ini kita sampaikan semua unek-unek dan pengharapan. Berdoa sebagai pemula biasanya mendahulukan ritual doa secara urut dan tekstual sebelum tahapan tahapan khusyu tercapai. Bahayanya adalah hawa nafsu lebih dominan, si aku mendikte Sang Kuasa untuk memenuhi syahwat. Namun sah-sah saja, latihan terus menerus akan membawa manusia menuju ke tingkat yang lebih benar dan bijak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;APA YANG DIDAPAT DENGAN KHUSYU?&lt;br /&gt;1. Ketenangan, santai, relax meskipun dalam kondisi yang membuat stress. Banyak utang, tagihan, kebutuhan, beban kerja, dll. Dalam kondisi khusyu masalah ini dianggap sebagai 'paket titipan' dari Allah yang sedang didiskusikan kepada Allah. Sebagai hamba yang penuh keterbatasan hendaknya menyerahkan kembali urusannya kepada Allah. Argumen bahwa kita telah diberi otak untuk menyelesaikan urusan dunia, hanya akan membawa kita ke tingkat stress yang lebih tinggi. Memang benar diberi otak, namun setelah pemecahannya adalah tetap melalui proses dialog.&lt;br /&gt;2. Ide dan gagasan. Setelah berdialog pikiran akan dipenuhi oleh ide dan kreativitas. Tinggal kita menyambutnya dengan kerja dan ketekunan mewujudkan gagasan tersebut. Ide dan gagasan bukan bersumber dari otak kita, ini patut dicatat, dia datang dan pergi sesuai dengan keputusan dan ketetapan Allah. Sel otak Eistein tidak lebih banyak atau berbeda dengan sel otak kebanyakan manusia yang membedakan adalah Einstein sudah ditetapkan untuk dititipi amanah oleh Allah untuk memecahkan teori relatitivitas.&lt;br /&gt;3. Penyelesaian masalah dari arah yang tidak terduga. Kurang lebih sama dengan ide. Tiba-tiba ada orang mengantar ini itu, tiba-tiba ada yang menawari pekerjaan, tiba-tiba ada yang ngasih uang, tiba-tiba datang jodoh dst..dst.... Sebaliknya niat yang dilandasi nafsu hanya akan menimbulkan keserakahan, kedengkian, stress, dan sederet kemaksiatan lain. Contohnya telah banyak&lt;br /&gt;4. Pikiran, sikap, dan perilaku yang terjaga. Giat dalam ibadah dan menolak segala bentuk kemaksiatan. Merasa khusyu atau tertipu khusyu dapat dilihat dari apakah kita jadi seorang ahli ibadah, gemar membaca Quran, menjaga mata dari kemaksiatan. Mengurangi kegiatan yang halal namun memalingkan dari Allah, atau masih tetap saja?&lt;br /&gt;Apabila tidak ada perubahan dalam sikap keseharian maka sesungguhnya khusyu yang kita rasakan baru tahap imajinasi atau merasa namun belum menggapai khusyu sesungguhnya.&lt;br /&gt;5. Diberi naluri dan ketajaman dalam bertindak dan bersikap. Diberi rasa ragu apabila langkah tersebut tidak baik untuk dirinya, diberi kemantapan apabila itu jalan yang harus dilalui.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://suluk.blogsome.com"&gt;&lt;img src='http://suluk.blogsome.com/images/suluk09_120x60.png' alt="Suluk::Hanya Sekeping Cermin" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35418826-1249392894853774367?l=wahjoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahjoe.blogspot.com/feeds/1249392894853774367/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2008/09/god-spot-titik-ikhlas-titik-pasrah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/1249392894853774367'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/1249392894853774367'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2008/09/god-spot-titik-ikhlas-titik-pasrah.html' title='God Spot, Titik Ikhlas, Titik Pasrah, Titik Khusyu, Ruang Dialog dengan Tuhan'/><author><name>Budhi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Poe8x-uxWKM/SOrCjWKh0YI/AAAAAAAAABs/Z0NEBIqa3pk/S220/baZZo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35418826.post-330185817646072834</id><published>2008-09-08T14:46:00.000+07:00</published><updated>2008-09-08T14:49:38.324+07:00</updated><title type='text'>Doa Diujung Asa</title><content type='html'>Ribuan doa telah kita panjatkan, namun seringkali responnya tidak seperti yang kita harapkan. Pernah saya katakan bahwa doa pasti dikabulkan, namun Allah Sang Maha Tahu dan Maha Pengatur sedang menjalankan ketentuan dan ketetapannya. Saya ambil contoh ya Allah hancurkan orang kafir, maka tidak serta merta orang kafir itu musnah di seluruh jagat. Jelas2 ini mengacaukan kehidupan di dunia. Tanpa dimintapun ketentuan tentang orang kafir ini akan berlaku, baik di dunia maupun akhirat. Karena kita memang serba terbatas dalam pengetahuan tentang kehidupan maupun sebab-akibat dari doa yang kita panjatkan makanya kita diminta untuk terus berserah diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksud dari Doa Putus Asa artinya doa-doa yang sering saya baca apabila mendapatkan tekanan luar biasa sehingga akal ini tidak mampu berpikir. Karena memang sudah putus asa maka redaksinyapun 'semi mengancam' Allah, tentunya dalam arti yang positif. Beberapa yang pernah saya panjatkan adalah sbb (adab doa lebih baik dilaksanakan seperti sholat sunnah hajat, hamdallah, shalawat) dan hasilnya Alhamdulillah sukses:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kepepet gak punya duit, tapi kebutuhan sangat banyak:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya Allah hawa nafsuku menginginkan ini dan itu, sehingga kini aku terbebani, aku membutuhkan uang untuk melunasi ini itu, namun saat ini aku tidak memilikinya. Aku mungkin bisa minta kepada si ini atau berhutang pada si itu, namun aku sengaja tidak lakukan karena aku lebih senang meminta kepadaMu Duhai Zat Pemiliki Semua Kekakayaan. Aku sudah diambang keputusasaan, rizkimu bertebaran, namun aku tidak sanggup mengejarnya, saat engkau beri orang kafir itu limpahan harta yang luarbiasa, keimananku kadang tergoncang. Namun engkau memang memposisikan aku seperti ini, untuk engkau uji apakah aku kembali kepadaMu. Maka saat ini aku kembalikan urusan ini kepadaMu dan aku meminta kepadaMu. Aku memang bukan hambaMu yang taat, yang ahli ibadah, namun aku hambaMu yang jauh dari semua itu. Aku bukan Ayub, aku bukan Muhammad, atau hamba-hambaMu yang selalu mendekatkan diri kepadaMu, namun engkaulah Tuhanku, tempat aku memohon dan meminta. Ya Allah Engkau tidak menguji hambaMu diluar kemampuannya, saat ini aku sudah diambang kemampuanku. Ya Allah kalau pertolonganMu tidak berupa materi berilah aku kesabaran, ketenangan, jalan keluar, dan penjelasan tentang semua ini. Amin"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat tergoda melihat wanita:&lt;br /&gt;"Ya Allah nafsuku menginginkan wanita itu, kalau memang ada jodoh permudahlah, kalau tidak maka jauhkanlah. Engkau tolong Yusuf AS atas nafsunya. Maka hari ini aku juga memohon pertolongan yang sama. Kalau bukan karena mencari keridoan atau mengikuti perintahMu tentu aku tidak memanjatkan doa ini. Ya Allah engkau yang menitipkan nafsu ini, maka Engkau yang mengetahui gejolak ini dan Engkau pula yang dapat meredamnya. Doa ini aku panjatkan untuk menjaga kesucian diri dan agamaMu Duhai Allah Pemilik Kesempurnaan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat sudah dipanjatkan maka kita tidak usah berpikir lagi pada masalah itu. Yakin saja bahwa Allah yang akan menurunkan pertolongannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://suluk.blogsome.com"&gt;&lt;img src='http://suluk.blogsome.com/images/suluk09_120x60.png' alt="Suluk::Hanya Sekeping Cermin" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35418826-330185817646072834?l=wahjoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahjoe.blogspot.com/feeds/330185817646072834/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2008/09/doa-diujung-asa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/330185817646072834'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/330185817646072834'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2008/09/doa-diujung-asa.html' title='Doa Diujung Asa'/><author><name>Budhi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Poe8x-uxWKM/SOrCjWKh0YI/AAAAAAAAABs/Z0NEBIqa3pk/S220/baZZo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35418826.post-6698480621160629656</id><published>2008-09-02T11:56:00.001+07:00</published><updated>2009-06-04T14:41:12.569+07:00</updated><title type='text'>Menikah Muda vs Pergaulan Bebas</title><content type='html'>&lt;p&gt;Salah satu bentuk kemenangan setan saat ini adalah merubah paradigma tentang hubungan suami istri. Seperti kita ketahui, bahwa hubungan suami istri sifatnya adalah haram. Maka ia dihalalkan dengan pernikahan. Namun kecenderungan masyarakat sekarang dengan tradisinya adalah mempersulit pernikahan yang berpahala dan mempermudah perzinahan yang merupakan dosa besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak hal yang dijadikan alasan untuk mempersulit pernikahan antara lain:&lt;br /&gt;1. Sudah bekerja, punya rumah, kendaraan, dll.&lt;br /&gt;2. Berbiaya besar untuk resepsi, mahar, uang naik, dll.&lt;br /&gt;3. Menuntut tanggung jawab (memangnya kalau belum menikah boleh tidak bertanggung jawab?)&lt;br /&gt;4. Umur yang belum cukup.&lt;br /&gt;5. Belum dewasa, dll serentet alasan yang dibuat-buat yang intinya menghalangi orang untuk menikah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semestinya menikah itu dibagi menjadi beberapa katagori:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Mencegah fitnah mata, tangan, pikiran, hati, dan kejinya zina dengan menghalalkan hubungan suami istri.&lt;br /&gt;2. Memenuhi kebutuhan cinta kasih dan kebersamaan.&lt;br /&gt;3. Membentuk keluarga dan meneruskan keturunan.&lt;br /&gt;4. Bentuk ibadah yang diperintahkan oleh Allah SWT dan dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semestinya memang pernikahan itu mencakup ke 5 hal. Namun hal ini menyebabkan orang mengakui bahwa pernikahan itu sulit dan terjal. Sehingga banyak yang mengambil jalan pintas yaitu memenuhi kebutuhan biologis dan cinta kasih melalui jalur pintas yang nyata-nyata dilarang oleh agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mudahnya menikah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Menikah sesungguhnya sangatlah mudah, hanya diperlukan wali perempuan, saksi, pengantin laki-laki, pengantin perempuan, ijab-kabul, dan mas kawin. Namun interaksi dengan budaya lokal menyebabkan pernikahan menjadi rumit dan mahal. Ditambah lagi dengan birokrasi. Kalau dilihat sekilas pernikahan sama mudahnya dengan seorang laki-laki yang minta ijin kepada orang tua perempuan untuk mengajak anak perempuannya jalan berdua. “Oom saya minta ijin mau keluar sama si…… nonton atau makan atau ke konser ini itu”.&lt;br /&gt;Ya semudah itu menikah, dimana syarat pernikahan hampir semua terpenuhi. namun setan sekali mengemas dalam bentuk yang rumit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini banyak orang tua yang mudah memberi ijin anaknya untuk ke luar rumah dengan pria yang tidak berhak mendampinginya. Perzinaan, hamil diluar nikah, nikah karena hamil, pengguguguran kandungan, mati karena pengguguran adalah efek dari mempersulit pernikahan dan mempermudah perzinaan. Pihak-pihak yang sudah menjadi pembela asas kebebasan tidak mau untuk mengkaitkan kasus-kasus tersebut dengan masalah pernikahan. Semua selalu menggunakan logika terbalik yang sebetulnya tidak bisa dilakukan, misalnya: “Sudah pacaran lama saja bisa cerai apalagi tidak  berpacaran”. “Menikah dalam kondisi mapan saja bisa cerai gimana menikah dalam kondisi tidak mapan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal semestinya bisa juga dibuat counternya, “Buat apa pacaran toh yang sudah pacaran lama saja bisa putus, mendingan pacaran pas sudah menikah.”&lt;br /&gt;“Yang sudah mapan saja bisa cerai, ngapain nunggu mapan untuk menikah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Menikah Muda butuh dukungan penuh orang tua&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Orangtua adalah kunci untuk mempermudah pernikahan. Orangtua yang sadar akan fitrah seorang anak manusia yang akil balik, tentunya tidak akan membiarkan anaknya dalam perbuatan 'mendekati zina'. Menikah itu mudah mendatangkan berkah, rasa aman, rasa tenang. Bila anak belum mampu segi materi yang anggap saja seperti mereka sedang pacaran, numpang di rumah masih kita subsidi, gak masalah kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan tips-tips menikah muda:&lt;br /&gt;1. Menikah di usia muda memberikan rasa aman, menekan fitnah dan menjauhkan dari kekejian zina.&lt;br /&gt;2. Pengertian dan dukungan orang tua baik dari segi moril maupun materiil. Orang tua hendaknya melihat perubahan fisik, hormonal, psikologis dari anak, hendaknya orangtua yang menawarkan anaknya untuk menikah dengan memberikan nasehat-nasehat. Setiap pria yang datan hendaknya ditanyai tentang kesiapan menikah. Tolak sejak awal pria yang tidak memiliki konsep tentang pernikahan.&lt;br /&gt;3. Pembinaan dan edukasi yang kontinyu sebelum dan sesudah menikah. Pembinaan bertujuan untuk menghantarkan atau meningkatkan kualitas perkawinan seorang&lt;br /&gt;4. Menunda memili keturunan apabila dianggap belum mampu. Memiliki keturunan adalah tujuan mulia dari pernikahan dalam melestarikan ras manusia, namun saat belum mampu maka ia bisa menjadi prioritas berikutnya di bawah menghindari fitnah dan zina (apalagi spesies manusia belum mau punah. Apalagi pasangan muda cenderung mobile dan enggan dibebani oleh tanggung jawab mengurus anak.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://suluk.blogsome.com"&gt;&lt;img src='http://suluk.blogsome.com/images/suluk09_120x60.png' alt="Suluk::Hanya Sekeping Cermin" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35418826-6698480621160629656?l=wahjoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahjoe.blogspot.com/feeds/6698480621160629656/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2008/09/menikah-muda-vs-pergaulan-bebas.html#comment-form' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/6698480621160629656'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/6698480621160629656'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2008/09/menikah-muda-vs-pergaulan-bebas.html' title='Menikah Muda vs Pergaulan Bebas'/><author><name>Budhi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Poe8x-uxWKM/SOrCjWKh0YI/AAAAAAAAABs/Z0NEBIqa3pk/S220/baZZo.jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35418826.post-7445520534393399378</id><published>2008-08-20T13:59:00.000+07:00</published><updated>2008-09-02T11:56:17.105+07:00</updated><title type='text'>Petaka Kaum Nabi Luth</title><content type='html'>Al Quran telah bercerita panjang lebar tentang petaka yang dibawa oleh kaum Nabi Luth. Kaum ini diazab dengan azab yang paling dasyat dibanding kaum2 lainnya, seperti kaum Nuh dan Firaun yang 'hanya' ditenggelamkan, kaum Aad, Tsamud yang dimusnahkan dengan suara menggelegar. Dalam sebuah riwayat dalam memusnahkan kaum Luth ini Allah memerintahkan Jibril mengangkat kota Sodom dan Gommorah sampai ke langit, saat itu semua binatang yang menyaksikan melolong yang membuat siapapun yang mendengarnya akan bergidik ketakutan. Kemudian Jibril diperintahkan untuk menghempaskannya ke bumi...naudzubillah mindzalik...astaghfirullah, Itu belum selesai, kemudian di lokasi penghempasan dihujanji lagi dengan batu-batu. Allahuakbar....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini kaum Luth sudah mulai eksis kembali, masyarakat dipaksa untuk menerima keadaan ini, karena mereka berhasil bertransformasi di era entertainment dan kebebasan berekspresi. Generasi mudah diakrabkan dengan lelaki berbaju wanita. Mereka berubah nama menjadi waria, gay, dll. Pada prinsipnya semua adalah penerus kaum Luth yang diazab oleh Allah dengan azab yang sangat dasyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa sesungguhnya hikmah dibalik kesesatan ini? Kenapa murka Allah tiada tara, namun sekaligus manusia tidak belajar? Peristiwa Sodom dan Gommorah diperkuat di 3 agama samawi, Yahudi, Nasrani, dan Islam, tentunya untuk menjadi pembelajaran.&lt;br /&gt; Homoseksual bukan sekedar perilaku ke wanita2an, namun lebih dari itu, iya adalah penyaluran sex ke sesama jenis. Pasangan suami istripun dilarang keras untuk berhubungan secara anal, karena ini adalah perbuatan kaum Luth. Yah urusan memasukkan penis ke lubang dubur mendatangkan murka Allah tiada tara. Homoseksual adalah pelanggaran fitrah kelas berat yang azabnya di dunia saja melebihi kaum penyembah berhala. Penis haruslah dimasukkan ke dalam vagina, itupun tidak boleh dilakukan sembarangan, harus melalui pernikahan. Karena pada dasarnya hubungan suami istri adalah haram. Ulama sependapat tidak ada keringanan dalam hubungan suami istri apalagi homoseksual. Babi halal dimakan saat tidak ada makanan, namun hubungan suami istri dalam kondisi apapun tidak dapat dihalalkan selain diikat dengan pernikahan. Hubungan homoseksual tidak ada jalan sama sekali untuk dilakukan. Oleh karena itu peringatan untuk tidak memasuki wilayah ini sangat jelas. Dalam fiqih memang dikenal manusia berkelamin ganda, namun para ulama tegas pula mengatakan bahwa itu sudah kehendak Allah, para ulama sependapat bahwa pemilik kelamin ganda di uji kecenderungannya dan ia boleh memilih untuk menjadi wanita atau pria sesuai kecenderungannya. Hal ini berbeda bagi kaum Luth, rata2 kaum Luth memiliki satu jenis kelamin, namun pembiasaan bersentuhan dengan sesama jenis menjadikannya menyukai hubungan sesama jenis. Coba dibayangkan seandainya kaum ini tidak dimusnahkan berapa besar kerusakan yang ditimbulkan karenanya. Kita sudah bisa melihat saat ini misalnya, banyak generasi yang enggan menikah dan memiliki keturunan terutama di Negara-negara maju, selain itu juga penyakit sosial seperti perkosaan anak-anak di bawah umur, mutilasi, dan sejenisnya. Menciptakan penyakit baru seperti AIDS. Homoseksual adalah bentuk fantasi keliaran seksual yang menembus ambang batas kemanusiaan, sehingga terus berkembang sampai ke tingkat yang amat sangat menjijikkan sehingga menghilangkan sifat-sifat kemanusiaan seorang manusia. Membunuh, memotong, mensodomi anak-anak terutama laki-laki, mensetubuhi hewan adalah bentuk2 keliaran ini. Hal ini terjadi pada saat seorang manusia melanggar ketetapan yang telah diatur oleh pencipta. Dia berusaha memperturutkan hawa nafsunya ke tingkat yang paling mustahil, maka inilah hasilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini kaum Luth sudah membabi buta, ia membabtis anak2 menjadi generasi Luth baru, karena penyakit kaum Luth ini menular dengan mensodomi. Siapapun yang pernah mendapat perlakuan ini hampir bisa dipastikan akan menjadi pengikutnya. Naudzubillah berlindunglah dari dajjal2 ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini para ulama kurang gaungnya dalam mengingatkan umat tentang bahaya homoseksual. Bahkan disinyalir praktek ini sudah masuk ke pesantren-pesantren, dan penyebarnya telah berkedok menjadi ustadz-ustadz bertampang soleh. menjadi penyantun anak2 yatim, menjadi kyai-kyai di pondok, namun itu adalah kedok yang menyamarkan sifat setan mereka. Dengan profesi itu ia mudah mencari sasaran dan terbungkus sangat rapi dibailk jubah dan kesolehan semu. Dengan dibiarkannya kaum Luth merajalela bahkan menjadi panutan, presenter, dihadiri ibu-ibu pengajian, pergi umroh bersama ustadz, mengunjungi pesantren, maka jangan sesali kalau Allah mendatangkan murkanya di negeri ini! Penyakit kaum Luth ini adalah senjata utama setan dalam mencari pengikut dari anak cucu Adam, karena sifatnya yang mudah dan efektif.  Ya Allah seandainya azab itu Engkau turunkan atas kami, jadikanlah itu pembersih dosa kami dan lindungilah aku dan kaum muslimin muslimat yang senantiasa mensucikan diri dari siksamu di akhirat kelak…Amin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name="top"&gt;&lt;/a&gt;Pompeii: Mengulang Sejarah Kaum Luth&lt;br /&gt; (&lt;a href="http://www.harunyahya.com/indo/artikel/057.htm"&gt;http://www.harunyahya.com/indo/artikel/057.htm&lt;/a&gt;)HARUN YAHYA.Alqur'an mengisahkan kepada kita bahwa tidak ada perubahan dalam hukum Allah (sunnatullah):“Dan mereka bersumpah dengan nama Allah dengan sekuat-kuat sumpah; sesungguhnya jika datang kepada mereka seorang pemberi peringatan, niscaya mereka akan lebih mendapat petunjuk dari salah satu umat-umat (yang lain). Tatkala datang kepada mereka pemberi peringatan, maka kedatangannya itu tidak menambah mereka kecuali jauhnya mereka dari (kebenaran), karena kesombongan (mereka) di muka bumi dan karena rencana (mereka) yang jahat. Rencana yang jahat itu tidak akan menimpa selain orang yang merencanakannya sendiri. Tiadalah yang mereka nanti-nantikan melainkan (berlakunya) sunnah (Allah yang telah berlaku) kepada orang-orang yang terdahulu. Maka sekali-kali kamu tidak akan mendapat penggantian bagi sunnah Allah, dan sekali-kali tidak (pula) akan menemui penyimpangan bagi sunnah Allah itu” (QS. Al-Faathir, 35:42-43).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah, “…sekali-kali kamu tidak akan mendapat penggantian bagi sunnah Allah…”. Siapapun yang menentang hukum Allah dan berusaha melawan-Nya akan terkena sunatullah yang sama. Pompeii, yang merupakan simbol dari degradasi akhlaq yang dialami kekaisaran Romawi, adalah pusat perzinaan dan homoseks. Nasib Pompeii mirip dengan kaum Nabi Luth. Kehancuran Pompeii terjadi melalui letusan gunung berapi Vesuvius.Gunung Vesuvius adalah simbol negara Italia, khususnya kota Naples. Gunung yang telah membisu sejak dua ribu tahun yang lalu itu juga dinamai “The Mountain of Warning” (Gunung Peringatan). Tentunya pemberian nama ini bukanlah tanpa sebab. Adzab yang menimpa penduduk Sodom dan Gommorah, yakni kaum Nabi Luth as, sangatlah mirip dengan bencana yang menghancurkan kota Pompeii.Di sebelah kanan gunung Vesuvius terletak kota Naples, sedangkan kota Pompeii berada di sebelah timur gunung tersebut. Lava dan debu dari letusan maha dasyat gunung tersebut yang terjadi dua milenia yang lalu membumihanguskan penduduk kota. Malapetaka itu terjadi dalam waktu yang sangat mendadak sehingga menimpa segala sesuatu yang ada di kota termasuk segala aktifitas sehari-hari yang tengah berlangsung. Aktifitas yang dilakukan penduduk dan segala peninggalan yang ada ketika bencana terjadi kini masih tertinggal persis sama seperti ketika bencana tersebut terjadi dua ribu tahun yang lalu, seolah-olah waktu tidak bergeser dari tempatnya.Pemusnahan Pompeii dari muka bumi oleh bencana yang demikian dasyat ini tentunya bukan tanpa maksud. Catatan sejarah menunjukkan bahwa kota tersebut ternyata merupakan pusat kemaksiatan dan kemungkaran. Kota tersebut dipenuhi oleh meningkatnya jumlah lokasi perzinahan atau prostitusi. Saking banyaknya hingga jumlah rumah-rumah pelacuran tidak diketahui. Organ-organ kemaluan pria dengan ukurannya yang asli digantung di pintu tempat-tempat pelacuran tersebut. Menurut tradisi ini, yang berakar pada kepercayaan Mithraic, organ-organ seksual dan hubungan seksual sepatutnya tidaklah tabu dan dilakukan di tempat tersembunyi; akan tetapi hendaknya dipertontonkan secara terbuka.Lava gunung Vesuvius menghapuskan keseluruhan kota tersebut dari peta bumi dalam waktu sekejap. Yang paling menarik dari peristiwa ini adalah tak seorang pun mampu meloloskan diri dari keganasan letusan Vesuvius. Hampir bisa dipastikan bahwa para penduduk yang ada di kota tersebut tidak mengetahui terjadinya bencana yang sangat sekejap tersebut, wajah mereka terlihat berseri-seri. Jasad dari satu keluarga yang sedang asyik menyantap makanan terawetkan pada detik tersebut. Banyak sekali pasangan-pasangan yang tubuhnya terawetkan berada pada posisi sedang melakukan persetubuhan. Yang paling mengagetkan adalah terdapat sejumlah pasangan yang berkelamin sama, dengan kata lain mereka melakukan hubungan seks sesama jenis (homoseks). Ada pula pasangan-pasangan pria dan wanita yang masih ABG. Hasil penggalian fosil juga menemukan sejumlah mayat yang terawetkan dengan raut muka yang masih utuh. Secara umum, raut-raut muka mereka menunjukkan ekspresi keterkejutan, seolah bencana yang terjadi datang secara tiba-tiba dalam sekejab.Dalam konteks ini, terdapat aspek dari bencana tersebut yang sangat sulit untuk dimengerti. Bagaimana bisa terjadi ribuan manusia tertimpa maut tanpa melihat dan mendengar sesuatu apapun?Aspek ini menunjukkan bahwa penghancuran Pompeii mirip dengan peristiwa-peristiwa adzab yang dikisahkan dalam Alqur'an, sebab Alqur'an secara khusus mengisyaratkan “pemusnahan secara tiba-tiba” ketika mengisahkan peristiwa yang demikian ini. Misalnya, “penduduk suatu negeri” sebagaimana disebut dalam surat Yaasiin ayat 13 musnah bersama-sama secara keseluruhan dalam waktu sekejap. Keadaan ini diceritakan sebagaimana berikut:&lt;br /&gt;“Tidak ada siksaan atas mereka melainkan satu teriakan saja; maka tiba-tiba mereka semuanya mati.” (QS. Yaasiin, 36:29)&lt;br /&gt;Di surat Al-Qamar ayat 31, pemusnahan dalam waktu yang singkat kembali disebut ketika kehancuran kaum Tsamud dikisahkan:“Sesungguhnya Kami menimpakan atas mereka satu suara yang keras mengguntur, maka jadilah mereka seperti rumput-rumput kering (yang dikumpulkan oleh) yang punya kandang binatang.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kematian masal penduduk kota Pompeii terjadi dalam waktu yang sangat singkat persis sebagaimana adzab yang dikisahkan dalam kedua ayat di atas.Kendatipun semua peringatan ini, tidak banyak yang berubah di wilayah di mana Pompeii dulunya pernah ada. Distrik-distrik Naples tempat segala kemaksiatan tersebar luas tidaklah jauh berbeda dengan distrik-distrik bejat di Pompeii. Pulau Capri adalah tempat di mana para kaum homoseksual dan nudis (orang-orang yang hidup telanjang tanpa busana) tinggal. Pulau Capri diiklankan sebagai “surga kaum homoseks” di industri wisata. Tidak hanya di pulau Capri dan di Italia, bahkan hampir di seantero dunia, kerusakan moral tengah terjadi dan sayangnya mereka tetap saja tidak mau mengambil pelajaran dari pengalaman pahit yang dialami kaum-kaum terdahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nampaknya masyarakat modern tetap menganggap azab adalah suatu peristiwa kebetulan yang tidak ada sangkutpautnya dengan perilaku. Namun sebagai orang beriman hendaknyalah kita mengambil pelajaran dari apa yang telah terjadi di masa lampau untuk keselamatan di hari akhir. Dan hari akhir, hari pembalasan dan kampung akhirat hanya milik orang yang beriman tentunya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://suluk.blogsome.com"&gt;&lt;img src='http://suluk.blogsome.com/images/suluk09_120x60.png' alt="Suluk::Hanya Sekeping Cermin" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35418826-7445520534393399378?l=wahjoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahjoe.blogspot.com/feeds/7445520534393399378/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2008/08/petaka-kaum-nabi-luth.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/7445520534393399378'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/7445520534393399378'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2008/08/petaka-kaum-nabi-luth.html' title='Petaka Kaum Nabi Luth'/><author><name>Budhi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Poe8x-uxWKM/SOrCjWKh0YI/AAAAAAAAABs/Z0NEBIqa3pk/S220/baZZo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35418826.post-4847592904241265375</id><published>2008-07-10T08:45:00.000+07:00</published><updated>2008-07-10T08:56:57.612+07:00</updated><title type='text'>Meredefinisi Arti Menjajah</title><content type='html'>Dalam pelajaran sejarah dikatakan kita dijajah oleh Belanda selama 350 tahun, dijajah oleh Jepang 3,5 tahun. Masa itu sesungguhnya belum bisa dibilang sebagai suatu penjajahan. Indonesia belum ada yang ada hanya wilayah-wilaya banyak negara kerajaan yang belum bisa dibilang Indonesia. Banyak yang menggunakan kata nusantara, namun sesungguhnya kata2 ini juga tidak tepat kalau merunut peta wilayah kekuasaan Majapahit dan Sriwijaya, maka wilayah kita memanjang hingga semenanjung Malaka hingga Thailand. Jadi ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang inilah kita sesungguhnya dijajah, negara Indonesia sudah berdiri, namun hasil2 pembangunan tidak dapat dinikmati oleh sebagian besar anak bangsa. Sumber daya alam dikuras habis2an oleh segelintir orang dan uangnyapun tidak dinikmati bangsa sendiri. Bumi, air, dan kekayaannya dikuasai oleh negara dan digunakan untuk sebesar2nya kemakmuran hanya jadi jargon omong kosong. Bumi: dikuasai oleh Exxon, freeport, newmont, dll. Air : dikuasai oleh coca cola, danone, dll, dan kekayaan alam berupa hutan dikuasai oleh hongwilaheng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kita harus meredefinisi makna penjajahan, yaitu eksploitasi setelah bangsa Indonesia berdiri yaitu tahun 1945, bukan sebelumnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://suluk.blogsome.com"&gt;&lt;img src='http://suluk.blogsome.com/images/suluk09_120x60.png' alt="Suluk::Hanya Sekeping Cermin" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35418826-4847592904241265375?l=wahjoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahjoe.blogspot.com/feeds/4847592904241265375/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2008/07/meredefinisi-arti-menjajah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/4847592904241265375'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/4847592904241265375'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2008/07/meredefinisi-arti-menjajah.html' title='Meredefinisi Arti Menjajah'/><author><name>Budhi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Poe8x-uxWKM/SOrCjWKh0YI/AAAAAAAAABs/Z0NEBIqa3pk/S220/baZZo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35418826.post-6001203676964476386</id><published>2008-02-27T18:00:00.001+07:00</published><updated>2009-01-09T15:57:12.376+07:00</updated><title type='text'>Doa Rasulullah Setelah Sholat (terj.)</title><content type='html'>1. Ya Allah aku memohon kepadaMu rahmat dari sisiMu, yang memberi petunjuk hatiku, menyatukan urusanku, menyatukan kecerberaianku, memperbaiki gerak batinku, mengangkat amal shalihku, mensucikan amalku, mengilhami kepada jalan lurus, mengembalikan rasa persatuanku, dan melindungiku dari setiap yang buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Ya Allah berikan kepadaku iman dan keyakinan yang tidak ada kekufuran setelah itu, berikan rahmat yang menyebabkan aku mendapatkan kemuliaan dari kemulianMu, di dunia dan akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Ya Allah, aku memohon dariMu kemenangan untuk memberi, kedudukan seperti orang yang mati syahid, kehidupan orang-orang yang berbahagia dan memberikan pertolongan untuk melawan para musuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Ya Allah, aku sandarkan segala kebutuhanku kepadaMu, walaupun akalku pendek, amalku lemah. Aku sangat membutuhkan rahmatMu. Maka aku memohon kepadaMu wahai Dzat yang mengendalikan urusan, menyembuhkan hati, melindungi dari siksa kubur, sebagaimana Engkau melindungi antara lautan, doa kehancuran, dan siksa dalam kubur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Ya Allah, apa-apa yang tidak dapat digapai oleh akalku, tidak dapat dicapai oleh niatku, dan tidak dapat diraih oleh permohonanku dari suatu kebaikan yang Engkau janjikan kepada satu dari makhlukMu, atau kebaikan yang Engkau berikan kepada salah satu hambaMu, maka aku suka kepadanya dan memohonkannya dariMu dengan rahmatMu, wahai Tuhan seru sekalian alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Ya Allah, Dzat yang memiliki kekuasaan yang kokoh, dan urusan yang lurus, Aku memohon kepadaMu keamanan pada hari pembalasan dan surga pada hari kekelan bersama orang-orang yang dekat dan diberi kesaksian, yang banyak ruku’ dan sujud lagi memenuhi janji, sesungguhnya Engkau Maha Pengasih dan Berlimpahkan cinta dan Engkau melaksanakan apa yang Engkau maui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Ya Allah, jadikan kami orang-orang yang mendapatkan dan memberikan petunjuk, tidak tersesat dan tidak menyesatkan, bersahabat dengan para kekasihMu, memusuhi dengan permusuhan kepadaMu orang-orang yang menentangMu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Ya, Allah inilah permohonan, dan Engkaulah yang mengabulkan, inilah upaya, dan kepadaMu kami berserah diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Ya Allah jadikan bagiku cahaya di hatiku dan kuburku, dihadapan dan dibelakangku, di sisi kanan dan kiriku, di atas dan di bawahku, di pendengaran dan penglihatanku, di rambut dan kulitku, di daging darah dan tulangku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Ya Allah perbesarlah bagiku cahaya, berikanlah bagiku cahaya, dan jadikan bagiku cahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maha Suci Dzat yang memakai pakaian kemuliaan, dan Ia SWT memfirmankanNya.&lt;br /&gt;Maha Suci Dzat yang menggunakan keagungan dan mengkaruniakanNya&lt;br /&gt;Maha Suci Dzat yang tasbih tidak layak kecuali hanya untukNya.&lt;br /&gt;Maha Suci Dzat yang memberi karunia dan nikmat.&lt;br /&gt;Maha Suci Dzat Pemilik Keagungan dan kemuliaan.Maha Suci Dzat yang diagungkan dan dimuliakan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://suluk.blogsome.com"&gt;&lt;img src='http://suluk.blogsome.com/images/suluk09_120x60.png' alt="Suluk::Hanya Sekeping Cermin" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35418826-6001203676964476386?l=wahjoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahjoe.blogspot.com/feeds/6001203676964476386/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2008/02/doa-sapujagat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/6001203676964476386'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/6001203676964476386'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2008/02/doa-sapujagat.html' title='Doa Rasulullah Setelah Sholat (terj.)'/><author><name>Budhi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Poe8x-uxWKM/SOrCjWKh0YI/AAAAAAAAABs/Z0NEBIqa3pk/S220/baZZo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35418826.post-6570562261150042283</id><published>2007-12-28T19:16:00.000+07:00</published><updated>2007-12-28T19:21:59.386+07:00</updated><title type='text'>Curangnya Aliran Sesat dlm Islam</title><content type='html'>Namanya bukan aliran sesat kali, kalo mereka fair. Aliran sesat dalam Islam selalu membawa-bawa ajaran dalam Islam. Sebut saja Islam Liberal, mereka tidak sungguh2 menjalankan Islam namun menciptakan agama baru dengan menyertakan kata Islam. Mereka sadar kalau hanya menyebut agama baru dengan nama agama liberal, atau pluralis, jualannya gak laku. Lia aminudin, musodeq, ahmadiyah setali tiga uang, mereka tidak mau mengikuti pola utama yang sudah dipatenkan oleh umat Islam dari masa ke masa yaitu Qur'an dan sunnah, tapi mereka tetapi ngotot menggunakan cerita, tokoh, istilah dalam Islam. Inilah curangnya ajaran sesat, menciptakan kreasi yang sangat tidak kreatif, karena mereka sadar they are zero, untuk jadi hero mereka nebeng arus utama......dasar plagiat ngga kreatif, itu saja komentar saya dan cacian saya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://suluk.blogsome.com"&gt;&lt;img src='http://suluk.blogsome.com/images/suluk09_120x60.png' alt="Suluk::Hanya Sekeping Cermin" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35418826-6570562261150042283?l=wahjoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahjoe.blogspot.com/feeds/6570562261150042283/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2007/12/curangnya-aliran-sesat-dlm-islam.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/6570562261150042283'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/6570562261150042283'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2007/12/curangnya-aliran-sesat-dlm-islam.html' title='Curangnya Aliran Sesat dlm Islam'/><author><name>Budhi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Poe8x-uxWKM/SOrCjWKh0YI/AAAAAAAAABs/Z0NEBIqa3pk/S220/baZZo.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35418826.post-8330117457231912235</id><published>2007-11-02T18:07:00.001+07:00</published><updated>2007-12-26T19:22:11.088+07:00</updated><title type='text'>Alhamdulillah Saya Impoten !!!</title><content type='html'>Parno membuka-buka halaman koran lampu merah. Diperhatikannya iklan-iklan kejantanan yang ditawarkan dalam kolom-kolom kecil dengan kata-kata yang fantastis. Iklan service kejantanan memang tidak pernah surut atau lapuk dimakan jaman. Dari masa ke masa, generasi ke generasi masalah kejantanan selalu aktual. Parno sendiri tidak mempunyai masalah kejantanan, namun dia merasa barangnya terlalu kecil, ntah apa parameternya tapi dia merasa begitu.&lt;br /&gt;Mitos atau fakta tentang kejantanan memang selalu menjadi topik menarik bagi pria.&lt;br /&gt;Namun saya tertarik dengan cerita seorang bapak yang mengalami impotensi, dan dia tidak pernah berusaha untuk mengobatinya. Sebut saja namanya Pak Didi.&lt;br /&gt;Pak Didi mengatakan bahwa dia sangat bersyukur bahwa dia impoten, lho kok impoten bersyukur? Pak Didi mengatakan,"Dik, saya melihat bahwa amanah terberat dari Allah adalah nafsu birahi. Pada prinsipnya berhubungan kelamin adalah haram, namun dia menjadi ibadah apabila dilakukan dalam bingkai pernikahan". "Saya sudah menjalani perkawinan ini selama 20 tahun, Dik. Ya itu tadi saya mengalami impotensi ini karena alasan psikologis, awalnya impotensi ringan, namun sekarang cenderung total dan mengalami totalitas tidak tertarik melakukan hubungan seksual. Hal ini diawali dengan dinginnya sang istri sejak melahirkan anaknya yang ke empat, hubungan badannya tidak lagi seindah dulu lagi. Makin lama dia enggan meminta, karena istrinya selalu menunjukkan keengganan apabila diajak berhubungan. Dia tidak mau mengajak sang istri karena dia tahu apabila istri menolak maka sang istri akan dilaknati oleh malaikat. Saat menggebu dia memilih larut dalam kerja atau menekuni hobinya berkebun. Makin lama ia terbiasa dengan hal itu. Ia tidak berani memikirkan untuk berzina, atau menikah lagi, karena ia menikahi seorang wanita yang sangat anti poligami. Yah sudah takdir saya menikah dengan dia, dan saya tidak mau menyesali. Akhirnya saya selalu berdoa setiap nafsu itu timbul."Ya Allah berilah kemudahan apabila engkau menghendaki dan jauhkanlah apabila itu lebih baik. Dan inilah hasilnya, istri saya juga tidak pernah menanyakannya. Saya sangat bersyukur dengan kondisi ini karena setan juga tidak bisa menggoda, menggoda bagaimana wong saya impoten huahahhaha....Alhamdulillah saya impoten....kata dia dengan nada seolah bersyukur. Saya hanya melongo, hari gini bangga impoten, atau frigid....wuah belum nyampe ilmunya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://suluk.blogsome.com"&gt;&lt;img src='http://suluk.blogsome.com/images/suluk09_120x60.png' alt="Suluk::Hanya Sekeping Cermin" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35418826-8330117457231912235?l=wahjoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahjoe.blogspot.com/feeds/8330117457231912235/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2007/11/alhamdulillah-saya-impoten.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/8330117457231912235'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/8330117457231912235'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2007/11/alhamdulillah-saya-impoten.html' title='Alhamdulillah Saya Impoten !!!'/><author><name>Budhi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Poe8x-uxWKM/SOrCjWKh0YI/AAAAAAAAABs/Z0NEBIqa3pk/S220/baZZo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35418826.post-7676597233388575283</id><published>2007-11-02T18:06:00.001+07:00</published><updated>2007-12-28T13:27:40.505+07:00</updated><title type='text'>Nikah Hanya untuk Pemberani</title><content type='html'>Nikah adalah komitmen luarbiasa yang dibangun atas asumsi kesamaan pandangan 2 pasang insan berbeda jenis dalam menjalani masa depan. Meskipun banyak yang dilakukan dalam nuansa perbedaan, namun mereka disatukan oleh 1 elemen persamaan. Ibarat penari Waltz, mereka bergerak dalam satu ritme, sehingga menimbulkan keindahan gerak. Nikah suatu yang sulit, dimana mereka komitmen utk setia pada pasangan, komitmen memiliki anak dan mendidiknya, komitmen berbagi suka dan duka, komitmen menutupi kekurangan pasangannya dll....Tidak semua orang sanggup bertahan lama dalam ikatan pernikahan, tidak sedikit yang melecehkannya....Nikah dalam arti sesungguhnya membutuhkan keberanian, tanggung jawab, rela berkorban, kesabaran, dll....Nikah hanya untuk pemberani!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://suluk.blogsome.com"&gt;&lt;img src='http://suluk.blogsome.com/images/suluk09_120x60.png' alt="Suluk::Hanya Sekeping Cermin" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35418826-7676597233388575283?l=wahjoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahjoe.blogspot.com/feeds/7676597233388575283/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2007/11/nikah-hanya-untuk-pemberani.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/7676597233388575283'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/7676597233388575283'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2007/11/nikah-hanya-untuk-pemberani.html' title='Nikah Hanya untuk Pemberani'/><author><name>Budhi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Poe8x-uxWKM/SOrCjWKh0YI/AAAAAAAAABs/Z0NEBIqa3pk/S220/baZZo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35418826.post-634735023358931274</id><published>2007-09-04T19:24:00.000+07:00</published><updated>2007-09-04T19:27:33.926+07:00</updated><title type='text'>‘Puasa’ di bulan Puasa</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Puasa makan dan minum sudahlah menjadi kebiasaan di bulan puasa. Yang belum menjadi kebiasaan adalah perilaku ‘menahan’ kesenangan dan hawa nafsu di waktu berbuka di sepanjang Ramadhan. Hal ini tidak menjadi sorotan bagi sebagian ulama dan ustadz, bahkan seakan membolehkan hal-hal yang merusak sifat-sifat puasa Ramadhan. Hal-hal yang merusak itu antara lain:&lt;br /&gt;Bergunjing, selama puasa kegiatan bergunjing di TV, di sekolah, kampus, jalanan, bergunjing biasanya menyangkut orang terkenal, yang tidak ada kemaslahatan umat sama sekali apabila diperbincangkan. Membicarakan kebijakan pimpinan masih positif dalam koridor kemaslahatan umat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;em&gt;12. Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.(Al-Hujurat)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;15. (Ingatlah) di waktu kamu menerima berita bohong itu dari mulut ke mulut dan kamu katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit juga, dan kamu menganggapnya suatu yang ringan saja. Padahal dia pada sisi Allah adalah besar.(An-Nuur)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Ngabuburit. Perilaku terlarang dimana mata diarahkan melihat hal-hal yang terlarang, perbincangan tidak jelas arah, menjauhkan hati dan diri dari mengingat Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;30. Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat."(An-Nuur)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belanja dan masak secara berlebihan. Ibu-ibu terbebani dengan memasak komplit, bapak-bapak dan anak juga menuntut masakan istimewa. Perilaku ini menjadi ajang pemerasan pedagang dan produsen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;26. Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros.&lt;br /&gt;27. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya. (Al-Israa’)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pacaran, tidak ada kompromi, berduaan, jalan bareng, atau apapun namanya adalah mendekatkan diri kepada perzinaan, dan ini sangat terlarang dalam atau diluar ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;32. Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.(Al-Israa’)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Jalan-jalan di pusat perbelanjaan, selain banyak wanita  yang berpakaian minim, membekukan hati (hanya memandang ke atas), boros, egosentris, mengikis kepekaan sosial, menahan tangan dari sedekah, berlebih-lebihan. (Ayat-ayat telah diterangkan di atas).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;180. Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil(pelit) dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karuniaNya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.(Ali’ Imran)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah memaknai Idul Fitri, sehingga menjadi ajang unjuk barang baru. Hal ini memaksa orang untuk mendapatkan uang dengan cara yang tidak halal untuk membeli barang-barang baru.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;195. Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melakukan kesia-siaan. Bermain, menonton tv, jalan-jalan tidak ada juntrungan, membaca cerita-cerita yang tidak menambah keimanan, nonton film, menekuni hobi yang tidak menambah keimanan. Adalah hal-hal yang mestinya kita tahan selama menjalankan puasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendekatan diri kepada Allah dengan berdiam di mesjid, membaca buku agama, memperdalam ilmu agama, membaca makna dan arti Al-Quran dengan membaca buku-buku tafsir, perlu dilakukan selama bulan Ramadhan, karena bisa dibilang di luar bulan itu hidup kita sudah penuh dengan kemaksiatan dan hanya dunia melulu. Luangkan 1 bulan saja untuk beribadah kepada Allah, maka Allah Insya Allah akan mengampuni dosa-dosa kita yang lampau. Wallahualam.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://suluk.blogsome.com"&gt;&lt;img src='http://suluk.blogsome.com/images/suluk09_120x60.png' alt="Suluk::Hanya Sekeping Cermin" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35418826-634735023358931274?l=wahjoe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wahjoe.blogspot.com/feeds/634735023358931274/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2007/09/puasa-di-bulan-puasa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/634735023358931274'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35418826/posts/default/634735023358931274'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wahjoe.blogspot.com/2007/09/puasa-di-bulan-puasa.html' title='‘Puasa’ di bulan Puasa'/><author><name>Budhi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_Poe8x-uxWKM/SOrCjWKh0YI/AAAAAAAAABs/Z0NEBIqa3pk/S220/baZZo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35418826.post-1685672637902064058</id><published>2007-09-04T19:19:00.000+07:00</published><updated>2007-09-04T19:23:39.821+07:00</updated><title type='text'>Allah telah Menjadikan Setiap bulan adalah Ramadhan</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kalau kita mau lebih seksama mencermati Al-Quran, maka kita akan menemukan bahwa perintah-perintah Allah yang termaktub di dalam Al-Quran menganjurkan untuk giat beribadah tidak hanya di bulan ramadhan. Beribadah sangat dianjurkan untuk dilakukan, diikuti, dan dilaksanakan kapan saja, dimanasaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;20. Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwasanya kamu berdiri (sembahyang) kurang dari dua pertiga malam, atau seperdua malam atau sepertiganya dan (demikian pula) segolongan dari orang-orang yang bersama kamu. Dan Allah menetapkan ukuran malam dan siang. Allah mengetahui bahwa kamu sekali-kali tidak dapat menentukan batas-batas waktu-waktu itu, maka Dia memberi keringanan kepadamu, karena itu bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Quran. Dia mengetahui bahwa akan ada di antara kamu orang-orang yang sakit dan orang-orang yang berjalan di muka bumi mencari sebagian karunia Allah; dan orang-orang yang lain lagi berperang di jalan Allah, maka bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Quran dan dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berikanlah pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik. Dan kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan)nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. Dan mohonlah ampunan kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(Al-Muzzammil)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;276. Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa.(Al-Baqarah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;160. Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan).(Al-An’aam)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;261. Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah[166] adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.(Al-Baqarah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.(Al-Hujurat)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;30. Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat."(An-Nuur)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;26. Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros.&lt;br /&gt;27. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya. (Al-Israa’)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat-ayat tentang larangan-larangan atau anjuran-anjuran di atas selalu ditekankan oleh khatib-khatib di atas mimbar menjelang atau saat Ramadhan. Namun sesungguhnya ayat-ayat diatas tidak dikhususkan untuk Ramadhan saja. Berbuat baik, taat beribadah, shadaqah, menahan
